NovelToon NovelToon
RYUGA

RYUGA

Status: sedang berlangsung
Genre:Bad Boy / Cintapertama / Idola sekolah
Popularitas:3.4k
Nilai: 5
Nama Author: Yudi Chandra

Vierra Quinn Maverick menjadi anak baru di SMA Lentera Cendekia.
Namun di hari pertamanya, ia kembali bertemu dengan teman SMP-nya, Ryuga Arashima Renzo. Dingin, karismatik, dan kini dikenal sebagai Leader of RAVENIX, geng motor paling disegani di Jakarta. Sosok yang dulu begitu dekat dengannya… sebelum sebuah kesalahpahaman memisahkan mereka.
Quinn memilih pergi tanpa berpamitan kepada Ryuga.
Pertemuan itu bukan sekadar reuni, melainkan benturan dua hati yang belum benar-benar selesai.
"Mulai detik ini, jauhin gue!" — Quinn.
“Jauhin lo? Coba ulang lagi kalimat itu sambil liat mata gue. Masih berani?” — Ryuga.
Di tengah konflik sekolah, rivalitas geng, dan rahasia yang terungkap perlahan, mereka dipaksa menghadapi satu pertanyaan:
Apakah cinta pertama mereka telah usai…
atau justru belum pernah benar-benar padam?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yudi Chandra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

20

Pagi itu terasa lebih cerah dari biasanya di rumah Quinn.

Sinar matahari jatuh lembut di halaman depan, menimpa daun-daun hijau yang basah oleh siraman air. Udara masih segar, dengan aroma tanah yang lembap bercampur wangi bunga melati yang tumbuh di sudut taman.

Rumah itu tampak tenang.

Namun di dalamnya, seseorang sedang tidak setenang itu.

Di kamar lantai atas, Quinn berdiri di depan cermin.

Ia sudah rapi dengan seragam sekolah, rambutnya diikat sederhana, tetapi tangannya masih sibuk merapikan hal-hal kecil yang sebenarnya tidak perlu diperbaiki.

Ia menatap bayangannya sendiri.

Lalu menghela napas.

“Kenapa gue jadi gugup gini sih…”

Padahal ini hanya berangkat sekolah.

Namun perasaan itu berbeda.

Karena sekarang—

Ryuga bukan sekadar seseorang yang ia tunggu diam-diam.

Ia adalah… pacarnya.

Pipi Quinn memerah samar saat mengingat kata itu.

“Pacar…”

Ia menutup wajahnya sebentar.

“Ya ampun, aneh banget…”

Di luar rumah, suara motor berhenti pelan di depan pagar.

Selena yang sedang menyiram tanaman langsung menoleh.

Air dari selang masih mengalir perlahan saat matanya menangkap sosok yang berdiri di depan rumah.

Ryuga.

Dengan jaket hitamnya dan ekspresi tenang, ia turun dari motor lalu melangkah mendekat.

Selena mengangkat alis sedikit, lalu tersenyum.

“Eh… Ryuga ya?”

Ryuga menunduk sopan.

“Iya, Tante.”

Ia meraih tangan Selena dan menyalaminya dengan hormat.

Selena mengangguk pelan, memperhatikan pemuda di depannya dengan sorot mata yang halus namun penuh arti.

“Jemput Rara?”

Ryuga mengangguk singkat.

“Hm.”

Selena tersenyum tipis.

“Tunggu bentar ya. Dia masih di da—”

“SELAMAT PAGI, PACAR!”

Suara ceria itu langsung memotong ucapan Selena.

Ryuga menoleh.

Dan di sana—

Quinn berdiri di ambang pintu dengan senyum lebar yang terlalu terang untuk pagi hari.

Ia berjalan cepat menghampiri Ryuga tanpa ragu.

Selena langsung memutar bola mata.

“Baru juga kemarin galau kayak dunia mau kiamat…”

Quinn langsung melotot.

“Mama!”

Ia menatap Selena kesal.

“Jangan dibongkar dong!”

Ryuga mengangkat alis.

