NovelToon NovelToon
Happy Ending ?

Happy Ending ?

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Seiring Waktu / Mengubah Takdir
Popularitas:278
Nilai: 5
Nama Author: Ar's

​"Briar" adalah seorang wanita muda berusia 20-an yang tengah berjuang menata kembali hidupnya. Terluka oleh trauma masa kecil dan kehilangan berbagai hal berharga, ia harus bertahan di dunia seorang diri.

​Kesederhanaan, kepolosan, dan paras cantiknya tanpa sengaja mempertemukannya dengan Adrian, tetangga baru yang juga seorang CEO muda penuh kesempurnaan.

Tanpa ragu, Adrian masuk ke dalam hidup Briar, dan dalam waktu singkat, hubungan mereka berlabuh dalam ikatan pernikahan. Untuk pertama kalinya, Briar merasakan kebahagiaan yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya.

​Namun, di balik hangatnya sikap sang suami, pertanyaan-pertanyaan kelam mulai menghantui:

​Mengapa pria sesempurna Adrian begitu terburu-buru menikahinya?

​Rahasia gelap apa yang disimpan Adrian rapat-rapat?

​Ketika takdir mulai mempermainkan segalanya, sanggupkah cinta mereka bertahan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ar's, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Panas Dingin

Hari ini aku dan Mas Adrian sedang bepergian ke desa tempat dimana kerabat dan mendiang neneknya mas Adrian tinggal pernah tinggal. Aku baru saja mengetahui bahwa ternyata mas Adrian berasal dari desa masa kecilku.

Aku dan mas Adrian pergi jalan-jalan ke beberapa tempat, dan sekarang di sore harinya kami mengunjungi kebun teh milik keluarganya mas Adrian. Disini pemandangannya begitu indah dan udara masih sangat sejuk. Kami berencana pulang ke kota sebelum larut malam.

Mas Adrian dan aku asik mengobrol sambil sesekali bercanda. Dan kami merasa senang sekali karena keluarganya mas Adrian sangat menyukaiku dan menyetujui hubungan kami.

Tiba-tiba..

Awan-awan menjadi gelap dan badai pun datang, gerimis mulai membasahi dedaunan, membuatku dan mas Adrian berlarian mencari tempat untuk berlindung. Mas Adrian melihat sebuah gubuk, kami berlari menuju kesana tak jauh dari kebun teh untuk bernaung sementara sampai hujan mereda.

"Baju kamu nggak basahkan dek..?". Tanya Mas Adrian mengkhawatirkanku.

"Nggak mas, kamu..?". Tanyaku

"Syukurlah.. mas juga nggak..". Jawab mas Adrian

Tiba-tiba hujan deras pun mulai turun dan semuanya mulai terlihat gelap, mungkin karena hari sudah sore. Mau tidak mau untuk saat ini kami harus tetap berlindung dan berusaha untuk tidak terkena air hujan. Mas Adrian memakaikan aku jaket jeans miliknya dan merangkulku dari samping, sambil terus melihat keadaan cuaca.

"Mudah-mudahan hujannya cepat reda biar kita bisa pulang sebelum kemalaman..". Ucap mas Adrian.

Aku tau cuaca disini memang sangat sering turun hujan. Karena dulu masa kecilku pernah aku habiskan di desa ini. Aku tidak memberi tahu mas Adrian jika sebenarnya aku juga berasal dari desa ini. Karena aku tidak mau mengingat kenangan buruk masa kecilku dan memikirkan bahwa aku pernah mendapat pelecehan saat itu. Aku bahkan takut sekali jika mas Adrian tahu masa laluku, lalu memilih untuk membatalkan pernikahan kami. Jadi sebaiknya aku diam saja dan tidak membahasnya.

Mas Adrian menggenggam kedua tanganku dan menggosoknya agar aku tidak merasa kedinginan. Aku melihat mas Adrian masih sangat mencemaskan kondisi cuaca.

"Mas.. Lebih baik kita duduk dulu, terus tunggu hujannya reda...". Aku berusaha membuat mas Adrian berhenti mencemaskan hujan.

"Iya sayang..". Ujar mas Adrian

-

Hari pun mulai gelap, sekarang sudah menunjukan hampir pukul setengah 7 malam. Selama menunggu, mas adrian mendekapku dari samping, memberiku jaketnya agar aku tidak merasa kedinginan. Di dekapan mas Adrian aku merasakan jantungku berdegup sangat cepat. Ada juga rasa seperti ingin balas mendekapnya dan menghirup aroma tubuhnya lebih banyak.

Aku merasa seperti ingin melakukan sesuatu padanya..

Tiba-tiba mas Adrian menatapku yang sedang menatap lurus kearahnya. Mas Adrian tersenyum seolah tau bahwa aku terus menatapnya sedari tadi. Dan mata kamipun bertemu, tanpa sadar aku mendekati wajahnya yang sedikit basah karena hujan.. tubuhku bergerak maju, lalu tiba-tiba mencium bibirnya, tubuhku mulai memanas, pipiku memerah dan terasa hangat. Lalu aku mendorong mas Adrian karena terkejut dengan apa yang baru saja aku lakukan..

Akan tetapi tiba-tiba mas Adrian menarikku kembali, membuat tubuhku yang mungil menempel ketubuhnya yang besar, lalu mas Adrian mendekatkan wajahnya, dan mulai mencium pipiku lalu pelan-pelan mulai mendekatkan bibirnya ke bibirku dengan gerakan yang berlahan-lahan aku mulai merasakan lidahnya mulai masuk kedalam mulutku, dan menemukan lidahku untuk di ajak menari. Aku mulai kehilangan akal dan kami terus terbawa oleh suasana dimalam yang dingin dan penuh rasa cinta satu sama lain.

Semakin lama, kami pun semakin menjadi-jadi.. Mas Adrian menaruh tanganya di pinggangku seraya mulai sedikit meremas di bagian pantatku.

Mas Adrian mengehentikan ciumannya lalu menatapku cukup lama.. Seolah-olah mas Adrian ingin memastikan bahwa aku merasa nyaman, lalu kami kembali berciuman. Tanganku pasrah menempel kedada bidangnya.. Aku tak kuasa menahan gejolak yang tidak pernah kurasakan sebelumnya. Sedikit tidak percaya, aku dan mas Adrian akhirnya sudah di tahap berani berciuman..

Akhirnya hujan pun mulai berhenti..

Kami berdua hanya diam membisu, tidak membahas tentang apa yang terjadi barusan.. Dan bisa kulihat mas Adrian berusaha untuk bersikap seperti biasa padaku. Begitu juga denganku.. Ini pertama kalinya untukku merasakan yang namanya berciuman. Tetapi entahlah untuk mas Adrian, karena rasanya mas Adrian sudah berpengalaman.

Mas Adrian menggandeng tanganku ketika kami berjalan pulang.. Sungguh waktu yang sangat mendebarkan.. Untuk pertama kalinya kami melakukannya sejauh itu..

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!