NovelToon NovelToon
GARIS DEPAN ( Misi Senyap )

GARIS DEPAN ( Misi Senyap )

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Kehidupan Tentara / Cintapertama
Popularitas:4.7k
Nilai: 5
Nama Author: Bojone_Batman

Penugasan di medan perang adalah hal biasa. Namun, menghadapi pengkhianatan di dalam barak asrama dinasnya sendiri adalah pertempuran yang tak pernah ia duga.

Ketika ia memergoki lettingnya sendiri menelantarkan dan menyakiti seorang wanita di sudut pangkalan militer akibat hasutan keluarga, naluri pelindungnya bangkit. Dalam sebuah tindakan nekat demi menyelamatkan kehormatan sang wanita, ia mengambil alih takdir itu. Ia membawanya pergi, melindunginya di garis depan hidupnya, dan menikahinya.

Di bawah naungan seragam lorengnya, ia memulai misi paling rahasia dalam hidupnya.. Menyembuhkan luka batin gadis itu, namun, ia harus menghadapi dendam dari rekan satu lettingnya, dan mencintainya setulus hati tanpa syarat.

Sebab di garis depan hatinya, keselamatan wanita itu adalah perintah mutlak haram untuk gagal.

KONFLIK.. SKIP bagi yang tidak sanggup.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bojone_Batman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

24. Takut dia pergi.

Langkah demi langkah, suara mereka terdengar di ruangan kecil yang tenang itu. Awalnya terbata, namun perlahan ketegangan di hati mereka luruh bersama setiap ayat yang terlantun. Suara yang biasanya penuh perintah dan canda tawa, kini terdengar lembut, penuh kerendahan hati. Di luar, matahari perlahan tenggelam, menyisakan cahaya senja yang masuk samar melalui celah jendela masjid akademi.

Bang Satria menyelesaikan bacaannya, mengusap wajah pelan. Di susul dengan Bang Oscar. Dadanya terasa lebih lapang, seolah beban yang ia pikul sejak semalam sedikit demi sedikit terangkat.

Satria muda melirik Abangnya yang masih menunduk dalam, jemari Oscar menelusuri baris terakhir sebuah ayat dari sebuah kitab yang di siapkan sang Papa. Dengan hati-hati. Abangnya itu terdiam, berusaha menutupi wajah dengan telapak tangan namun kemudian beralih mengusap dadanya. Nampak Abangnya itu mendadak sesak.

"Astaghfirullah, Lailaha ilallah, Allahu akbar." Bang Oscar serasa terbanting, tak sadarkan diri begitu saja.

Seorang anggota hendak menolong Bang Oscar tapi Pak Dante menahannya.

"Biarkan, biarkan dia 'membersihkan diri'..!!" Senyum pahit tersungging tipis pada wajah pria yang masih begitu gagah dalam usianya yang sangat matang.

Bang Satria tersentak, langsung meloncat berdiri dan memeluk tubuh Abangnya yang terkulai lemas di atas sajadah. Keringat dingin membasahi seluruh wajah Oscar, napasnya terasa berat namun perlahan kembali teratur.

Samar lirih terdengar, suara Oscar terus beristighfar sembari menahan rasa sakit.

"Oscar... Sadar, Oscar..!!" Panggil Bang Satria cemas, namun ia menahan diri untuk tidak membawanya pergi, karena perintah Papanya begitu tegas.

"Saakiiiiiiitt.."

"Kau ini macam kera sakti saja. Kena hukum Papa langsung habis. Diam dulu, nanti ku bantu, jangan banyak mengeluh." Bisik Bang Satria di telinga Abangnya.

Pak Dante berdiri di ambang pintu, menatap kedua putranya dengan mata yang berkaca-kaca namun teguh. Ia tau apa yang sedang dialami anaknya itu, bukan sakit yang mengancam nyawa, tapi beban dosa yang akhirnya luruh bersama air mata yang tak sempat terjatuh. Hati yang keras akhirnya menyerah pada kebesaran Tuhan.

