NovelToon NovelToon
Transmigrasi Ke Raga Istri Jendral

Transmigrasi Ke Raga Istri Jendral

Status: sedang berlangsung
Genre:Time Travel / Reinkarnasi / Fantasi Wanita
Popularitas:23.7k
Nilai: 5
Nama Author: Zakiya el Fahira

Lu Mingyu adalah seorang gadis muda yang bergabung di kelompok dunia bawah, tugasnya sebagai mata mata di kelompoknya, Mingyu sudah terbiasa mendapat luka tembak ataupun benda tajam di tubuhnya, bagi Mingyu itu adalah simbol dari sosoknya yang pemberani dan tidak takut pada apapun, selain itu Mingyu juga memiliki sifat yang babar dan juga suka ceplas ceplos saat berbicara, menurut Mingyu yang paling menakutkan bukanlah musuh yang ingin membunuhnya, melainkan jika tidak punya uang, karna Mingyu gadis yang sangat matrealistis.
Dan suatu hari Mingyu tidak pernah terpikirkan kalau dirinya akan masuk ke jebakan lawan, mobil Mingyu berhasil di sabotase, yang menyebabkan remnya blong dan menabrak pembatas jalan hingga meledak, dan api besar itu melalalap habis tubuh Mingyu yang terkunci di dalam mobil.
Dan saat membuka matanya Mingyu berfikir kalau dia sudah berpindah ke alam baka, karna melihat bangunan sekelilingnya di penuhi dengan warna kuning keemasan, di tambah saat dia melihat tam

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zakiya el Fahira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18

Keesokan paginya saat Mingyu pergi ke ruang makan, dia menghentikan langkahnya sejenak, saat melihat keberadaan Jendral Rong yang sudah stand bay di ruang makan.

''Apa pria sialan itu sudah tidak marah lagi?'' gumamnya lirih.

Mingyu tak ingin ambil pusing, dia dengan santai melanjutkan langkahnya ke ruang makan, lalu duduk di kursi yang berhadapan langsung dengan Jendral Rong seperti biasa.

''Selamat pagi Pangeran'' sapa Mingyu sembari tersenyum, namun perlahan senyumnya memudar, saat melihat Jendral Rong mengacuhkannya.

''Ck, pemarah sekali, dasar bucin'' decaknya, lalu mengisi mangkuknya dengan sup ayam kesukannya, tanpa memperdulikan lagi orang yang berada satu meja dengannya.

Sedangkan Jendral Rong dia diam diam melirik Lu Mingyu, sebenarnya Jendral Rong sangat penasaran dengan kata kata bucin yang di ucapkan oleh Lu Mingyu, tapi dirinya terlalu gengsi untuk menanyakannya, karna Jendral Rong masih menunggu Lu Mingyu berinisatif untuk membujuknya agar tidak marah lagi.

Paman Han yang berdiri di sana untuk melayani Tuannya, menghela nafas melihat Tuannya yang masih saja bersikap acuh pada Nonanya.

"Hais, Pangeran Pangeran, mau sampai kapan anda seperti ini, yang ada nanti anda akan menyesal sendiri" batin Paman Han.

Usai menghabiskan sarapannya, Jendral Rong langsung bangkit dari kursinya, dan hendak pergi namun Mingyu menghentikannya.

"Pangeran tunggu!" seru Mingyu.

"Lusa sepupu saya akan menikah, keluarganya mengundang saya dan anda, mereka berharap anda bisa hadir" ucap Mingyu.

''Kamu pergi saja sendiri, aku sibuk'' sahutnya lalu melenggang pergi begitu saja, tanpa menjelaskan apa alasannya kenapa tidak bisa ikut.

Beberapa hari telah berlalu, entah kenapa Mingyu lama lama tidak tahan dengan Jendral Rong yang masih mendiamkannya, padahal selama ini dia tidak pernah perduli dengan hal hal seperti itu.

Sedangkan berita Jendral Rong yang sudah beberapa hari mendiamkan Lu Mingyu, sampai juga ke telinga Su Wan Rou, dan kini wanita itu sengaja mendatangi kediaman Jendral Rong, di saat Jendral Rong sedang pergi ke istana Ibu Suri.

