NovelToon NovelToon
Don`t Sleep With Dhamphyr!

Don`t Sleep With Dhamphyr!

Status: tamat
Genre:Vampir / Kutukan / Horor / Tumbal / Hantu / Iblis / Tamat
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: DityaR

Rowena Scarlett adalah manusia setengah vampir, tetapi sama sekali tidak menyadari jati dirinya. Tante dan om, satu-satunya keluarga yang ia miliki, justru menganggap Rowena mengalami gangguan mental. Anggapan itu berujung pada keputusan untuk menitipkannya di rumah sakit jiwa.

Rowena didiagnosis mengidap gangguan delusi akibat obsesinya terhadap darah. Kondisi tersebut bahkan membuatnya hampir melakukan percobaan pembunuhan demi memuaskan rasa penasarannya. Padahal, dorongan itu merupakan insting yang wajar bagi seseorang yang memiliki darah vampir.

Nahas, di tempat itu Rowena bertemu Darcel, dokter terapis barunya yang ternyata seorang vampir psikopat. Ketika Rowena terjebak dalam genggamannya, ia dijadikan kambing hitam atas pembunuhan-pembunuhan yang dilakukan oleh Darcel.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DityaR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Eps. 3

Wajahnya makin memerah. Ia harus mengatur napas.

“Yakin kamu belum pernah meminum darah manusia?” tanya Darcel pelan.

Rowena hanya bisa duduk terpaku, merasa panas dan bingung.

“Aku ... sumpah,” bisiknya, berharap pria itu benar-benar percaya padanya.

Ia sudah lama menahan diri agar tidak penasaran dengan rasa darah, dan hari itu di mobil, ia hampir saja kehilangan kendali. Untungnya ia perempuan. Jika ia laki-laki, mungkin pria itu sudah tewas di tangannya.

Itu kejadian aneh sekaligus memalukan. Ia berusaha menahan dorongan itu, sampai keinginan tersebut menguasai pikirannya. Tanpa sadar, ia sudah menekan pisau ke leher pria itu, menahan napas, ingin sekali mencicipi darah merah delima tersebut.

“Enggak apa-apa, Rowena,” katanya.

Rowena langsung menatap matanya. Rasanya, pria itu benar-benar tidak menghakiminya sama sekali.

“Bisa janji sama aku?” tanya Dr. Darcel sambil condong lebih dekat. Rowena refleks ikut mendekat.

“Janji apa?”

“Jangan pernah minum darah manusia lagi.” Kata-kata itu berputar tanpa henti di kepalanya.

“Sudahlah, aku enggak mungkin begitu. Mustahil.” Rowena menarik tangannya buru-buru, malu setengah mati untuk melanjutkan topik tersebut. Pandangannya beralih ke koleksi kaca warna-warni di ruangan itu.

Dia sudah tahu.

Kenapa ia malah membuka diri seperti orang bodoh?

Hanya karena pria itu tampan, sampai ia lupa diri?

Ya, itu salah satunya.

Namun bukan cuma itu. Di balik semuanya, si Darcel tampak memang sedang menggodanya. Ia memainkan ketertarikan Rowena demi mendapatkan apa yang diinginkan. Seharusnya Rowena sadar. Seharusnya ia kesal. Tapi ia tidak peduli.

“Bagus, Rowena,” gumam Dr. Darcel pelan sambil bersandar santai di kursinya.

Pria itu melirik ke dinding di atas kepala Rowena, dan senyumnya langsung menghilang.

“Waktunya habis,” katanya sambil mengumpulkan semua kertas dan memasukkannya ke laci besar. Laci itu ditutup dengan sekali banting, dikunci, lalu ia menatap Rowena, bingung mengapa perempuan itu masih duduk dan tidak segera pergi.

Anehnya, Rowena tidak ingin pergi. Ia ingin Dr. Darcel menggali lebih dalam lagi. Jujur saja, seaneh dan sesakit apa pun rasanya, ia justru merasa sedikit lebih lega.

Bagaimana bisa ada orang sebaik itu?

Pengertian, tidak menghakimi, dan menarik.

“Padahal rasanya baru sebentar—”

“Kalau gitu, jangan telat lagi,” jawab Dr. Darcel pelan sambil tersenyum.

“Aku bahkan belum cerita soal ....” Kalimat Rowena terhenti ketika Dr. Darcel berdiri dan berjalan ke pintu. Ia membukanya lalu memanggil resepsionis.

“Audy akan antar kamu keluar,” katanya. Beberapa detik kemudian, resepsionis itu menarik Rowena dan mengusirnya keluar seperti hewan liar.

“Waktu yang sama, minggu depan!” seru Dr. Darcel penuh semangat, sama sekali tidak peduli saat resepsionis itu menyeret Rowena keluar seperti karung beras.

