NovelToon NovelToon
Xiao Yun : Anak Tanpa Qi

Xiao Yun : Anak Tanpa Qi

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Anak Genius / Mengubah Takdir
Popularitas:3.9k
Nilai: 5
Nama Author: Mr.Mounyenk

Di Benua Tianxu, setiap orang terlahir dengan kemampuan menyerap Qi untuk berkultivasi. Namun Xiao Yun, bocah yatim dari Desa Kabut, lahir tanpa memiliki Qi sedikit pun dan hidup sebagai bahan hinaan seluruh desa.
Setelah kakek angkatnya meninggal, Xiao Yun bertahan hidup seorang diri dengan mencari tanaman obat di Hutan Terlarang. Hingga suatu hari, sebuah kecelakaan membawanya ke Lembah Iblis — tempat ia bertemu roh petapa kuno bernama Luo Hai.
Tanpa disadari siapa pun, di dalam tubuh Xiao Yun tersegel kekuatan kuno bernama Nadi Kekosongan, kekuatan terlarang yang bahkan ditakuti langit.
Dari bocah tanpa Qi yang dipandang sampah, Xiao Yun memulai perjalanan untuk mengguncang dunia kultivasi.

{ Update setiap hari }

Mohon dukungannya 👍🏻⭐🔁

Terima kasih 🙏🏻

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mr.Mounyenk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab.14 — Inti Warisan

Xiao Yun berdiri terpaku tanpa mampu mengalihkan pandangan sedikit pun. Ada sesuatu pada kristal itu yang terus menarik kesadarannya. Ia tidak mengetahui alasan pastinya, tetapi seluruh nalurinya mengatakan bahwa benda itulah tujuan akhir dari perjalanan yang baru saja ia tempuh.

Di sampingnya, Luo Hai menarik napas panjang dengan perlahan. Untuk pertama kalinya sejak berubah menjadi roh, wajah lelaki tua itu memperlihatkan keterkejutan yang tidak dapat disembunyikan.

"Itu..." ucapnya lirih.

Nada suaranya dipenuhi ketidakpercayaan.

"Mustahil..."

Xiao Yun menoleh ke arah gurunya. Selama mengenal Luo Hai, hampir tidak pernah ia melihat lelaki tua itu kehilangan ketenangan seperti sekarang.

"Guru, apakah benda itu sangat berharga?" tanyanya dengan rasa ingin tahu yang semakin besar.

Luo Hai tetap menatap kristal tersebut tanpa berkedip sebelum akhirnya menggeleng perlahan.

"Berharga?" ulangnya sambil tersenyum pahit. "Kata itu bahkan tidak cukup untuk menggambarkan nilainya. Apa yang berada di hadapanmu bukan sekadar harta langka atau pusaka kuno, melainkan inti dari seluruh warisan Altar Pertama. Bahkan ketika aku masih hidup sebagai Dao Zun, aku tidak pernah melihat benda yang mampu memancarkan aura se-murni ini. Kekayaan kerajaan mana pun di Benua Tianxu tidak akan sanggup membeli sesuatu seperti ini."

Penjelasan itu membuat Xiao Yun kembali memandang kristal hitam tersebut dengan perasaan yang sama sekali berbeda. Kini ia memahami mengapa Ye Wuchen mengatakan bahwa warisan yang sesungguhnya baru dimulai setelah memasuki tempat ini.

Mereka terus mendekat dengan langkah perlahan hingga hanya berjarak beberapa langkah dari kristal.

Tepat pada saat itu, simbol di leher Xiao Yun tiba-tiba memancarkan cahaya yang jauh lebih terang dibanding sebelumnya.

Bzzzzzz...

Cahaya hitam lembut menyelimuti seluruh tubuh bocah itu, sementara kristal yang melayang di tengah ruangan mulai bergetar pelan.

Whummm...

Pusaran hitam di dalam kristal berotasi semakin cepat. Cahaya lembut yang semula hanya menyelimuti permukaannya kini menyebar ke seluruh ruangan, membentuk lautan cahaya hitam yang tenang namun terasa begitu dalam. Udara di sekitar mereka bergetar perlahan mengikuti irama pusaran tersebut.

