NovelToon NovelToon
Diusir Regu Petualang Karena Bodoh

Diusir Regu Petualang Karena Bodoh

Status: sedang berlangsung
Genre:Kebangkitan pecundang / Fantasi Isekai / Epik Petualangan
Popularitas:211
Nilai: 5
Nama Author: djase

Dunia fantasy dengan sistem yang digolongkan dari g hingga ssssr(tingkat tertinggi yang jarang ada). Guild SSAWF adalah salah satu aktivitas petualang tebesar di wilayah barat, sementara altar jiwa muda adalah tempat kelahiran Pattisiwiana Klobahrgeevinik sebuah lokasi yang dipercaya memiliki hubungan dengan sumber energi dunia namun belum pernah terungkap secara jelas.

Pattisiwiana (sering dipanggil Patti) adalah pemuda yang sejak kecil mendambakan menjadi petualang. Karna tidak memiliki bakat tempur atau sihir yang terlihat, ia hanya bisa bergabung ke regu scarlet Blades sebagai pembantu penghasil hasil buruan monster. Anggota regunya selalu merendahkannya, menyebutnya "bodoh dan tidak berguna" karena tidak mengerti taktik atau kesulitan mengikuti instruksi pada misi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon djase, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PERENCANAAN UNTUK TANTANGAN SELANJUTNYA

Setelah berjaga-jaga sebentar dan memastikan bahwa tidak ada makhluk buas lain yang mengintai di sekitar mereka, kelompok tiga memutuskan untuk berhenti di sebuah tempat terbuka kecil yang dikelilingi oleh pepohonan besar dengan akar yang menjulang tinggi memberikan tempat berteduh yang aman dan nyaman untuk merencanakan langkah selanjutnya. Mereka membuat lingkaran kecil di atas tanah yang ditutupi lumut lembab, dengan Luminarianna menggunakan nyala api kecil di tengah untuk memberikan cahaya dan kehangatan.

“Kita harus berhati-hati dengan setiap langkah yang kita ambil dari sekarang,” ucap Borthworgiann dengan suara yang penuh dengan pengalaman, duduk dengan perlahan dan menggosok tangannya untuk menghangatkannya. “Setelah rintangan pertama yang cukup menantang ini, saya yakin tantangan selanjutnya akan lebih sulit dan membutuhkan kerja sama yang lebih erat dari kita semua.”

Corviniann mendekat dengan hati-hati, masih sedikit terkejut dari pertemuan dengan Grimclaw Wolf tadi. “Saya bisa menggunakan sihir ilusi saya untuk menjelajahi jalur di depan kita dari kejauhan,” katanya dengan suara yang lebih percaya diri dari sebelumnya. “Dengan begitu kita bisa melihat rintangan apa saja yang akan kita hadapi dan merencanakan cara terbaik untuk menghadapinya sebelum kita benar-benar sampai di sana.”

“Itu adalah ide yang bagus,” sahut Luminarianna dengan senyum yang mendukung. “Namun kamu harus berhati-hati ada beberapa makhluk buas di dalam area uji ini memiliki kemampuan untuk melihat melalui ilusi atau bahkan menggunakan ilusi itu melawan kita. Jangan pernah menjelajah terlalu jauh sendirian.”

Patti sedang melihat sekeliling area dengan cermat, mengamati pola tumbuhnya pepohonan, arah aliran angin, dan jejak kecil yang mungkin menunjukkan jalur yang sering digunakan oleh makhluk di dalam hutan. “Selain menggunakan ilusi untuk menjelajah,” ucapnya dengan tenang sambil kembali bergabung dengan kelompoknya, “kita juga bisa menggunakan tanda-tanda alam untuk membaca apa yang mungkin kita temui di depan. Pola tumbuhnya pepohonan bisa menunjukkan arah yang aman untuk dilewati, jejak tanah yang terganggu bisa menunjukkan adanya makhluk besar yang lewat, dan bahkan aroma udara bisa memberi tahu kita tentang bahaya atau kesempatan yang ada di depan.”

“Kamu benar sekali,” ucap Borthworgiann dengan mengangguk. “Saya pernah belajar dari seorang petualang berpengalaman bahwa alam selalu memberikan petunjuk bagi mereka yang mau melihatnya. Kadang-kadang yang paling penting bukanlah kekuatan sihir atau senjata yang kita miliki, tapi kemampuan kita untuk membaca dan memahami lingkungan di sekitar kita.”

