Nella sudah jadi istri, ini ajaib.
Tidak terima dan kecewa adalah kesan pertama tapi, karena ini keputusan keluarganya ia harus terima dengan terpaksa dan siapa suaminya sekarang Nella sama sekali tak kenal.
Kehidupannya berubah drastis saat memilih menerima suaminya menjadi sah untuk dirinya bersamaan dengan rasa kecewa itu.
Selama waktu berjalan Nella akhirnya tahu suami yang menikahi dirinya bahkan seluruh kekurangannya adalah orang yang sama sekali tak pernah Nella bayangkan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sky tulip, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Di peluk
Javier baru akan turun dari mobil tapi malah melihat mobil yang Shinta dan Daman kendarai itu masuk kedalam, lalu turun Nella dengan riang membawa banyak belanjaan bahkan membeli banyak bahan makanan untuk di isi ke kulkas. Tidak seperti biasa ini ada sesuatu?
"Nella? Apa yang dia lakukan?" Javier memperhatikannya bingung sendiri.
Seam melirik kebelakang.
"Nyonya habis bertemu dengan seseorang di restoran dan ada nona Kanaya juga Kalinya tapi, mereka masuk saat nyonya keluar."
"Setelah itu Shinta dan Daman tidak tahu apapun yang terjadi."
Javier keluar dari mobil sesaat Seam selesai bicara.
Langkah lebarnya masuk kedalam rumah dan melihat kearah Shinta untuk meninggalkannya Daman juga langsung berbalik pergi yang tadinya mau masuk membawa Shinta keluar.
"Kau belanja? Sebanyak ini?"
Berbalik tersenyum.
"Kenapa kau mulai marah kalo gitu izinkan aku kerja sejak menikah sampai sekarang udah hampir tiga bulan lebih atau kurang ya, haah tidak masalah itu tapi, kau sudah mulai kesal aku menghabiskan banyak uangmu bicara yaa, aku siap mencari pekerjaan apapun itu, uangmu akan aman dan tidak berkurang kalo gitu..." Javier sudah di belakangnya saat berbalik mau mengambil wadah untuk telur di tata didalamnya sebelum masuk kulkas.
Tersudut oleh meja dan kedua tangan Javier di samping kanan kiri.
"Kau tidak mendengarku? Hem?"
"Aku tanya, untuk apa kau belanja sebanyak ini, kau bahkan melakukan pertemuan rahasia belakangan ini pun kau sering keluar ketempat aneh tapi, tak ada yang kamu temui, apa rencanamu kali ini, sayangku."
Rapat bibir Nella tidak akan membukanya hanya untuk menjawab semua pertanyaan itu, biarkan dia marah atau kesal karena Nella tidak akan menjawabnya titik.
"Tidak mau jawab?"
"Makannya..." Di dekatkannya wajah sampai harum nafas Javier yang selalu berbau segar daun mint dahi yang tadinya berjarak satu jari terhalang kini rambut halusnya sampai mengusap kulitnya.
"A-aku hanya bosan, aku bu-butuh kegiatan kenapa? Kenapa? Apa masalah aku mencari kesibukan di luar walaupun aneh setidaknya aku tidak mengganggumu !"
Terkekeh tepat didepan wajah mata yang benar-benar dekat bahkan sampai jelas gerakan mata yang ada di hadapannya terlihat oleh kedua mata yang bergerak takut dan ragu, diam tenang memperhatikan tajam.
"Tidak, aku tidak kesal atau marah hanya kau mulai menyembunyikan sesuatu, sayangku?"
"Tidak ada, minggir aku harus membereskan ini." Berbalik membelakangi Javier yang masih memperhatikan dirinya dari belakang.
"Kemana kalungnya?"
Nella terdiam ia lupa masalah kalung itu, waktu itu Javier memandanginya kalung dengan warna liontin putih bening dan itu tak pernah lepas tapi, Nella sibuk di taman tak tahu kalo kalung itu tidak ada, ia pikir itu tidak akan di pertanyakan kenapa juga sekarang di tanyakan kenapa membuat dadanya sesak berdebar tak karuan sih.
"Jatuh kali, aku gak tau dimana jatuhnya jadi minggir!"
Bergetar Javier melipat tangannya di atas perutnya didepan dada belakang tubuhnya bersandar pada meja kompor di belakangnya.
"Hanya kalung yang jatuh setidaknya anting masih terpasang."
Pergi dari dekat Nella tanpa mengatakan apapun. Javier kebelakang dan melihat kalung itu ada di meja didalam rumah kaca dan disana di ponselnya warna merah pelacak barangnya menyala.
Ada file masuk kedalam ponselnya lewat penyadap super kecil dari kalungnya, suara Kayla dan Nella yang bicara.
Senyuman aneh di bibirnya terlihat mengerikan, diam-diam Nella mengikutinya dan menemukan kalung itu disana.
Pantas perasaanya tak nyaman kalo pakai kalung itu ternyata ada ulah Javier disana dan itu benar-benar mengusiknya, apa Nella harus berselingkuh agar pisah benar-benar menjengkelkan, selingkuh pun bukan dirinya sama sekali tak ada cocok nya ia di bidang itu.
"Kamu mengikutiku?"
"Tidak.. Eh!" Masuk kedalam segera sebelum Javier menyadarinya.
"Kau sengaja melepasnya, memang kenapa kau melepaskannya, kau tau sesuatu aku berbuat di kalung ini, kau punya kepekaan yang bagus ya ternyata, kalo gitu kau tidak bisa keluar lagi dari rumah!"
Berbalik Nella menghadap Javier yang sudah di belakangnya jarak dua langkah dari dirinya.
"Apa sih, kenapa gak boleh ini gak boleh itu. Kamu pikir aku ini benda mati yang kamu kurung burung aja stres anjing kucing hewan peliharaan aja stres apa lagi manusia yang gerak nafas pikirannya di kekang di hentikan di ruangan terbatas, kamu nih aneh loh, kenapa sih sibuk banget ngekang, urus aja urusanmu hang super sibuk dan banyak dan juga urus aja semua mantan kek kekasih kek atau calon tunangan lagian kalo pun aku hidup dan bahagia itu bukan karena kamu tapi, aku..." Mendekat terpegang kedua bahunya, Javier menatapnya tajam dan dalam.
"Keamanan, aku mau kamu aman, udah itu aja sayang." Tepis kasar mendorong jauh Javier dari hadapannya.
"Kau jahat kau bahkan sengaja menikahiku karena utang keluargaku, di saat mau di lunasi kamu bahkan tidak mau dan apa! Hah! Apa kau mau memberiku nama istri jaminan hutang, kau terlalu stres gila kau! Akh Sialan banget sih... Aku gak stresnya beberapa hari ini kamu apa sih maunya, alasan keamanan kamu bilang hah! Kemanan yang mana, yang harusnya punya keamanan extra itu kamu! Kamu Tuan muda Javier Mascherano!"
"Nella, sayang..."
Jerit kesal Nella muak karena Javier tidak marah atau emosi padanya yang sudah banyak bicara bahkan semeledak ini karena kesal.
Di peluk erat bahkan bisa sekali pelukan ini membuatnya menangis tanpa suara, runtuh sialnya air mata dan gengsinya untuk tidak menangis malah menangis.