Hukuman ini adalah hukuman 'turun temurun keluarga' mereka, menertibkan segala hal yang tidak pantas. Beliau tau, Oscar adalah putranya yang luar biasa membuatnya sakit kepala. Tapi beliau juga paham, Oscar bukan putranya yang bisa melakukan hal 'gila dan nista' meskipun putranya itu terkadang nyaris membuatnya terkena stroke mendadak.

"Bawa Abangmu ke unit kesehatan..!! Biarkan dia tenang." Perintah Pak Dante melihat Oscar sudah setengah sadar.

Seorang anggota kemudian datang di tengah situasi. "Mohon ijin, Komandan.. Ada kabar dari seberang.. Ajudan komandan..........."

"Lalu bagaimana??? Anak perempuannya dimana??? Cari...!!!!!" Tanya Pak Dante kemudian terburu-buru pergi.

Flashback Bang Oscar off..

'Mungkinkah anak perempuan itu, Pitta??'

Sejenak Bang Oscar kembali memejamkan matanya. Ia mengatur nafas panjang kemudian membuangnya perlahan.

~

Kenangan itu perlahan memudar, digantikan suasana malam yang tenang di kamarnya saat ini. Bang Oscar membuka mata, menatap langit-langit kamar yang remang diterangi cahaya lampu tidur. Ia menoleh dimana Pitta terlelap damai dalam tidurnya, napasnya teratur.

'Abang tau beliau adalah Papamu. Samar Abang ingat, Papa ingin beliau menjodohkan putrinya setelah kepergian ajudan setianya itu. Abang tidak menyangka perempuan itu, kamu. Tapi dengan siapa Papa ingin menjodohkanmu??'

***

Di hari ke dua ini, semua nampak tenang. Tapi perkara kejadian kemarin, Bang Oscar melarang keras istrinya untuk hadir di balai desa. Ia pun menyelidiki kasus lama terkait orang tua kandung Pitta dan langsung menghubungi papanya.

"Sebenarnya, dulu Papa ingin Pitta menikah dengan siapa?"

Untuk beberapa saat tak ada suara di seberang sana.

"Satria." Jawab Pak Dante kemudian.

Sungguh saat itu perasaan Bang Oscar bagai tersambar petir di siang bolong. Jantungnya serasa berhenti berdetak.

"Seharusnya Abangnya dulu kan, Pa?? Bang Yudhis saja sudah Papa jodohkan, kenapa aku di lewatkan?? Apa masalahnya???" Protes Bang Oscar tidak terima.

"Jujur Papa belum sepenuhnya percaya kamu, Oscar. Papa takut kamu hanya menjadikan Pitta pelarian atau sekadar penenang hati sesaat. Papa tau sifatmu yang keras, yang dulu begitu sulit diatur. Papa ingin Pitta hidup tenang, aman, dan dicintai sepenuhnya. Dan Satria... dia lebih sabar, lebih tenang. Papa pikir dia akan lebih mampu menjaga hati gadis yang sudah cukup banyak menanggung duka hidupnya itu."

Suara Pak Dante terdengar lembut namun tegas, penuh penyesalan namun juga kejujuran yang pastinya menyakitkan bagi putranya keduanya.

Bang Oscar memegang dahinya, napasnya tertahan. "Apa Pitta tau??"

"Ya." Jawab Pak Dante singkat.

"Jadi selama ini... yang Papa siapkan untuk Pitta... adalah Satria?? Pitta mengenalnya dan kalian semua menutup fakta ini dariku????"

"Bukan bermaksud begitu. Papa juga tidak menyangka takdir berbicara lain. Kalian justru bertemu, jatuh hati, dan menikah tanpa rencana siapa pun bahkan Papa syok saat tau Pitta hamil anakmu, Oscar. Papa awalnya khawatir, sangat khawatir. Tapi melihat bagaimana kamu berubah mati-matian demi Pitta... bagaimana kamu belajar menahan amarahmu, belajar lebih lembut meskipun itu sedikit memaksa... Papa sadar, mungkin Tuhan yang menyatukan kalian. Bukan Papa, bukan rencana siapa pun."