Mereka mulai membahas kemampuan masing-masing secara lebih mendalam, membicarakan bagaimana mereka bisa mengkombinasikan keahlian mereka untuk menghadapi berbagai jenis tantangan yang mungkin mereka temui. Corviniann menjelaskan bahwa selain sihir ilusi dan penyamaran, dia juga memiliki kemampuan dasar dalam sihir informasi yang bisa membaca jejak energi magis yang ditinggalkan oleh makhluk atau struktur tertentu.

“Jika kita menemukan area dengan energi magis yang kuat,” jelasnya dengan mata yang bersinar dengan semangat, “saya bisa mencoba membaca apa jenis energi itu dan apakah itu berbahaya atau bisa membantu kita. Saya juga bisa membuat ilusi untuk menyamarkan keberadaan kita secara keseluruhan jika kita perlu melewati area yang penuh dengan makhluk buas.”

Luminarianna kemudian menjelaskan bahwa selain sihir api yang bisa digunakan untuk menyerang dan memberikan cahaya, dia juga memiliki kemampuan dalam sihir panas dan perlindungan termal. “Jika kita menemukan area yang sangat dingin atau penuh dengan air beku,” katanya dengan percaya diri, “saya bisa membuat bidang pelindung panas untuk menjaga kita tetap hangat. Saya juga bisa menggunakan panas untuk mencairkan es atau bahkan memasak makanan jika kita perlu beristirahat lebih lama.”

“Dan saya bisa menggunakan sihir bumi saya untuk berbagai keperluan,” tambah Borthworgiann dengan suara yang kuat. “Saya bisa menggali terowongan jika kita perlu mengambil jalur alternatif, membuat tembok pelindung jika kita diserang, atau bahkan menarik mineral penting dari dalam tanah jika kita membutuhkan bahan untuk memperbaiki sesuatu atau membuat senjata darurat.”

Patti kemudian menjelaskan tentang kemampuannya yang lebih luas dalam sihir penyembuhan dan konstruksi. “Selain menyembuhkan luka dan penyakit,” ucapnya dengan hati-hati, “saya juga bisa menggunakan sihir penyembuhan untuk mempercepat penyembuhan tanaman atau bahkan membuat sumber air menjadi lebih bersih dan aman untuk diminum. Dalam hal konstruksi, saya tidak hanya bisa membangun struktur yang kokoh tapi juga bisa memperbaiki barang-barang yang rusak atau membuat alat sederhana yang mungkin kita butuhkan.”

“Kemampuanmu sungguh luar biasa, Pattiwisiana,” ucap Luminarianna dengan kagum. “Saya tidak pernah bertemu dengan seseorang yang bisa melakukan begitu banyak hal dengan baik seperti kamu.”

“Ayah dan ibu saya mengajari saya bahwa setiap keterampilan bisa berguna jika kita tahu bagaimana menggunakannya dengan benar,” jawab Patti dengan senyum rendah hati. “Ayah saya bilang bahwa pandai besi yang baik tidak hanya bisa membuat senjata dan baju besi, tapi juga bisa memperbaiki alat pertanian atau membuat perhiasan yang indah. Ibu saya bilang bahwa penyihir penyembuh yang baik tidak hanya bisa menyembuhkan luka fisik tapi juga bisa membantu menyembuhkan luka hati dan menjaga keseimbangan alam sekitar kita.”

Mereka kemudian mulai membahas berbagai skenario yang mungkin mereka hadapi dan bagaimana mereka akan menghadapinya. Mereka membicarakan apa yang akan mereka lakukan jika menemukan sungai yang deras dan harus menyebranginya, bagaimana mereka akan menghadapi makhluk buas yang lebih kuat dari Grimclaw Wolf tadi, dan apa yang akan mereka lakukan jika salah satu dari mereka terluka parah atau terluka oleh racun makhluk buas.

“Jika salah satu dari kita terluka atau terkena racun,” ucap Patti dengan suara yang serius, “kita harus segera mencari tempat yang aman untuk beristirahat dan memberikan perawatan yang diperlukan. Saya bisa menangani sebagian besar jenis luka dan racun dengan sihir penyembuhan saya, tapi jika kasusnya terlalu berat, kita mungkin perlu mencari sumber penyembuhan alami yang ada di dalam area uji ini.”

