Sebuah kisah tentang seorang pria dari masa lalu yang bangkit di masa ini.
Di masa ini, ia bertemu dengan perempuan yang mirip dengan seseorang yang ia cintai di masa lalunya. Seseorang yang tidak berani ia gapai karena kondisi fisiknya yang seperti monster saat itu.
Akankah ia berhasil menyingkirkan kenangan buruk masa lalunya itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Boqin Changing, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menonton Keributan
Gao Rui dan Sha Nuo terus merangsek ke arah kerumunan. Semakin dekat mereka dengan sumber keributan, semakin padat orang-orang yang berdiri di sana.
“Permisi.”
Gao Rui menyelip di antara dua orang.
“Permisi.”
Sha Nuo mengikuti di belakangnya.
Beberapa orang yang berada di depan sempat terlihat tidak senang karena posisi mereka tiba-tiba hendak direbut. Salah seorang bahkan sudah membuka mulut seolah ingin memprotes.
Namun ketika ia menoleh dan melihat tubuh Sha Nuo yang tinggi besar berdiri tepat di belakang Gao Rui, kata-kata itu langsung tertelan kembali. Tidak ada yang berani marah. Orang itu bahkan segera bergeser.
“Silakan...”
Sha Nuo hanya mengangguk kecil.
“Terima kasih.”
Gao Rui kembali melangkah.
“Permisi.”
Mereka terus bergerak hingga akhirnya berhasil mencapai barisan depan. Hanya tersisa satu baris orang di depan mereka.
Dari tempat itu, pemandangan pertarungan akhirnya terlihat dengan jelas. Beberapa pria dewasa sedang mengeroyok seorang pemuda.
Mereka bertarung dengan tangan kosong. Tidak ada senjata yang digunakan. Suara benturan tubuh terdengar berkali-kali di tengah kerumunan.
“Buk!”
Salah satu orang melayangkan pukulan ke arah wajah lawannya. Pemuda yang dikeroyok berhasil menghindar, tetapi sebuah tendangan dari arah lain mengenai perutnya.
“Buk!”
Tubuhnya terlempar beberapa langkah.
Pemuda itu segera bangkit kembali. Wajahnya sudah dipenuhi luka.
Pakaian yang dikenakannya juga terlihat berantakan. Beberapa bagian tubuhnya bahkan tampak memar akibat pukulan yang diterimanya. Namun ia masih berdiri.
Di belakang kelompok pria tersebut berdiri seorang pemuda tampan dengan pakaian mewah. Di sekelilingnya terdapat beberapa orang yang tampaknya merupakan pengawal pribadi.
Pemuda tampan itu hanya berdiri sambil memperhatikan pertarungan. Tatapannya terlihat tenang. Seolah-olah pertarungan di hadapannya sama sekali bukan sesuatu yang perlu ia khawatirkan.
Gao Rui yang sejak tadi memperhatikan pertarungan tiba-tiba membeku. Matanya melebar.
“Dia...”
Sha Nuo menoleh.
“Ada apa?”
Gao Rui tidak langsung menjawab. Tatapannya masih tertuju kepada pemuda yang sedang dikeroyok. Ia jelas mengenalnya. Pemuda itu adalah salah satu temannya yang berasal dari Sekte Gunung Giok.
“Lin Xuan!”
Gao Rui tanpa sadar mengucapkan nama tersebut.
Sha Nuo mengangkat alis.
“Lin Xuan?”
Gao Rui mengangguk.
Ia melihat kondisi Lin Xuan dengan lebih jelas. Tubuh pemuda itu benar-benar sudah babak belur. Napasnya terdengar berat. Namun orang-orang di hadapannya tidak memberikan kesempatan untuk beristirahat.
Satu pukulan kembali melayang. Lin Xuan menangkisnya dengan kedua tangan.
“Buk!”
Tubuhnya terdorong mundur.
Pria lain langsung menyusul dengan tendangan. Lin Xuan kembali mengangkat lengannya untuk bertahan.
“Buk!”
Kakinya bergeser beberapa langkah. Jelas sekali ia sudah berada dalam posisi yang sangat terdesak.
Gao Rui menatap pertarungan itu beberapa saat. Kemudian ia menoleh kepada Sha Nuo.
“Paman, aku maju dulu.”
Sha Nuo langsung terkejut.
“Hm?”
Ia benar-benar tidak menyangka Gao Rui mengenal pemuda yang sedang bertarung. Selama ini ia mengira mereka hanya keluar untuk melihat keributan.
Gao Rui sudah hendak melangkah. Sha Nuo hanya bisa menghela napas.
“Dasar anak muda...”
Ia tidak mencoba menghentikannya.
Gao Rui bergerak. Gerakannya begitu cepat hingga beberapa orang di sekitar bahkan tidak sempat melihat dengan jelas bagaimana ia melewati barisan mereka. Dalam sekejap, Gao Rui sudah berada di tengah pertarungan.
Salah seorang pria baru saja mengangkat kakinya untuk menendang Lin Xuan. Namun sebelum serangan itu mengenai sasaran, sebuah kaki sudah lebih dahulu menghantam tubuhnya.
“Buk!”
Tubuh pria tersebut langsung terlempar.
“Ah!”
Ia jatuh beberapa meter dari tempatnya berdiri. Orang-orang lainnya terkejut.
“Apa?”
Gao Rui tidak berhenti. Ia berputar lalu melayangkan tendangan kedua.
“Buk!”
Pria lain kembali terlempar.