Bang Oscar terdiam cukup lama. Dadanya terasa sesak. Bukan marah, tapi menyadari betapa takdir ini begitu melukainya. Sedetik saja berbeda, dan Pitta mungkin bukan di sisinya sekarang. Dia mungkin berdiri di samping adiknya sendiri.

"Papa percaya sekarang, Oscar," lanjut Pak Dante. "Papa melihat kamu berjuang. Tapi tolong... buktikan pada Papa bahwa keputusan Tuhan ini tidak salah. Jaga Pitta. Dia bukan sekadar istrimu, dia titipan yang sangat berharga."

Bang Oscar mematikan panggilan telepon nya sepihak. Ia bersandar lemas, bibirnya kelu, dadanya semakin terasa sesak. Jantungnya benar-benar tertekan kuat.

"Siapa sebenarnya yang ada di hatimu, Pitta??? Apa saat aku memelukmu, kau menginginkan pelukan lain???"

Rasa cemburu yang selama ini ia coba kendalikan, kini meledak menjadi ketakutan yang teramat sangat. Bukan saja takut kehilangan, tapi hatinya takut selama ini ia hanya pemenang yang dipaksakan. Takut ia memegang tangan Pitta erat-erat, namun hatinya justru terlepas jauh, menginginkan hati yang lain dan tak pernah bisa pulang.

.

.

.

.

1
Maysuri
alah.... dalah tambah runyam iki toh thor.....
𝐁⃟⃝ᰲ⃞🧋"Asti"•§͜¢•🦢🍒
maulah aku tugasnya cuma rebahan sama scroll hp
dyah EkaPratiwi
😭😭😭 gimana ini ceritanya
Maysuri
thor aq sampai ikut gemetar,lah kok bisa gitu loh.....kmn aj ajudannya
Tanti
mba Nara....konfliknya udah mulai naik yaaa🥹🥹...perasaanq udaah campur aduk bacanya..
ditunggu lanjutanya mba
Tanti
wadooohhh....gawat!!!
Maysuri
wow.....ternyata....
Maysuri
eng....iiii.....eng.....thor🤦
Tanti
luar biasa hukuman yg diberikan pak Dante...selain dapet pahala jg bs perbaiki diri..mantappp

ditunggu lanjutannya mba Nara
Maysuri
klw engk mau sakit hati,lebih baik mundur bang,jngn 1 wilayah,lebih baik menjauh unk menata hati ....🤭
Bojone_Batman: Harusnya yaaa.. tapi SKEP yang menentukan dari pusat
total 1 replies
dyah EkaPratiwi
jangan berdinas disitu bang satria semakin dekat pasti sulit melepas perasaan
Bojone_Batman: Iya, karena pasti akan sering ketemu.
total 1 replies
Tanti
semoga mama dan calon baby nya ga kenapa-napa
Bojone_Batman: Aamiin.. Semoga selalu baik-baik saja.
total 1 replies
Maysuri
aq kira si fita pura" pusing dan keram perut..🤔
dyah EkaPratiwi
semoga kuat ya pitta
Maysuri
semangat buat kapan ber2,...💪💪
Septi Astuti
semoga lekas sembuh dan sehat kembali untuk orang tua mbak Nara.. Aamiin
Septi Astuti: sama-sama mb...
total 2 replies
Tanti
Tetap semangat semua...ingat pesannya mama Dilan💪💪💪
Tanti
seneng lihatnya...Bang Dante, Dilan, dan Bian bs rukun ky gini

lanjut mba Nara👍
dyah EkaPratiwi
semangat pitta
dyah EkaPratiwi
🤭🤭🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!