NovelToon NovelToon
Ais, Cahaya Cintaku Di Pesantren Abi

Ais, Cahaya Cintaku Di Pesantren Abi

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintamanis / Cinta pada Pandangan Pertama / Tamat
Popularitas:6.8M
Nilai: 4.9
Nama Author: Amisari

IG @Amisari

Muchamad Mahadam, seorang Dokter bedah saraf yang tampan nan sukses,
selama 4 tahun Aam biasa dia di panggil, hanya mampu mencintai dalam doa seorang Dokter Ais, kisah cinta yang bermula dari pandangan pertama nya pada gadis manis berlesung pipi itu di sebuah kegiatan amal
Namun cinta nya harus dia tahan dalam diam, karena wanita itu telah di jodohkan dari kecil oleh orang tua nya.
Apa kah Allah mengijabah doa Aam yang meminta Ais jadi jodoh nya ?
Bagaimana cara aam meluluhkan hati ais yang mengalami trauma?
Bagaimana pesantren abi menjadi saksi perjuangan Aam?
semua akan terjawab di sini
happy reading

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amisari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Gombalan pertama

..."Kebahagiaan adalah seni untuk tidak pernah mengingat apa pun yang tidak menyenangkan di benakmu"...

" Mba yuk kita mandi," ajak Fatimah.

" Hayo mbak, sebentar lagi waktu sholat Ashar," Lia lagi yang bersuara mengajak Ais.

Ais segera bangkit dan mengambil perlengkapan mandi nya,

"Hayo dek,"

Mereka berenam berjalan menuju kamar mandi.

Begitu sampai lorong yang terdapat 24 kamar mandi, memang kamar mandi di sini akan di bagi tiap lantai, Ais terkejut karena banyak nya santriwati yang antri.

"Mba Ais sini," teriak Dewi

Ais pun berjalan cepat menuju Dewi

"Mba Ais mandi duluan, setelah itu Dewi."

" Terimakasih ya dew," Ais cepat masuk ke kamar mandi.

Saat di buka nya pintu kamar mandi itu, Dia kaget, ini jauh dari kamar mandi yang biasa dia pakai, di dalam hanya terdapat bak besar, lantai kamar mandi dan dinding nya tidak di keramik.

"Alhamdulillah kamar mandi nya masih bersih," Ais berusaha menyalurkan pikiran positif agar tidak mengeluh..

Gadis itu mempercepat mandi nya, karena tidak ingin dewi menunggu lama.

Setelah mandi dan sholat Ashar di masjid,

Ais memasukkan pakaian yang di bawa nya dalam koper ke dalam lemari, sedangkan Fatimah ke rumah bu nyai untuk membantu mempersiapkan makan malam, kalau adik-adik kamar nya yang lain pergi belajar kelas sore yang informal, yaitu belajar kitab atau ilmu agama yang biasa di sebut Dayah.

Setelah selesai membereskan semua pakaiannya, Ais duduk sambil bersandar di dinding kamar yang terasa dingin, baru saja dia ingin menikmati rasa nyaman itu, Fatimah terlihat bejalan cepat masuk ke kamar.

"Mba yuk siap-siap sholat magrib, habis magrib mba di suruh bu nyai ke rumah beliau, kata nya ada yang mau di tanya kan."

" Ada apa ya Fat, bu nyai cari mba?"

" Kurang tahu juga mba, tapi nanti pas ketemu beliau mba pasti tahu," Jawab Fat santai sambil mengemaskan peralatan sholat nya.

Saat sholat magrib Ais begitu khusus, ini sholat magrib pertama nya di pesantren ini. suara imam yang merdu dan surat pendek yang di baca dengan fasih, membuat Ais tidak sadar menjatuhkan air mata nya. dia merasa ketenangan hati yang dia cari selama ini.

" Assalamualaikum," ucap Ais dan Fatimah bersamaan saat memasuki pintu rumah bu nyai,

" Walaikumsalam, masuk nak Ais, nak Fat." Jawab umi.

"Sini duduk dekat umi,"

Ais bergerak menuju kursi yang di tunjuk bu nyai.

Sedangkan Fatimah berjalan ke dapur untuk mempersiapkan makan malam untuk keluarga ini.

" Gimana nak Ais, kamar nya nyaman tidak?"

" Alhamdulillah nyaman bu nyai," jawab Ais sambil tersenyum.

" Ya seperti itu lah kamar santri dan santriwati di sini, seadaanya yang penting nyaman," jelas bu nyai lagi.

" Jadi rencana nak Ais mau mulai belajar apa di sini?"

" Ais pingin belajar ilmu tajwid Al-Quran bu nyai, karena Ais pingin setelah nya pelan-pelan belajar menghafal Al-Qur'an.

