NovelToon NovelToon
Satu Bunga Di Antara Dua Kerajaan

Satu Bunga Di Antara Dua Kerajaan

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh / Romansa / Fantasi Wanita / Aliansi Pernikahan / Cinta Istana/Kuno / Mengubah Takdir
Popularitas:8.3k
Nilai: 5
Nama Author: Poporing

Serah Spencer adalah seorang Ratu yang terkhianati oleh tunangannya sendiri, Raja Louis dari kerajaan Mathilda.

Awalnya ia mengira dengan status pertunangannya akan membawa ketenangan juga kedamaian untuk rakyat dan kerajaannya di Regina yang sedang menjadi wilayah perebutan. Namun, setelah mengetahui rencana Louis yang licik, Serah memutuskan untuk tak tinggal diam.

Dia akan membalas Louis dan berdiri sendiri demi kerajaannya. Namun, sebelum itu ia harus lolos dari genggaman Louis.

Apakah Serah akan berhasil kembali ke kerajaannya sendiri yang sedang menjadi wilayah konflik antar Raja Louis dan Raja Grenseal? Sementara kedua Raja itu mulai jatuh cinta kepada Serah.

Apa yang akan dilakukannya nanti untuk melawan Louis sekaligus melindungi kekuasaannya sebagai Negeri yang bebas?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Poporing, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 2 : Papan catur Serah

Ia duduk di dalam kamarnya yang megah dan luas sambil menikmati sarapan pagi seorang diri. Cahaya matahari bersinar lembut menerangi ruangan kamar yang jendela besarnya sengaja ia buka untuk melihat pemandangan langit biru yang menghampar jernih ditemani dengan burung-burung yang berterbangan ke sana kemari.

Serah menatap keluar dengan senyum tipis. Sunyi, namun damai. Hanya ada suara dari pisau dan garpu yang saling bersentuhan ringan. Ia tak perlu melihat kepalsuan yang ditunjukkan oleh Louis hari ini.

Ah, Louis. Seketika suasana hatinya berubah menjadi resah dan penuh teka-teki mengenai pria itu. Satu pertanyaan besar yang menghantui sejak ia mengetahui kebenaran pria itu memiliki hubungan rahasia dengan Helena, salah satu pelayan istana. Sejak kapan Louis memiliki hubungan spesial dengan Helena? Apa keduanya akrab baru-baru ini saja atau jangan-jangan keduanya memang sudah dekat sebelum dirinya masuk istana?

Serah jadi merasa tak tenang dengan semua kemungkinan itu. Dalam hati ia tak rela kalau ternyata hanya untuk dijadikan alat.

Saat pikirannya larut memikirkan Louis, pintu ruangannya tiba-tiba diketuk.

"Masuklah." Dengan suara tegas Serah mengijinkan orang di luar untuk masuk ke ruangan kamarnya.

"Selamat pagi Yang mulia." Beberapa orang pelayan masuk ke dalam sambil mendorong sebuah troli makanan berlapis emas.

"Kami membawakan hidangan penutup."

Troli emas itu didorong masuk dan memperlihatkan kemewahannya dengan beragam kue yang ada beserta minuman yang tampak menyegarkan.

Para pelayan yang masuk langsung memindahkan isi troli tersebut dan meletakkannya ke atas meja dengan tertata.

"Apa kau suka dengan sarapan yang disediakan pagi ini?"

Seorang pria berperawakan tinggi, bertubuh tegap serta aura yang mendominasi melangkah masuk tanpa ragu. Semua orang secara serentak membungkuk memberikan hormat.

"Yang mulia Louis," ucap para pelayan secara bersamaan.

Serah yang sedang menikmati makanannya pun langsung bangkit dari tempat duduknya dan memberi hormat dengan membungkuk sedikit kepada sang Raja Louis.

"Yang mulia, semua yang anda sediakan sangat istimewa," ucapnya lembut menyanjung kebaikan hati sang Raja.

"Sudahlah, ayo duduk kembali," ujar Louis meminta Serah untuk tidak sungkan kepada dirinya.

"Terimakasih, Yang mulai...." Serah pun kembali duduk di meja makannya.

Louis menggeser tempat duduk di depan Serah dan segera ikut duduk di sana. Seorang pelayan segera menuangkan teh ke dalam cangkir keramik berkualitas tinggi dengan ukuran simbol kerajaan untuk sang Louis.

"Kuharap kedatanganku tidak membuatmu terganggu Putri Serah," ujarnya sambil memegang cangkir teh tersebut.

"Tidak, saya justru merasa terhormat dengan kehadiran anda," balas Serah.

Pria itu menatap Serah yang menyantap sarapannya dengan santai, seakan semua perhatiannya hanya tertuju pada piring makanan di depan matanya. Wanita itu bahkan tidak meliriknya, dan sikap ini tak biasa. Serah biasanya akan mendedikasikan seluruh atensi kepada sang Raja, menatapnya dengan penuh binar kekaguman. Entah kenapa sikapnya berubah pagi ini.