Xiao Yun membelalakkan matanya.

"Apa yang terjadi...?"

Belum sempat Luo Hai menjawab, sebuah suara tua yang jauh lebih dalam daripada suara roh penjaga terdengar dari dalam kristal.

"Pewaris Kesepuluh..."

Suara itu tidak hanya menggema di ruangan, melainkan langsung memasuki kesadaran Xiao Yun. Setiap katanya seolah berbicara langsung kepada jiwa bocah itu.

"Warisan ini telah menunggumu..."

"Selama ribuan tahun."

Begitu suara itu menghilang, pusaran Nadi Kekosongan di dalam tubuh Xiao Yun kembali berputar semakin cepat. Dadanya dipenuhi perasaan hangat yang belum pernah ia rasakan sebelumnya, seolah ada bagian dari dirinya yang akhirnya menemukan sesuatu yang selama ini hilang sejak ia dilahirkan.

Tak lama kemudian cahaya hitam di samping kristal berkumpul menjadi satu dan perlahan membentuk sosok roh penjaga altar.

Roh tua itu memandang Xiao Yun dengan tatapan tenang.

"Kau telah berhasil mencapai tempat ini," ucapnya perlahan. "Namun perjalananmu masih belum berakhir, karena masih ada satu tahap terakhir yang harus kau lalui."

Xiao Yun mengernyit.

"Masih ada ujian lagi?"

Roh penjaga mengangguk pelan.

"Kristal Nadi Kekosongan tidak dapat diwariskan melalui kehendak siapa pun. Warisan ini memiliki kesadarannya sendiri dan hanya akan menyatu dengan orang yang benar-benar diakuinya. Tidak seorang pun mampu memaksanya."

Ekspresinya berubah lebih serius daripada sebelumnya.

"Apabila gagal..."

"...kekuatan yang tersegel di dalam kristal akan menghancurkan tubuhmu dari dalam."

Suasana ruangan mendadak menjadi sunyi.

Roh penjaga melanjutkan dengan nada yang tetap tenang.

"Jiwamu dapat mengalami kerusakan yang tidak dapat dipulihkan. Jalur kultivasi mu juga mungkin terputus untuk selamanya."

Ucapan itu membuat Xiao Yun terdiam.

Di sampingnya Luo Hai juga tidak segera berbicara. Ia memahami bahwa roh penjaga sama sekali tidak sedang melebih-lebihkan keadaan. Warisan sebesar ini tentu tidak mungkin diwariskan tanpa risiko yang sepadan.

Beberapa saat kemudian Luo Hai menatap muridnya.

"Kau masih memiliki kesempatan untuk mundur," katanya dengan suara yang lebih lembut daripada biasanya. "Warisan ini telah bertahan selama ribuan tahun. Jika hari ini kau memilih berhenti, ia tidak akan menghilang begitu saja."

Xiao Yun tidak langsung menjawab.

Tatapannya tetap tertuju pada kristal hitam yang melayang di hadapannya.

Dalam benaknya kembali terlintas seluruh perjalanan yang telah membawanya sampai ke tempat ini. Ia mengingat hari-harinya di Desa Kabut bersama sang kakek, kesedihan ketika kehilangan satu-satunya keluarga yang dimilikinya, pertemuan dengan Luo Hai di Lembah Iblis, latihan keras yang hampir setiap hari membuat tubuhnya kelelahan, hingga ujian Sang Pewaris yang memaksanya menghadapi masa lalu dan memilih jalan hidupnya sendiri.

Semua pengalaman itu perlahan menguatkan tekadnya.

Xiao Yun mengepalkan tangan, lalu menggeleng dengan mantap.

"Aku sudah melangkah sejauh ini," ucapnya pelan tetapi penuh keyakinan. "Aku tidak ingin berhenti di depan tujuan."

Luo Hai menatap muridnya beberapa saat sebelum senyum tipis muncul di wajahnya.

