Apa salahnya jika aku hanyalah seorang gadis dari keluarga yang tidak mampu, aku menjadi bahan hinaan hanya karena aku miskin.
Apakah salah jika aku ingin dicintai
Apakah salah jika aku ingin di kasihi
Aku menginginkan cinta tulus dari Seorang pria.
Aisyah Nirmala adalah namanya, hidup sebatang kara semenjak masih kecil.
dipaksa menjadi istri kontrak untuk 180 hari hari kedepan. di siksa di caci lalu di ceraikan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shafrilla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kegalauan Jonathan dan jati diri dokter Mahfud.
Sudah satu minggu Aisyah pergi tanpa pamit pada Jonathan. tentu saja, bagaimana mungkin Gadis itu akan berpamitan pada Jonathan. sedangkan pria itu telah melukai hatinya.. bahkan lebih parah dari Iqbal.
Jonathan berusaha untuk mencari keberadaan Aisyah. bertanya pada Kikan sudah, namun wanita itu tidak mau menjawabnya. apalagi Firdaus. bahkan pria itu selalu menghindar saat Jonathan ingin menemuinya.
"Apa yang sedang kau lakukan disini!" seru Kikan yang berada ada di rumah sakit mertuanya.
"Aku hanya mengantarkan Shimla ke rumah sakit ini." jawab Jonathan.
"Tentu saja kau harus mengantar wanita murahan itu, mungkin kau sudah menidurinya lalu dia hamil." ucap Kikan yang kemudian pergi mencari keberadaan sang suami.
"Temanmu itu Kalau bertemu denganku selalu mengatakan hal itu." ucap Shamila dengan nada suara yang begitu ketus. tentu saja Kikan tidak akan menyukai wanita itu, bagaimana tidak.. malam pernikahannya malah Wanita itu pergi meninggalkan sahabat dari Firdaus dan Kikan.
"Kau masuklah dulu, aku akan mencari salah satu dokter di tempat ini." ucap Jonathan yang kemudian mencari Firdaus untuk memeriksa Shimla.
Baru tiga langkah kaki Jonathan melangkah, terlihat Firdaus sudah berada di depan ruangan salah satu pasien yang akan diperiksa.
"Firdaus!" seru Jonathan yang melihat temannya baru keluar dari ruangan yang tidak jauh dari ruangan Shamila.
Firdaus memutar badannya, menatap Siapa orang yang memanggilnya. tentu saja Firdaus mengenal suara pria yang memanggilnya, namun pria itu berpura-pura tidak mendengar malah melaju melangkahkan kaki hendak pergi dari Jonathan.
"Firdaus, Firdaus!" seru Jonathan kembali yang kemudian berlari dan menghentikan Firdaus.
"Ada apa!" seru Firdaus yang terlihat begitu tidak suka dengan kedatangan Jonathan.
"Aku ingin meminta bantuanmu!" seru Jonathan kepada temannya itu.
"Apa yang kau lakukan di rumah sakit ini?" tanya Firdaus kepada sahabatnya itu.
"Aku ingin memeriksakan Shamila." jawab Jonathan Firdaus tersenyum sembari mengangkat salah satu bibirnya yang pertanda dia benar-benar mengejek sahabatnya itu.
"Kalau kau ingin aku memeriksa wanita murahan itu, lebih baik kau bawa dia pergi. aku tidak sudi untuk menyentuh penyakit seperti dia." jawab Firdaus kepada Jonathan.
"Aku memintamu sebagai seorang dokter, bukan sebagai sahabat!" seru Jonathan.
Firdaus menghentikan langkah kakinya, pria itu menatap Jonathan.
"Jadi kamu minta aku untuk melihat wanita sialan itu sebagai seorang dokter, Baiklah kalau begitu. dimana wanita sialan itu?!" seru Firdaus. terlihat pria itu begitu jengkel 1000 kali lipat dengan hanya mendengar nama Shamila.
Tak lama kemudian datang seorang dokter wanita bersama dengan Kikan.
"Sayang, dokter ini yang akan memeriksa wanita murahan itu. lebih baik kau ikut denganku karena ada sesuatu yang ingin aku bicarakan denganmu dan papa!" seru Kikan yang kemudian menarik sang suami
Dia begitu tidak ingin tangannya atau tangan sang suami menyentuh tubuh Shamila. mereka berdua tidak akan Sudi untuk melakukan hal itu.
