Tessa hanyalah gadis biasa yang hidupnya digerakkan oleh takdir dan kesalahan orang lain. Pernikahan mendadak dengan Nickolas Adhitama, pria kaya dan dingin, bukanlah pilihannya, tapi kenyataan yang harus dihadapinya.
Nick, yang terbiasa menguasai segalanya, kini berhadapan dengan Tessa, wanita lembut, teguh, tapi menantang yang membuatnya kehilangan kendali.
Sementara Tessa berjuang menjaga harga diri dan kemandirian, Nick harus belajar bahwa hati manusia tak bisa diatur dengan kekuasaan atau uang.
Di dunia di mana satu keputusan bisa menjadi perang psikologis, akankah cinta tumbuh di antara ketegangan dan luka masa lalu, ataukah mereka hanya menjadi tawanan takdir yang kejam?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ludiantie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 30
Waktu berjalan lebih cepat dari yang Nick sadari.
Satu laporan selesai, lalu berganti ke laporan lain.
Beberapa email ia balas singkat sebelum akhirnya menutup laptopnya.
Lampu meja masih menyala terang ketika ia melirik jam di pergelangan tangannya.
02.07.
Nick menghela napas pelan.
Rumah itu sudah benar-benar sunyi sekarang.
Ia berdiri dari kursinya dan merapikan beberapa dokumen di meja sebelum akhirnya keluar dari ruang kerja.
Koridor lantai atas gelap, hanya diterangi lampu kecil di dinding.
Langkahnya tenang ketika berjalan menuju kamar.
Ia membuka pintu perlahan.
Lampu tidur di dalam kamar masih menyala redup.
Tessa sudah tertidur di tempat tidur.
Selimutnya sedikit bergeser, dan rambutnya terurai di atas bantal.
Nick menutup pintu dengan hati-hati agar tidak menimbulkan suara.
Ia berjalan masuk.
Beberapa langkah dari tempat tidur, ia berhenti.
Tatapannya jatuh pada Tessa, Ia terlihat benar-benar lelap.
Ekspresinya tenang.
Sangat berbeda dengan wajahnya yang sering terlihat serius ketika terjaga.
Nick berdiri di sana beberapa detik, lalu ia berjalan mendekat.
Selimut di bahu Tessa sedikit bergeser.
Nick menariknya perlahan hingga menutupi bahunya kembali.
Gerakannya ringan.
Hampir seperti kebiasaan yang muncul tanpa ia sadari.
Tessa bergerak sedikit dalam tidurnya.
Ia bergumam pelan.
Nick langsung berhenti, namun Tessa tidak bangun.
Ia hanya berbalik sedikit ke samping, masih tertidur.
Nick menatapnya beberapa detik lagi sebelum akhirnya berjalan ke sisi tempat tidur yang lain.
Ia mematikan lampu kamar yang tersisa, menyisakan cahaya lembut dari lampu tidur.
Lalu ia berbaring.
Kasur besar itu tenggelam sedikit ketika tubuhnya menyentuhnya.
Namun bahkan setelah berbaring, Nick tidak langsung menutup mata.
Tatapannya justru tertuju pada Tessa yang sekarang berada hanya beberapa puluh sentimeter darinya.
Beberapa helai rambut menutupi sebagian wajahnya.
Nick mengangkat tangannya, Ia sempat ragu sepersekian detik.
Namun akhirnya ia menyingkirkan helai rambut itu dengan gerakan pelan.
Tessa menghela napas lembut dalam tidurnya.
Nick segera menarik tangannya kembali.
Beberapa detik ia hanya menatap langit-langit kamar.
Lalu akhirnya menutup matanya.
Tubuhnya terasa lebih rileks setelah akhirnya berbaring.
Ruangan itu kembali sunyi.
Hanya suara napas pelan dari Tessa yang terdengar di sisi lain tempat tidur.
Beberapa menit berlalu.
Nick hampir tertidur.