"Itulah jawaban yang ingin kudengar."

Xiao Yun mengangguk pelan. Ia menarik napas panjang untuk menenangkan dirinya, kemudian melangkah maju hingga berdiri tepat di hadapan kristal Nadi Kekosongan.

Semakin dekat jaraknya, semakin cepat pula pusaran energi di dalam tubuhnya berputar. Seluruh meridiannya dipenuhi aliran energi hangat yang bergerak tanpa henti, seolah sedang menantikan saat ketika keduanya benar-benar bersatu.

Kristal hitam itu tetap melayang dengan tenang.

Seolah sedang mengamati.

Menilai.

Dan menunggu keputusan terakhir dari pewaris yang berdiri di hadapannya.

Xiao Yun mengangkat tangan kanannya perlahan. Tatapannya tetap tenang meskipun jantungnya berdetak semakin cepat. Setelah menarik napas dalam sekali lagi, ia mengulurkan jari dan menyentuhkan ujungnya ke permukaan kristal.

Dalam sekejap seluruh ruang inti berguncang hebat.

BOOOOOOOOM!

Pilar-pilar batu kuno bergetar keras, sementara seluruh simbol pusaran di langit-langit menyala bersamaan hingga memenuhi ruangan dengan cahaya hitam yang sangat terang.

Mata Xiao Yun membelalak ketika melihat retakan pertama muncul di permukaan kristal.

Kraaak...

Retakan itu terus menjalar ke segala arah.

Kraaak...

Kraaak...

Dalam hitungan napas, seluruh permukaan kristal telah dipenuhi garis-garis hitam yang saling bertaut.

Detik berikutnya terdengar suara ledakan yang mengguncang seluruh ruangan.

CRAAASH!

Kristal Nadi Kekosongan pecah menjadi ribuan berkas cahaya hitam yang melesat ke segala arah sebelum semuanya berbalik menuju Xiao Yun. Berkas-berkas cahaya itu menembus tubuhnya satu demi satu tanpa mampu dihentikan oleh siapa pun.

"XIAO YUN!"

Teriakan Luo Hai menggema memenuhi ruang inti.

Namun semuanya sudah terlambat.

Warisan Altar Pertama telah memilih pewarisnya dan mulai menyatu sepenuhnya dengan tubuh Xiao Yun.

Suara Luo Hai masih terus bergema di dalam ruangan, tetapi Xiao Yun sudah tidak lagi mampu mendengarnya. Sejak ribuan berkas cahaya hitam memasuki tubuhnya, energi kuno yang terkandung di dalam warisan langsung meledak di setiap bagian tubuhnya tanpa memberi kesempatan sedikit pun untuk bersiap.

BOOOOM!

Xiao Yun langsung jatuh berlutut sambil memegangi dadanya.

"Arghhh!"

Rasa sakit yang melanda tubuhnya jauh melampaui semua penderitaan yang pernah ia alami sebelumnya. Tulang-tulangnya bergetar hebat, otot-ototnya menegang hingga nyaris robek, darah di dalam pembuluhnya terasa mendidih, sementara setiap meridian dipenuhi energi kuno yang bergerak dengan kekuatan luar biasa, seolah tubuhnya sedang dihancurkan terlebih dahulu sebelum dibentuk kembali menjadi sesuatu yang sama sekali berbeda.

Pusaran Nadi Kekosongan di dalam dirinya berotasi semakin cepat tanpa dapat dihentikan.

Whuuush...

Whuuush...

Whuuush...

Semakin lama putarannya semakin ganas hingga gelombang energi yang keluar dari tubuh Xiao Yun mulai merambat ke lantai batu ruang inti. Retakan-retakan halus bermunculan dan terus meluas akibat tekanan luar biasa yang dipancarkan dari tubuh bocah itu.

Luo Hai segera bergerak maju dengan maksud membantu muridnya.

Namun tepat ketika ia memasuki radius beberapa langkah dari Xiao Yun, sebuah lapisan energi hitam tiba-tiba terbentuk mengelilingi tubuh bocah tersebut.

