Di tengah dunia yang terbelah antara realita modern dan kiamat zombie, Shinn Minkyu—seorang cowok berwajah androgini dengan pesona misterius—mendadak mendapatkan sebuah sistem unik: Sistem Pengasuh.
Dengan kemampuan untuk berpindah antar dunia, Shinn berniat menjalani hidup damai... sampai seorang gadis kecil lusuh muncul sambil dikejar zombie. Namanya Yuki. Imut, polos, dan penuh misteri.
Tanpa ragu, Shinn memutuskan untuk merawat Yuki layaknya anaknya sendiri—memotong rambutnya, membuatkannya rumah, dan melindunginya dari bahaya. Bersama sistem yang bisa membangun shelter super canggih dan menghasilkan uang dari membunuh zombie, keduanya memulai petualangan bertahan hidup yang tak biasa.
Penuh aksi, tawa, keimutan maksimal, dan romansa menyentuh saat masa lalu Yuki perlahan terungkap...
Apakah Shinn siap menjadi ayah dadakan di tengah kiamat? Atau justru… dunia ini membutuhkan keimutan Yuki untuk diselamatkan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon F R E E Z E, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 2: Pasar Gelap & Mesin Cukur
Gue bangun pagi-pagi karena ngerasa ada yang nempel di muka. Awalnya gue kira nyamuk... ternyata bukan.
Ada tangan mungil melingkar di leher gue. Dan yang lebih bikin deg-degan: wajah imut anak kecil itu nempel persis di pipi gue.
"...Mama."
"...YA AMPUN, GUE COWOK!"
Gue langsung duduk, panik, tapi dia malah peluk makin erat kayak lem UHU. Matanya masih setengah merem, bibirnya merekah senyum sambil bilang, “Enak... bau mama...”
Tolong. Seseorang, teleportasi gue ke Mars.
Tapi, ya sudahlah. Ini dunia zombie. Nggak ada listrik, nggak ada kasur empuk, dan... nggak ada siapa-siapa selain anak kecil ini.
Gue duduk di lantai shelter logam sambil ngu-cek mata. Anak itu masih meringkuk di kasur, rambutnya menjuntai ke mana-mana. Serius, rambutnya itu... bagaikan makhluk hidup sendiri.
Kusut. Kering. Ada yang menggulung sendiri kayak mi rebus gagal. Bahkan ada... daun kering nyangkut di dalam.
“Eh...” gue mendekat. “Kamu mandi nggak, sih?”
Dia cuma menjawab dengan suara pelan. “Zaman zombie, air mahal...”
“Wow... filosofi keras pagi hari,” gue nyengir.
Gue bangun dan nyalain alat pemanas mini dari sistem—yang untungnya nyala otomatis sejak gue aktifin shelter. Gue nuang air hangat ke baskom bekas kaleng besar.
“Yuk, cuci muka dulu. Mandi basah nanti, kalau airnya cukup.”
Anak itu duduk, merem megang handuk dan cuci muka. Mukanya langsung berubah. Keliatan... imut banget!
Gue terpaku. “Eh... lo beneran manusia kan?”
Dia bengong. “Kenapa, Mama?”
“Jangan manggil mamaaaaaa!!”
_______
Setelah drama pagi selesai, gue duduk sambil mikirin hal penting: rambut anak ini harus dipotong. Serius. Kalau enggak, gue takut dia berubah jadi tanaman.
Gue panggil sistem.
____
[Sistem Aktif: Fitur Baru Terbuka – Marketplace Sistem]
> Selamat! Kamu kini dapat mengakses Pasar Gelap Sistem.
> Gunakan Koin Zombie untuk membeli item survival, item unik, atau... hal-hal yang absurd.
> Koin saat ini: 3
> (1 zombie kecil yang kamu bunuh tadi malam \= 3 koin)
____
Pasar Gelap? Namanya aja udah bikin penasaran. Gue klik menu hologramnya. Muncul tampilan penuh warna—aneh juga, dunia udah kiamat tapi UI-nya keren banget.
_____
DAFTAR ITEM TERPOPULER
Mesin Cukur Otomatis (Mini Tank Edition) – 2 Koin
Susu Kaleng 100 Tahun – 1 Koin
Boneka Anti-Zombie (Level 1 Ketakutan) – 5 Koin
Shampoo Bayi Anti-Mutasi – 2 Koin
Senjata: Sendok Baja +3 Kecepatan Makan – 3 Koin
_____
Gue bengong. Ini marketplace serius atau parodi? Tapi yah, daripada nggak punya alat cukur, mending gue beli item nomor satu.
Klik – Konfirmasi – Mesin Cukur Otomatis Dikirim ke Inventori.
Seketika, suara ‘pop!’ kecil muncul di depan gue. Sebuah benda mungil muncul—kayak tank mainan, tapi bagian atasnya ada... GUNTING?
“Jangan bilang… ini mesin cukur beneran?”
Anak itu menghampiri, menatap si tank kecil. “Itu... robot pemotong rumput?”