“Galau?”

Quinn panik.

“NGGAK!”

Selena menyilangkan tangan dengan santai.

“Oh ya? Siapa ya yang bilang ‘Ryuga jahat banget, gue benci dia’ sambil ngurung diri di kamar?”

Quinn menutup wajahnya dengan kedua tangan.

“Ya Tuhan…”

Ryuga menahan senyum.

Quinn langsung menunjuknya.

“Lo jangan berani-berani ketawa!”

Ryuga menggeleng pelan.

“Gue nggak ketawa.”

Namun jelas, sudut bibirnya terangkat.

Selena menghela napas panjang.

“Udah sana berangkat. Mama nggak mau jadi penonton drama pagi-pagi.”

Quinn langsung menarik tasnya.

“Iya, iya!”

Namun sebelum pergi, Selena menatap Ryuga lagi.

“Jagain anak saya ya.”

Nada suaranya ringan, tetapi mengandung makna yang dalam.

Ryuga menatapnya dengan serius.

“Pasti, Tante.”

Satu kalimat sederhana.

Namun cukup tegas.

Quinn langsung menarik tangan Ryuga.

“Ayo!”

Beberapa detik kemudian, mereka sudah berada di atas motor.

Namun suasana di antara mereka… berbeda.

Tidak seperti biasanya.

Quinn yang biasanya tidak bisa diam, kini justru terdiam.

Tangannya ragu-ragu sebelum akhirnya memeluk pinggang Ryuga.

Pelan.

Canggung.

Ryuga menyadari itu.

Ia menyalakan mesin motor.

“Pegangan yang bener.”

Nada suaranya tenang, namun terdengar lebih lembut.

Quinn mendengus kecil.

“Iya, tahu…”

Namun kali ini—

Ia benar-benar memeluknya.

Lebih erat.

Ryuga sedikit terdiam.

Sentuhan itu terasa berbeda.

Bukan sekadar kebiasaan.

Melainkan sesuatu yang… lebih dalam.

Motor mulai melaju.

Angin pagi menyapu wajah mereka.

Beberapa saat, tidak ada yang bicara.

Hanya suara mesin motor dan detak jantung yang entah kenapa terasa lebih keras dari biasanya.

Hingga akhirnya—

Quinn berbicara pelan.

“Ryuga…”

“Hm?”

Quinn menunduk sedikit di belakangnya.

“…ini beneran ya?”

Ryuga sedikit mengernyit.

“Apa?”

Quinn menggigit bibirnya.

“Kita…”

Ia berhenti sejenak.

“…pacaran?”

Ryuga memperlambat laju motornya sedikit.

Lalu menjawab singkat—

“Iya.”

Satu kata itu terasa begitu pasti.

Begitu nyata.

Quinn tersenyum kecil.

Ia tanpa sadar menyandarkan pipinya ke punggung Ryuga.

“Masih aneh…”

Ryuga menatap jalan di depan.

“Nanti juga biasa.”

Quinn mencubit pinggangnya pelan.

“Gaya banget lo.”

Ryuga terkekeh.

Lalu beberapa detik kemudian—

Ia berkata dengan nada yang lebih rendah.

“Ra.”

Quinn menjawab pelan.

“Hm?”

Ryuga menarik napas sebentar.

“Jangan terlalu deket sama cowok lain.”

Quinn langsung mengangkat kepala.

“Hah?!”

Ryuga tetap fokus ke depan.

“Gue nggak suka.”

Quinn mendengus.

“Lo posesif banget sih!”

Ryuga menjawab santai.

“Lo tahu gue.”

Quinn terdiam.

Lalu tanpa sadar—

Ia tersenyum.

Ia kembali memeluk Ryuga lebih erat.

“Nyebelin…”

Ia berbisik pelan.

“…tapi gue nyaman.”

Ryuga tidak menjawab.

Namun genggaman tangannya pada stang sedikit menguat.

Dan untuk pertama kalinya—

ia merasa benar-benar memiliki sesuatu yang selama ini hanya bisa ia jaga dari jauh.

