Di Medan tahun 2026, Rania Putri pendiri startup yang membantu UMKM dengan teknologi data terpaksa bekerja sama dengan perusahaan besar dari Jakarta yang dipimpin oleh Reza Aditya, mantan kekasihnya yang menghilang tanpa kabar sepuluh tahun lalu.
Pada awalnya, mereka hanya fokus pada pengembangan aplikasi "UMKM Connect", namun menemukan kode aneh dalam sistem yang menyimpan jejak masa lalunya. Saat menyelidiki asal usul kode tersebut, mereka mengungkap rahasia mengejutkan, perpisahan mereka dulu adalah rencana jahat dari Doni Pratama, mantan sahabat Rania yang mengambil alih bisnis keluarga dia.
Di tengah penyelidikan yang penuh kejadian lucu dan tantangan bisnis, rasa cinta lama mereka kembali muncul. Setelah berhasil membongkar kejahatan Doni dan mendapatkan dukungan pemerintah, mereka tidak hanya menyelesaikan proyek aplikasi yang bermanfaat bagi jutaan UMKM, tapi juga menemukan kesempatan kedua untuk cinta.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gretha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 19 : NAMA PERUSAHAAN YANG TAK DIKENAL
Sinar matahari pagi menyinari lembaran-lembaran dokumen tua yang tersebar di atas meja kerja Rania di rumahnya. Dia sedang membersihkan ruang penyimpanan yang terlupakan di bawah tangga ketika menemukan sebuah kotak kayu tua yang penuh dengan berkas-berkas dokumen kuno – surat kontrak, buku besar usaha, dan foto-foto lama yang sudah mulai menguning akibat usia.
“Wah, ini pasti milik ayah dulu,” bisik Rania dengan hati-hati mengambil satu per satu berkas dokumen. Dia mulai menyortirnya dengan lembut, mengingat kenangan tentang ayahnya yang selalu sangat teliti dalam mencatat setiap detail usaha keluarga. Sampai pada satu berkas yang menarik perhatiannya – sebuah kontrak kerja sama dengan nama perusahaan yang dia kenal sangat baik namun tidak pernah menyangka memiliki hubungan dengan bisnis keluarganya: PRIMA TEKNOLOGI.
Rania merasa detak jantungnya berdebar kencang saat membaca judul kontrak yang tertulis dengan jelas: “PERJANJIAN KERJA SAMA ANTARA USAHA KELUARGA HIDAYAT DENGAN PRIMA TEKNOLOGI DIGITAL – TANGGAL 15 JUNI 2005”. Tangan nya sedikit gemetar saat dia membuka berkas tersebut dan mulai membaca isi kontrak dengan penuh perhatian.
Dalam kontrak tersebut tercatat bahwa usaha keluarga Rania yang fokus pada perdagangan bahan makanan telah bekerja sama dengan Prima Teknologi untuk mengembangkan sistem manajemen stok dan pemasaran yang modern. Perjanjian tersebut berlaku selama lima tahun dan mencatat bahwa Prima Teknologi telah memberikan bantuan teknologi yang sangat membantu dalam meningkatkan efisiensi dan omset usaha keluarga pada masa itu.
“Bagaimana mungkin aku tidak pernah tahu tentang ini?” bisik Rania dengan mata yang penuh kekaguman dan sedikit kebingungan. Dia tahu bahwa Prima Teknologi adalah perusahaan yang pernah bekerja sama dengan proyek UMKM Connect sebelum mereka bubar, namun dia tidak pernah menyangka bahwa mereka juga pernah bekerja sama dengan bisnis keluarganya hampir dua dekade yang lalu.
Dia segera mencari lebih banyak dokumen terkait dalam kotak kayu tersebut dan menemukan surat-surat resmi, bukti pembayaran, serta beberapa foto dari saat kerja sama tersebut berjalan. Di salah satu foto, dia melihat ayahnya yang masih muda berdiri bersama beberapa orang yang dia percaya adalah anggota tim Prima Teknologi, termasuk seseorang yang wajahnya tampak sangat akrab – namun dia tidak bisa mengingat nama orang tersebut.
Rania segera menghubungi nenek Aminah yang sedang berada di kebun belakang rumah. “Nenek, tolong datang ke sini sebentar! Aku menemukan sesuatu yang sangat mengejutkan!”