“Bukan, ini buat potong rambut kamu.”
Dia langsung mundur dua langkah. “Aku takut!”
“Lah, tadi tidur meluk gue, tapi takut sama alat cukur?”
Dia mulai nangis. “Nanti botak... nanti jelek... nanti Mama nggak mau aku...”
Gue jongkok, megang bahunya pelan.
“Dengar ya… Kamu tetap lucu, walaupun rambut kamu dipotong. Aku... eh, gue tetap di sini. Bareng kamu. Oke?”
Dia diam, lalu pelan-pelan mengangguk.
_____
Sesi mencukur pun dimulai.
Gue aktifin si mesin cukur. Tank kecil itu langsung ‘klik’ dan bergerak sendiri ke kepala anak itu. Suara ‘zzzrrttt’ muncul—lucu banget kayak nyukur rumput, tapi yang ini rambut manusia.
Awalnya dia tegang, terus geli, lalu... ketawa-tawa. “Hihihi... geli! Mama, geli banget!”
Gue ketawa juga. “Tahan dikit. Dikit lagi...”
Butuh sekitar 5 menit buat si mesin mungil nyelesain tugasnya. Pas selesai, gue bisa lihat hasilnya.
Anak itu—dengan rambut pendek rapi, wajah bersih, dan mata bundar—bener-bener kayak karakter utama di anime slice of life. Imut level dewa.
Gue sampai speechless. “Wah... kamu... kamu ini...”
Dia nyengir polos. “Aku ganteng?”
Gue mengangguk. “Kamu... ganteng dan imut.”
“Jadi aku cowok?”
“...Eh?”
Kami saling melotot.
“Jangan bilang... kamu nggak tahu kamu cowok apa cewek?”
Dia nyengir. “Aku lupa...”
Gue mendesah. “Baiklah. Di dunia kayak gini, jenis kelamin nomor dua. Yang penting kamu hidup.”
Dia mengangguk. “Kalau gitu... aku mau kasih nama.”
“Hah?”
“Aku belum punya nama. Mama kasih?”
Gue terdiam. Nama ya?
Gue pandang dia sebentar, lalu jawab, “Kalau gitu… gimana kalau namamu **Yuki**?”
“Yuki?” Dia mengangguk-angguk. “Imut. Aku suka!”
_______
[Sistem: Nama Anak – Yuki – Telah Ditetapkan]
Status Baru Terbuka: Anak Angkat Resmi (Yuki)
Misi Baru: Mencari Identitas Asli Yuki
______
“Wah… resmi juga, nih,” gumam gue sambil ngelus kepala Yuki.
Dia melompat-lompat kecil, senyum ceria. Untuk sesaat, gue lupa dunia luar itu neraka penuh zombie.
Tapi momen itu nggak lama.
________
BRAK! BRAK! BRAK!
Pintu shelter digedor dari luar.
Gue langsung reflek bangkit dan meraih besi panjang yang gue simpan buat jaga-jaga. Yuki langsung lari ke belakang dan sembunyi di balik lemari logam.
______
[Deteksi Musuh: 2 Zombie Dekat Shelter]
> Level: 1
> Tipe: Penyerang Lambat
> Hadiah: 3 Koin Zombie per Zombie
_____
Gue tarik napas dalam. “Oke... Shinn Minkyu. Waktunya jadi pahlawan... dengan wajah cantik.”
Gue dorong pintu pelan. Dua zombie berdiri di luar. Jalanan nya masih sepi, tapi suara mereka cukup keras. Yang satu setengah botak, yang satu kayak habis nyemplung ke got.
“Yuki,” bisik gue, “jangan keluar sampai aku panggil.”
Dia mengangguk pelan.
Gue maju. Pegang besi kuat-kuat.
Zombie pertama gerak duluan. Gue elak ke kanan dan 'DOR!' – satu ayunan kuat ke kepalanya. Bunyi ‘KRAKK’ yang bikin mual, tapi zombie itu langsung tumbang.
Zombie kedua lompat. Gue nyungsep ke tanah, lalu tusuk dadanya pakai ujung besi.
Napas gue ngos-ngosan.
_____
[Zombie dikalahkan: +6 Koin Zombie]
> Total Koin: 7
> Sistem Menyarankan: Upgrade Shelter atau Beli Item Baru
_____
Gue berdiri, ngelap keringat, lalu balik masuk ke shelter.
Yuki langsung lari ke gue dan peluk dari belakang.
“Mama kuat! Zombie kalah!”
Gue senyum lemas. “Ya... mama kamu keren, ya...”
“…Tapi kan kamu cowok?” dia tiba-tiba nyengir.
“…YA KAMU BARU SADAR SEKARANG?!”
Malam itu, kami tidur lebih tenang. Tapi gue tahu, tantangan baru bakal terus datang. Dan di balik candaan, ketawa, dan dunia absurd ini…
Gue punya satu tujuan.
Melindungi Yuki. Membangun tempat aman.
Dan suatu hari nanti… menemukan ibunya.
mampir kak