Lu Mingyu yang sedang bersantai di gazebo langsung mendengus, saat melihat kedatangan Su Wan Rou.

''Apa kabar Nona Lu'' sapa Su Wan Rou di iringi senyuman merendahkan.

''Seperti yang Nona Su lihat, saya baik baik saja, dan tambah cantik'' sahut Mingyu.

Su Wan Rou mendengus mendengar perkataan Mingyu, karna memang benar adanya, kalau di perhatikan Mingyu memang terlihat semakin cantik, di banding saat terakhir mereka bertemu di markas.

''Cih, percuma cantik, kalau beberapa hari Pangeran masih mendiamkan anda, dan kalau saya tidak salah tebak, sampai saat ini pasti Pangeran belum menyentuh anda sama sekali'' tukas Su Wan Rou dengan senyum mengejek.

Mingyu diam saja tidak membantah, karna yang di katakan oleh Su Wan Rou benar adanya, sedangkan di zaman yang ia tinggali saat ini, seorang istri akan menjadi bahan ejekan, jika sang suami tidak mau menyentuhnya, tapi kini yang menempati raga Mingyu adalah wanita dari abad dua satu, yang pandangan tentang sebuah pernikahan tidak semata mata hanya berhubungan badan, melainkan ada yang demi keuntungan satu sama lain dalam hal berbisnis, atau bisa di bilang pernikahan bisnis.

''Nona Su, apa anda melupakan peringatan dari pangeran beberapa waktu lalu, kalau anda di larang mencampuri urusan rumah tangga Pangeran dan saya'' ucap Mingyu. ''Bagimana jika Pangeran tahu, kalu anda sudah menyebarkan gosip yang membuat pernikahan kami menjadi bahan tertawaan, apa anda tidak takut Pangeran murka'' imbuhnya.

''Nona Lu, anda jangan bicara sembarang, saya tidak pernah menyebar gosip apapun tentang pernikahan kalian'' sanggah Su Wan Rou cepat.

''Benarkah, lalu apa anda tidak sadar, kalau yang anda katakan tentang pernikahan kami, di dengar oleh mereka'' timpal Mingyu sembari menunjuk ke arah beberapa pelayan wanita yang sedang membersihkan area taman.

Su Wan Rou langsung menoleh ke belakang, dia terkejut karna tidak jauh di belakangnya ternyta banyak pelayan.

''Tutup mulut kalian semua!'' seru Su Wan Rou.

Mingyu tersenyum simpul melihat Su Wan Rou yang mulai panik.

Sedangkan di istana Ibu Suri, Jendral Rong duduk berhadapan dengan sang Ibu di gazebo yang berada di taman istana.

''Cheng, ibu dengar kamu mendiamkan Mingyu?, kenapa?'' tanya Ibu Suri dengan sangat lembut.

Jendral Rong sudah menebak, kalau Ibu Suri pasti sudah meletakkan mata mata di kediamannya.

''Aku hanya memberinya pelajaran, agar dia tidak bersikap senaknya saja'' tukas Jendral Rong.

''Memangnya apa yang sudah Mingyu lakukan?''

''Dia mengambil liontin giok yang aku pakai begitu saja, tanpa bertanya boleh apa tidaknya, dan akibat dari tindakannya itu, kini liontin itu rusak dan tidak bisa kembali seperti sedia kala''

''Apa liontin giok itu pemberian Gu Nian?''

Ibu Suri menghela nafasnya melihat anggukan dari putranya, dia pikir saat melihat sikap putranya pada Mingyu beberapa hari terkahir ini, putranya sudah mulai menerima Mingyu dan melupakan Gu Nian, tapi ternyata dugaannya salah, putranya masih menyimpan rapat nama Gu Nian di hatinya.

''Cheng, bolehkah Ibu bertanya sama kamu?''

Jendral Rong menganggukkan kepalanya. '' Ibu mau tanya apa?''

''Apa kamu tidak ada sedikitpun perasaanmu untuk Mingyu?''

Jendral Rong terdiam, dia sendiri tidak tahu bagaimana perasaannya pada Mingyu, yang jelas sejak pertemuannya di hutan malam itu, pandangan tentang pernikahannya dengan Mingyu berubah, tapi menurutnya itu hanya sebuah rasa penasarannya tentang Mingyu tidak lebih.