Nenek Aminah datang dengan cepat, mengusap-usap tangan nya yang masih sedikit berdebu dari menyiram tanaman. Dia melihat ke atas meja yang penuh dengan dokumen tua dan langsung mengenali mereka. “Itu adalah berkas usaha ayahmu dulu, kan nak? Kamu menemukan kotak itu dimana?”
“Di bawah tangga, Nenek. Dan lihat ini!” ucap Rania dengan penuh semangat sambil menunjukkan kontrak kerja sama dengan Prima Teknologi. “Ayah dulu bekerja sama dengan perusahaan yang sama dengan yang pernah kita kerjasamakan dalam proyek UMKM Connect! Mengapa aku tidak pernah tahu tentang ini?”
Nenek Aminah mengambil kontrak dengan hati-hati dan mulai membacanya dengan mata yang sudah mulai rabun jauh. Setelah beberapa saat, wajahnya menunjukkan ekspresi yang penuh kenangan dan sedikit kesedihan. “Ah, ya… itu adalah kerja sama yang sangat penting bagi usaha keluarga kita pada masa itu,” ucap neneknya dengan suara pelan. “Kita tidak pernah membicarakannya karena setelah kerja sama tersebut berakhir, banyak hal yang berubah dan kita fokus pada hal-hal lain.”
Rania duduk bersebelahan dengan neneknya, sangat ingin tahu tentang cerita di balik kerja sama tersebut. “Ceritakan padaku dong Nenek. Bagaimana awal mula kerja sama ini dan mengapa tidak pernah kamu ceritakan padaku?”
Nenek Aminah mengambil napas dalam-dalam sebelum mulai bercerita. “Sekitar dua puluh tahun yang lalu, usaha keluarga kita sedang menghadapi kesulitan besar. Persaingan semakin ketat dan kita kesulitan bersaing dengan usaha-usaha besar yang sudah menggunakan sistem teknologi modern. Ayahmu sangat khawatir dan terus mencari cara untuk meningkatkan usaha kita.”
Dia melanjutkan cerita tentang bagaimana ayah Rania pertama kali bertemu dengan pendiri Prima Teknologi, seorang pria muda bernama Budi Santoso yang memiliki visi besar tentang bagaimana teknologi bisa membantu usaha kecil dan menengah berkembang. “Pak Budi sangat terkesan dengan dedikasi ayahmu dalam menjalankan usaha dan ingin membantu kita dengan memberikan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan kita,” lanjut nenek Aminah dengan suara penuh nostalgia.
“Prima Teknologi saat itu masih merupakan perusahaan kecil yang baru saja berdiri,” cerita neneknya sambil mengingat-ingat masa lalu. “Mereka tidak hanya memberikan kita sistem teknologi yang dibutuhkan, tapi juga melatih kita untuk menggunakannya dengan benar. Mereka benar-benar peduli dengan kesuksesan usaha kita, bukan hanya mencari keuntungan semata.”
Rania mendengarkan dengan penuh perhatian, setiap kata neneknya semakin membuka mata nya tentang sejarah panjang yang menghubungkan keluarga nya dengan perusahaan yang kini sudah bubar namun terus memberikan kontribusi besar dalam hidupnya.
“Dengan bantuan sistem yang mereka buat, usaha keluarga kita bisa berkembang dengan pesat,” lanjut nenek Aminah dengan mata yang mulai berkaca-kaca. “Kita bisa mengatur stok dengan lebih baik, menghitung keuntungan dengan lebih akurat, dan bahkan mulai memasarkan produk kita ke pasar yang lebih luas. Banyak usaha kecil lain di sekitar kita juga mendapatkan manfaat dari kerja sama ini karena kita bisa membantu mereka dengan sistem yang sama.”
Rania menemukan lebih banyak dokumen yang menunjukkan bahwa kerja sama tersebut tidak hanya memberikan manfaat bagi usaha keluarga mereka, tapi juga bagi banyak usaha kecil di sekitar Medan yang mendapatkan bantuan teknologi dari Prima Teknologi melalui kerja sama dengan usaha keluarga mereka.
