NovelToon NovelToon
Office Girl Milik Tuan Mahrup

Office Girl Milik Tuan Mahrup

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / CEO / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:5.3k
Nilai: 5
Nama Author: Ragan Fian

Bosan dengan kisah cinta biasa? Siap-siap dibuat gemas, terharu, dan ketagihan lewat kisah Hazelia!

Gadis muda yang super ceria, tengil, dan penyayang ini terpaksa menunda mimpinya demi menjadi office girl di perusahaan raksasa demi membiayai pengobatan sang ibu dan sekolah adiknya. Siapa sangka, ketidaksengajaannya menabrak sang CEO dingin, Tuan Mahrup, justru memercikkan benih cinta tak terduga!


Dari ruang pantry penuh gosip hingga diangkat menjadi asisten pribadi, Hazel harus menghadapi cemburu rekan kerja, tuduhan miring, hingga kembalinya masa lalu Sang Tuan yang penuh rahasia. Bisakah ketulusan gadis sederhana ini meluluhkan hati pria sekaku es dan melewati badai ujian cinta mereka?


Penasaran bagaimana kelanjutan hubungan beda kasta yang penuh drama dan kejutan ini? Yuk, baca selengkapnya dan ikuti liku-liku cinta Tuan Mahrup dan Hazel sekarang juga!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ragan Fian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

OGMTM-13

...Tuan Mahrup memanggilmu ke ruangannya sekarang juga! Dan kamu... harus siap-siap, karena Nona Clarissa sedang mengamuk di dalam!

Hazel buru-buru mengusap sisa air mata di pipinya, lalu berdiri dengan jemari yang masih bergetar. Langkah kakinya berpacu mengikuti Rian menaiki anak tangga darurat menuju lantai eksekutif.

Namun, alih-alih kekacauan yang Hazel bayangkan, koridor lantai dua belas justru terasa hening mencekat begitu pintu kaca otomatis bergeser.

Nona Clarissa sudah tidak kelihatan. Di dalam ruang CEO yang megah dan beresolusi tinggi itu, Mahrup berdiri di tepi meja-nya dengan wajah mengeras, sementara Sekretaris Rian berdiri tertunduk di hadapannya sembari memegang selembar dokumen fisik yang baru saja ditandatangani.

"Kamu yakin dengan keputusanmu ini, Rian?" suara Mahrup terdengar berat, sarat akan tekanan emosi yang ditahannya.

"Saya sangat memohon maaf, Tuan Mahrup," jawab Rian parau. "Ibu saya di kampung mendadak kritis dan harus menjalani perawatan jangka panjang. Saya tidak bisa lagi mendampingi Tuan secara penuh mulai besok. Surat pengunduran diri ini sudah saya serahkan ke bagian HRD."

Mahrup menghembuskan napas panjang, mengepalkan tangannya di dalam saku celana. Rian bukan sekadar sekretaris pribadi baginya, melainkan benteng pertahanan terakhir yang mengurus seluruh jadwal, dokumen rahasia, hingga lalu lintas komunikasi sensitif Mahardika Group. Kehilangan Rian secara mendadak adalah pukulan telak.

Suara langkah pelan Hazel di ambang pintu membuat kedua pria itu menoleh. Hazel berdiri canggung, seragam office girl-nya tampak agak kusut dengan mata yang masih memerah.

"P-Pak Rian... Tuan Mahrup...maaf tadi panggil hazel disuruh ngapain ya," bisik Hazel ragu, tak berani menatap langsung ke arah sang CEO.

Mahrup menatap Hazel dalam-dalam. Di balik jejak air mata dan raut wajahnya yang layu, iris mata Hazel tetap memancarkan kejujuran yang murni kejujuran yang sama saat gadis itu menceritakan kondisi ibunya tanpa kepalsuan, kejujuran yang tercermin dari setiap usahanya melayani pekerjaan sekecil apa pun dengan ketelitian luar biasa.

Sebuah pemikiran gila dan berani mendadak melintas di benak Mahrup.

"Rian," panggil Mahrup tanpa mengalihkan pandangannya dari Hazel. "Serahkan seluruh akses iPad operasional harian dan berkas jadwal saya kepada Hazelia."

Rian tersentak kaget, matanya membelalak. "T-Tuan? Maksud Tuan Mahrup... Hazel?"

Hazel ikut melotot sempurna, menunjuk dadanya sendiri dengan jari gemetaran.

"E-eh?! Hazel, Tuan?! Tuan jangan becanda deh, Hazel ini cuma OG yang biasanya pegang gagang pel, bukan pegang agenda bertriliun-triliun!"

"Saya tidak pernah bercanda untuk urusan pekerjaan, Hazelia," tegas Mahrup, melangkah mendekati Hazel dengan tatapan yang mengunci pergerakan gadis itu. "Mulai besok pagi, kamu bukan lagi staf kebersihan. Kamu resmi saya angkat menjadi Asisten Pribadi sementara saya."

Hazel menelan saliva kasar, dadanya bergemuruh hebat. "Tapi Tuan... Hazel enggak punya latar belakang pendidikan sekretaris! Hazel mana paham bahasa bisnis Tuan yang rumit itu?!"

"Saya tidak butuh orang berijazah tinggi yang pandai bersolek lalu menikam saya dari belakang," potong Mahrup tajam, suaranya mengalun penuh penekanan emosional yang menghujam batin Hazel.

"Saya butuh orang yang jujur, teliti, dan tidak bisa dibeli dengan uang. Dan orang itu adalah kamu."

Keheningan melingkupi ruangan berdesain futuristik itu selama beberapa detik. Tatapan Mahrup yang begitu menuntut sekaligus memancarkan rasa percaya yang tak pernah ia berikan pada orang lain membuat jantung Hazel berdebar kencang. Ada tanggung jawab raksasa yang mendadak ditaruh di bahu kecilnya.

"Rian akan mengajarimu dasar-dasarnya hingga sore ini," lanjut Mahrup dingin, lalu berbalik membelakangi mereka menuju jendela besar. "Jangan kecewakan saya, Hazelia."

Hazel mengepalkan tangannya di samping tubuh, menarik napas dalam-dalam demi mengumpulkan sisa keberaniannya.

"Ta-Tap.."Kalimat Hazel terputus dengan tatapan tajam Tuan Mahrup,Ia menunduk dengan lirih menjawab

"Baik, Tuan CEO! Hazel janji... Hazel akan menuruti semua perintah tuan!"

Namun, saat Rian menyerahkan iPad khusus berisi seluruh data rahasia CEO kepada Hazel, layar tablet itu mendadak menyala terang memunculkan notifikasi email masuk tanpa nama dengan lampiran dokumen merah berlabel CONFIDENTIAL.

Tepat di bawah layar, pesan singkat dari pengirim misterius itu terbaca dengan jelas oleh mata Hazel:

Selamat atas jabatan barumu, Hazelia... Mari kita lihat berapa lama kamu bisa menyimpan rahasia kelam Mahrup sebelum semuanya hancur.

1
falea sezi
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!