Quinn.

...----------------...

Pagi itu, halaman SMA Lentera Cendekia tampak lebih ramai dari biasanya.

Sinar matahari jatuh terang di atas lapangan upacara, memantul pada jendela-jendela gedung sekolah yang tinggi. Suara murid-murid bercampur menjadi riuh khas pagi hari—tawa, obrolan ringan, hingga langkah kaki yang saling bersahutan di koridor.

Namun perlahan—

keramaian itu berubah arah.

Semua mata tertuju pada satu titik.

Suara motor sport hitam memasuki gerbang sekolah.

BROOOM…

Motor itu melaju dengan tenang, namun aura pengendaranya membuat suasana langsung berbeda.

“Eh… itu…”

“Seriusan?”

“Ryuga…?”

Bisik-bisik mulai terdengar di antara para siswa.

Dan saat motor itu semakin dekat—

napas banyak orang seakan tertahan.

Karena untuk pertama kalinya—

Ryuga tidak datang sendirian.

Di belakangnya, seseorang memeluk pinggangnya.

Seorang perempuan.

“ITU SIAPA?!”

“Demi apa… Ryuga bonceng cewek?!”

“Gue nggak pernah lihat itu terjadi…”

“Naomi aja nggak pernah dibonceng…”

Bisik-bisik itu berubah menjadi kehebohan kecil yang menyebar cepat.

Motor itu akhirnya berhenti di area parkiran.

Quinn perlahan turun dari motor.

Beberapa helai rambutnya sedikit berantakan karena angin, namun justru membuatnya terlihat semakin hidup.

Sementara Ryuga turun dengan tenang, seperti tidak peduli pada puluhan pasang mata yang sedang memperhatikan mereka.

Namun—,

tindakannya selanjutnya justru membuat semuanya semakin heboh.

Ia mendekat ke Quinn.

Tangannya terangkat—

lalu dengan gerakan alami, ia merapikan rambut Quinn yang berantakan.

“Berantakan.”

Nada suaranya rendah.

Quinn langsung mematung.

“Apa sih…”

Ia refleks menepis pelan tangan Ryuga, namun wajahnya memerah.

Ryuga tidak berhenti di situ.

Ia menatap Quinn dari atas ke bawah.

“Sepatu lo belum rapi.”

Quinn melotot.

“Hah?”

Tanpa banyak bicara—

Ryuga berjongkok.

Dan merapikan tali sepatu Quinn.

Detik itu—

suasana benar-benar hening.

Lalu—

“ANJIRRR?!”

“GUE HALU APA GIMANA?!”

“Itu Ryuga kan?!”

“Kapten basket kita yang dingin itu?!”

Quinn panik setengah mati.

“GA,,,,! LO NGAPAIN SIH?!”

Ryuga berdiri lagi, santai.

“Udah.”

Quinn menutup wajahnya.

“Malu banget, sumpah…”

Namun di balik itu—

hatinya berdebar tidak karuan.

Perhatian kecil itu terasa… terlalu dalam.

Terlalu nyata.

Dan terlalu spesial.

Belum sempat mereka bergerak—

tiba-tiba beberapa orang mendekat dengan ekspresi penuh arti.

Zayden, Keano, Elric, dan Vexa.

“Wah wah wah…”

Zayden menyeringai.

“Pagi-pagi udah bikin gempar aja, kapten.”

Keano langsung nyengir lebar.

“Gue kira gue salah liat…”

Ia menunjuk Quinn.

“Ternyata beneran ada cewek di motor lo!”

Elric hanya berdiri dengan ekspresi datar, namun matanya memperhatikan dengan tajam.

Sementara Vexa langsung berteriak heboh—

“WOIII... QUINN?!”

Ia menarik Quinn mendekat.

“GUE TINGGAL SEBENTAR LO UDAH LEVEL UP?!”

Quinn langsung menutup mulut Vexa.

“DIEM LO!”

Zayden menyilangkan tangan.