Pria itu bermuka dua dan sangat pandai memancing orang agar mau membuka diri.

Rowena membencinya.

Sangat benci.

Resepsionis itu meninggalkannya di koridor dan,

BAAAMMM

Pintu dibanting tepat di depan wajahnya. Suara kunci yang diputar terdengar jelas.

Suatu hari, Rowena akan menemukan alamat rumah pria itu.

Ia melangkah kembali ke mobil sambil menghentak-hentakkan kaki, lalu menghantam pintu mobil hingga tertutup keras saat ia masuk.

HPnya berbunyi. Ia mengeceknya, berharap itu pesan dari kantor. Namun yang muncul justru nomor tidak dikenal.

...📩...

XXX: Chat aku kalau kamu ingin minum darah lagi!

Rowena mencocokkan nomor itu dengan kartu nama yang Dr. Darcel berikan tadi. Nomornya sama. Ia menggigit bibir, menahan senyum bodoh.

Ia benar-benar merasa bodoh karena ketahuan ingin minum darah. Setelah itu, ia langsung menyimpan nomor telepon tersebut, berharap bisa menguntit dan menemukan informasi tentang siapa sebenarnya Dr. Darcel.

Pandangannya berhenti pada satu-satunya lampu yang menyala di lantai dua gedung itu. Ia tersenyum sendiri. Rowena tidak sabar untuk mengenalnya lebih jauh.

...જ⁀➴୨ৎ જ⁀➴...

Rowena sedang berpikir. Ia mengetik balasan lalu mengirimkannya ke Dr. Darcel.

Ia tidak menemukan informasi apa pun tentang pria itu. Tidak ada media sosial, tidak ada situs, tidak ada jejak digital sama sekali. Seolah-olah Dr. Darcel tidak eksis di dunia maya, dan hal itu justru membuatnya semakin gelisah.

Selain itu, pria itu selalu memaksa pasien bertemu malam hari, di gedung yang sudah kosong. Terutama Audy, si resepsionis yang sangat ingin ia tendang ke kubangan lumpur.

Setidaknya Audy punya jejak digital. Rowena bahkan mencatat semuanya, setiap informasi tentang resepsionis itu. Siapa tahu berguna. Username media sosial, status hubungan, nomor telepon, alamat. Dan informasi tersebut terbukti sangat berguna kali ini.

1
Adellia❤
ya darcel rowena... siapa lagi😂😂
Adellia❤
hah... kok Apollo enggak mati😂😂
DityaR 🌾: dia itu serigala kak,
total 3 replies
Adellia❤
hhh ya mana bisa ketawa lah km beracun yah di mana" cogann itu beracun😂😂
Adellia❤: rumus dunia lah semua cewek di dunia ini tau kalo semua cogan itu beracun 😂😂
total 2 replies
Adellia❤
yaah di hapus lagi ingatan rowena padahal itu penting buat rowena..
Adellia❤
ampuun deh darcel👻👻
Adellia❤
sikopat itu serius rupanya..
Adellia❤
hiii merinding sebadan" tuh orang bener" sikopat eh bukan orang dink👻
Adellia❤
km di cap pasien gila rowena tapi dokter terapi km dy orang gila yg sebenernya👻👻
Adellia❤
serruu karna gak cuman gairah pingin di tindih tapi juga gairah pingin minun darah👻👻👻
Adellia❤
hhhh rowenaaa🤦‍♀️🤦‍♀️
Adellia❤
hah... menguntit??? berati ilmu dr darcel buat menghapus ingatan itu enggak mempan??? 😱😱
DityaR 🌾: kan yg di hapus ingatan hari itu aja kak 🙏
total 1 replies
Adellia❤
sereem tapi seruu sekaligus menegangkan semangaatt thorr tulisanmu bagusss💪💪
Adellia❤
sama" senyum tapi beda arti.. hati" rowena dy vampir berbulu dombaa🤗🤗
Adellia❤
dr darcel bolehkah q bertemu km q ingin menghapus ingatanku sama seseorang😭😭
Adellia❤: boleh gak kasih no wa dr darcel thorr pliiisss🙏🙏
total 2 replies
Adellia❤
Torvald... heyyy emang km punya mental🤣🤣 kalo punya mah km enggak bakal tinggal di paragon ✌
Adellia❤
palingan km bakal di gigit sama darcel ..
Adellia❤: itu apa anu😱
total 4 replies
Adellia❤
astaga.. ngegantung🤔
Adellia❤: ciyuuss???
total 14 replies
Adellia❤
ya ampun pak dokter chat mulu... sugardady 😍
Rainn Ziella
Beuhh!
Rainn Ziella
Pelit kali 👀
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!