NovelToon NovelToon
Assalamu'Alaikum Ukhti

Assalamu'Alaikum Ukhti

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: rcancer

"Nun sukun ketemu huruf Fa, itu di bacanya ikhfa atau samar samar,"

Sania Fauiziah

"Iya, seperti cintaku, padahal cintaku begitu nyata, namun terlihat samar dimatamu,"

Raja Wicaksana

Sebuah kisah tentang pria pemabuk yang jatuh cinta dengan wanita yang pernah dia lecehkan. Mampukah pria itu meluluhkan hati wanita yang membencinya? Sanggupkah pria itu berubah agar lebih pantas menjadi pendamping hidup sang wanita?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rcancer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ukhti 3

"Akh!" pekik seorang pria saat dia tersadar dari rasa mabuknya. Mata pria itu terpejam dengan tangan yang memegangi kepala karena masih terasa pusing. Pria itu mencoba bangkit dan mendudukan dirinya di atas ranjang. Dia merasa rahangnya perih saat dia menguap. Seketika tangannya memijat rahang dan juga pipinya.

"Kenapa ini sangat pegal? Seperti habis terkena pukulan?" keluh pria berusia dua puluh enam tahun itu.

Saat pria itu asyik berkeluh kesah sendirian, pintu kamarnya ada yang membukanya dan masuklah perempuan paruh baya dengan wajah di tekuk dan kepala yang di gelengkan.

"Tiap pulang mabuk, tiap pulang mabuk, Apa kamu nggak cape? Hidup mabuk mabukan terus." omel perempuan itu sembari duduk di tepi ranjang yang lain.

"Apaan sih, Bu! Orang baru bangun malah diomelin." gerutunya sembari membaringkan kembali tubuhnya karena masih terasa pusing.

"Kamu itu yang apa apaan! Udah tua, bukannya berubah lebih baik malah makin parah! Pantas saja nggak ada perempuan yang mau sama kamu. tiap hari kerjanya mabuk terus kayak nggak punya tujuan hidup aja." cibir sang ibu yang terlihat sangat kesal. Matanya menatap sengit sang anak yang masih tengkurap membelakanginya.

"Perempuan yang mau sama aku banyak, Bu. Cuma akunya aja yang tidak tertarik. Mereka matre semua." bantahnya.

"Gimana nggak matre! Kamunya tiap hari pamer duit, pesta miras tiap malam, menghambur hamburkan uang yang nggak ada gunanya. Entar giliran miskin aja, nggak ada yang mau dekat dengan kamu." omel ibu tanpa henti.

"Ya ampun, Bu. Doanya kejem banget. Padahal kan uang yang aku hasilkan tuh halal dan ibu juga ikut menikmati." ucap pria itu masih membela diri.

"Susah ngomong sama kamu. Selalu bisa aja ngebantah omongan ibu." ucap Ibu semakin kesal namun sang anak malah tersenyum senang.

"Bu, semalam aku pulang diantar siapa? Kok aku nggak ingat apa apa?" tanya pria bernama Raja sembari mengangkat tubuhnya dan duduk bersandar ujung ranjang.

"Aturan nggak perlu diantar pulang. Biarin aja tidur di toilet gedung. Udah suka mabuk, mesum lagi." ucap sang ibu yang semakin kesal.

"Mesum?" tanya Raja dengan dahi berkerut.

"Iya lah mesum. Berani beraninya masuk toilet cewek dan menjatuhkan tubuh mabukmu diatas perempuan. Untung itu cewek teriak. Kalau nggak, ibu bakalan malu seumur hidup." oceh Ibu masih dengan nada sengit.

"Apa! Maksud ibu, aku melecehkan perempuan?" tanya Raja tak percaya.

"Iya lah. Udah gempar tuh di warung warung dan tetangga tentang kelakuan kamu." jawab ibu semakin kesal.

"Yang bener, Bu? Nggak mungkin ah!" ucap Raja tak percaya.

"Sini kepalamu mendekat, biar ibu jitak agar kamu ingat. Orang di kasih tahu. Tuh keluarga Ustad Mudin lagi menunggu i'tikad baikmu." mendengar nama ustad Mudin di sebut, Raja langsung terperanjat.

