NovelToon NovelToon
The Mystery Of Life: MAGICAL TREE

The Mystery Of Life: MAGICAL TREE

Status: tamat
Genre:Fantasi / Tamat / Cintapertama / Romansa Fantasi / Diam-Diam Cinta / Cinta Murni / Fantasi Wanita
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Carmellia Amoreia

Seorang wanita bernama Nairiya yang saat ini berusia 23 tahun yang merupakan seorang pianis di acara pernikahan temannya itu tiba-tiba mendapatkan tugas dari bayangan malaikat untuk menyelamatkan temannya yang akan menikah itu.

Namun Nairiya malah terluka parah akibat menyelamatkan temannya itu, rupanya temannya itu lah yang memiliki niat jahat kepadanya.

Bayangan malaikat itu meminta Nairiya untuk mengembalikannya ke dalam pohon dan ternyata setelah kembali ke dalam pohon, seorang pria bernama Leonardo yang diduga adalah bayangan malaikat itu akhirnya sadar dari komanya dan mengingat semua kejadian itu.

Apakah bayangan itu akan meninggalkannya sendirian? Atau membantunya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Carmellia Amoreia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CHAPTER 3 - THE PREDICTION

Tapi di sisi lain, aku jadi memiliki sebuah perspektif baru mengenai keluargaku ini. Awalnya aku mengira bahwa mereka sangat egois karena hanya sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing dari beberapa hari yang lalu namun ternyata yang terjadi adalah hal tidak terduga ini. Pantas saja raut wajah mereka seperti sedang mengalami kegelisahan akhir-akhir ini.

Tak lama kemudian, tiba-tiba notifikasi pesan chat masuk ke dalam ponselku dan saat aku menyadarinya, aku pun melihat notifnya dan ternyata itu merupakan pesan dari rekan kerjaku yang adalah seorang penerjemah juga dan bekerja di tempat yang sama denganku.

Ia memberitahu jika nanti di jam 2 siang aku harus datang ke kantor TraensLitey untuk menerjemahkan sebuah buku materi pelajaran bahasa Inggris yang diterbitkan langsung dari perusahaan buku pembelajaran bahasa asing yang bernama Englingo yang saat ini tengah bekerja sama dengannya.

Setelah beberapa saat aku membaca pesan notifikasi itu, tiba-tiba aku teringat jika jam 8 lewat 30 menit pagi nanti aku akan tampil di sebuah acara nikahan salah satu teman satu sekolahku dulu. Lalu aku pun langsung beranjak dari tempatku dan pergi berpamitan kepada kedua orang tuaku untuk menjadi pengisi pianis atau bagian piano di acara nikahan temanku itu. Setelah aku pamit, bayangan itu pun mulai mengikutiku dan langsung menghalangiku di depan pintu masuk rumahku itu dengan raut wajah yang kesal dan tatapan matanya yang sedang melihat ke arahku dengan dalam serta kedua tangannya yang dibentangkan seolah aku tidak bisa melewatinya.

Aku yang langsung dapat melihatnya di depan mataku itu pun akhirnya mengabaikannya saja lalu seperti pada biasanya berjalan ke luar rumah dan menembus dirinya, jujur aku merasa agak sedikit takut namun aku sudah tidak peduli lagi karena sebentar lagi aku akan telat sampai di sana jika sekarang aku ketakutan lalu mengulur waktu lebih lama lagi hanya karena merasa takut.

Saat aku sedang berjalan menuju halte busway dekat rumahku itu, tiba-tiba bayangan yang memiliki bentuk malaikat itu pun menampakkan dirinya di depanku sambil terbang menggunakan kedua sayap putihnya yang tidak terlalu besar itu lalu berkata kepadaku dengan berbisik, “Nanti saat jadi pianis di sana, tolong perhatikan keadaan karena ada seseorang yang akan merusak acara itu”

Aku yang sedang sibuk berjalan itu pun akhirnya merasa kaget dengan ucapan bayangan yang memiliki bentuk malaikat itu, pasalnya aku tidak berekspektasi jika bayangan itu bisa berbicara padaku dan kukira tugasnya hanya menggangguku saja dari tadi.

Mendengar apa yang barusan bayangan itu katakan, aku tidak bisa langsung memercayainya meskipun ia memiliki bentuk seorang malaikat namun kenapa ada seseorang yang mau merusak pernikahan temanku sendiri? Temanku itu hanya mengundang keluarganya, kerabatnya dan juga teman-temannya yang masih berhubungan dengannya. Tidak mungkin jika salah satu dari mereka ada yang berpikiran jahat kepada temanku itu.

“Seorang pria berkacamata, tinggi, tidak terlalu kurus dan memiliki rambut tipis, dia juga merupakan tamu undangan dan teman satu SMAnya pengantin wanita itu” jawab bayangan itu dengan suara bisikan yang lebih jelas dari sebelumnya.

Ketika aku sudah sampai di halte busway itu, aku pun memikirkan kembali jawaban dari bayangan itu. Karena aku tidak tahu sama sekali ternyata orang yang tadi disebutkannya itu adalah teman satu SMAnya dan yang kutahu adalah temanku ini akan menikahi teman satu kuliahnya, kami hanya satu sekolah saat SMP saja, lalu setelah itu ia pindah sekolah. Namun sepertinya aku tahu deh, soalnya pas dia sudah mulai bekerja di sebuah toko pakaian, dia pernah bercerita soal orang yang karakteristiknya mirip sekali dengan yang baru saja disebutkan oleh bayangan malaikat itu.

