Lima tahun lalu saat usia lima belas tahun Naomi ditinggal kakak angkatnya dikampung.
Dua tahun pernikahan kakaknya, kakak angkatnya meninggal karena penyakit leukimia.
Naomi tergolong anak yang jenius, saat usia delapan belas tahun sudah menyelesaikan Sekolah Menengah Atas.
Saat diusia sembilan belas tahun masuk Universitas di kota kecil, kampungnya.
Dan saat memasuki tahun ke-dua Universitas, Naomi dipanggil suami almarhum kakak angkatnya, Jacob.
Jacob memanggil Naomi untuk tinggal dirumahnya, karena istrinya pernah berpesan padanya sebelum meninggal agar merawat Naomi.
Jacob pria dewasa berusia tiga puluh delapan tahun, masih menduda semenjak istrinya meninggal tiga tahun lalu.
Jacob dikenal pria yang dingin dan kejam.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KGDan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
3. Aura Naomi.
Naomi bangkit dari kursi malas, lalu masuk ke dalam kamar.
Menutup pintu balkon dengan baik, setelah itu pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri lagi.
Naomi agak bingung cara membuka kran air untuk bathtub, lama dia mencoba cara memutar dan menekan kran.
Hampir lima belas menit dia melakukannya, akhirnya dia pun berhasil.
Naomi terkekeh sendiri dengan kebodohannya yang tidak pandai membuka kran air, untuk mengisi bathtub.
"Kalau kakak masih hidup dan melihatku tidak bisa buka kran, dia pasti tertawa terbahak-bahak!" gumam Naomi terkekeh merasa lucu sendiri.
Naomi membersihkan dirinya di dalam bathtub, menikmati air yang menyegarkan, merendam tubuhnya yang polos.
Menyabuni tubuhnya dengan sabun sampai bersih dan wangi.
Naomi menutup air kran dan kemudian menarik handuk bersih dari lemari handuk yang ada di dalam kamar mandi tersebut.
Melilitkan handuk ke tubuh polosnya, lalu mengambil satu lagi handuk tersebut untuk mengelap rambutnya yang basah.
Setelah beristirahat sebentar tadi, tubuhnya jadi terasa segar, dan wangi setelah selesai mandi.
Naomi membuka pintu kamar mandi dan menutup kembali pintu tersebut setelah dia keluar dari kamar mandi.
"Kenapa begitu lama sekali, sudah waktunya makan malam!"
Tiba-tiba pintu kamarnya terbuka.
Tampak Jacob masuk ke kamar Naomi sambil berkata pada Naomi.
Naomi berhenti melangkah melihat ke arah pintu kamarnya yang terbuka, dan melihat kakak iparnya masuk ke dalam kamar.
Jacob membeku di tempatnya, melihat Naomi yang baru keluar dari kamar mandi, hanya mengenakan handuk saja.
Jacob tidak percaya melihat tubuh setengah polos Naomi begitu indah, putih bersih dengan bertelanjang kaki bagaikan peri kecil.
Naomi sendiri tidak menyadari kalau dirinya polos dan hanya berbalut handuk saja.
"Aku baru selesai mandi kak, sebentar lagi aku akan turun!" kata Naomi dengan tenang, dia belum sadar dirinya hanya mengenakan handuk.
Mungkin karena dia menganggap Jacob adalah kakak iparnya, jadi dia merasa nyaman saja tidak terganggu dengan keadaannya.
Jacob mengedipkan matanya, dia tersadar begitu mendengar suara Naomi.
Wajah Jacob terasa panas, dia jadi malu karena tertegun melihat pemandangan tubuh Naomi yang indah.
"Maaf, aku tidak mengetuk pintu, turunlah kalau sudah selesai berpakaian, ku tunggu di ruang makan!" kata Jacob.
"Iya kak!" jawab Naomi.
Jacob menutup pintu kamar Naomi pelan, dia merasa dadanya seperti berpacu dengan cepat.
Ada apa denganku? pikir Jacob merasa heran dengan dirinya.
Sudah tiga tahun dia menduda, dan dia tidak pernah lagi tertarik dengan wanita manapun.
Dia sudah sering melihat tubuh wanita setengah polos, tapi dia tidak ada perasaan seperti ini.
Dia biasa bergabung dengan teman-temannya ke bar, melihat wanita setengah polos menari menghibur para pelanggan pria.
Wanita-wanita itu menari dengan gerakan sensual yang membuat hasrat lelaki melambung ingin menjamah tubuh mereka, bahkan ada yang tidak memakai sehelai benang pun.
Sedikitpun dia tidak ada rasa tertarik untuk menyentuh para wanita tersebut.
Perasaannya dingin dan datar.
Tapi barusan melihat tubuh setengah polos Naomi, tubuhnya bereaksi.
Jacob cepat-cepat turun, dia harus jaga jarak dengan Naomi.
Sepuluh menit Jacob menunggu Naomi, dan akhirnya Naomi datang memasuki ruang makan.
Naomi tampak memakai pakaian santai, baju lengan pendek dan celana jeans di bawah lutut.
Dia terlihat segar dengan rambutnya yang panjang diikat satu, tinggi di atas kepalanya.
Wajahnya yang polos tanpa bedak terlihat sangat imut, dan terasa enak dipandang mata.
Lagi-lagi Jacob mengedipkan matanya, dia tidak percaya dengan apa yang barusan dia perhatikan.
Penampilan Naomi.
Jacob menggelengkan kepalanya untuk menghilangkan pikiran yang tidak beres di dalam kepalanya.
Bersambung.....
alasan biar gak jadi incaran musuh
tp mati muda juga istrimu kn
gak mati ditangan musuh mati ditangan mu krna u bingko
mau2 aja dicium didepan org
bayi kolol puber🤣