“Lihat ini Nenek,” ucap Rania dengan penuh kegembiraan sambil menunjukkan sebuah daftar nama usaha kecil yang pernah mendapatkan bantuan. “Ada nama-nama usaha yang sekarang menjadi bagian dari proyek UMKM Connect juga! Pak Joko dari Warung Makan ‘Cita Rasa’, Bu Sri dari Kerajinan Tangan ‘Asli Nusantara’ – mereka semua pernah mendapatkan bantuan dari Prima Teknologi melalui kerja sama dengan ayah kita dulu!”
Nenek Aminah tersenyum dengan bangga melihat daftar tersebut. “Ya nak. Banyak dari mereka yang masih ingat dengan bantuan yang diberikan pada masa itu. Itu sebabnya ketika kamu mulai proyek UMKM Connect, banyak usaha kecil yang dengan senang hati bergabung – mereka tahu bahwa teknologi yang kamu berikan berasal dari tempat yang benar dan memiliki sejarah yang baik dalam membantu usaha kecil.”
Rania merasa semakin terkejut mendengarnya. Semua yang terjadi ternyata bukan hanya kebetulan – ada benang merah yang menghubungkan masa lalu dengan masa kini, menghubungkan usaha keluarga nya dengan proyek yang kini menjadi bagian penting dari kehidupannya.
“Dan tahukah kamu nak?” lanjut nenek Aminah dengan suara yang semakin lembut. “Pak Budi dari Prima Teknologi adalah teman baik ayahmu sebelum mereka memiliki perbedaan pendapat yang membuat kerja sama tersebut berakhir.”
Rania merasa hati nya sedikit terkejut mendengarnya. Dia tahu bahwa ada sejarah perpecahan antara ayahnya dan ayah Reza, namun dia tidak menyangka bahwa ada juga hubungan dengan pendiri Prima Teknologi.
“Apa yang terjadi, Nenek?” tanya Rania dengan suara penuh perhatian.
Nenek Aminah menghela napas perlahan sebelum menjawab. “Setelah lima tahun bekerja sama dengan sukses, ada perbedaan pendapat tentang arah pengembangan usaha. Ayahmu ingin fokus pada pengembangan usaha lokal dan membantu lebih banyak usaha kecil di Medan, sedangkan Pak Budi ingin memperluas cakupan kerja sama ke seluruh Sumatera bahkan Indonesia. Perbedaan tersebut membuat mereka memutuskan untuk mengakhiri kerja sama dengan rasa hormat satu sama lain.”
Meskipun demikian, nenek Aminah menjelaskan bahwa hubungan pribadi antara ayah Rania dan Pak Budi tetap baik. “Mereka tetap berteman baik dan sering bertemu untuk berbagi cerita serta ide-ide baru,” ucap neneknya dengan senyum hangat. “Hanya saja mereka tidak lagi bekerja sama secara resmi dalam usaha.”
Rania kemudian menemukan sebuah surat pribadi dari Pak Budi kepada ayahnya yang ditulis pada akhir masa kerja sama. Dalam surat tersebut, Pak Budi menyampaikan rasa terima kasih nya yang dalam dan berjanji bahwa semangat untuk membantu usaha kecil akan selalu menjadi bagian penting dari apa yang dia lakukan dengan Prima Teknologi.
“Untuk teman baik saya Hasan – meskipun kita tidak lagi bekerja sama secara resmi, saya berjanji bahwa Prima Teknologi akan terus berusaha membantu usaha kecil dan menengah berkembang. Semoga suatu hari nanti, karya kita akan bertemu lagi dan memberikan manfaat bagi lebih banyak orang.”
– Budi Santoso, Pendiri Prima Teknologi Digital
Rania merasa air matanya hampir keluar membaca surat tersebut. Kata-kata Pak Budi ternyata menjadi kenyataan – karya mereka memang bertemu lagi melalui proyek UMKM Connect, dan kini mereka membantu lebih banyak usaha kecil dari yang pernah mereka bayangkan.
“Nenek, aku harus menunjukkan semua ini pada Reza dan tim kita,” ucap Rania dengan suara penuh tekad. “Ini adalah bukti bahwa semua yang kita lakukan sekarang adalah kelanjutan dari semangat yang sudah ada jauh sebelum kita mulai proyek ini.”