"Apa setelah ini kau bisa menemaniku jalan-jalan di taman?" Louis menatap Serah, seolah sedang ingin menguji kecurigaannya.

"Maaf sekali tapi aku tak bisa pergi, Yang mulia," jawab Serah tanpa ragu menolak sopan.

"Oh? Kenapa?" Louis terkejut, namun ia berusaha untuk mengontrol diri agar tak begitu terlihat.

"Hari ini aku berencana untuk menyelesaikan beberapa buku yang sedang kubaca." Serah melirik ke arah lemari kayu besar yang dipoles dengan begitu artistik tepat berdiri kokoh di belakang sang Raja duduk.

"Ah, aku tidak tahu kalau Putri Serah sekarang memiliki hobi baru," ucap Louis seolah-olah terkejut. Padahal dia tau kalau wanita itu sama sekali tidak hobi membaca dan hanya sedang beralasan saja.

Serah menatap pria itu dengan senyuman dan sikap yang tenang. Ia meletakkan garpu dan pisau makannya dengan teratur di samping meja, di atas sebuah sapu tangan putih yang bersih.

"The art of war, oleh Sun Tzu, lalu Germania oleh Tacitus, apa anda pernah mendengar kedua buku tersebut," ucapnya seakan menjawab tantangan halus Louis yang meragukannya soal hobi membaca.

"Ah, aku pernah mendengar saja tapi tidak benar-benar mengetahuinya," balas Louis sedikit gugup karena ia sama sekali tak menyangka kalau sang putri bisa mengetahui kedua buku tentang perang yang cukup terkenal itu. Ia sendiri bahkan tidak membacanya, hanya mengetahui saja dari orang lain.

"Buku itu sangat bagus, anda bisa mulai membacanya, siapa tau akan berguna untuk masa depan nanti." Serah sedikit menyunggingkan senyum saat melihat reaksi Louis yang terkejut saat mendengar nama dari kedua buku yang dibacanya.

"Aku harus hati-hati, ada yang tidak beres dengannya...," pikir Louis merasa Serah saat ini sedang memberikan perlawanan dingin terhadapnya.

"Kalau begitu saya permisi dulu, Putri Serah," ujarnya kemudian memutuskan untuk pergi karena ia tak bisa mendapatkan apapun di sana.

Louis berdiri dari tempat duduknya. Bersamaan dengan itu para pelayan kembali membungkuk hormat. Serah pun menunduk dalam sebagai sikap hormat tanpa berdiri dari kursinya.

"Terimakasih atas kedatangannya, Yang mulia Louis," ucapnya sebagai pengantar kepergian sang Raja yang berjalan keluar kamar.

Serah menatap kepergian Louis dengan sedikit senyum sinis. Dia akan berhenti menjadi pengagum pria itu dan akan lebih fokus untuk meningkatkan kemampuan dirinya sendiri sebagai persiapan. Cepat atau lambat Louis pasti akan bosan terhadap dirinya.

Usai kepergian Louis dan para pelayan meninggalkan ruangannya. Serah menutup pintu kamar, menguncinya rapat. Ia berjalan menatap ke arah jendela yang masih terbuka lebar. Di pandanginya langit biru yang membentang luas di atas sana. Hembusan angin bertiup lembut dan sesaat Serah memejamkan mata menikmati belaian angin yang menerpa wajahnya.

"Regina, aku akan segera pulang...," ucapnya seakan berbisik kepada angin yang disertai dengan tekad.

................

Sementara itu Louis yang berjalan di lorong istana menampakkan aura gelap. Ia benar-benar merasa seperti ditantang oleh Serah sebelumnya. Ia berjalan ke arah ruangan kerjanya dengan kesal. Dua orang pengawal yang bertugas hanya saling memandang dengan perasaan tak enak.

Pria itu memasuki ruangan kerjanya dan langsung melampiaskan amarahnya dengan memukul meja dengan kepalan tangannya kuat-kuat.

"Bisa-bisanya dia meremehkan ku!!" Ujarnya dengan geram. Napasnya memburu. "Apa yang sebenarnya ingin dia lakukan?" Louis berusaha mengontrol emosinya. Tatapannya kini beralih pada lemari bukunya sendiri.

"Dasar sial!" Dengan gemas Louis membuka lemari kayu tertutup kaca itu dengan kasar hingga menimbulkan hentakan kuat yang terdengar cukup keras.

Ia mengeluarkan beberapa buku dari dalam lemarinya dan mencari-cari sesuatu.

"Tidak ada...," ujarnya setelah memeriksa buku-buku yang ia keluarkan tadi.

Ia kembali mengambil beberapa buku lain dan diletakkan di atas meja. "Tidak ada!!" Ucapnya lagi mulai kesal.

Hingga sudah beberapa buku ia keluarkan dan menggunung di atas meja tapi apa yang dicarinya tidak dapat ditemukan.

