NovelToon NovelToon
Terjerat Gairah Sang Pengawal

Terjerat Gairah Sang Pengawal

Status: tamat
Genre:Tamat / Cintapertama / One Night Stand / Cinta Terlarang / Romansa
Popularitas:1.1M
Nilai: 4.4
Nama Author: sendi andriyani

"Aku kecanduan dengan tubuh mu, Nona." Juan berbisik sensual di telinga Syera.


"Kau begitu kurang ajar, mana ada pengawal yang menikmati tubuh anak majikan nya heh!" Ketus Syera sambil mengeratkan selimutnya.


Syera Alana Lurious gadis yang nakal dan susah di atur di pertemukan dengan Juan Karessa Mahendra yang di pekerjakan oleh ayah nya menjadi pengawal nya.


Karena suatu kejadian, membuat Syera dan Juan terlibat hubungan terlarang yang membuat sang ayah murka.


Bagaimanakah kisah cinta antara anak majikan dan pengawal nya? Apakah kedua nya bisa meluluhkan hati ayah Syera? Simak hanya disini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sendi andriyani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11 - TGSP

"Ju-an aahhh.." Syera mendesaah tertahan saat Juan tengah menyusu di dada nya, akhirnya Juan melakukan hal yang paling ingin dia lakukan sejak lama. Selain menyentuh nya, dia juga menikmati nya. 

Gundukan yang terasa sangat kenyal dengan puncak berwarna coklat kemerahan nampak sangat menggoda, membuat Juan tak tahan ingin memakan puncak buah ranum itu.

"Pelan-pelan, jangan di gigit dong.." Nafas Syera tersengal, sensasi yang di berikan Juan sungguh di luar dugaan nya. 

Juan mendongakan wajah nya, tapi mulut nya masih betah berada di buah kenyal sang Nona. Sebelah tangan nya juga aktif meremaas buah yang sebelah lagi. 

"Kenyal, Nona. Enak, gurih." Ucap Juan sambil tersenyum, mulut nya penuh dengan gumpalan lemak itu.

"Geli, Ju."

"Tapi enak kan?" Tanya Juan sambil tersenyum. 

"Ya, iya sih enak. Sensasi nya bikin aku panas dingin, tapi kok kelamaan jadi ngilu ya? Kamu nya sih gigit-gigit putting nya." Ucap Syera sambil menepuk pelan pundak Juan.

"Habisnya gemesin."

"Ini merah-merah juga karena ulah mulut kamu nih, jadi nya aku bakal bisa pake baju seksi besok." Ucap Syera sambil melihat buah kenyal miliknya yang terdapat beberapa tanda kemerahan ulah mulut nakal Juan.

"Baguslah, biar kamu gak umbar tubuh kamu. Ini kan punya aku." 

"Punya kamu?" Tanya Syera sambil terkekeh.

"Iya, kamu memberikan nya padaku untuk pertama kali nya. Itu artinya, ini milik ku." Jawab Juan sambil memainkan puncak kecoklatan itu dengan gemas, sesekali menarik nya membuat Syera meringis karena ngilu.

"Ju, ngilu ihh jangan di tarik gitu." 

"Ternyata mainin ini lebih candu dari pada main lato-lato." 

"Hmmm, kamu nya aja yang mesuum."

"Dihh, kamu juga mesuum, sayang. Kamu yang ngajakin ciuman duluan tadi, aku cuma nurutin permintaan kamu aja." Jawab Juan sambil tersenyum, tangan nya tetap memilin ujung buah gadis itu. 

"Apaan sih sayang-sayang, di ajakin pacaran boongan aja gak mau." Ketus Syera.

"Aku gak mau kalau boongan, kalau beneran ya ayo." Jawab Juan sambil menjawil manja dagu Syera. Gadis itu masih betah berada di pangkuan Juan, tangan nya tetap melingkar di leher kokoh pemuda itu. Sedangkan Juan, dia sibuk dengan kegiatan nya sendiri, meski sambil mengobrol tapi tetap saja tangan nya tak bisa di kondisikan.

"Tapi aku nya punya pacar, aku udah mutusin dia kan. Tapi kamu denger sendiri, dia nya gak mau putus." 

"Yah, jadi selingkuhan deh gapapa. Tanggung kan, kamu nya udah di tuduh selingkuh sama pacar kamu sendiri." Jawab Juan santai tanpa beban.

