kisah pahit sang anak tak semanis kisah yang di alami kedua orang tuanyaa!!!!!
Kepedihan kepiluan yang selalu di alami sang anak yang membuat dirinya memiliki Kepribadian yang lain!!!
Akankah anak itu bahagia?Atau selamanya menderita dan selalu kejam !!!!
Baca yuk biar tau !
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nurul Bariyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CHAPTER DUAPULUH
PART 20
Kini sudah pukul 7 pagi,aku dan teman-temanku sudah siap berangkat sekolah.
Aku bagai pahlawan di sekolah itu,mereka selalu tersenyum ketika melihat diriku.
"Wahhh....pahlawan kitaa"ucap seseorang.
Namun aku tetap saja seperti awal memakai kacamata dan juga berkepang dua.
Tiba saja aku di panggil oleh kak jing min.Ia menghentikanku.
"Xiao...kemarilah"kata jing min.
"Iya sebentar kak"jawabku.
Sedangkan teman-temanku pergi ke dalam kelas,dan di luar kelas aku mengobrol dengan kak jing min.
"Emmmm ouh iya nanti kamu akan mendapat penghargaan dari kepala sekolah,dan juga nanti ...emmhhh...aduhhh apa yah,emmmmh....nanti kita latihan bela diri jangan lupa datang ya itu aja"kata Kak jing min tersenyum padaku.
Lalu terlihatlah huang yen yang berjalan santai sambil makan keripik.Lalu langkahnya terhenti karena melihat kak jing min dan aku berdua.
Seperti sebagai agen mata-mata huang yen bersembunyi dan mencoba mendengar pembicaraan kami,namun terlambat kak jing min sudah mau pergi.
"Hemmmm apa ya yang di omongin mereka?"pikir huang yen.
Sambil memikirkan ia masuk ke dalam kelas dan tak sengaja menabrakku.
Bruk....
"Aduh...maa...maaf yaahhh"ucapku pada huang yen.
"Ehh eh aku yang minta maaf"kata huang yen.
Ketika melangkah menuju meja aku duduk dan diam,kenapa hari ini berbeda? Kenapa bertingkah mereka seolah baik?Aduhh pasti gara-gara kejadian semalam.
Ammmm.....aku pun membernikan diri menengok pada Huang yen.
"Emm huang terima kasih ya kemaren udah mau bantu aku"kata ku.
"Heh...a..aku kemaren bantu gak sengaja aja gitu,jadi jangan gr yahh"kata huang yen.
"Dih....ni anak,aku kan cuma bilang maksih aja"balasku sinis.
"Ya...ya kalau bilang makasih doank mah gak ada apa-apanya"kata huang yen.
"Lahhh...minta balasan gitu? Ko gak ikhlas banget sih nolongnya"kata Ku kesel.
"Yaa..terserah sih,mau balas apa gak "jawab huang yen sambil menaikkan kakinya ke atas.
Bruk....
Aku mendorongya ke bawah.
"Apa-apaan sih,kenapa di dorong kakiku"jawab huang berdiri padaku.
"Hehh..gak boleh,meja itu untuk belajar "jawabku.
"Yauda iya iyaa dasar anak bawel"jawab huang kembali duduk.
"Yaudah mau balas apa untuk kebaikan mu itoh yang gak ikhlas"tawarku pada huang.
"Ummm okee aku yang milih yaa,mmmmmm nanti istirahat kita makan di kantin bareng"kata huang yen malu-malu saat mengucapkannya.
"Hah? Itu doank? Okee aku yang terkatir ya"
"Gkk gakk aku saja"kata huang.
Akhirnya diam sejenak,kami tak berkelahi lagi.
Dan ketika aku meraba bawah meja ternyata surat teror itu masih ada dengan kata-kata yang sama,ishh siapa sih yang ngirim surat ini.
Untuk ketiga kalinya aku merobek surat itu dan membuangnya,seolah-olah tak terjadi apa-apa.
Aku kira Fai Fai yang mengirim surat ini,ini gak.bisa aku biarin aku harus cari tau siapa yang ngirim ini sebenernya.
Huang yen yang berpura-pura tak peduli melihatku gelisah,ia juga mulai khawatir padaku.
"Xiao? apa terjadi sesuatu padamu?apa kau baik-baik saja?"tanya huang dengan melongo.
"Aku...baik-baik aja sih"kata ku tersenyum.
lagi-lagi huang sadar aku menyembunyikan masalah.
lanjut Thor 👍🏻 semangat Up
salam dari KELIRU