"Arghh, sialan!!" Pria itu frustasi dan membuang semua sisa buku-buku dalam lemarinya keluar dan berjatuhan ke lantai.

"PENGAWAAAL!" Ia berteriak lantang memanggil pengawal yang berdiri menjaga di depan pintu ruangannya.

"Siap, Yang mulia!!" Kedua pengawal itu serempak membuka pintu, masuk ke dalam dan memberi hormat kepada Louis.

"Panggil, Tuan William kemari, cepat!!" Ujarnya berteriak sebagai luapan emosinya.

"Baik, Yang mulia!!" Balas keduanya yang langsung bergerak cepat sesuai perintah.

"Serah..., jangan sok pintar di hadapanku...!" Ujar pria itu dengan kilatan tajam pada matanya.

Apa yang akan terjadi selanjutnya?

1
Hunk
fitnah nya kejam banget. ga main main semua pelayan iya fitnah🤣
Panda: blunder
total 1 replies
Hunk
wajib di hujat helena👍
Serena Khanza
akhirnya bisa baca cerita ini lagi thor..
disini si louis sbg raja dia kek terlalu anak emasin helena ya , aku baca sejak bab awal jadinya si helena ini besar kepala merasa diatas angin.. merasa menang dr serah..
tapi bagusnya juga si serah langsung sadar dan bagus aku suka , lebih bagus lg buat si louis menyesal sampe ke dasar jurang karena melepas berlian demi batu kerikil di sungai keruh😏
gak pantes dia jd raja, otak nya cuma wanita, wanita dan wanita dan slengki aja 😏😏😏
jijay..
ayo serah lawan helena biar dia sadar diri posisi dan statusnya dia gak sebanding sama kamu
Serena Khanza: kalo lompat jadi gak tau tiap bab nya kak 🤭
biar makin gregetan juga sama louis ini sama helena mak lampir 🤭
total 2 replies
Nyonya Gunawan
Detik" pembebasan grenseal..
Kaka's
mungkin sebaiknya kata ruangan di hapus saja yah..... jadi " Pagi itu–Serah berjalan seorang diri menelusuri koridor menuju taman depan istana"/Pray//Pray/
Kaka's: 🤭🤭🤭 yang di komen ku sendiri
total 6 replies
Nyonya Gunawan
Bacanya dag dig dug gmn gtu..😄😄
Panda: peyuk Glenn kakaaaaaa
total 3 replies
🍾⃝─ͩ─ᷞ⋆ͧ⋆ᷡ⋆ͣʀɪɪᴀʟᴢ٭٭٭
Ratu Serah cukup cerdas, setidaknya dia tidak perlu turun tangan langsung buat ngurus Helena 👏
Wida_Ast Jcy
kenapa gak berontak aja sich thor
Wida_Ast Jcy
lho kok apa apa harus minta persetujuan louis dulu ya
Jing_Jing22
berontak yok🤧
Jing_Jing22
apa-apa harus minta persetujuan Louis dulu
putri bungsu
semangat Ser tunjukan kalo kamu wanita yang tak mudah di bohongi, dan kamu adalah wanita pintar yang bisa mengatasi segala masalah yang loouis perbuat untuk menjatuh kan mu
PrettyDuck
ini cowok yang di bab lalu ngeliatin rombongan serah ya tor?
Panda: iyak kakk
total 1 replies
PrettyDuck
kirain sengaja pamer, ternyata efek otak bloon /Facepalm/
PrettyDuck
terang2an banget ngegundiknya 😭
Mingyu gf😘
dihh sombong banget
Panda: villain tercinta akuh kak tapi wwkwkwk
total 1 replies
Mingyu gf😘
cihh mau banget hormat sama raja tamak
Panda: dia Uda jinakk kak di novel sebelah buakakaka 🤣

prosesnya panjang hah..😏
total 1 replies
MARDONI
Seru banget nih! Serah tahu Louis lagi bersandiwara tapi tetap setuju buat jadi calon Ratu, malah minta belajar berpedang sampe Louis meremehkan dia! Terus pas malamnya jalan-jalan ke taman ketemu lagi sama Grenseal yang lagi latihan pedang, ternyata kerajaan Duncan lagi dalam krisis pangan karena blokade Louis, dan mereka mau cari bantuan ke Ratu Regina! Bikin penasaran banget gimana Serah bakal membantu Grenseal dan bagaimana rencana balas dendamnya ke Louis nih! Semangat terus ya Kak Author! 💪✨
Chimpanzini Banananini
masih belum ada yang bisa dikomentari sih. soalnya isinya masih rapat.

namun, yang aku pengen tahu adalah latar belakang putri serah. mengapa dia akan menikah dengan raja Louis. dipaksa? atau memang sukarela?
Jing_Jing22
wanita juga harus tangguh wahai kesatria jadi tolong bantu ratu serah untuk belajar ya.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!