NovelToon NovelToon
Between Kook & V

Between Kook & V

Status: sedang berlangsung
Genre:BTS / BXB / Teen School/College / Diam-Diam Cinta
Popularitas:946
Nilai: 5
Nama Author: Axeira

Berisi kumpulan cerita KookV dari berbagai semesta. Romantis, komedi, gelap, hangat, sampai kisah yang tak pernah berjalan sesuai rencana.

Karena di antara Kook dan V,
selalu ada cerita yang layak diceritakan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Axeira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 4 CALM MEET CHAOS

Kalau ada satu tempat di Kampus Seorin yang paling gak cocok buat Geng Chaos, jawabannya cuma satu:

Perpustakaan.

Dan sore itu, enam orang berdiri di depan pintu kaca gedung itu dengan ekspresi yang beda-beda.

“Ini tempat ibadah apa museum?” bisik Jimin.

“Suaranya aja kayak dikutuk,” tambah Seokmin, refleks menurunin volume.

Jungkook ngelirik ke samping.

Taehyung berdiri santai, rapi, seolah ini rumah kedua.“Kalian masuk gak?” Taehyung nanya datar.

“Masuk,” Jungkook jawab cepat.

Terlalu cepat.

Taehyung ngelirik.

“Lo keliatan terpaksa”

“Enggak,” Jungkook sok santai.

“Gue profesional.”

Yoongi nyengir samar.

“Kita liat.”

Mereka duduk di meja panjang.

Buku numpuk.

Laptop kebuka.

Sunyi yang… mengancam.

Taehyung langsung fokus.

Ngetik cepat.

Mata serius.

Jungkook duduk di depannya.

Awalnya dia niat.

Beneran niat.

Lima menit.

Sepuluh menit.

Lima belas menit.

Kakinya mulai goyang.

Dia nengok sekeliling.

Semua… terlalu tenang.

Jungkook condong ke depan.

“Hei.”

Taehyung gak nengok.

“Taehyung.”

Masih gak nengok.

“Kim Taehyung.”

Taehyung berhenti ngetik.

Pelan-pelan ngangkat kepala.

“Ada apa?”

“Susah banget ya jadi lo.”

“Kenapa?”

“Tenang mulu.”

Taehyung mikir sebentar.

“Enggak.”

“Bohong.”

“Lo yang ribut.”

Jungkook nyengir.

“Gue normal.”

“Normal itu relatif,” jawab Taehyung.

Yoongi ngedecak.

“Volume.”

Mereka diem lagi.

Dua menit.

Tiga menit.

Jungkook nyolek pulpen.

Tok.

Tok.

Taehyung melirik.

Sekilas.

“Berisik,” katanya pelan.

Jungkook berhenti.

“…maaf.”

Dan itu bikin Taehyung kaget sendiri.

Di sisi lain meja…

Mingyu duduk terlalu dekat.

Wonwoo geser kursi.

Mingyu geser juga.

Wonwoo nengok.

“Lo sengaja?”

“Mejanya miring,” Mingyu ngeles.

“Semua meja miring kalo lo duduk,” balas Wonwoo datar.

Seokmin nahan ketawa.

“Gue suka dinamika ini.”

Jimin bisik ke Yoongi.

“Mereka kayak pasangan yang baru cerai.”

Yoongi jawab tanpa nengok.

“Gak usah berisik.”

Taehyung berdiri.

“Gue ambil buku referensi.”

Jungkook refleks ikut berdiri.

“Gue ikut.”

“Ngapain?”

“Biar lo gak sendirian.”

Taehyung ngelirik lama.

“Ini perpustakaan.”

“Justru itu,” Jungkook jawab ringan.

Mereka jalan beriringan ke rak buku.

Sunyi.

Cuma langkah kaki.

Jungkook curi-curi ngelirik.

Profil Taehyung keliatan tenang.

Terlalu tenang.

“Lo gak capek ya?” Jungkook nanya pelan.

“Capek kenapa?”

“Dibercandain Geng Chaos.”

Taehyung mikir.

“Awalnya iya.”

“Sekarang?”

“Sekarang…”

Taehyung berhenti.

“Gue anggap suara latar.”

Jungkook ketawa kecil, refleks nutup mulut.

“Lo aneh.”

“Lo juga,” balas Taehyung.

Mereka ambil buku.

Tangan mereka nyentuh bersamaan.

Jungkook refleks narik.

Taehyung juga.

Mereka saling nengok.

Sunyi lagi.

“Kita lanjut” Taehyung bilang cepat.

“Iya,” Jungkook jawab, terlalu cepat juga.

Balik ke meja.

Kerja lagi.

Dan anehnya…

Jungkook beneran fokus.

Bukan karena tugas.

Tapi karena Taehyung duduk di depannya.

Sesekali ngelirik.

Sesekali nanya.

“Ini sumbernya valid?”

“Iya.”

“Yang ini?”

“Kurang.”

Jungkook manggut-manggut.

Namjoon lewat depan meja, kaget.

“Lo… Beneran bisa serius?” bisiknya ke Jungkook.

Jungkook jawab tanpa nengok.

“Jangan ganggu.”

Namjoon terdiam.

“…GUE MERINDING.”

___

Sore mulai turun.

Taehyung nutup laptop.

“Cukup buat hari ini.”

Jungkook refleks nanya.

“Besok lanjut?”

Taehyung mikir sebentar.

“…boleh.”

Cuma satu kata.

Tapi Jungkook senyum.

Di luar perpustakaan, Geng Chaos nyamperin.

“Lo kenapa?” Jimin heran.

“Lo kayak habis meditasi.”

“Lo diem hampir se jam,” Seokmin nambah.

Hoseok nepuk bahu Jungkook.

“Lo kerasukan setan Calm?"

Jungkook nengok ke pintu perpustakaan.

Taehyung masih di dalam, beresin buku.

“Enggak,” Jungkook jawab pelan.

“Gue cuma…”

Dia berhenti.

“…lagi belajar.”

Belajar apa?

Tenang?

Atau perasaan?

Dan jauh di dalam perpustakaan…

Taehyung berhenti sejenak.

Ngeliat ke arah pintu.

Dan untuk pertama kalinya—

Ketenangan itu

terganggu oleh satu nama.

Jeon Jungkook.

1
elleaa_
kapan lanjut lagi kakkk? aku menunguuuu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!