"Hmmm, boleh juga sih. Nice try." 

"Jadi?" Tanya Juan.

"Kita pacaran apa gimana?" Balik tanya Syera membuat Juan tertawa.

"Aku sih terserah kamu aja." 

"Yaudah deh, kita pacaran ya?" Tanya Syera.

"Oke, tapi kamu jangan ngasih punya aku sama pacar kamu itu, gak rela pokoknya."

"Dih, posesif banget kamu." Ucap Syera.

"Ya aku posesif karena ini punya aku." Jawab pemuda itu membuat Syera terkekeh. 

Juan tersenyum, lalu kembali mencium bibir sang gadis yang kini status nya menjadi kekasih nya, ya meski kekasih gelap, tapi tak masalah.

Pacaran dengan pengawal sendiri? Aahh cukup masuk akal juga. 

"Sayang.."

"Hmm, iya sayang.." jawab Syera, kedua nya pun sepakat memanggil dengan panggilan sayang.

"Agak geseran dikit dong, ini aku kejepit." Ucap Juan dengan suara berat nya, karena junior nya terbangun dari tidurnya.

"Kenapa, apa dia bangun?" Tanya Syera sambil mengusap celana Juan yang menggembung, usapan lembut itu membuat Juan memejamkan mata nya. 

"Sa-yang.." panggil Juan serak, bisa di pastikan dia tengah bernafssu saat ini karena ulah tangan nakal Syera.

"Iya, kenapa? Enak kan, aku usap-usap ya."

"Di hisap, yang?" Tanya Juan, dia sudah berada di bawah kendali nafssu hingga telinga nya tak berfungsi dengan baik.

"Hah, aku gak bilang mau hisap. Aku bilang, aku mau usap-usap, biar lebih enakan." 

"Ohh usap-usap ya? Telinga ku mendadak tuli." Jawab Juan, membuat Syera tertawa. 

"Kamu ini, kenapa? Kamu sangee ya?" Goda Syera sambil tersenyum kecil. 

"Hmmm, iya kali. Makanya dia bangun." Jawab Juan. 

"Ya sudah, kamu mau apa sekarang?"

"Kamu tanya aku mau apa? Hmmm, apa ya? Makan mungkin, aku lapar." Jawab Juan.

"Yaudah, ayo makan."

"Enggak, aku malu kalo harus numpang makan. Aku pulang saja ya?" 

"Kenapa harus malu sih? Jangan begitu dong." Ucap Syera sambil menggelayut manja di leher kokoh pemuda itu. 

"Enggak deh, yang." Tolak Juan lagi.

"Hmm, yaudah deh." Pasrah Syera, tadinya dia ingin makan bersama Juan. Tapi kalau Juan nya gak mau, apa dia harus memaksa?

Syera turun dari pangkuan Juan, gadis itu mengambil kaos oversize dan memakai nya untuk menutupi bercak-bercak kemerahan hasil karya Juan barusan.

"Nah, kamu keliatan lucu kalau pakai baju kayak gini, sayang."

"Lucu ya? Kamu suka?"

"Suka, aku lebih suka kamu yang begini dari pada pake baju seksii." Jawab Juanx diaebuh menyukai Syera yang bergaya sedikit tomboi.

"Hmmm, baiklah. Aku akan melakukan nya untuk mu, besok aku akan memakai pakaian seperti ini."

"Benarkah?" Tanya Juan, mata nya berbinar cerah.

"Lihat saja besok, kamu akan menyukai nya." 

"Baiklah, aku tak sabar menunggu hari esok." Ucap Juan sambil tersenyum.

"Yaudah, ayo keluar. Sudah cukup ciuman nya untuk hari ini."

"Iya sayang." Jawab Juan sambil tersenyum. Dia pun mengikuti langkah Syera keluar dari kamar. 

"Sudah ngobatin Juan nya, sayang?" Tanya Roberts yang masih santai dengan koran di tangan nya, posisi nya bahkan tidak berubah sama sekali. Masih di kursi yang sama, namun kopi di cangkir nya sudah habis.

"Sudah, pah." Jawab Syera, tanpa menunjukan ekspresi apapun. Berbeda dengan Juan yang nampak tegang, namun saat melihat ekspresi Syera yang datar, Juan pun melakukan hal yang sama.