Dia segera menghubungi Reza dan mengundangnya datang ke rumahnya bersama dengan Dewi dan beberapa anggota tim inti UMKM Connect. Dalam waktu singkat, mereka semua berkumpul di ruang tamu Rania yang penuh dengan dokumen tua dan foto-foto sejarah kerja sama antara usaha keluarga Rania dengan Prima Teknologi.
“Semua ini benar-benar mengejutkan!” ucap Reza dengan penuh kekaguman setelah melihat semua dokumen dan mendengar cerita dari nenek Aminah. “Kita selalu berpikir bahwa kerja sama kita dengan Prima Teknologi adalah hal baru, namun ternyata ada hubungan yang jauh lebih dalam yang menghubungkan kita semua.”
Dewi juga merasa sangat terkejut dan kagum. “Ini menjelaskan mengapa sistem yang mereka kembangkan begitu mudah untuk kita integrasikan dengan proyek kita. Mereka sudah memiliki pengalaman yang luas dalam membantu usaha kecil, bahkan sejak dua dekade yang lalu.”
Mereka mulai membahas tentang bagaimana sejarah ini bisa memberikan nilai tambah bagi proyek UMKM Connect. Mereka bisa menggunakan cerita ini untuk menunjukkan bahwa mereka bukan hanya sebuah proyek baru yang datang dengan teknologi asing, tapi merupakan kelanjutan dari semangat lokal yang sudah ada lama dalam membantu usaha kecil berkembang.
“Kita bisa membuat bagian khusus dalam platform kita yang menceritakan sejarah ini,” usulkan Adi yang juga ikut serta dalam pertemuan tersebut. “Sehingga setiap usaha kecil yang bergabung tahu bahwa mereka menjadi bagian dari sesuatu yang memiliki akar yang dalam dan sejarah yang penuh dengan dedikasi untuk membantu mereka.”
Mereka juga memutuskan untuk mencari informasi lebih lanjut tentang Pak Budi Santoso, pendiri Prima Teknologi. Setelah beberapa pencarian, mereka menemukan bahwa Pak Budi kini tinggal di sebuah kota kecil di Jawa Tengah dan masih aktif membantu usaha kecil secara sukarela. Mereka memutuskan untuk mengunjunginya untuk memberikan rasa terima kasih dan berbagi cerita tentang bagaimana warisan Prima Teknologi terus hidup melalui proyek UMKM Connect.
Sebelum mereka pergi, nenek Aminah memberikan mereka sebuah kotak kecil yang berisi surat-surat dan foto-foto lama dari masa kerja sama dengan Prima Teknologi. “Bawa ini kepada Pak Budi,” ucap neneknya dengan suara penuh harapan. “Beritahu dia bahwa kita selalu berterima kasih atas bantuan yang diberikan pada masa itu, dan bahwa semangatnya terus hidup melalui apa yang kita lakukan sekarang.”
Beberapa hari kemudian, Rania, Reza, dan Dewi melakukan perjalanan ke Jawa Tengah untuk bertemu dengan Pak Budi Santoso. Mereka sampai di sebuah desa kecil yang penuh dengan usaha kecil yang berkembang pesat berkat bantuan teknologi yang diberikan oleh Pak Budi. Di sana, mereka menemukan Pak Budi yang sedang membantu seorang pemuda muda mengatur sistem pemasaran untuk usaha kerajinan tangan nya.
“Pak Budi?” panggil Rania dengan hati-hati ketika mereka mendekatinya. “Kami dari proyek UMKM Connect di Medan. Kami ingin bertemu dengan Anda untuk membicarakan sesuatu yang sangat penting.”
Pak Budi menoleh dengan ekspresi yang penuh keheranan, namun segera berubah menjadi senyum hangat ketika dia melihat dokumen dan foto-foto lama yang mereka bawa. “Anda pasti dari keluarga Hasan bukan?” ucap Pak Budi dengan suara penuh kenangan. “Wajah Anda sangat mirip dengan ayah Anda.”
