NovelToon NovelToon
Kebangkitan Kera Putih

Kebangkitan Kera Putih

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Mengubah Takdir / Perperangan
Popularitas:5k
Nilai: 5
Nama Author: Fery Oktavian

Ketika langit di atas pinggiran Kekaisaran Yanling tiba-tiba terkoyak oleh invasi mendadak monster binatang, ilusi kedamaian hancur dalam semalam. Di tengah kepanikan para kultivator muda elit yang formasinya porak-poranda, Lin Juan—seorang yatim piatu bermarga Lin yang selalu dicaci karena Jiwa Rohnya yang cacat—menjadi satu-satunya yang menolak mundur. Tanpa pancaran energi spiritual yang mewah, ia mengandalkan insting murni dan tubuh yang ditempa penderitaan untuk bertahan hidup. Di tengah genangan darah dan keputusasaan, sebuah jiwa purba yang tertidur di kedalaman nadinya, Roh Kera Putih yang legendaris, akhirnya membuka mata, merespons panggilan kematian dengan raungan yang mengguncang surga.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fery Oktavian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KEMUNCULAN MONSTER BERTANDUK DUA

Dua jam setelah keriuhan di barak bawah mereda, embusan angin utara yang membawa aroma belerang dan es pekat mendadak terasa makin menusuk kulit. Lin Yuan baru saja selesai menyempurnakan sirkulasi *qi* di meridian fisiknya ketika suara terompet tanduk tembaga di atas menara pengawas utama meraung liar tiga kali berturut-turut.

NGUUUNG! NGUUUNG! NGUUUNG!

Suara berdengung nyaring itu memotong keheningan benteng dengan gema yang sangat memekakkan telinga. Itu bukan nada terompet pergantian tugas rutin, melainkan nada darurat merah—sebuah peringatan bahaya tingkat tinggi yang menandakan adanya pencerobohan monster kelas tinggi yang berhasil menembus zona perimeter luar tanpa terdeteksi oleh pos pengintai.

"Anomali musuh!" Teriak Shi Tou seraya menyambar perisai besi tebalnya dari samping perapian.

Lu Chen melompat berdiri dari dipan kayu, belati kembarnya sudah berada di dalam genggaman jemarinya yang sigap. "Suara terompetnya berasal dari Sektor Barat Empat. Lokasi itu cuma berjarak dua ratus jangkah dari gerbang tembok utama!"

Ah Xiu menyandang tempat anak panahnya dengan gerakan yang sangat cepat, sepasang matanya yang gelap menatap Lin Yuan dengan kesiapsiagaan murni seorang pemburu. "Monster tipe apa yang bisa menembus Pos Empat dan pos perimeter luar tanpa memicu bel peringatan?"

"Monster yang sengaja diloloskan oleh pengkhianat internal, atau anomali yang punya kecepatan serta kebuasan di luar nalar," Ucap Lin Yuan datar, matanya menyala emas tipis seraya menyambar jubah kusam dan pedang pendeknya. "Ayo bergerak!"

Tanpa perlu aba-aba tambahan, keempat anggota Unit 9 meluncur keluar dari pintu barak. Chemistry dan rasa saling percaya yang telah menempa mereka membuat pergerakan tim ini menjadi sangat padu. Di sepanjang lorong batu dan lapangan tengah benteng, suasana telah berubah menjadi kekacauan yang terkendali. Puluhan prajurit dari pelbagai unit berlarian mengamankan pintu gerbang bagian dalam, sementara para perwira berteriak memberi perintah barikade pertahanan.

Begitu melintasi pintu gerbang besi Sektor Barat Empat, pemandangan berdarah langsung menyapa mata mereka.

Sembilan prajurit pengawal perimeter terkapar di atas tanah lumpur yang membeku. Zirah besi mereka hancur terbelah dua, menyemburkan darah segar yang mendesis menguap di atas es. Di tengah-tengah area perimeter yang dipenuhi rongsokan kayu dan benteng barikade yang runtuh, berdiri sesosok makhluk yang teramat mengerikan.