"Ustad Mudin? Apa hubungannya?" tanya Raja bingung.

"Benar benar harus di getok kepalanya ini bocah. Perempuan yang kamu lecehkan semalam itu anak Ustad Mudin yang baru pulang dari pondok." ucap Sang ibu berang.

"Apa! Perasaan Ustad Mudin tidak punya anak gadis?" tanya Raja semakin bingung.

"Benar benar ya nih bocah. Wajarlah kamu nggak tahu sama anak perempuan Ustad Mudin. Dia perempuan yang nggak doyan ngejar laki laki. Apalagi laki lakinya doyan mabuk kayak kamu. Dia pasti makin jijik." jawab sang ibu benar benar sadis. Namun sang putra hanya menanggapi sang ibu dengan cengengesan.

"Kamu ngerasa nggak pipimu sakit? Katanya anak Ustad Mudin berkali kali menampar dan nonjok pipi kamu." ucap Ibu lagi dan hal itu sukses membuat Raja terkejut.

"Jadi pipi dan rahangku sakit karena dipukul sama perempuan? Ah sial! Nggak terima aku!" ucap Raja mendadak geram dan sang ibu malah mengernyitkan dahinya.

"Ya orang kamu udah lecehin dia, wajar dong dia mukul kamu. Kamunya aja yang nggak tahu diri. Udah salah malah ngotot." balas Ibu.

"Siapa sih, Bu? Nama anak Ustad Mudin? Bikin harga diriku runtuh aja." dumel Raja.

"Namanya Sania. Mau apa emangnya?"

Raja tertegun mendengar ucapan ibu menyebut nama perempuan dan mencoba mengingatnya.

"Siapa, Bu? Sania?" tanya Raja agak ragu.

"Iya, kenapa?" tanya ibu heran.

"Sania udah pulang dari pondok, Bu?" tanya Raja, kali ini matanya sedikit berbinar. Raja baru ingat nama anak perempuan ustad Mudin. Wajah yang tadinya emosi seketika berubah jadi riang.

"Kenapa emangnya? Katanya nggak kenal?" tanya ibu heran.

"Nggak bu, Nggak apa apa. Udah lah aku mau tidur lagi." sang ibu hanya mencebikkan bibirnya dan menggelengkan kepala beberapa saat kemudian dia melangkah keluar kamar.

Raja kembali membenamkan kepalanya sembari mengulas senyum.

"Dedek Sansan. Kali ini kamu harus aku dapatkan!" Harus!"

...@@@@@...

1
Edwin Keitaro
👍👍
Lee Eun Bi
🤣🤣🤣
trus bang
Lee Eun Bi
Sania : amin amin
Raja : amit amit🤣
Lee Eun Bi
walah thor ngakak terus bacanya🤣🤣
Lee Eun Bi
jangan-jangan temen ngaji TPQ dulu si Raja🤣
Lee Eun Bi
gokil thor pertemuan pertamanya🤣
btw, nemu cerita ini gara-gara ngecek ceritaku yang judulnya sama. iseng baca, eh malah ketagihan.
good job ya thor💪
mira maryati
mampir untuk yang kedua kali nya baca, yang pertama di hp lama, pas Ganti hp lupa judulnya mo baca lagi😄
Hera Kamlay
Kecewa
Hera Kamlay
Buruk
my cimon
ebuset dah 1 bab isiny chat. n mreka doang suek mlh yg bca jg pda nyengir2 kya orng gila bru trmsuk ane😂😂😂😂
Alirosidin
Lumayan
Sri Udaningsih Widjaya
Ceritanya bagus banget thor
Panjul Daiki
Luar biasa
Galih Rakhashiwi
suka bacanya
Deska
babang raja babang raja, sok Sokan gengsi🤣🤣🤣🤣
fajar Rokman.
babang raja cakep bener
fajar Rokman.
mampir
Andi Fitri
kyai apaan ga ada akhlak gtu..
Andi Fitri
bagus jgn di kasih hati krn makin ngelunjak si nunik ketahuan matre nya.
Andi Fitri
mengalir aja hubungan mereka hingga nnt sah..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!