Mereka semua duduk bersama di sebuah kedai kopi kecil di desa tersebut dan mulai bercerita tentang bagaimana mereka menemukan sejarah kerja sama antara usaha keluarga Rania dengan Prima Teknologi, tentang bagaimana proyek UMKM Connect kini terus membawa manfaat bagi usaha kecil seperti yang dia impikan, dan tentang bagaimana banyak usaha yang pernah dia bantu kini berkembang dengan baik.
Pak Budi mendengarkan dengan penuh perhatian, air mata mulai mengucur di pipinya ketika dia melihat foto-foto lama dan membaca surat dari ayah Rania yang sudah lama tidak dia lihat. “Saya selalu merindukan teman baik saya Hasan,” ucap Pak Budi dengan suara yang bergetar. “Kita pernah memiliki impian yang sama untuk membantu usaha kecil berkembang, dan saya senang mengetahui bahwa impian itu kini menjadi kenyataan melalui proyek yang Anda jalankan.”
Mereka menunjukkan kepada Pak Budi bagaimana sistem yang dia kembangkan dulu telah berkembang menjadi sesuatu yang lebih besar dan lebih baik melalui proyek UMKM Connect. Mereka juga memberitahunya tentang bagaimana banyak usaha kecil yang pernah dia bantu kini menjadi bagian dari komunitas yang semakin besar dan saling membantu satu sama lain.
“Saya tidak bisa percaya bahwa semua ini benar-benar terjadi,” ucap Pak Budi dengan suara penuh rasa syukur. “Ketika Prima Teknologi bubar beberapa tahun yang lalu, saya merasa bahwa impian saya untuk membantu usaha kecil juga berakhir. Namun ternyata semangat itu terus hidup dan berkembang melalui orang-orang seperti Anda.”
Mereka mengundang Pak Budi untuk bergabung dengan tim UMKM Connect sebagai penasihat teknis dan sejarah. Pak Budi menerima undangan tersebut dengan senyum lebar dan mata yang penuh harapan. “Saya akan sangat senang bisa bergabung dengan Anda semua,” ucapnya dengan penuh semangat. “Ini adalah kesempatan yang saya tunggu-tunggu untuk melanjutkan apa yang kita mulai bersama teman baik saya Hasan dulu.”
Pada perjalanan pulang ke Medan, mereka merasa bahwa mereka telah menemukan bagian penting dari jigsaw puzzle yang membentuk proyek UMKM Connect. Semua yang terjadi – dari kerja sama dengan Prima Teknologi dulu hingga proyek mereka sekarang – adalah bagian dari rencana yang lebih besar untuk membawa manfaat bagi usaha kecil di seluruh Indonesia.
“Sekarang aku mengerti mengapa semua ini terasa begitu tepat dan benar,” ucap Rania dengan suara penuh rasa syukur saat mereka sedang dalam perjalanan pulang. “Kita bukan hanya membuat sesuatu yang baru, tapi kita sedang melanjutkan apa yang sudah dimulai oleh orang-orang baik sebelum kita.”
Reza mengangguk dengan penuh kesadaran. “Dan ini hanya permulaan, Rania. Dengan Pak Budi bergabung dengan kita, kita bisa melakukan hal-hal yang lebih besar lagi dan membantu lebih banyak usaha kecil mencapai kesuksesan.”
Ketika mereka sampai di Medan menjelang malam, mereka langsung pergi menemui nenek Aminah untuk memberitahunya tentang pertemuan dengan Pak Budi. Nenek Aminah sangat senang mendengarnya dan merasa bahwa ayahnya yang sudah tiada pasti akan sangat bangga dengan apa yang telah mereka capai.
“Semua ini adalah bukti bahwa semangat untuk membantu orang lain tidak akan pernah mati,” ucap nenek Aminah dengan suara penuh kebanggaan. “Ia akan terus hidup dan berkembang melalui generasi ke generasi, membawa manfaat bagi banyak orang seperti yang kita lihat sekarang.”
Mereka semua berkumpul di ruang tamu yang penuh dengan kenangan, merasa bahwa mereka telah menyelesaikan bab penting dalam sejarah proyek mereka. Nama perusahaan yang tak dikenal dulu kini menjadi bagian penting dari cerita mereka – sebuah cerita tentang kerja sama, dedikasi, dan semangat untuk membantu usaha kecil yang terus hidup dan berkembang dari masa ke masa.