''Sepertinya tidak mungkin'' ucap Jendral Rong sedikit ragu ragu.

''Ibu, jika tidak ada yang ingin Ibu tanyakan lagi, Cheng mohon undur diri'' pamit Jendral Rong, tanpa menunggu jawaban sang Ibu, dia langsung pergi begitu saja.

Sepulang dari istana Ibu suri, Jendral Rong tidak kembali ke kediamannya, melainkan langsung pergi ke markas militer, dia ingin menenangkan diri sebentar di sana, nanti dia akan kembali lagi, pertanyaan yang di lontarkan oleh Ibu Suri tadi, mengenai perasaannya pada Mingyu, membuatnya terus kepikiran.

''Ah sudahlah, sampai kapanpun wanita yang aku sukai hanya Gu Nian'' gumam Jendral Rong lalu memacu kudanya menuju markas militer.

Lusa kemudian Mingyu mendatangi markas militer bersama Xiao Fei, dia ingin memastikan kembali Jendral Rong bersedia hadir apa tidak di acara pernikahan sepupunya besok siang.

Mingyu duduk di halaman markas, sembari memperhatikan para prajurit yang sedang latihan, sedangkan Xiao Fei berdiri di sampingnya.

''Nona, Pangeran datang'' bisik Xiao Fei, melihat Jendral Rong dan Han Bing berjalan ke arah mereka.

Mingyu langsung membalikkan badannya, lalu dia merubah posisi duduknya dengan menyilangkan kakinya.

'' Mau apa kamu ke sini?'' tanya Jendral Rong dengan expresi datar, padahal jantungnya berdebar tidak karuan, karna terlalu senang mendengar Mingyu mendatanginya di markas militer.

''Apakah besok, Pangeran benar benar tidak bisa hadir di acara pernikahan sepupu saya?'' tanya Mingyu.

''Sudah aku bilang, aku sibuk'' sahut Jendral Rong ketus.

Mingyu menarik nafasnya dan menghembuskannya perlahan lalu dia bangkit.

''Baiklah, saya ke sini hanya ingin bertanya itu saja, kalau begitu saya pulang dulu'' pamit Mingyu, tanpa menunggu jawaban Jendral Rong, Mingyu sudah melenggang pergi begitu saja, sedangkan Xiao Fei dia juga berpamitan dengan membungkukkan badannya di hadapan Jendral dengan sopan, lalu bergegas menyusul Nonanya yang sudah jauh.

1
Nurhayati Nurhayati
lanjut thor
kaylla salsabella
wah... klu tahu istrinya tersenyum pada pria lain Jendral bisa ngamuk
Marsya
hayo istrinya ditaksir cowok lain😉😉😉
Inez Putri
knpa hari ini gak up thuor..
Kusii Yaati
apa mingyu harus menghilang dulu baru kamu akan merasa kehilangan jendral rong?... makan tuh cinta pertama mu 😤
MataPanda?_
terus semangat kak semakin seru😀
Marsya
cinta tanpa disadari lebih menyakitkn disaat org yg dicinta pergi menjauh/Smug//Smug//Smug/
Ai
jangan jangan nanti jemdral rong jadi streees🤣
kaylla salsabella
sebenarnya jendral udah cinta tapi gak sadar...
Murni Dewita
double up thor
Etty Rohaeti
lanjut
Ai
menyesal itu belakangan jendral
Ai
jendral plin plan
tinie
hemm seolah mingyu hilang dan gu nian datang dgn wajah baru nya
Musdalifa Ifa
rasakan itu jendral rong😏😏😏
Marsya
pada kenyataannya sesuatu baru terasa ktika apa yang kita miliki hilang dari pandangan,dan itu yg disbut Penyesalan wahai pangeran Rong/Smug//Smug//Smug/
⚔️⃠🧸🍁𝐘𝐖❣️💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🔱
Good, Mingyu, Lnjtkn, tinggalkn aja itu Suami Dulhakim, biar Jenderal tau rasa 🤭👍👌
kaylla salsabella
mingyu.... mau Kekaisaran timur dengan cara jatuh ke tebing
Yunita Widiastuti
mingyuuu....ojo balek dolan sing adohhhh
Evi 060989
up lg
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!