" Billy " teriak Zea .
Billy tersentak mendengar teriakan Zea . Gadis yang berada di pelukan Billy tersenyum licik. Sudah lama dia bersabar dan menunggu saat ini tiba .
" Aku tidak menyangka kamu melakukan hal sehina ini " ucap Zea lalu pergi meninggalkan Billy .
Dukung othor ya . dukungan kalian penyemangat ku . love banyak dari kedua anak othor .❤️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tyas Ayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Selalu menjadi yang di salahkan
Zea pulang ke rumah agak siang . Dia memilih mampir untuk membeli sayur sekalian . Karena stok di rumah sudah kosong .
Zea memang terbiasa melakukan hal sendiri . Meskipun Zea berasal dari keluarga berada . Namun Zea bukan gadis manja .
Simbok juga terkadang di ajak Zea untuk berbelanja bersamanya . Simbok lebih ahli dalam menawar belanjaan di pasar . Bahkan sebenarnya tidak menawar Zea selalu dapat diskon karena parasnya yang ayu . Tak jarang pedagang di pasar menjodohkan Zea dengan anak mereka . Hal itu menjadi keseruan sendiri bagi Zea .
Zea sudah sampai di rumahnya . Mertua Zea duduk di depan rumah begitu juga dengan Billy .
" Darimana saja kamu Zea ? jadi istri pagi-pagi sudah keluyuran " teriak Ibu mertua Zea .
Padahal saat itu Zea sedang menurunkan barang belanjaannya . Simbok dan Billy segera membantu Zea .
Zea biasanya dengan sopan menjawab ucapan ibu mertuanya . Tapi kali ini Zea memilih diam .
" Ibu, Zea habis dari pasar " ucap Billy .
" Ke pasar menggunakan baju seperti itu . Seperti wanita ..
" Apa yang setiap aku lakukan selalu salah di depan ibu . Sekalipun aku benar itu juga akan salah di pandangan ibu . Pernahkan ibu bertanya kepada anak ibu . Apakah dia sudah menjadi suami yang baik ? Sebelum ibu terlalu sering membicarakan kekurangan ku . Maka terlebih dahulu tanyakan semua itu kepada anak ibu " ucap Zea lalu masuk ke dalam rumah .
Simbok tersenyum mendengar ucapan Zea . Biasanya Zea akan mengalah dan sering menangis karena ucapan mertuanya . Tapi lali ini seperti bukan Zea yang dulu .
Billy mulai gusar mendengar ucapan Zea . Billy takut jika Zea memberitahukan kepada orangtuanya .
" Istri seperti itu yang kamu cari Billy . Tidak punya sopan santun " Ibu Billy semakin merasa kesal .
Zea menaruh barang belanjaannya di meja .
" Simbok tolong bantu bereskan ya . Zea mau mandi dulu . Bau " ucap Zea seraya mencium bau badannya .
" Non itu masih wangi . Beda sama simbok . Bau bawang " ucap Simbok .
" Mbok busa aja " ucap Zea tersenyum lebar
" Simbok seneng non Zea tidak cengeng lagi . Pasti ibu lega sekarang " ucap Simbok .
" Iya kalau Mama tahu " ucap Zea tersenyum lalu berlalu dari sana .
" Tahu non . Ibu selalu tahu apa yang non lakukan " gumam Simbok .
Mama Zea selalu memberi tahu Simbok untuk selalu melapor kepadanya . Kegiatan dan bagaimana keadaan Zea . Sebagai seorang ibu ,Mama Zea tidak akan tega membiarkan anaknya hidup kesusahan .
Sore harinya , seperti biasa Zea menyiapkan makan malam . Tapi kali ini Zea hanya memasak makanan sederhana . Uang yang diberikan Billy juga tidak seperti biasanya .
" Masak apa kamu ini ?" tanya Ibu mertua Zea .
" Telur balado sama oseng kangkung " ucap Zea .
" Cuma ini ?" tanya Ibu mertua Zea .
" Iya " jawab Zea .
" Kamu tidak belanja daging atau ayam " ucap ibu mertua Zea .
" Zea hanya belanja kebutuhan sesuai isi dompet bu . Masih banyak cicilan yang garus di bayarkan " ucap Zea .
" Paling juga kamu pakai sendiri untuk perawatan . Kamu itu kalau jadi istri jangan mentingin duri kamu sendiri . Jangan boros-boros . Kalau sudah bersuami . Utamakan isi perut suami . Pasti suami mu akan betah di dengan mu . Apalagi kalian belum di beri monongan " ucap ibu mertua Zea tak henti-hentinya .