Dua orang yang berada di sisi kanan langsung mencoba menyerang secara bersamaan. Gao Rui menghindari pukulan mereka dengan gerakan ringan. Ia kemudian memutar tubuh dan menghantam salah satu dari mereka dengan sikunya.
“Buk!”
Pria itu terhuyung.
Gao Rui segera menyapu kakinya.
“Bruk!”
Tubuhnya jatuh ke tanah.
Semua terjadi begitu cepat. Dalam waktu singkat, orang-orang yang sebelumnya mengeroyok Lin Xuan telah terlempar atau jatuh satu per satu. Kerumunan langsung menjadi sunyi.
Lin Xuan sendiri kini berlutut di tanah. Kepalanya tertunduk karena kelelahan. Ia bahkan tidak tahu siapa yang tiba-tiba datang membantunya.
Perlahan, Lin Xuan mengangkat wajah. Sosok pemuda yang berdiri di hadapannya membuat matanya membesar.
“Saudara Rui?”
Gao Rui tersenyum. Ia mengulurkan tangannya kepada Lin Xuan.
“Tenang saja, Saudara Xuan.”
Tatapan Gao Rui kemudian berubah sedikit lebih serius.
“Kini ada aku di sini.”
Orang-orang yang sejak tadi menonton pertarungan kini mulai mengalihkan perhatian kepada Gao Rui. Pemuda itu berdiri dengan tenang di hadapan Lin Xuan. Wajahnya masih terlihat santai, seolah-olah apa yang baru saja dilakukannya bukan sesuatu yang luar biasa.
Beberapa orang saling berbisik.
“Siapa pemuda itu?”
“Aku tidak tahu.”
“Dia bukan orang Kota Wuye, kan?”
“Sepertinya bukan.”
Tatapan mereka kemudian beralih kepada orang-orang yang tadi mengeroyok Lin Xuan. Mereka semua tergeletak di tanah dengan kondisi tidak sadarkan diri.
Salah seorang penonton tiba-tiba memperhatikan pakaian mereka.
“Tunggu...”
“Mereka orang-orang Tuan Muda Bao Chu?”
Suara itu langsung membuat beberapa orang terdiam.
“Tuan Muda Bao Chu?”
“Benar. Aku pernah melihat mereka sebelumnya. Mereka memang pengawal dan bawahan Keluarga Bao.”
“Kalau begitu pemuda yang tadi dikeroyok pasti membuat masalah dengan Tuan Muda Bao Chu.”
“Entah apa yang terjadi sebelumnya.”
“Namun melihat jumlah orang yang mengeroyoknya, sepertinya masalahnya tidak kecil.”
Perbincangan segera menyebar di antara kerumunan. Keluarga Bao merupakan salah satu keluarga bangsawan terpandang di Kota Wuye.
Walaupun bukan keluarga paling kuat di kota tersebut, nama mereka tetap cukup besar untuk membuat kebanyakan orang memilih tidak mencari masalah. Terlebih lagi, orang-orang yang mengeroyok Lin Xuan tadi memang dikenal sebagai bawahan Bao Chu.
Beberapa orang mulai memandang Gao Rui dengan tatapan berbeda. Pemuda itu mungkin tidak mengetahui siapa yang baru saja ia lawan. Namun mereka semua tahu, pemuda itu baru saja memukul orang-orang Keluarga Bao di depan banyak orang.
Tatapan beberapa penonton kemudian bergerak ke belakang kelompok tersebut. Di sana berdiri seorang pemuda berpakaian mewah. Itu adalah Bao Chu.
Sejak awal ia hanya berdiri dengan kedua tangan di belakang tubuh. Wajahnya tidak menunjukkan banyak perubahan ketika anak buahnya dihajar satu per satu.
Namun kini tatapannya sudah benar-benar tertuju kepada Gao Rui. Ia nampak sekali tidak mengenal pemuda di hadapannya.
Dalam ingatannya, tidak ada pemuda seperti Gao Rui yang pernah memiliki urusan dengannya.
“Siapa dia?”
Bao Chu bertanya dengan suara rendah.
Salah seorang pengawalnya segera mendekat.
“Tuan muda, kami juga tidak mengenalnya.”
Bao Chu menyipitkan mata.
“Tidak mengenalnya?”
“Benar. Sepertinya dia bukan orang Kota Wuye.”
Bao Chu tidak menjawab. Tatapannya tetap tertuju kepada Gao Rui. Ia melihat beberapa anak buahnya yang tergeletak di tanah. Wajahnya perlahan menjadi semakin dingin.
Gao Rui sama sekali tidak memperhatikan tatapan itu. Ia masih berdiri di hadapan Lin Xuan. Tangannya terulur.
“Bangunlah.”
Lin Xuan menatap tangan tersebut selama beberapa saat sebelum akhirnya meraihnya. Gao Rui menarik tubuhnya hingga berdiri.
Lin Xuan masih terlihat lemah. Ia mengatur napas beberapa kali sebelum menatap Gao Rui dengan rasa lega.
“Saudara Rui... kenapa kau bisa berada di sini?”
“Aku sedang berkeliling Kota Wuye bersama pamanku.”
Gao Rui menoleh sebentar ke arah Sha Nuo. Tubuh besar Sha Nuo masih berdiri di tengah kerumunan. Kedua tangannya terlipat di depan dada. Ia hanya memperhatikan keadaan tanpa berniat ikut campur.
Gao Rui kembali menatap Lin Xuan.
“Apa yang sebenarnya terjadi?”