NovelToon NovelToon
Menjadi Master Kuat Di Dunia Kultivasi

Menjadi Master Kuat Di Dunia Kultivasi

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Action / Xianxia
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: HINDRA10

Apa jadinya jika pengetahuan kultivasi tingkat dewa dimiliki oleh jiwa pemuda modern

Qin Feng terbangun di dalam goa isolasi sebagai Master Legendaris Gu Tian. Namun, alih-alih bisa terbang membelah langit, musuh utamanya saat ini adalah encok, pinggang kram, dan jalur meridian yang kaku.

sang "Master Tua" berjiwa pemuda ini harus memutar otak agar tidak mati konyol untuk kedua kalinya di tengah kepungan musuh

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon HINDRA10, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 20

Pelataran Utama Puncak Awan Hijau dipenuhi oleh atmosfer yang mendidih. Puluhan pilar batu giok berukirkan huruf-huruf kuno berdiri megah mengelilingi sebuah panggung bundar raksasa. Di tengah panggung tersebut, berdiri sebuah batu kristal berukuran lima meter yang memancarkan pendar cahaya kebiruan lembut—Batu Penguji Jiwa dan Bakat Kuno (Soul and Talent Testing Stone).

Di atas panggung utama, Tetua Penguji berpakaian jubah putih panjang melangkah maju. Dengan suara yang didorong oleh Qi hingga bergema ke seluruh penjuru puncak gunung, beliau mengumumkan aturan ujian.

"Ujian Seleksi Murid Dalam (Inner Disciple Exam) resmi dimulai!" seru Tetua Penguji. "Tahap pertama adalah Pengujian Kualitas Meridian dan Kedalaman Dantian menggunakan Batu Penguji Jiwa! Batu ini akan mengukur potensi murni kultivasi kalian berdasarkan warna cahaya yang dipancarkan: Merah untuk Kualitas Rendah, Kuning untuk Menengah, Hijau untuk Unggul, Ungu untuk Jenius Langka, dan Emas untuk Bakat Murni Tingkat Sempurna! Siapa pun yang mendapatkan warna hijau ke atas, berhak lolos ke tahap berikutnya!"

Riuk kerumunan ribuan calon murid dalam seketika pecah. Gelombang kecemasan dan harapan membumbung tinggi di udara.

"Peserta pertama dari Faksi Keluarga Ji... Ji Long!" panggil Tetua Penguji.

Mendengar namanya dipanggil paling awal, Ji Long tersenyum melambaikan tangannya dengan penuh percaya diri. Dengan jubah biru mewahnya yang berkibar tertiup angin puncak gunung, ia melangkah anggun naik ke atas panggung. Sebelum memegang batu penguji, Ji Long sempat memutar kepalanya, melempar pandangan penuh ejekan dan nada meremehkan tepat ke arah tempat Tian Gu berdiri bersama rombongan Keluarga Hu.

"Lihatlah baik-baik, Tikus Desa. Ini adalah standar seorang jenius sejati yang tidak butuh bantuan belas kasihan orang lain!" gumam Ji Long berbisik pelan saat melewati barisan pendaftaran.

BZZZZZT!

Ji Long menempelkan telapak tangan kanannya tepat di pusat Batu Penguji Jiwa. Ia menggejot seluruh kekuatan Qi Ranah Fondasi Tingkat Menengah milik fisiknya ke dalam kristal batu tersebut.

Seketika itu juga, Batu Penguji Jiwa bergetar hebat. Pendar warna biru lembut di dalam batu itu dengan cepat berubah menjadi merah, kuning, hijau, dan akhirnya...

FLASH!

Sebuah pancaran cahaya Ungu Pekat yang sangat menyilaukan meledak keluar dari dalam batu giok tersebut, menerangi separuh pelataran panggung!

"Cahaya Ungu Pekat! Bakat Tingkat Jenius Langka di Ranah Fondasi!" teriak Tetua Penguji dengan nada terpukau. "Sangat luar biasa! Ji Long, Lolos dengan Nilai Istimewa!"

Tepuk tangan dan sorak-sorai riuh seketika meledak dari Faksi Keluarga Ji dan pengikut-pengikutnya.

"Luar biasa! Tuan Muda Ji Long memang tiada tanding!" "Bakat Ungu Pekat! Dia adalah calon murid inti sekte di masa depan!"

Ji Long menarik tangannya kembali, membusungkan dadanya dengan angkuh. Ia menatap ke arah Tian Gu sekali lagi sambil menyunggingkan senyum kemenangan yang sangat kentara, seolah-olah baru saja menancapkan standar yang tidak mungkin dijangkau oleh pemuda berjubah abu-abu sederhana itu.

Tetua Penguji kembali melihat gulungan kertas pendaftaran di tangannya, lalu mengernyitkan alisnya pelan sebelum membaca nama berikutnya.

"Peserta berikutnya... pemegang Plakat Rekomendasi Khusus Keluarga Hu... Tian Gu!"