Tak lama setelah itu, bus tujuanku itu pun akhirnya datang. Aku langsung beranjak dari tempatku dan berjalan masuk ke dalam bus itu dan menempelkan kartu elektronik khusus untuk transportasi umum itu ke suatu mesin untuk mendeteksi kartu elektronik itu yang tujuannya adalah untuk membayar transportasi umum tersebut lalu berjalan masuk ke dalam bus itu.

...***...

Pesta pernikahannya teman satu sekolahku dulu yang bernama Meirilyn itu nantinya akan diadakan di sebuah ballroom yang ada di dalam hotel Carreilly, dan saat ini tepatnya di ruang ganti pakaian pengantin wanita.

Di dalam ballroom, terdapat sebuah meja rias yang indah terletak di sebelah kiri pintu masuk dengan beberapa kursi yang tertata rapi di sudut ruangan dan terlihat juga Meirilyn yang mengenakan gaun pernikahannya dengan gaya barat yang di mana terlihat seperti gaun putri kerajaan yang indah dengan menggunakan aksesoris sarung tangan berwarna putih elegan duduk di sebuah kursi yang berada tepat di depan meja rias dan bersiap untuk melakukan riasan wajah yang akan dilakukan oleh make up artist yang di sana.

Tak lama kemudian, ibu Meirilyn yang tadinya sedang membaca data nama tamu di ponselnya sambil duduk di kursi sudut ruangan itu pun akhirnya menoleh ke arah Meirilyn dan bertanya sesuatu kepadanya, “Kamu mengajak si Ghaleo juga ya ke acara ini?”

“Iya bu, memangnya kenapa?” tanya Meirilyn kebingungan sambil menutup matanya karena wajahnya sedang diberikan foundation dan diratakan oleh sang make up artist.

Ibunya pun langsung menatap ke arah Meirilyn dengan tatapan yang menunjukkan perasaan yang sangat bingung karena pengalaman masa lalu putrinya dengan anak itu sangat tidak baik, “Dia kan dulu pas masih satu SMA sama kamu sudah menimbulkan keributan di sekolah sampai kamu dipulangin di hari itu juga, apa kamu yakin?”

“Sudah lah bu, udah lama juga” jawab Meirilyn dengan pasrah sambil membuka matanya kembali saat foundation sudah diratakan ke seluruh wajahnya oleh make up artist tersebut.

Tak lama setelah itu, tiba-tiba ponselnya Meirilyn yang berada di atas meja rias itu pun berdering dan ternyata setelah dilihat sebentar, seorang adik laki-lakinya yang saat ini berumur 20 tahun itu lah yang sedang menelepon kakak perempuannya yang akan menikah tersebut. Tanpa berpikir panjang, langsung saja ia mengangkat teleponnya itu.

“Halo” jawab Meirilyn sambil menyalakan fitur speaker di ponselnya itu.

“Halo juga kak, lagi ngapain nih?” tanya adiknya itu sambil basa basi menanyakan hal tersebut sambil tersenyum senang.

Meirilyn pun tersenyum bahagia lalu menjawabnya dengan mukanya yang sambil dirias itu, “Aku lagi siap-siap nih, sekarang lagi di make up in”

Lalu adik laki-lakinya itu pun dengan nada bicara yang iseng berkata kepadanya, “Waduh pasti norak banget ya nanti haha, oh iya kakak iparku si pengantin prianya apa kabar”

Meirilyn pun tersenyum lebar lalu menjawabnya dengan singkat, “Dia jelas juga lagi siap-siap di ruangannya dong”

“Eh iya kak, tadi aku lihat ada Ghaleo di dalam ballroom tadi, kamu ajak juga ya? Wihh udah baikan nih, dulu perasaan berantem hebat” kata adik laki-lakinya itu yang terdengar sedang meledeknya sambil tertawa sedikit di akhir kalimat yang baru saja dikatakannya itu.

“Heh dengar ya Therion, itu sudah lama banget dan sekarang kita temenan lagi kok” jawab Meirilyn dengan nada bicaranya yang terdengar sangat kesal itu dengan raut wajahnya yang sangat sebal dengannya yang terus menerus mengungkit hal buruk itu kembali.

Adik laki-lakinya yang bernama Therion itu pun menanyakan hal tersebut kembali kepada kakak perempuannya yang hendak menikah itu dengan nada bicara yang terdengar sedang bercanda dan meledek, “Ah yang benar? Pasti ada sesuatu di balik ini, ga usah bohong deh haha”

Meirilyn pun menghela napas panjang dan menjawabnya kembali dengan nada bicara yang pelan dan santai, “Iya benar, aku yakin tidak ada masalah apa-apa kok”

“Owalah ya udah kalau begitu santai aja, ini aku nanti agak telat ya datangnya soalnya di jalan lagi macet nih” jawab adik laki-lakinya itu dengan nada bicara yang terdengar santai itu.

“Oh oke baiklah, hati-hati ya di jalan” jawab Meirilyn dengan perasaan senang, lalu setelah itu ia pun langsung mematikan hubungan telepon dari adik laki-lakinya itu dan make up artist tersebut lanjut merias wajahnya Meirilyn tersebut.

1
Sinho
sedikit saran, tolong dikurangi kata 'itu' terlalu banyak dan aneh, semangat kak
Alpha Betha
Lanjutkan.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!