"Ajak makan dulu Juan nya."

"Tidak usah, Tuan. Saya akan pulang saja, mama dan Rinda pasti sudah menunggu kepulangan saya, Tuan." 

"Hmmm, baiklah kalau begitu." Jawab Roberts sambil tersenyum. Juan pun membungkukan setengah badan nya dengan hormat, lalu berpamitan untuk segera pulang karena hari sudah cukup petang, sebentar lagi malam.

Syera mengikuti langkah Juan hingga ke teras, pemuda itu mencubit manja hidung mancung Syera sebelum pergi dengan motor matic jadul nya.

"Hati-hati di jalan nya, Juan."

"Baik, Nona. Terimakasih sudah mengobati luka saya juga bonus susu nya." Ucap Juan sambil mengedipkan sebelah mata nya dengan genit, membuat wajah Syera memerah. 

"Sudahlah, cepat pulang sana. Jangan lupa baju yang tadi di bawa."

"Ini sudah, Nona. Terimakasih ya."

"Sama-sama, salamin sama Rinda juga sama Mama kamu ya." Ucap Syera, Juan pun menganggukan kepala nya mengiyakan. Pemuda itu pun pergi dengan melajukan sepeda motor nya dengan kecepatan sedang. Masalah mencuci mobil, dia akan melakukan nya esok hari sebelum berangkat mengantar Syera ke kampus. Jadi, besok pagi dia harus datang lebih pagi kesini.

Juan pun melajukan kendaraan nya menjauhi rumah besar milik Roberts. Senyum nya terkembang cerah, dia punya pacar? Ya, walaupun cuma jadi selingkuhan tapi tak masalah karena dia cukup senang dengan status nya saat ini.

"Kakak.." Sambut Rinda di depan rumah, gadis kecil periang itu tersenyum lebar menyambut kepulangan sang kakak. 

"Iya Rinda, mana Mama?"

"Di rumah, barusan habis makan sama opor ayam dari tetangga." Jawab Rinda, memang di lingkungan tempat dirinya tinggal ada beberapa tangga yang berbaik hati padanya dan sang mama, tapi kebanyakan sih yang julid menyebalkan.

"Ohh, ini baju buat kamu sama Mama dari majikan kakak." Juan memberikan paperbag pada adiknya, membuat Rinda bersorak kegirangan. Jarang-jarang Rinda membeli baju, untuk kebutuhan sehari-hari saja susah, jangankan untuk membeli baju baru.

"Yeee, baju baru. Makasih kakak." Rinda pun berlari ke rumah dan menunjukan pakaian yang di belikan oleh majikan kakak nya. Dengan riang, dia membuka satu-satu persatu barang yang ada di dalam paperbag itu. 

"Baju baru dari siapa, Nak?" 

"Dari Non Syera, Ma. Tadi dia ke mall belanja, sekalian beliin buat mama sama Rinda juga. Juan juga di beliin beberapa." Jawab Juan.

"Wahh, majikan mu sangat baik, Nak. Kamu harus bekerja dengan giat, malu sama majikan kamu yang baik kalau kamu kerja nya gak bener." 

"Iya Ma." Jawab Juan sambil tersenyum manis. Meskipun dalam hati, dia cukup ketar ketir. Dia sudah berada di tahap membahayakan saat ini, yakni memacari putri majikan nya sendiri.

........

🌻🌻🌻🌻🌻

1
Dewi Purnamasari
lanjut thor
Dewi Purnamasari
seru ngg neko neko
Cece Linda
ngiler bgt dah
Daryati Idar
lanjut thor
Ade Tri Yuliana
Luar biasa
s
batal
s
ya ampun
s
memangut
s
seharusnya syera
ruhe
Kecewa
ruhe
keren visual xu zhibin di ambil🤩
Cinta Alona putri
lnjut thor
Muliati Muliati
Biasa
Muliati Muliati
Buruk
Farida Rapalawa
Luar biasa
Bapak Adi
huhhhh lagi seru sinyal ga mendukung 😭
Bapak Adi
juaaannnn
Falentino Fahrudin
mantap.Lanjutkan cerita nya...
Anik Suprihatin
Kecewa
Anik Suprihatin
Buruk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!