Monster itu memiliki bentuk tubuh menyerupai serigala raksasa setinggi empat meter, namun kulitnya tidak dilapisi bulu, melainkan sisik-sisik hitam mengilat yang sekeras baja tempa. Hal yang paling aneh dan mematikan berada di atas kepalanya: dua tanduk raksasa melengkung berwarna merah darah yang memancarkan pendaran uap hitam beracun.

Monster Bertanduk Dua—anomali monster Kelas Tiga tingkat puncak.

"Gila! Kenapa ada Monster Bertanduk Dua di zona perimeter dalam?!" Teriak seorang perwira muda dari Unit 2 dengan wajah pucat pasi seraya terdorong mundur oleh sabetan ekor berduri monster itu.

"Tanduknya mengandung racun pembakar meridian! Jangan sampai tersenggol!" Seru veteran lain yang tangannya sudah melepuh hitam akibat menghirup uap dari tanduk tersebut.

GROOOAAR!

Monster Bertanduk Dua itu meraung keras, gelombang suara berdaya ledak tinggi menyapu area perimeter. Hantaman suara itu membuat dua prajurit di barisan depan memuntahkan darah dan terpental menghantam dinding batu. Dengan kecepatan yang amat fantastis untuk ukurannya yang raksasa, monster itu meluncur melintasi tanah es, mengincar leher perwira muda Unit 2 yang terjatuh di lumpur.

"Lindungi perwira!" Teriak Shi Tou seraya melompat maju mendahului yang lain.

BAM!

Shi Tou menghentakkan perisai besi tebalnya ke tanah persis di depan perwira muda itu, menahan terjangan cakar depan Monster Bertanduk Dua. Benturan dahsyat itu membuat perisai besi Shi Tou memercikkan api, dan tubuh besar Shi Tou terseret mundur tiga jangkah hingga tumit kakinya menancap dalam di dalam tanah es.

"Ugh! Binatang ini beratnya seperti gunung batu!" Meringis Shi Tou seraya menggeram menahan beban hantaman.

SWUSH! JLEB! JLEB!

Dua anak panah berujung perak milik Ah Xiu meluncur membelah udara dingin, menancap tepat di celah kelopak mata kiri sang monster dengan ketepatan absolut. Darah hitam beracun menyembur keluar, membuat monster raksasa itu melolong kesakitan dan mengayunkan kepala bertanduknya secara liar.

"Lu Chen, potong urat kakinya!" Perintah Lin Yuan seraya menerjang maju dari sisi kiri.

"Dimengerti!" Sahut Lu Chen seraya meluncur rendah di atas tanah es menggunakan gerakan meluncur yang halus. Belati kembarnya memotong cepat di belakang tumit monster, mengiris sisik-sisik hitam dan memicu raungan murka yang makin hebat dari sang anomali.

Monster Bertanduk Dua itu menyadari kebersamaan Unit 9 yang sangat padu dan mematikan. Dengan mata kanannya yang tersisa merah menyala beringas, monster itu memutar badannya sembilan puluh derajat, lalu mengarahkan kedua tanduk merah darahnya lurus ke dada Lin Yuan.

Uap hitam beracun meledak dari pangkal tanduknya, membakar udara di sekitarnya hingga terasa hampa dan menyesakkan.

Lin Yuan menatap terjangan maut itu dengan ketenangan dingin yang tak tergoyahkan. Ia menjejakkan kakinya ke tanah es, menerapkan *Langkah Bayangan Kera* yang baru saja ia kuasai. Tubuhnya meluncur halus melintasi permukaan es yang licin, menghindari tusukan langsung tanduk kiri monster hanya dalam selisih setengah jangkah!

SREEEET!

Uap racun hitam menyapu baju kusam Lin Yuan, membuat kain itu hangus terbakar menjadi abu seketika. Namun, kulit tubuh Lin Yuan yang telah dilapisi *Level Pembentukan Otot* dan aura perak Kera Putih menolak racun itu dengan sangat sempurna. Tidak ada luka bakar sedikit pun di dadanya.