BANG!

Tubuh Luo Hai terpental beberapa langkah ke belakang.

Ia segera menstabilkan dirinya, lalu menatap lapisan energi itu dengan wajah yang semakin serius.

"Penghalang warisan..." gumamnya pelan.

Ia memahami bahwa sejak saat itu tidak seorang pun dapat ikut campur. Warisan Altar Pertama telah sepenuhnya memasuki tahap penyatuan, dan hanya Xiao Yun sendiri yang mampu menentukan apakah ia akan berhasil melewatinya atau justru hancur oleh kekuatan yang sedang membentuk kembali tubuh serta jiwanya.

Luo Hai mengepalkan tangannya tanpa mampu melakukan apa pun selain memandang muridnya dari kejauhan.

"Bertahanlah, Xiao Yun..."

"Ini adalah kesempatan terbesar dalam hidupmu, tetapi juga ujian paling berbahaya yang pernah kau hadapi."

Rasa sakit di dalam tubuh Xiao Yun terus meningkat tanpa menunjukkan tanda-tanda akan mereda. Kesadarannya mulai menjadi kabur, sementara seluruh penglihatannya perlahan tertutup oleh kegelapan. Ruang inti, pilar-pilar batu, cahaya simbol kuno, bahkan suara Luo Hai yang terus memanggil namanya mulai menghilang sedikit demi sedikit.

Kemudian...

Segala sesuatu berubah menjadi keheningan.

...BERSAMBUNG...

1
asri_hamdani
Sepertinya tidak ada paragraf yang menceritakan kemunculan tanda hitam tersebut
ᴠͥɪͣᴘͫ ⛩️ ⃝𝕸𝖗.𝕸ཧཱོ࿐☯️: terima kasih koreksinya🙏🏻
kesalahan teknis auto koreksi keypad nya menyala,jeleknya keyboard handphone. 😅

segera di revisi.
total 1 replies
asri_hamdani
Sepertinya ada paragraf yang kurang.🤔
asri_hamdani
Ada yang aneh. Apa sebabnya dia jatuh kedalam jurang 🤔. Kesandung kelereng atau terpeleset 🤔?
ᴠͥɪͣᴘͫ ⛩️ ⃝𝕸𝖗.𝕸ཧཱོ࿐☯️: ada yg tertinggal di notepad sudah di revisi kak.

makasih sudah di koreksi 🙏🏻
total 1 replies
Jojo Shua
up
Jojo Shua
7
Arinto Ario Triharyanto
muter-muter terus Thor, tinggal pake warisan, satset satset beres
Arinto Ario Triharyanto
lama, muter-muter mulu
💜⃞⃟𝓛 🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ🏡⃟ªʸѕ⍣⃝
ujian nya adalah pilihan
💜⃞⃟𝓛 🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ🏡⃟ªʸѕ⍣⃝
sama kek berapa waktu kah ini?
𝐇⃟⃝ᵧꕥ🍾⃝ s.sͩᴇᷞɴͧᴊᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
Jejak
𝐀⃝🥀ᴀʟᴇᴀˢ⍣⃟ₛ
gmn nasibmu stelah ini Xiao Yun ,ngeri juga ya masuk ke lembah iblis
🔵☠️⃝✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘᎪℓ☘𝓡𝓳
aku kasih vote ya kk, semangat berkarya kk
🔵☠️⃝ вͬяͦσᷤηᷠιͣк🏀zc❖
best
THE GIRL COOL😑
cerita panjang banget jirrr😭
Ney
aku hadir
ᴠͥɪͣᴘͫ ⛩️ ⃝𝕸𝖗.𝕸ཧཱོ࿐☯️: makasih 🙏🏻
total 1 replies
💜⃞⃟𝓛 🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ🏡⃟ªʸѕ⍣⃝
jejak jejak...
Yun ada kaitannya sama tokoh sblm nya nggak sih?
ᴠͥɪͣᴘͫ ⛩️ ⃝𝕸𝖗.𝕸ཧཱོ࿐☯️: gak ada
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!