“Jadi ini alasannya kapten kita tiba-tiba jadi manusia normal?”

Ryuga menatapnya dingin.

“Berisik.”

Keano tertawa.

“Gue nggak nyangka sih…”

Ia mendekat sedikit.

“Yang dingin kayak es batu bisa boncengin cewek juga.”

Vexa menyikut Quinn.

“Gila sih lo…”

Ia berbisik cepat.

“Kapten basket, dingin, ganteng, terus sekarang bucin lagi.”

Quinn langsung merah.

“Apaan sih…”

Namun sebelum ia sempat membalas—

tangan Ryuga tiba-tiba menarik pergelangan tangannya.

“Udah.”

Ia menatap yang lain.

“Kita ke kelas.”

Nada suaranya tegas.

Posesif.

Seolah tidak ingin Quinn terlalu lama jadi pusat perhatian mereka.

Quinn sedikit terkejut.

Namun diam-diam—

ia menyukai itu.

Cara Ryuga menariknya.

Seolah ia benar-benar miliknya sekarang.

Di sisi lain parkiran—

sepasang mata memperhatikan semuanya.

Naomi berdiri bersama dua sahabatnya, Vanya dan Sherly.

Wajah Naomi menegang.

Tatapannya tidak lepas dari Ryuga—

yang baru saja… memperlakukan Quinn dengan cara yang tidak pernah ia dapatkan.

Tangannya mengepal perlahan.

“Itu…”

Suaranya tertahan.

“…apa-apaan?”

Vanya mendengus.

“Serius sih, gue nggak nyangka.”

Sherly menyeringai tipis.

“Berani juga ya si Quinn…”

Naomi mengerutkan dahi.

“Maksud lo?”

Vanya menatapnya.

“Ya jelas.”

Ia mengangkat bahu.

“Deketin Ryuga kayak gitu di depan umum.”

Sherly menambahkan.

“Padahal semua orang tahu lo yang paling dekat sama Ryuga dulu.”

Kalimat itu seperti bensin yang disiram ke api.

Wajah Naomi semakin dingin.

“Tapi dia…”

Ia menatap Quinn tajam.

“…nggak pernah kayak gitu ke gue.”

Vanya tersenyum miring.

“Ya mungkin…”

Ia sengaja berhenti sebentar.

“…karena dia nggak pernah beneran milih lo.”

Sherly tertawa kecil.

“Atau… dia udah nemu yang lebih menarik.”

Naomi langsung mengepalkan tangan lebih kuat.

Rasa panas menjalar di dadanya.

Cemburu.

Kesal.

Dan… terluka.

Tatapannya kembali pada Quinn—

yang kini berjalan di samping Ryuga.

Dekat.

Terlalu dekat.

Dan untuk pertama kalinya—

Naomi merasa kehilangan sesuatu yang bahkan belum pernah benar-benar ia miliki.

Sementara itu, di sisi lain—

Quinn berjalan di samping Ryuga.

Masih sedikit salting.

“Lo tuh…”

Ia melirik Ryuga.

“…ngapain sih tadi?”

Ryuga menatap lurus ke depan.

“Apa?”

Quinn mendengus.

“Ngikat sepatu gue segala…”

Ryuga menjawab santai.

“Biar rapi.”

Quinn menatapnya beberapa detik.

Lalu tersenyum kecil.

“Ryuga…”

“Hm?”

Quinn menunduk sedikit.

Namun suaranya lembut.

“…makasih.”

Ryuga tidak langsung menjawab.

Namun tangannya perlahan menyentuh tangan Quinn—

lalu menggenggamnya sebentar.

Cepat.

Seolah tidak ingin terlalu terlihat.

Namun cukup untuk membuat Quinn membeku.

Dan jantungnya kembali berdetak tidak karuan.

Di tengah hiruk pikuk sekolah—

mereka berjalan bersama.

Dengan perasaan yang sama.

Yang kini tidak lagi perlu disembunyikan.

...****************...