“Saya bisa membantu mencari sumber penyembuhan itu,” tambah Corviniann. “Sihir informasi saya bisa membantu saya mendeteksi keberadaan tanaman obat atau mata air penyembuh yang mungkin tersembunyi di sekitar kita.”

Mereka juga membahas tentang pentingnya komunikasi dan kerja sama yang baik selama tes berlangsung. Patti mengambil gelang komunikasi yang diberikan Aetherlynn dan menjelaskan cara menggunakannya kepada teman sekelompoknya. “Kita harus selalu menjaga komunikasi satu sama lain,” katanya dengan tegas. “Jika salah satu dari kita menemukan bahaya atau menemukan jalur yang lebih aman, kita harus segera memberitahu yang lain. Jangan pernah merasa malu untuk meminta bantuan jika kamu membutuhkannya tidak ada yang salah dengan meminta bantuan, terutama ketika kita bekerja sama sebagai satu tim.”

“Kamu benar sekali,” ucap Borthworgiann dengan mengangguk. “Saya pernah gagal di tes praktik sebelumnya karena terlalu sombong untuk meminta bantuan dan berpikir bahwa saya bisa mengatasi segala sesuatu sendirian. Kali ini saya menyadari bahwa kerja sama adalah kunci untuk sukses bagi kita semua.”

Mereka kemudian membuat rencana untuk jalur yang akan mereka tempuh selanjutnya. Berdasarkan petunjuk dari tanda-tanda alam yang diamati Patti dan informasi awal dari sihir ilusi Corviniann, mereka memutuskan untuk mengambil jalur yang sedikit melengkung ke kiri yaitu jalur yang tampaknya lebih aman dan mungkin memiliki sumber air yang bisa mereka gunakan untuk menghidrasi(menghilangkan dehidrasi) diri setelah berjalan jauh.

“Saya akan berada di depan sebagai pemimpin jalur,” ucap Corviniann dengan suara yang lebih percaya diri. “Saya akan menggunakan sihir ilusi saya untuk menyamarkan keberadaan kita dan melihat bahaya dari kejauhan. Jika saya menemukan sesuatu yang mencurigakan atau berbahaya, saya akan segera memberitahu kalian melalui gelang komunikasi.”

“Saya akan berada di belakang sebagai penjaga belakang,” tambah Borthworgiann dengan sikap yang siap siaga. “Saya akan menjaga agar tidak ada makhluk buas yang mengikuti kita dari belakang dan siap membantu jika kita perlu membuat perubahan cepat pada rencana kita.”

“Saya akan berada di tengah untuk memberikan dukungan sihir dan cahaya,” ucap Luminarianna dengan tenang. “Saya juga akan mengawasi kondisi masing-masing dari kita dan memberikan peringatan jika saya merasakan adanya energi magis yang tidak biasa di sekitar kita.”

“Dan saya akan berada di posisi tengah, siap membantu di mana saja diperlukan,” ucap Patti dengan senyum yang penuh dengan keyakinan. “Saya akan siap untuk membangun struktur yang kita butuhkan, menyembuhkan luka yang mungkin terjadi, atau membantu dalam apa pun yang dibutuhkan oleh kelompok kita.”

Sebelum mereka melanjutkan perjalanan, Patti mengambil beberapa makanan ringan dari tasnya dan membagikannya kepada teman sekelompoknya. “Mari kita makan sedikit sebelum kita bergerak lagi,” katanya dengan ramah. “Kita perlu menjaga energi tubuh kita agar tetap stabil dan siap untuk menghadapi tantangan apa pun yang akan datang.”

Saat mereka makan dan minum air dari kantong kemasan yang mereka bawa, mereka mulai berbagi cerita tentang diri masing-masing dan mengapa mereka ingin menjadi anggota Guild SSAWF. Corviniann menceritakan bahwa dia berasal dari keluarga pedagang yang sering menjadi korban serangan bandit di jalan raya, dan itulah yang membuatnya memutuskan untuk belajar sihir dan menjadi petualang agar bisa melindungi dirinya sendiri dan keluarganya.

Luminarianna menceritakan bahwa dia berasal dari desa kecil di pegunungan yang sering diserang oleh makhluk buas dari gua-gua di sekitarnya. Dia adalah satu-satunya orang di desa yang memiliki bakat sihir api, dan dia ingin bergabung dengan guild untuk belajar lebih banyak sehingga bisa melindungi desa dan orang-orang yang dia cintai.

