Mengandung benih calon kakak ipar membuat Rahma terusir dari rumah nya sendiri meski Rahma sudah menjelaskan kenapa semua itu terjadi tapi ibu dan kakaknya lebih percaya pada calon kakak iparnya.
Sebenarnya apa yang terjadi sampai Rahma harus mengandung benih calon kakak iparnya ?
Apa mungkin Rahma dan calon kakak iparnya memang saling mencintai sampai sampai Rahma tega merusak kebahagiaan kakaknya sendiri ataukah ada sebab lain sampai hal itu bisa terjadi ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R-kha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Luapan Emosi
Entah darimana Aslan bisa mengetahui tempat tinggal Rahma tapi Aslan tak tau jika rumah itu juga rumah Kahfi bahkan status Rahma saat ini pun sudah menjadi istri Kahfi.
Tok tok tok
" Rahma, aku tau kamu ada di dalam " ucap Aslan yang masih terus mengetuk rumah itu lebih dari sepuluh menit seolah Aslan tak akan puas sebelum Rahma keluar atau sebelum orang yang ada di dalam rumah itu keluar.
" Rahma tidak ada di dalam " ucap Kahfi yang kini sudah menghampiri Aslan yang saat ini masih membelakangi nya.
" lalu Rahma ada dimana ?" tanya Aslan sambil berbalik tapi apa yang iya lihat membuat pikirannya semakin campur aduk.
" Rahma ?"
" ayah ?"
" kalian dari mana ?" tanya Aslan tapi tatapannya dan juga pemikirannya terfokus pada kebaya yang Rahma kenakan, Kahfi yang menggunakan pakaian hitam putih ditambah kehadiran pak Candra membuat Aslan sontak menggelengkan kepalanya menolak apa yang hati dan pikirannya pikirkan saat ini.
" tak penting kami dari mana "
" tapi untuk apa kamu ada di rumah ini dan dari mana kamu tau rumah ini ?" tanya Rahma yang bahkan tak menyebut Aslan dengan sopan.
" sayang, jangan bersikap tidak sopan seperti ini pada tamu yang datang ke rumah kita " ucap Kahfi yang dengan sengaja memanggil Rahma dengan panggilan sayang di hadapan Aslan.
" suami mu benar nak "
" entah Aslan pernah bersikap tak baik pada mu atau tidak tapi kita tak boleh melupakan tatakrama yang kita punya dimana pun dan kapan pun kita berada " ucap pak Candra mengingatkan putrinya.
" maaf, tapi Rahma sungguh tidak ingin mengatakan apapun atau bertemu dengannya"
" jadi maaf, Rahma masuk dulu bersama dengan Caca " ucap Rahma sambil mengajak Caca masuk ke dalam rumah meninggalkan Kahfi, pak Candra dan juga Aslan yang sejujurnya kecewa dengan sikap yang Rahma tunjukan.
" ayo kita masuk dan berbicara di dalam agar semuanya bisa lebih jelas dan kita juga bisa berbicara dengan santai " ucap Kahfi sambil mengajak pak Candra dan juga Aslan masuk ke dalam rumahnya.
" sayang tolong buatkan minuman untuk kami " ucap Kahfi yang bisa di dengar jelas oleh Rahma dan mau tak Rahma tetap membuatkan minuman seperti yang Kahfi perintahkan.
" saya tidak datang untuk minum "
" saya sedang mencari Rahma karena ada yang ingin saya bicarakan dengan Rahma dan ini sangat penting" ucap Aslan yang mencoba mengesampingkan status Rahma dan Kahfi saat ini.
" maaf, tapi Rahma sudah menjadi istri saya jadi saya tak bisa mengizinkan anda hanya berbicara berdua dengan Rahma "
" jadi jika memang anda ingin menanyakan sesuatu tentang Rahma, anda bisa bertanya pada saya atau anda bisa berbicara dengan Rahma di hadapan saya " ucap Kahfi yang paham jika Rahma tak akan mungkin mau berbicara dengan Aslan apapun alasannya.
" kenapa ?"
" apa anda tidak percaya pada Rahma atau anda takut Rahma meninggalkan anda ?" tanya Aslan penuh percaya diri.
" meski saya dan Rahma baru saling mengenal kurang lebih dua bulan tapi saya sangat percaya pada Rahma dan saya juga yakin Rahma tak akan mungkin meninggalkan saya "
" dan kalaupun Rahma ingin meninggalkan saya, Rahma akan meninggalkan saya sesaat sebelum akad itu terjadi karena saya juga memberikan izin pada Rahma jika memang ingin mundur dari pernikahan ini " jelas Kahfi panjang lebar.
