NovelToon NovelToon
Ketika BERONDONG Jatuh Cinta

Ketika BERONDONG Jatuh Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Duda / Cinta Terlarang / Nikahmuda / CEO / Tamat
Popularitas:142.1k
Nilai: 4.9
Nama Author: Natalie Ernison

"Aku tidak peduli! Apakah salah jika aku menyukaimu?" tegas Edrick dengan tatapan yang begitu lekat.

"Edrick, aku telah bersuami. Kau jangan berpikir gila!"

"Yah, aku memang sudah gila. Aku gila dengan perasaanku yang sudah jatuh cinta padamu, sejak saat kau marah padaku."

Ead baru saja mengertahui, wanita yang ia kagumi sejak pandangan pertama telah memiliki suami. Sungguh hal yang tidak mungkin bagi Eadrick , untuk dapat memiliki wanita tersebut.

Mungkinkah,perasaan itu hanyalah sebatas rasa kagum sesaat, ataukah benar-benar cinta sebenarnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Natalie Ernison, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perasaan yang gila

“Ketika BERONDONG Jatuh Cinta 2”

Author by Natalie Ernison

Eadrick telah terlanjur jatuh hati sejak pandangan pertama, pada seorang wanita yang baru beberapa minggu telah lalu ia temui. Pada pertemuan kedua, Eadrick akhirnya dipertemukan kembali dengan wanita yang ia kagumi. Namun, suatu kenyataan yang mengejutkan pun harus Eadrick hadapi.

Eadrick baru saja mengetahui, jika wanita tersebut ialah istri dari ayah sahabat baiknya. Tentu saja, hal itu bukanlah hal yang mudah untuk ia hadapi. Rasa kagum itupun berubah menjadi rasa menginginkan, dan tak mampu untuk Eadrick tepis begitu saja

~ ~ ~

"Kediaman Eadrick"

Ead kerap kali melamuni wanita idamannya, hal itu membuat fokusnya kurang terhadap hal lain.

"Eadrick, nenek perhatikan, kau akhir-akhir ini menjadi lebih pendiam. Apa yang terjadi, sayang?" tanya sang nenek prihatin.

"Tidak nek, aku hanya ingin fokus dengan tugas akhirku. Juga semua proposal tugas akhir lainnya." Balas Ead, namun tidak cukup meyakinkan sang nenek.

"Eadrick cucu nenek sayang, katakan saja jika ada hal yang membuatmu sulit." Sang nenek membelai punggung kukuh milik Ead.

Ead tersenyum manja pada sang nenek.

"Semua baik-baik saja nek. Nenek istirahatlah. Aku akan pergi ke kediaman Raven." Ead pun mengemasi barang-barangnya, dan berniat untuk berkunjung ke kediaman Raven.

"Baiklah, berhati-hatikah dalam perjalanan." Ucap sang nenek, lalu mengecup kening milik Ead.

Ead pun bergegas pergi, dengan mengendarai motor tua miliknya. Karena keterbatasan biaya, membuat Ead hanya mampu memiliki sebuah kendaraan tua.

Ead pergi menuju kediaman Raven, sahabat baiknya. Rasanya, Ead sudah tak sabar untuk berjumpa dengan bidadari tak bersayapnya.

Sepanjang perjalanan, Ead terus tersenyum. Ia merasa aneh dengan dirinya sendiri, sungguh tak dapat dimengerti memang, apa yang Ead alami saat ini.

***

"Kediaman Rawley family"

Setelah menempuh perjalanan selama beberapa menit, Ead pun tiba di kediaman megah milik keluarga Raven.

Memarkirkan kendaraan miliknya, lalu bergegas menuju pintu utama.

"Hei, Eadrick! Kau terlalu lama, aku sudah hampir menyelesaikan tugas-tugas ini." Ucap Raven, sembari menjamu kedatangan Ead.

Ead memadangi sekeliling ruangan yang kini mereka tempati. Ia seketika tersenyum, saat melihat sebuah bingkai foto berukuran besar terpampang di ruangan tersebut. Tentu saja, itu adalah foto bidadari tak bersayapnya.

"Apakah kau ingin memakan sesuatu?" tanya Raven ramah.

"Terima kasih atas jamuanmu Raven."

Raven memperhatikan gerak gerik dari Ead, yang sedari tadi terlihat tidak tenang.

"Apakah ada yang menganggumu?" tanya Raven heran.

"Yah, mengapa rumah ini terasa sunyi?" tanya Ead, yang seakan sedan menunggu ibu dari Raven muncul.

"Oh itu... daddy baru saja kembali dari check up bersama mommy." Ucap Raven, dengan wajah sendunya.

"Apakah paman Adolf sakit, Rav?"

Raven mengangguk sendu. "Yah, kesehatan daddy semakin menurun. Tapi, beruntung sekali, dengan kehadiran mommy yang dengan setia merawat daddy."