"Mati kau!" Bentak Lin Yuan dingin.

Lin Yuan memutar pedang pendeknya di tangan kanan, mengalirkan seluruh cadangan *qi* perak di meridian fisiknya yang baru diperkuat ke sepanjang bilah baja pendek tersebut. Bilah senjata biasa yang sering menemaninya itu menyala terang benderang, memancarkan pendaran cahaya perak yang sangat tebal dan panas.

Dengan dorongan kecepatan meluncur melingkar dari teknik langkahnya, Lin Yuan menebaskan pedang pendeknya lurus ke arah leher bawah Monster Bertanduk Dua—titik paling lemah yang tidak tertutup oleh sisik hitam tebal.

TEBASAN AURA PERAK MELUNCUR MEMBELAH UDARA!

Namun, Monster Bertanduk Dua itu memiliki insting bertahan hidup yang sangat liar. Di detik terakhir sebelum bilah pedang Lin Yuan menebas lehernya, monster itu menyentakkan kepalanya ke bawah secara mendadak, membenturkan salah satu tanduk merah darahnya yang sekeras intan murni lurus ke arah sabetan pedang Lin Yuan!

BAMMM!

Benturan keras berdaya ledak luar biasa meledak di tengah-tengah lapangan perimeter. Gelombang kejut energi beradu dengan uap racun hitam, memercikkan serpihan api dan es ke segala arah.

Tekanan luar biasa dari benturan fisik murni antara kekuatan Kera Putih dan kekerasan tanduk monster kelas tiga tingkat puncak membuat udara di sekitar mereka bergetar hebat. Pendaran energi spiritual berputar ganas, mengguncang tanah es di bawah kaki mereka.

KRAK!

Suara retakan nyaring menggema di tengah benturan tersebut.

Pedang pendek biasa milik Lin Yuan—yang tidak dirancang untuk menahan dorongan *qi* sebesar itu dan benturan keras dari tanduk anomali monster—tidak sanggup menahan tekanan gila tersebut. Bilah baja itu retak seribu, lalu hancur berkeping-keping menjadi belasan serpihan besi yang berhamburan di udara!

"Lin Yuan! Senjatamu!" Teriak Ah Xiu dengan mata membelalak panik dari barisan belakang.

"Kapten!" Jerit Shi Tou dan Lu Chen bersamaan, bermaksud melompat maju membantu.

Gagang pedang yang patah di tangan Lin Yuan memercikkan uap panas. Tanpa senjata di tangannya, Lin Yuan kini berdiri hanya berjarak satu jangkah di hadapan mulut menganga dan dua tanduk beracun milik Monster Bertanduk Dua yang murka!

GROOOAAR!

Monster itu mengaum penuh kemenangan, mengayunkan cakar depannya yang raksasa lurus ke arah kepala Lin Yuan yang tanpa perlindungan sedikit pun.

Di balik serpihan besi pedangnya yang melayang jatuh di udara, Lin Yuan tidak melangkah mundur satu inci pun. Matanya yang sekelam malam berkilat dengan cahaya emas murni Kera Putih yang membara pekat di lautan jiwanya.

Ia melepaskan gagang pedangnya yang patah ke tanah, lalu menarik kepalan tangan kanannya ke belakang pinggang. Aura perak murni meledak dahsyat dari sekujur jaringan otot fisiknya yang sekeras baja fleksibel.

"Tanpa senjata pun..." Desis Lin Yuan dengan nada suara yang amat dingin, membumi, dan penuh intimidasi. "...aku akan meremukkan tengkorakmu dengan tangan kosong!"

1
Nurita Saf
biasanya naga
Fery Oktavian: karena ini tidak sama dengan novel biasanya 🤣
total 1 replies
Cukstaw
🔥🤙🏻
Fery Oktavian
🔥
Iskandar Muda
mantap
Fery Oktavian: semoga suka dengan ceritanya 👍🙏
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!