" silahkan di minum " ucap Rahma sambil menyajikan teh manis hangat di hadapan semuanya.
" sayang, Abby tau kamu tak ingin ikut duduk di sini bersama kami "
" tapi ada yang ingin dia tanyakan padamu agar semuanya segera jelas dan tak ada salah paham " ucap Kahfi yang ingin semua urusan Rahma dan Aslan selesai hari ini.
" Abby harap kamu mau ikut bergabung dengan kami "
" jadi duduklah di samping Abby " ucap Kahfi sambil menepuk sofa yang ada tepat di sampingnya, Rahma pun akhirnya memilih duduk tepat di samping Kahfi apalagi setelah Kahfi mengulurkan tangannya membuat Rahma tak bisa menolak permintaan Kahfi.
" baiklah, karena Rahma sudah ada di sini jadi apa yang ingin anda tanyakan sebaiknya tanyakan sekarang dan saya harap setelah ini anda bisa menghormati hubungan saya dan Rahma dan tak lagi mengganggu Rahma " ucap Kahfi yang mencoba memendam rasa cemburunya saat melihat Aslan yang menatap begitu intens ke arah Rahma.
" Rahma, apa benar kamu dan laki laki ini sudah menikah ?"
" kenapa kamu menikah dengan laki laki yang bahkan baru beberapa bulan kamu kenal ?"
" apa sebegitu putus asanya kamu sampai sampai kamu mengambil keputusan sebesar ini untuk hidup mu ?" tanya Aslan yang tak memikirkan perasaan Kahfi saat bertanya seperti itu pada Rahma.
" pertama "
" benar, Rahma dan Abby sudah menikah tepatnya pagi ini kami menikah di kantor urusan agama dan ayah lah yang menjadi wali nikah Rahma " ucap Rahma sambil menatap ke arah Aslan agar Aslan percaya pada apa yang iya katakan.
" kedua "
" lama atau sebentar nya kita mengenal seseorang bukan suatu jaminan jika orang itu bisa kita percaya dan juga bisa menjadi pendamping yang baik untuk kita "
" dan bagi Rahma dua bulan sudah cukup untuk Rahma mengenal Abby dan Rahma juga yakin jika Abby akan bisa menjaga, mencintai dan menyayangi Rahma seperti yang Rahma harapkan dari seorang laki laki " ucap Rahma jujur.
" bohong "
" aku yakin keputusan kamu menikah dengan dia hanya karena keterpaksaan "
" kamu sedang hamil kan ?" tanya Aslan yang membuat Rahma menggenggam erat tangan Kahfi dan Aslan bisa melihat perubahan sikap Rahma saat ini.
" saat ini kamu sedang hamil dan aku yakin jika aku lah ayah dari bayi yang kamu kandung tapi kamu malah meminta laki laki lain untuk menjadi ayah untuk anak kita !" ucap Aslan semakin berani.
" maaf, tapi anda sudah sangat keterlaluan "
" anda bukan bertanya tapi anda mengintimidasi Rahma dan menekan Rahma untuk mengakui apa yang ingin anda dengar !" ucap Kahfi kesal.
" tapi saya yakin jika yang saya katakan itu benar !" ucap Aslan yang masih merasa tidak bersalah sama sekali atas apa yang sudah iya katakan dan tuduhkan pada Rahma.
" kalaupun benar saat ini Rahma hamil, apa hubungannya dengan anda ?" tanya Rahma yang akhirnya membuka suaranya.
" karena aku yakin jika itu anak ku "
" anak yang tercipta karena malam itu "ucap Aslan tanpa perasaan.
" stop !"
" jangan pernah lagi membahas tentang malam itu !" bentak Rahma yang tak bisa lagi menahan semuanya.
" apa anda lupa jika anda bahkan tidak mengakui jika anda sudah menyentuh saya !"
" lalu kenapa sekarang anda mengatakan jika anak ini adalah anak anda ?" tanya Rahma yang benar benar meluapkan rasa sakitnya pada Aslan yang tak memiliki pendirian.
" karena ketidak jujuran dan sikap pengecut anda, saya harus terusir dari rumah dan pergi ke arah yang saya sendiri tak tau kemana kaki saya melangkah "
" dan saat saya sudah menemukan laki laki yang bisa menerima saya apa adanya, anda datang dan mulai mengusik kebahagiaan saya"
" kenapa Anda tak bisa membiarkan saya hidup bahagia ?"
✍🏻✍🏻✍🏻 apa yang akan Aslan katakan saat Rahma sudah meluapkan kekecewaannya pada Aslan ?
Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi update nya
Jangan lupa like dan tinggalkan jejak biar R-kha lebih semangat lagi update nya
Love you moreee 😘 😘 😘