"Paman Adolf sangat beruntung memiliki istri seperti bibi Daisy." Ucap Ead, lalu menelan salivanya. Bagaimana mungkin, Ead mengatakan hal yang seakan terlalu memuji ibu dari Raven.

"Benar. Mommy sangat baik, walaupun mommy terlihat cuek."

Keduanya pun mulai mengerjakan tugas kelompok, namun fokus Ead kini tak seperti dia biasanya.

"Eadrick, aku akan pergi membelikan sesuatu. Tunggulah," ucap Raven, lalu bergegas pergi.

Setelah beberapa saat kemudian...

"Raven! Raven!" Seru seorang wanita, membuat Ead tertegun. Suara tersebut, seakan membuat pikiran Ead buyar seketika.

"Bibi Daisy," ucap Ead, melangkah mendekati asal suara.

Ahk... pekik Mrs. Daisy, saat mendapati Ead kini berada di bekalang dirinya.

"Maaf, maaf.. aku tidak bermaksud!" Ucap Ead gugup, saat melihat Mrs. Daisy, yang hanya mengenakan dress tali satu.

"Apa yang kau lakukan!"

Plak

Mrs. Daisy memukul wajah Ead. "Kau lagi!" Tukas Mrs. Daisy

"Raven sedang pergi, dan aku hanya ingin mengatakannya." Balas Ead gugup. Ead bahkan tak mampu membalas tatapan mata dari Mrs. Daisy

Mrs. Daisy menatap heran ke arah Ead.

"Pergilah!" Usirnya, lalu hendak pergi.

"Tunggu!" Ead meraih tangan milik Mrs. Daisy.

"Kau, apa yang kau lakukan!" Mrs. Daisy sangat terkejut, atas apa yang Ead lakukan.

"Aku menyukaimu, bibi." Ucap Ead penuh keyakinan.

Mrs. Daisy membelalak tak percaya atas apa yang ia baru saja dengarkan. Seorang pemuda yang merupakan teman dari anak tirinya, mengatakan sesuatu yang tak terduga.

"Kau gila!" Mrs. Daisy menepis cengkraman tangan Ead, lalu bergegas pergi menuju kamar pribadi mereka.

Ead tersandar di dinding, tepatnya di tepi kolam renang pribadi, keluarga Rawley.

Menyentuh area dada miliknya, dan rasanya menyesakkan. "Bidadari tak bersayapku. Kau telah melukai perasaanku hari ini."

Ead merasa sesuatu yang sesak didadanya, setelah apa yang Mrs. Daisy mengucapkan hal yang tak ia harapkan. Tentu saja, tindakan Ead dianggap sangat gila.

***

1
Windy Artika
udah lama g baca karyamu kak natalie ,akhirnya ada yg up 😁
Natalie Ernison: hehe ia kak, semoga terhibur y🤗
total 1 replies
Lovely
Awal yg menarik 😍👍👍
Fida Bunda Nino
visualnya ead menggetar kan
Mahrita Sartika
mampir lgi
Trimakasih Handayani
tumben kak ceritamu yg ini kurang greeget kaya crita2 yg sblumnya....😆 smngat lagi kak...
Trimakasih Handayani
padahal di bab sblumnya diceritakan rav udah cinta m seseorg bukan qiana..tapi kok disini mlah sama qiana..🤔🤔🤔
Trimakasih Handayani
ada slah ketik itu thor sharusnya yg datamg kan rev...bukan edrick...😆
Trimakasih Handayani
waah gagal paham ini...
Trimakasih Handayani
mengikutimu.....
Trimakasih Handayani
slalu baca critamu...
Sri Ariyanti
akyu terharu Thor😢😢😢😢😢
Sri Ariyanti
ketangkep basah...😎😎😎😎😎
Sri Ariyanti
hahahhaha... nasib ngenes si Junior Ead😅😅😅
Anindira Hafidza
Oww, trnyta jdulnya udh bkn pesona mrs. daisy lgi y
Anindira Hafidza
Thor, gk ada bonchap y, kan jdi gak relate ama jdulnya dunk, daisynya gmn gk disatuin sma ead
👑~𝙉𝙖𝙣𝙖𝗭𝖊𝖊~💣
semangat,... happy new year🙂
Bunda Linda
😥😥😥😥😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭

otor.. love love...to u... 😥😥😭😭😭😭
Happy Narulita
knpa ni critanya sedih lagi ya😭😭😭.. sungguh terlalu dikau... 😫😫
Hesti Heryanti
iih kok, seudah lama kangen dikasih kejutan yg bkn aku sakit sih sist..
sakit tau.. knp harus secepat ini, aku kira di taman kediaman Qiana akan ada anak" kecil lucu buah cinta Ead dan Qiaa..
aaahhh perih mata aku sist.

tanggungjawab 😭😭
Dea Semilikiti Dea Semilikiti
apkh sdh tamat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!