Borthworgiann menceritakan bahwa dia adalah pandai besi yang bekerja untuk membuat senjata dan baju besi untuk petualang, tapi dia merasa bahwa dia bisa melakukan lebih banyak dengan bergabung langsung dengan guild dan menggunakan kemampuannya untuk membantu petualang dalam misi mereka.

Patti kemudian menceritakan tentang kampung halamannya yang terkena penyakit misterius, dan bagaimana dia berjanji untuk menemukan Bunga Pembebas Jiwa yang dipercaya bisa menyembuhkan penyakit itu. Dia juga menceritakan tentang bagaimana dia ditinggalkan oleh regunya karena dianggap hanya sebagai pembawa barang, dan bagaimana itu membuatnya lebih tekun untuk membuktikan bahwa dia layak menjadi petualang yang benar-benar berguna.

“Kita semua memiliki alasan yang kuat untuk menjadi anggota guild,” ucap Luminarianna dengan suara yang penuh dengan empati setelah mendengar cerita Patti. “Dan dengan kerja sama yang baik seperti ini, saya yakin kita semua akan berhasil dan bisa mencapai tujuan kita masing-masing.”

“Benar sekali,” tambah Corviniann dengan semangat yang baru. “Setelah bekerja bersama dengan kalian semua, saya merasa lebih percaya diri dan yakin bahwa kita bisa melewati semua tantangan yang ada di depan kita.”

Patti merasa hati nya menjadi hangat mendengar kata-kata teman sekelompoknya. Dia tidak pernah menyangka bahwa dia akan bisa menemukan teman yang begitu baik dan mendukung dalam tes seleksi yang penuh dengan tantangan ini. Dia menyadari bahwa ini adalah salah satu hal terpenting yang dia pelajari selama tes ini bahwa menjadi petualang bukan hanya tentang kekuatan atau kemampuan sihir, tapi juga tentang memiliki teman yang bisa kamu andalkan dan bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama.

“Mari kita lanjutkan perjalanan kita,” ucap Patti dengan suara yang jelas dan penuh semangat, berdiri dan siap melanjutkan perjalanan. “Kita telah merencanakan dengan baik dan siap untuk menghadapi apa pun yang akan kita temui di depan. Bersama-sama, kita akan melewati tes ini dengan sukses dan menunjukkan bahwa kita layak untuk menjadi bagian dari Guild SSAWF.”

Dengan hati yang penuh dengan tekad dan persahabatan yang baru tumbuh, kelompok tiga mulai melanjutkan perjalanan mereka ke dalam hutan buatan yang penuh dengan misteri dan tantangan. Setiap langkah yang mereka ambil membawa mereka lebih dekat dengan tujuan mereka, dan dengan kerja sama yang baik dan perencanaan yang matang, mereka merasa siap untuk menghadapi apa pun yang akan datang di rintangan selanjutnya.

Di luar area uji, Seraphiniana dan Marthandelion terus mengamati perkembangan mereka dengan perhatian penuh. “Lihat bagaimana mereka sudah mulai seperti keluarga yang saling mendukung satu sama lain,” ucap Seraphiniana dengan suara yang penuh dengan kebanggaan. “Itulah jenis hubungan yang kita inginkan di antara anggota guild kita hubungan yang dibangun di atas kepercayaan, kerja sama, dan dukungan satu sama lain.”

Marthandelion mengangguk dengan setuju, matanya tetap terpaku pada layar kristal yang menampilkan kelompok tiga yang kini semakin jauh ke dalam hutan. “Anak muda ini benar-benar memiliki potensi untuk menjadi pemimpin yang baik di masa depan,” katanya dengan suara yang dalam dan penuh dengan penghargaan. “Dia tidak hanya cerdas dan berbakat, tapi juga memiliki hati yang siap untuk membantu orang lain dan melihat potensi terbaik dalam setiap orang di sekelilingnya.”

Di dalam area uji, kelompok tiga terus melangkah maju dengan langkah yang mantap dan percaya diri. Mereka tidak tahu pasti apa yang akan mereka temui di rintangan selanjutnya, tapi mereka tahu bahwa dengan kerja sama yang baik dan persiapan yang matang, mereka akan mampu menghadapinya keberhasilan bersama dan menunjukkan bahwa mereka layak untuk menjadi bagian dari komunitas besar Guild SSAWF.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!