"Maaf Jonathan, Aku harus pergi karena ada pasien yang lebih parah daripada istrimu itu." jawab Firdaus yang kemudian meninggalkan Jonathan yang menatap kepergian 2 sahabatnya itu.
"Sebenci itukah kalian dengan Shamila, hingga kalian tidak Sudi untuk menyentuh Istriku itu." guman Jonathan dalam hati.
Akhirnya Shamila diperiksa oleh salah satu dokter yang ada di rumah sakit tersebut, Sedangkan kita kan bersama dengan an-nur daus dan dokter Syah mereka sedang berbincang-bincang di suatu tempat yang ada di rumah sakit itu.
"Kelihatannya keadaan Aisyah sedikit terpuruk, aku sudah mengirimkan dokter Mahfud untuk menangani Aisyah." ucap dokter Syah yang mengatakan kepada Putra dan menantunya.
"Itu lebih baik, daripadapa dokter yang lain. kalau begitu biar dokter Mahfud saja yang menemani Aisyah di rumah sakit Singapura. apalagi kedua anak kami kan juga sekolah di sana, Jadi di aku dan suamiku sudah memutuskan untuk memegang rumah sakit yang ada di sana." ucap Kikan kepada ayah mertuanya.
"Kalian juga harus tahu, sebenarnya dokter Mahfud itu anak dari tuan Joseph. ayah dari Jonathan, namun sayangnya pria itu meninggal sebelum memasukkan Mahfud ke dalam akte keluarga yang dimiliki oleh pria itu." ucap dokter Syah.
"Maksud Ayah?" tanya Firdaus.
"Bisa dibilang pria itu adalah saudara tiri Jonathan, memang Tuan Joseph meminta Ayah untuk menutupi semua jati diri mengenai Dokter Mahfud. apalagi kalian tahu keluarga Tuan Yosef begitu membenci istri kedua dari pria itu, jadi ayah memutuskan untuk membawa dokter Mahfud pergi setelah dia lulus SMA." jawab Dokter Syah.
"Kalau begitu Jonathan tahu kalau dokter Mahfud itu saudaranya?" tanya Firdaus kepada Papanya.
"Tentu saja dia tahu, bagaimana mungkin dia tidak tahu. bahkan Papanya pernah memperkenalkan Mahfud pada Jonathan dan keluarganya. Namun sayang mereka tidak menerima keberadaan Mahfud karena dia lahir dari pernikahan ke-2 Tuan Joseph." jawab Dokter Syah.
Kikan sangat terkejut saat mengetahui jati diri dokter Mahfud.
"Pantas saja wajah dokter Mahfud sangat mirip dengan Jonathan." ucap Kikan.
"Sebenarnya dokter Mahfud juga mempunyai kembaran, Entahlah Di mana keberadaan kembaran Dokter Mahfud. tapi yang jelas Ayah hanya diberi mandat oleh Tuhan Joseph untuk membawa Mahfudz ke luar negeri untuk menempuh pendidikan yang lebih tinggi." jawab Kikan.
"Mengapa ceritanya Jadi semakin rumit seperti ini ayah, lalu Mengapa Ayah baru mengatakan nya pada kami?" tanya Kikan kepada mertuanya.
"Entahlah, Ayah juga bingung dengan seluruh keluarga Jonathan." jawab Dokter Syah.
"Kalau seperti ini rasanya seperti melihat telenovela saja, Ayah." ucap Kikan yang tersenyum kepada mertuanya.
"Sudahlah, kalau begitu kalian bersiap-siaplah. segera Kalian pergi ke Singapura untuk menemani Aisyah. karena Ayah sangat khawatir kepada gadis muda itu." ucap Dokter Syah yang kemudian memberikan sebuah kartu kepada menantunya.
"Untuk apa Ayah?" tanya Kikan.
"Berikan ini pada Aisyah, Jika dia sudah sembuh." jawab Dokter Syah.
"Isinya berapa juta, Ayah?" tanya Kikan sambil tertawa kepada mertuanya.
"Kau ini Dasar mata duitan." jawab dokter Syah yang kemudian menepuk pundak menantunya yang selalu membuat kacau.
** bersambung **