Ais juga pingin belajar Alquran dan hadis, belajar fiqih wanita juga," ucap Ais semangat

" Wah, umi senang dengan semangat nak Ais

" Nanti umi minta tolong bu ustadzah Mirna untuk mengarahkan nak Ais ya,"

" Jadi mulai besok nak Ais sudah bisa belajar semua itu,"

" Semoga Allah mempermudah nak Ais dalam belajar ya,"

" oh ya obat nya jangan lupa di minum, supaya badan nya kuat untuk mengimbangi semangat belajar nya," bu nyai memeluk Ais dari samping, dengan rasa kasih sayang.

Mereka larut dalam obrolan santai setelah nya,

" Jadi nak Ais tidak mengenal anak umi sebelum nya?"

Ais membenarkan duduk nya sebelum menjawab pertanyaan bu nyai.

" Ya bu nyai, Ais memang sering melihat dokter Aam di lobi atau di kantin rumah sakit,"

" Tapi Ais tidak mengenal nya secara pribadi, bahkan nama nya saja Ais tidak tahu."

" Anak umi itu memang dari dulu orang nya pelit bicara, waktu sekolah hobi nya cuma baca buku, maka nya sampai sekarang masih jomblo, mana jomblo ngenes lagi," Umi terlihat tertawa yang di sambung senyum dari Ais.

" Assalamualaikum," ucap seseorang dari pintu samping.

" Walaikumsalam, nah ini panjang umur orang nya," Umi menerima uluran tangan anak nya.

" lagi ngomongin apa sih? kok kayak nya bahagia banget," tanya Aam pada umi nya dan sesekali melirik ke Ais yang di samping umi nya.

" Ini lagi bicara soal jomblo ngenes," ucap umi santai.

" Umi nyindir Aam ya?"

" Syukur deh kalau merasa ke sindir, biar cepat bawakan umi calon mantu,"

" Syukur-syukur mantu nya yang manis dan cantik kayak nak Ais,"

Wajah Ais seketika memerah mendengar ucapan bu nyai

"Aamiin, mudahan doa umi di ijabah Allah SWT ya,"

" Aam juga pingin punya istri yang manis dan cantik," ucap Aam santai berusaha menutupi jantung nya sudah berdetak kencang dari tadi.

Ais semakin malu, dia semakin menundukkan kepala nya.

" Apa sih maksud pria ini?" ucap Ais dalam hati.

" Umi Aam ke Masjid dulu ya,"

" Dokter Aisha juga harus siap-siap kan untuk sholat?"

" Maaf, panggil Ais aja dokter, lagian saya tidak lagi dinas kan," ucap Ais masih dengan menunduk.

" Kalau gitu saya panggil dek Ais aja ya, dan saya juga tidak mau di panggil dokter, kan lagi tidak dinas," goda Aam membalas ucapan Ais.

" Eehmmm kata nya mau ke masjid?"

" Hayo sana pergi," ucap umi pada Aam.

Aam tersenyum menghadap umi nya

"Assalamu'alaikum," Aam berjalan keluar pintu.

" Walaikumsalam," jawab bu nyai dan Ais bersamaan.

" Bu nyai Ais permisi juga mau siap-siap sholat," Ais segera mencium tangan bu nyai.

Cie ada yang di panggil Adek

♥️♥️♥️♥️♥️♥️

Happy Reading

1
Neni All'chilld Jrr
Luar biasa
ولدي انعم
aha....kampus yg alumninya paling fenomenal ntuh ya
Naya
dih
za
ceritanya bagus bgt
tp jgn d kasih sndri" bingung jdnya
Emy Bundanya Aisyah
🤣🤣🤣
Shee_👚
jangan² iqbal🤭🤭
Etris Musa
Biasa
Shee_👚
Luar biasa
Ghiry Cahaya Sufi
baru mulai baca, mudah mudahan suka
Adiba Shakila Atmarini
masya allah..ending yg mngharukn.tpi ckup puas mmbacax..critax bgus terselsaikn dngn akhir yg bahagia..tinggl kisah elisa n dr iqbal .reza..aima yg msih mnggantung..smngt thor moga sukss sllu dngn novel2 brikutx..
Adiba Shakila Atmarini
sma dong thor..mngandung bawang bngt bca d bab ni.
Adiba Shakila Atmarini
jdi trharu bcax. jodoh g akn kmana.
Adiba Shakila Atmarini
jngn bilng pk dekta mnta aam nikahin eli..
Adiba Shakila Atmarini
jdi prempuan ko g pnuya urat malu ya..
Adiba Shakila Atmarini
bkin gregt jga ni sma ulat bulu..
Adiba Shakila Atmarini
mulutx pdes bngt..mlebihi bon cabe lvel 15.
MR
semoga dokter iqbal mendapat jodoh yg sama dgn mba fat sholehah nya.....karena keikhlasan nya ..dan semoga dr iqbal tetap istiqomah dlm beribadah,jgn sampai berhenti karena tdk jadi mengkhitbah mba fat....aamiim
Adiba Shakila Atmarini
perang dingin donk nmax
Adiba Shakila Atmarini
ada ya perjanjian btal.krna cmburu..lucu aja bcax..
Adiba Shakila Atmarini
jurus saktix ais ampuh bngt..g akan snggup pk ustadz..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!