Cerita ini bercerita tentang seorang gadis bernama Viona yang tidak pernah dianggap apalagi di terima oleh keluarganya. Karena sang mama meninggal ketika melahirkan nya dan saudara kembarnya Vivian.
Bahkan ayah kandungnya tidak pernah menganggap nya ada . Lebih parahnya Viona dianggap pembawa sial oleh keluarganya.
Setelah Viona tumbuh dewasa dan pergi dari rumah orang tua nya. Malah badai semakin kuat menghantamnya. Gagalnya pernikahan nya karena saudara kembarnya.
Tolong jangan kasih Rate jelek ya! Kalau tidak berkenan membaca silahkan di skip saja.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayya mell, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
NENEK RIANA
Seperti pesan papa nya semalam , Jika Viona tidak boleh masuk lewat rumah utama. Jadi mulai hari ini Viona lewat samping rumah . Dan mulai hari ini juga gadis itu bertekad untuk tidak mencari perhatian keluarganya lagi.
Tetapi ada satu hal yang mengusik pikirannya saat ini. Yaitu keberadaan mobil yang ada di depan rumahnya.
" Pasti sebentar lagi akan ada masalah yang entah darimana datangnya" batin Viona.Gadis kecil mulai mempersiapkan dirinya untuk di marahi oleh nenek Riyanti.
@@@Pov VIONA@@@
Hari ini ada guru baru yang akan menggantikan bu Tyas untuk sementara waktu. Karena wali kelasku itu tengah hamil besar.
Semua teman-teman ku khawatir jika guru yang menggantikan bu Tyas itu galak atau mungkin tidak ramah. Namun semua berubah saat sesi perkenalan. Dengan ramahnya bu Alma Hera ,Nama wali kelas kami yang baru. Ternyata beliau sangat hangat pada kami dan juga bisa mencairkan suasana yang tadi nya tegang menjadi cair hanya dengan waktu beberapa saat saja.
"Mungkin aku akan dengan mudah menyukai guru baru ku ini" batinku saat itu.
Waktu berjalan begitu cepat , tidak terasa waktu pulang sekolah telah tiba . Namun aku memilih untuk tetap duduk di bangku ku sambil membaca buku yang tadi aku pinjam dari sekolah.
Beginilah hari-hariku di sekolah baru . Kegiatan rutin ku ketika jam istirahat ,aku akan memakan bekal ku yang sudah di siapkan oleh bu Minah sebelumnya.Dan setelah selesai aku pasti akan pergi ke perpustakaan yang ada di sekolahku.
Ya! Aku memutuskan mengganti panggilan bi Minah menjadi ibu Minah karena berbagai alasan . Salah satunya karena beliau lah yang telah membantu oma merawat ku dari lahir.
Beliau lah yang selalu ada untuk ku setelah oma tiada.Dan juga semua teman sekolah ku tidak tahu siapa keluarga kandungku.Yang mereka semua tahu aku Viona Arbian adalah anak dari Bu Minah . Wanita yang bekerja di kediaman keluarga Sebastian Sanjaya.
Aku tidak marah atau pun sakit hati ketika teman-teman ku salah mengira. Ini malah membuatku semakin nyaman bersama mereka.Aku takut jika mereka tahu segalanya. Mereka akan menjauhi ku dan yang lebih aku takutkan mereka akan membully ku .
Kembali ke ruang kelasku ya!
Bu Alma yang belum meninggalkan kelas. Bu Alma berjalan mendekati ku , dan dia bertanya kenapa aku belum pulang .
Aku menjawab " Karena tidak suka berdesakan atau berebut siapa yang lebih cepat dengan teman-teman ku".Jadi aku lebih memilih keluar paling akhir.Lagi pula teman-temanku itu ingin cepat keluar karena jemputan mereka sudah menunggu di depan sekolah. Sedangkan aku tidak perlu di jemput. Lebih tepatnya tidak ada yang menjemput.
Aku pulang sendiri dengan mengayuh sepeda kecilku. Sepeda yang di belikan oleh bu Minah dan bu Ratih salah satu asisten rumah tangga juga di keluarga Sanjaya.
Kalau ada yang bertanya " kenapa mereka yang membelikan nya untuk ku?"alasannya mudah sekali. Karena papa kandungku tidak pernah peduli padaku.
Apalagi setelah kejadian kemarin malam seolah menegaskan bahwa aku memang bukan bagian dari keluarga Sebastian Sanjaya ini. Aku tak pernah dianggap ada oleh mereka. Apalagi kebencian kakak kandung ku dan saudara kembarku yang seolah sudah menjadi akar yang kuat di hati mereka.
Aku menerima semua nya dengan hati lapang dan tak ingin lagi menuntut perhatian.Dulu aku memang berharap jika mereka bisa menerima ku setelah sekian lama aku tidak tinggal bersama mereka.
Namun aku salah,mereka tidak akan pernah menerima seorang pembunuh dan pembawa sial sepertiku.
Hanya karena mama kami meninggal setelah melahirkan ku . Mereka semua menganggap aku pembunuh, mereka menganggap aku pembawa sial karena membuat Kak Andra dan Vivian tidak bisa merasakan kasih sayang seorang ibu.
Papa ku , tuan Sebastian yang terhormat pun tak kalah kejam . Dia menganggap aku telah membunuh istrinya , merenggut semua rasa cinta yang dimilikinya untuk satu-satunya wanita yang paling di cintainya.
Tapi mereka tidak pernah berfikir kalau aku juga tidak menginginkan semua terjadi. Mereka juga tidak peduli kalau aku juga tidak bisa merasakan kasih sayang seorang ibu. Lebih parahnya aku di benci keluargaku sendiri.Tapi aku berusaha tegar dan menerima semuanya dengan ikhlas.
Tak cukup sampai disini saja, bukan hanya papa dan kedua saudara kandung ku yang sangat membenciku . Namun nenek ku dari pihak ibu juga sangat membenciku .Nenek Riana selalu memarahiku, menghinaku bahkan tak segan memukulku walaupun aku tak berbuat kesalahan.
Semua bukan tanpa alasan , mungkin dari mereka semua nenek Riana atau yang biasa di panggil "Yang Na / eyang Riana" oleh kedua saudara ku .
* Panggilnya YANG NA aja ya biar lebih mudah.
Yang Na harus kehilangan anak perempuannya setelah melahirkan ku . Ditambah lagi ada keponakan nya yang selalu menghasut Yang Na supaya semakin membenciku . Karena dengan kebencian Yang Na padaku , maksud tersembunyi yang di miliki nya akan berjalan dengan lancar menurutnya.
Dia adalah Tante Winda, saudara sepupu mamaku FARA HANI. Ya mama ku bernama Fara Hani. Biasa di panggil Fara oleh semua orang.
Tante Winda selalu ada dimana Yang Na berada. Setelah kepergian mama ku , Tante Winda selalu ada dimana Yang Na berada.
Dan seperti Hari ini mobil Yang Na sudah ada di depan rumah . Itu artinya di dalam rumah itu ada Yang Na dan tante Winda.
Aku selalu berharap semoga mereka tidak akan marah-marah lagi padaku.
**** Alhamdulillah bisa up part 3 ..Selamat membaca sahabat readersku . Maaf ya masih banyak kekurangan. Please jangan kasih Rate jelek ya !!!