Seketika itu juga, suasana riuh di pelataran mendadak berubah menjadi bisik-bisik yang riuh dengan nada sinis. Semua mata beralih menatap pemuda berpakaian abu-abu sederhana yang mulai melangkah santai menuju panggung bundar.

"Lihat dia! Itu pemuda desa yang memakai jalur VIP rekomendasi Tetua Hu Qin!" "Berpakaian compang-camping seperti itu... paling-paling bakatnya cuma sampai warna Kuning atau Hijau redup!" "Haha, Tuan Muda Ji Long baru saja memancarkan cahaya Ungu Pekat. Menonton si miskin ini melangkah naik sekarang benar-benar sebuah pertunjukan komedi!"

Di sudut pelataran, Hu Yan'er meremas jemarinya cemas. "Paman Qin... apakah Kakak Tian Gu akan baik-baik saja? Tekanan dari kerumunan ini sangat berat!"

Tetua Hu Qin memicingkan matanya, menghela napas panjang. "Sikap tenang Tian Gu sangat tidak biasa untuk anak usianya, Yan'er. Tapi melawan standar cahaya Ungu milik Ji Long... kita hanya bisa berharap dia tidak terlalu dipermalukan di depan umum."

Sementara itu, Ji Long berdiri di pinggir panggung dengan melipat kedua tangannya di dada, menatap Tian Gu dengan senyum mengejek yang makin lebar. "Mari kita lihat seberapa tebal kulit mukamu, Tikus Desa."

Tian Gu—sosok penyamaran Gu Tian—melangkah naik ke atas panggung dengan gerakan yang sangat rileks. Angin puncak gunung memainkan rambut hitamnya yang terurai sederhana. Di mata orang lain, ia tampak seperti pemuda polos yang tidak tahu diri, namun di dalam benak jiwanya yang mendalam, seorang Kaisar Kuno sedang tersenyum geli melihat batu kristal di hadapannya.

Batu Penguji Jiwa Kuno tingkat menengah... batin Gu Tian menilai struktur kristal tersebut. Jika aku mengalirkan sedikit saja benih energi Inti Emas (Golden Core) milikku yang sebenarnya ke dalam batu ini, kristal murahan ini tidak hanya akan memancarkan cahaya, tetapi akan langsung meledak hancur menjadi debu dalam sekejap.

Gu Tian sadar, tujuannya saat ini adalah menyusup dan belajar memahami peta kekuatan Sekte Awan Hijau secara elegan tanpa membongkar penyamaran Inti Emasnya. Oleh karena itu, ia harus memanipulasi kontrol energinya dengan sangat presisi: menekan energi Inti Emasnya jauh ke dasar Dantian, lalu menyaring energi murni yang disesuaikan hanya pada tingkat Puncak Ranah Fondasi dengan tingkat kemurnian paling sempurna (Absolute Purity).

Gu Tian mengulurkan tangan kanannya perlahan, menempelkan telapak tangannya di permukaan Batu Penguji Jiwa yang dingin.

BZZZZZZT!

Satu detik pertama... tidak terjadi apa-apa. Batu kristal itu tetap hening tanpa memancarkan warna sedikit pun.

Melihat hal itu, para pengikut Ji Long di bawah panggung langsung tertawa terbahak-bahak.

"Hahaha! Lihat! Batunya bahkan tidak merespons!" "Bahkan warna Merah saja tidak keluar! Dia benar-benar sampah tanpa bakat!" "Cepat turun dari panggung! Kau membuang-buang waktu kami!" Ji Long berteriak dingin dari samping.

Namun, Tetua Penguji yang berdiri paling dekat dengan batu itu mendadak menghentikan napasnya. Wajah Tetua Penguji berubah pucat pasi saat melihat retakan-retakan halus bergetar di dalam kristal tersebut.

BOOOOOOOOOOM!

Bukan pancaran cahaya biasa yang keluar. Sebuah Gelombang Suara Dengung Agung (Divine Resonance) mendadak bergema dari dalam batu penguji, menggetarkan panggung batu dan seluruh Puncak Awan Hijau!

FLASH!

Sebelum ada yang sempat berkedip, warna merah, kuning, hijau, dan ungu terlewati begitu saja dalam waktu sepermiliar detik! Sebuah pancaran Cahaya Keemasan Murni yang sangat silau, megah, dan hangat meledak keluar dari dalam Batu Penguji Jiwa!

Sinar keemasan itu membumbung tinggi menembus awan di langit, melapisi seluruh pelataran dengan pendar keagungan yang menyilaukan mata semua orang!

CRACK... CRACK...

Batu Penguji Jiwa Kuno yang telah bertahan selama ratusan tahun di sekte itu mendadak memancarkan ukiran garis naga emas di permukaannya, seolah-olah menyambut kehadiran sesosok penguasa tertinggi yang tak tertandingi!

Seluruh pelataran Sekte Awan Hijau seketika hening total. Tawa ejekan para murid terhenti di tenggorokan mereka. Ribuan orang di pelataran mendadak membeku bagaikan patung batu.