1
Nur Halida
oke naomi ... kamu nyerah aja gak usa deket2 lagi ama ryuga karena ryuga udah cinta mati sama quinn
Nur Halida
gilirannya vexa sama elric nih🤭🤭😁
Angelia nikita Sumalu
karena kamu menghalu bisa memiliki ryuga .. dalam mimpi sekalipun ryuga gak akan pernah memilih kamu.. dalam keadaan apapun perempuan yang akan selalu dipilih ryuga hanya quiin seorang meskipun bereinkarnasi ke kehidupan selanjutnya 😂😂😂
Bu Dewi
lanjut 😍😍😍
Nur Halida
kan emang ryuga gak pernah suka sama elo naomi... jadi yang waras ya 🤣🤣jangan gangguin quinn lagi😁
Nur Halida
cieee ... akhirnya jadian juga 😁😁😁
Nur Halida
mangkanya ga baca dulu tuh undangan biara gak salah paham lagi😄
Angelia nikita Sumalu
salah paham jilid 2..
Nur Halida
eh.. jangan2 ryuga pergi karena parah hati dan salah paham ama quinn kek dulu quinn pergi karena salah paham ama ryuga.. .
baca dong ga nama di undangannya biar kamu gak kecewa dan nama quinn masih ada di hatimu
Nur Halida
udah mulai gak salah paham lagi .. syukurlah😁
Yudi Chandra: aku seneng kamu selalu hadir....💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞😘😘😘😘😘😘
makaciiiiiih🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
Nur Halida
lope you ryuga . .😍😍😍😍😍
Yudi Chandra: love you toooooo🤭🤭🤭🤭😘😘😘😘
total 1 replies
Nur Halida
udah deh ga kalo kamu emang beneran suka sama quinn jauhi naomi .. jangan masukkan dia pada circle pertemananmu lagi biar quinn gak salah paham terus .. dari dulu quinn salah paham karena naomi yg nempelin kamu mulu
Yudi Chandra: betul tuh betul.....🤭🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Nur Halida
jangan berani berharap apa2 ren karena quinn punya ryuga..
Yudi Chandra: Hahaha....jangan gitu dong...kasian dia🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Nur Halida
modus terus buat dapat viuman pipi dari quinn😁😁
Yudi Chandra: lumayan kaaannn🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Bu Dewi
lanjut kak🤭🤭🤭🤭
Yudi Chandra: siiippppp👍👍👍👍😘😘😘😘
total 1 replies
Angelia nikita Sumalu
maksa banget sih....
tebal muka banget...
berapa lapis tuh... macam kue lapis aja... 🤣🤣🤣
Yudi Chandra: Hahahha....tapi kue lapis enak tauuuuu🤭🤭🤭🤭🤭😅😅😅😅😅
total 1 replies
Angelia nikita Sumalu
Heyy cewek gila...
Jangan berani²...
Yudi Chandra: dihhhh....mana peduli dia...😅😅😅🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Angelia nikita Sumalu
Ternyata oh ternyata..
ada perempuan yang gak tahu malu mengatasnamakan teman masa kecil.. yg segitu gak tahu malunya segitu terobsesinya makanya mengaku ke quinn kalau dia pacarnya ryuga... hidup lu macam pemeran dalam drama cina si pemeran cewek manipulatif yg mengatasnamakan teman masa kecil tapi didepan wanita yg disukai sahabat mu mengakui kalau kamu sama sahabatmu itu pacaran padahal dekat kamu aja sahabatmu itu risih... bangun woyy Naomi... percuma nama cantik tapi kelakuannya minus
Yudi Chandra: hadeeehhh....cinta itu buta saayyyyyy🤭🤭🤭🤭😅😅😅😅😅
total 1 replies
Nur Halida
banyak saingan ya ryuga ???
semangat ga....aku pendukung setiamu😁😁😁
Yudi Chandra: Hahahha...bisa aja lu🤭🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Nur Halida
ya karena kamu ada rasa sama ryuga quinn🤭🤭
Yudi Chandra: Hihihihi......masih denial diaaa🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!