Namun tiba-tiba kasur di sampingnya bergerak sedikit.
Ia membuka matanya.
Tessa bergerak dalam tidurnya.
Awalnya hanya sedikit.
Namun perlahan tubuhnya bergeser mendekat, seolah mencari posisi yang lebih nyaman.
Nick tidak bergerak.
Ia hanya menatap langit-langit kamar.
Namun beberapa detik kemudian, Tessa kembali bergerak.
Kali ini lebih dekat.
Jarak di antara mereka yang tadi masih cukup jauh kini hampir tidak ada lagi.
Satu tangan Tessa tanpa sadar menyentuh lengan Nick.
Lalu kepalanya bergeser sedikit… hingga hampir menyentuh bahunya.
Nick menoleh perlahan.
Tessa masih tertidur.
Ekspresinya tenang.
Ia bahkan terlihat seperti tidak menyadari bahwa sekarang ia hampir menempel padanya.
Nick menatapnya beberapa detik.
Biasanya ia akan langsung menjauh.
Atau menggeser tubuhnya.
Namun entah kenapa malam itu, ia hanya diam.
Tessa kembali bergerak kecil dalam tidurnya.
Kali ini benar-benar mendekat.
Tubuhnya bergeser perlahan hingga wajahnya bersandar di bahu Nick, seolah secara naluriah mencari kehangatan.
Nick menoleh sedikit.
Tessa masih tertidur.
Ekspresinya tenang, bahkan terlihat semakin nyaman setelah menemukan posisi itu.
Beberapa detik Nick hanya diam.
Biasanya ia akan langsung menjauh.
Namun entah kenapa malam itu ia tidak melakukannya.
Sebaliknya, Nick justru mengangkat satu lengannya perlahan.
Gerakannya tenang, hampir ragu.
Namun akhirnya ia menarik tubuh Tessa sedikit lebih dekat.
Sekarang Tessa benar-benar berada dalam pelukannya.
Tubuhnya bersandar di dada Nick dengan nyaman, sementara kepalanya tetap bertumpu di bahu pria itu.
Tessa menghela napas lembut dalam tidurnya.
Tanpa sadar wajahnya bergeser sedikit, hingga bersandar di lekuk leher Nick.
Seolah itu tempat yang paling nyaman baginya.
Nick menegang sesaat.
Napas hangat Tessa menyentuh lehernya setiap kali wanita itu bernapas pelan.
Sensasi kecil itu terasa aneh, sangat jelas.
Nick menghela napas pelan.
Ia tidak tahu sejak kapan ia mulai menyadari hal-hal sekecil ini.
Jantungnya berdetak lebih berat dari biasanya.
Tangannya masih berada di punggung Tessa.
Dan untuk beberapa detik ia tidak bergerak sama sekali.
Seolah sedang mempertimbangkan apakah ia harus melepaskannya.
Namun akhirnya… ia tidak melakukannya.
Sebaliknya, tangannya justru tetap berada di sana.
Menahan tubuh Tessa dalam pelukannya.
Sementara Tessa hanya semakin tenggelam dalam tidurnya.
Seolah pelukan itu memang tempat yang ia cari sejak tadi.
Nick menatap langit-langit kamar sekali lagi.
Ekspresinya tetap tenang seperti biasa.
Namun kali ini ada sesuatu yang berbeda.
Pelukan itu tidak terasa mengganggunya.
Justru anehnya… ruangan yang biasanya terasa terlalu sunyi malam itu terasa lebih hangat.
Beberapa saat kemudian Nick akhirnya memejamkan matanya.
Sementara Tessa…
bahkan tidak menyadari apa yang baru saja terjadi.
capek banget keknya jadi tessa
kalo aku jadi tessa keknya gak akan sanggup deh soalnya aku gtogian arangnya😁🤭
sweet banget😍😍😍
padahal baru kenal tessa tapi di bertanggung jawab dengan statusnya sebagai suami dg begitu sempurna