" Ibu , Zea juga bekerja . Bahkan uang yang anak ibu berikan kepada ku . Untuk mengurus semua isi rumah ini tidak cukup bu . Ibu bisa tanyakan sendiri kepada anak ibu " ucap Zea lalu membersihkan dapur yang kotor .
" Kamu ini sekarang sudah berani menjawab ucapan ibu ya . Kamu selalu saja menyalahkan Billy . Kalian bekerja satu kantor tidak mungkin Billy berbuat yang tidak-tidak " ucap Ibu Billy .
" Kenapa ibu berkata seperti itu ? Apa aku tadi berkata kalau Billy seperri itu ? " tanya Zea sambil tersenyum .
" Sudah cukup ibu . Ibu terlalu memaksakan keinginan ibu kepada Zea . Tidak semua keinginan ibu harus Zea lakukan ibu . Kami bahagia dengan pernikahan kami . Untuk momongan kami tidak terlalu memikirkan itu . Aku mencintai Zea bu " ucap Billy .
Zea tersenyum mendengar ucapan Billy .
" Baiklah . Urus rumah tangga kalian . Ibu tidak akan ikut campur urusan kalian . Tapi ibu tetap mengharapkan kehadiran seorang cucu . Anak dalam rumah tangga itu penting Billy . Jika dia tidak bisa memberimu keturunan . Kamu bisa menikah lagi " ucap Ibu Zea .
" Baiklah . Silahkan lakukan kemauan ibu mu . Namun ceraikan aku terlebih dahulu " ucap Zea berlalu dari sana .
Billy meremas rambutnya dengan kasar . Ibunya benar-benar menambah masalahnya dengan Zea .
" Ibu aku minta maaf . Aku akan mengantar ibu pulang . Jika ibu ingin kesini maka aku akan menjemput ibu " ucap Billy dengan hati-hati .
" Ibu juga sudah tidak betah berada di rumah ini . Istrimu sangat keterlaluan terhadap ibu . Kamu juga selalu membelanya . Menikahlah lagi Billy jika perempuan itu tidak memberimu keturunan . Ibu dan Ayahmu sudah tua . Kami ingin merasakan menimang seorang cucu " ucap Ibu Billy .
" Ya ya . Aku akan mengantar ibu " ucap Billy .
" tidak kami pulang sendiri saja . Nanti istrimu kabur lagi " ucap Ibu Billy sinis .
Billy hanya menuruti ucapan ibunya . Billy tidak ingin terlalu lama berdebat . Bagaimana pun dia adalah ibunya .
Setelah kepulangan orang tua Billy . Billy menemui Zea di kamarnya .
" Zea kita perlu bicara " ucap Billy .
" Bicaralah " ucap Zea .
" Sebelumnya aku minta maaf atas paa yang ibu ku ucapakan Zea " ucap Billy
" Aku sudah tidak peduli dengan itu " ucap Zea acuh .
" Tapi aku rasa kita harus segera periksa kedokter Zea . Apa kamu ada masalah " ucap Billy hari-hati .
" Kenapa tidak kamu saja yang periksa . Aku sudah sering periksa . Dan kamu dengar sendiri aku baik-baik saja . Tidak ada masalah " ucap Zea
" Iya benar . Apa kita ganti dokter lain " tanya Billy .
" Tapi kali ini aku tidak mau . Karena kamu bukan Billy ku yang dulu " ucap Zea memandang jauh keluar jendela .
" Aku tetap Billy yang dulu Zea . Untuk yang waktu itu aku minta maaf Zea aku khilaf " ucap Billy memohon .
" Selingkuh tetap selingkuh Billy . Kalian sudah sering bersama . Jadi itulah resikonya " ucap Zea .
" Aku juga sadar aku belum bisa memberimu keturunan . Mungkin itu juga yang membuat mu berpaling " ucap Zea lalu memilih untuk tidur .
Billy menatap nanar tubuh istrinya yang sudah berbalut selimut tebal. Billy benar-benar menyesal dengan tindakannya . Tapi Sarah juga memberi Billy warna baru dalam hidupnya . Billy juga bahagia berada di dekat Sarah . Gadis muda yang memiliki ambisius yang tinggi . Seorang gadis yang bisa membuat hati Billy kembali merasakan perasaan 6 tahun lalu . Seperti perasaannya saat pertama kali bertemu Zea . Bukan berarti Billy tidak mencintai Zea . Billy sangat mencintai Zea .