AUDREY DIRA ADIWANGSA, terlahir dari keluarga cemara yang memiliki sifat berani dan spontan.
Gadis itu dijodohkan oleh Papanya, Adiwangsa, dengan putra dari seorang Konglomerat yang bernama Wira Aldrian Bimasena. Namun ternyata keluarga calon suami nya itu Toxic, jauh berbeda sekali dengan kehidupan yang dijalani Audrey bersama keluarganya.
Akankah Audrey mampu menghadapi mereka ataukah Audrey akan kalah dan menyerah lalu kembali pada kehidupan nyamannya bersama keluarga besar Adiwangsa ??
Happy Reading...
Enjoy guys 💜
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ratu_halu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps 8
Dikamar hotel...
Pintu kamar dibuka dari luar. Wira muncul dari balik pintu.
Audrey yang sudah naik ke atas tempat tidur langsung terduduk kembali ketika melihat Wira datang.
"Kamu tidur duluan saja, aku akan tidur di kamar yang lain!" Ucap Wira sambil menarik kopernya.
"Apa maksudnya ?" Tanya Audrey tak mengerti.
Wira menghentikan langkah nya, tanpa menoleh dia menjawab, "Aku tidak bisa tidur di kamar yang ada orang lain di dalam nya!"
Deg!
Audrey terdiam.
"Orang lain ?" Audrey bangun, hendak turun dari tempat tidur, "Kak Wira bilang aku orang lain ?" Audrey sudah turun, dia berjalan mendekat ke arah Wira.
"Lalu apa artinya janji yang Kakak ucapkan dihadapan orang tua ku tadi pagi, huh ?" Audrey jelas tak terima.
"Aku lelah! Besok saja berdebatnya!!"
Tanpa menunggu balasan Audrey lagi, Wira keluar dari kamar 'pengantin' mereka.
Audrey merosot ke lantai. Dia terduduk lemas tak berdaya.
Mungkin luka-luka kecil seperti ini jika dibiarkan akan menjadi lubang yang sangat dalam di hati Audrey.
🏵️
Sementara itu di kamar president suit lain..
"Maaf," Suara Wira terdengar serak dan hampir hilang.
Dia terduduk di balik pintu dengan kedua tangan memeluk lutut. Di moment itu Wira merasa untuk pertama kali nya sesuatu di dalam dirinya retak. Tiba-tiba Wira merasa sangat kecil. Ia merasa menjadi laki-laki paling gagal di dunia.
Wira tidak berbohong soal dia yang tidak bisa tidur jika ada orang lain di dalam kamar. Itu seratus persen benar adanya.
Dari luar mungkin Wira terlihat kuat dan hebat, tapi siapa sangka pria itu juga memiliki trauma masa kecil yang belum pernah dia bagi dengan siapapun.
"Ma...maafkan Wira.." Batinnya menjerit keras.
🏵️
Keesokan paginya...
Wira dan Audrey sedang sarapan bersama keluarga mereka di restoran hotel.
"Setelah ini apa kalian akan langsung honeymoon ?" tanya salah satu tante Audrey yang terkenal kpo.
Tanpa menatap lawan bicaranya Audrey menjawab, "Tidak, tan. Minggu depan aku KKN. Aku tidak mau cuti!"
Audrey melanjutkan makan nya seolah yang dia katakan tadi tak berarti apa-apa. Wira yang duduk di samping Audrey sangat tahu bahwa Audrey masih marah karena kejadian semalam.
Ekhem!
Audrey berdehem cukup keras, membuat semua orang memperhatikannya.
Dengan gerakkan elegan Audrey mengusap mulutnya dengan tisu, lalu berdiri dari duduknya.
"Semuanya, aku duluan ya.. Mau ke kampus, ngurusin izin buat KKN nanti."
Tanpa menunggu jawaban, Audrey langsung pergi meninggalkan mereka semua termasuk suaminya.
Vincent yang duduk tidak jauh dari mereka memberikan tatapan tajam pada Wira. Tidak ada yang lebih tau Audrey selain dirinya. Vincent tau pasti ada yang terjadi antara Wira dan Audrey tadi malam. Tapi Vincent tidak bisa memastikannya.
"Tidak sopan!" Gumam Bunda Santi membuat suasana menjadi semakin panas.
Wira mendorong kursi, gerakkan kecil itu kembali mencuri perhatian mereka.
"Aku sudah selesai. Permisi,"
Sama seperti Audrey tadi, Wira pun langsung pergi.
🏵️
Ketika Audrey keluar dari kamar sambil menyeret kopernya, dia berpapasan denga Wira yang memang sengaja menyusul.
Audrey sempat terdiam sebelum kembali melangkah lagi.
"Kamu mau kemana ?" tanya Wira sambil mencekal tangan Audrey.
Audrey menepis tangan Wira dengan kasar.
"Aku tidak punya kewajiban untuk menjelaskan kemana aku pergi pada orang lain!"
Deg.
Ucapan Audrey barusan seolah menghantam lebih keras dari yang bisa Wira jelaskan.
Audrey menyeret kopernya lagi, meninggalkan Wira yang pastinya terkejut Audrey bisa membalikkan kata-katanya semalam.
Namun sebelum Audrey benar-benar pergi, Wira dengan gerakkan cepat mengambil alih koper dari genggaman Audrey.
Ting!
Pintu lift terbuka, Wira langsung masuk ke dalam lift sebelum Audrey.
"Cepat masuk! Aku akan mengantar mu ke kampus." Ucap Wira tanpa ekspresi.
Audrey menghembuskan nafas berat.
Di dalam lift tidak ada percakapan sama sekali. Mereka sibuk dengan pikirannya masing-masing.
Sampai di depan lobi, mobil Wira sudah disiapkan oleh petugas Valey.
Petugas itu membantu Wira memasukkan koper Audrey ke bagasi.
Audrey masih berdiri mematung, tentu gadis itu enggan masuk ke dalam mobil Wira.
"Masuk! Aku antar!" Titah Wira dingin,
Audrey menatap Wira dengan tatapan yang entah, "Tidak! Aku sudah janjian dengan Luka, James dan Dean. Sebentar lagi mereka sampai."
Brrumm!! Brrumm!!
Suara mesin motor yang sangat familier ditelinga Audrey membuat gadis itu menyunggingkan senyumnya.
Tanpa meminta izin pada Wira, Audrey langsung naik ke atas motor milik Dean.
"Jangan cari aku!! Aku pergi," Ucap Audrey sebelum Wira selesai mencerna semuanya.
Dean langsung tancap gas meninggalkan Hotel. Dibelakangnya mobil milik James melaju terus tanpa sempat berhenti.
Wira mengepalkan tangan nya kuat. Rahangnya mengeras dengan sorot mata yang tajam seperti predator yang siap menerkam mangsanya.
Pria itu kemudian masuk ke dalam mobilnya untuk alasan yang pasti, mengejar Audrey.