Sorak-sorai Faksi Ji hancur tak berbekas dalam satu kedipan mata!

"I-Ini... Cahaya Keemasan Murni?!" jerit Tetua Penguji dengan suara gemetaran hebat, hingga jubah putihnya ikut bergetar. Tangannya menunjuk ke arah pendar emas itu dengan mata yang hampir melompat keluar dari kelopaknya.

"Bakat Murni Tingkat Sempurna (Absolute Perfect Grade)! Ini adalah fenomena legenda yang hanya muncul sekali dalam seribu tahun di sejarah Sekte Awan Hijau kita!" teriak Tetua Penguji histeris hingga suaranya serak.

Di bawah panggung, mulut Hu Yan'er menganga lebar karena guncangan batin yang luar biasa, sementara Tetua Hu Qin menepuk dahinya sendiri dengan mata membelalak tak percaya.

"Bakat Emas Sempurna...? Anak muda ini... sebenarnya monster jenis apa yang dibawa oleh rombongan kita?!" bisik Tetua Hu Qin dengan napas memburu.

Di pinggir panggung, wajah Ji Long yang tadinya penuh kesombongan dan kemenangan, kini mendadak berubah pucat pasi bagaikan mayat. Senyum mengejek di bibirnya membeku secara tragis. Cahaya Ungu Pekat yang sangat ia banggakan beberapa menit lalu, kini terasa seperti sampah tak berharga jika dibandingkan dengan samudra cahaya keemasan yang dipancarkan oleh Tian Gu!

Ia merasa seolah-olah sebuah tangan raksasa yang tak terlihat baru saja menampar wajahnya secara brutal di depan ribuan orang tanpa mengeluarkan sepatah kata pun!

Tian Gu secara perlahan menarik kembali telapak tangannya dari batu kristal tersebut. Cahaya keemasan raksasa itu perlahan meredup dan menyusut kembali ke dalam batu.

Dengan raut wajah yang tetap tenang, polos, dan tanpa sedikit pun rasa sombong, Tian Gu membalikkan badannya. Ia menyilangkan kedua tangannya di dada, membungkuk kecil pada Tetua Penguji yang masih mematung terperangah.

"Melapor Tetua... apakah hamba lolos ujian tahap pertama ini?" tanya Tian Gu dengan suara lembut dan rendah hati.

Tetua Penguji tersentak bangun dari guncangan batinnya, lalu mengangguk-angguk histeris. "L-Lolos! Sangat Lolos! Tian Gu... Nilai Sempurna Tertinggi!"

Tian Gu mengangguk pelan, lalu melangkah berjalan santai mengitari panggung untuk kembali ke barisannya. Saat melintasi Ji Long yang masih berdiri membisu dengan wajah pucat dan rahang terkunci rapat, Tian Gu menghentikan langkahnya sejenak.

Gu Tian memiringkan kepalanya sedikit, menatap Ji Long dengan mata yang jernih, lalu mengukir sebuah senyuman tipis yang sangat tenang dan misterius—sebuah senyuman yang menyengat harga diri Ji Long hingga ke tulang sumsumnya.

Tanpa mengucapkan sepatah kata ejekan pun, Tian Gu melanjutkan langkah kakinya, meninggalkan Ji Long yang mengepalkan tangannya hingga gemetaran hebat oleh rasa malu dan kebencian mendalam.

"Sialan kau... Tian Gu!" geram Ji Long dalam hati dengan mata memerah berdarah.

Di atas panggung, Tetua Penguji kembali mendehem keras, mencoba menetralkan atmosfer pelataran yang masih terpesona oleh keajaiban barusan.

Dari ribuan yang mendaftar hanya ratusan murid yang lolos babak pertama. Termasuk Gu tian dan beberapa jenius lainnya.

"Ujian tahap pertama selesai! Seluruh peserta yang lolos... persiapkan diri kalian untuk Tahap Kedua: Pertarungan Bebas di Arena Seleksi!" seru Tetua Penguji menggelegar.

Bunga api persaingan kini telah berubah menjadi kobaran api membara, dan babak pertarungan fisik akan segera dimulai!

1
syarif ibrahim
jangan terlalu lama cerita di penerimaan murid baru.... 🤔🤔🤔
Hindra Hin: siap, terimakasih atas sarannya. itu sangat membantu
total 1 replies
syarif ibrahim
bunuh semua musuh mu yg dulu.... 👍
syarif ibrahim
perlahan-lahan saja.... yang penting bertambah kuat setiap hari..... 👍
syarif ibrahim
jadi sakti kayaknya nih... 🤔🤭
Hindra Hin: nikmati prosesnya 🙏🙏👍
total 1 replies
syarif ibrahim
lanjutkan petualanganmu.... 👍
zerotwo
Bagus up terus 🤭🤭🤭
Hindra Hin
Jangan lupa di komen dan like cerita ini, jika kalian suka.
Terima kasih sudah membaca cerita ini /Smile//Smile/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!