NovelToon NovelToon
Menikahi Mantan, Selamanya

Menikahi Mantan, Selamanya

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta / Dunia Masa Depan
Popularitas:2.9k
Nilai: 5
Nama Author: VYI_syi

Dulu mereka saling mencintai. Lalu berpisah.
Kini, karena perjodohan, mereka dipaksa bersatu kembali sebagai suami istri.
Ia (pria) masih mencintainya, namun memilih menyembunyikan perasaan di balik sikap percaya diri dan ejekan.
Sedangkan istrinya yang lembut namun mudah kesal, berusaha bersikap biasa—meski hatinya tak pernah benar-benar lupa.
Pernikahan mereka lebih terlihat seperti hubungan kakak dan adik yang gemar bertengkar kecil, daripada pasangan yang saling mencinta.
Tapi di balik cincin dan candaan sinis itu… cinta lama ternyata belum pernah benar-benar pergi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon VYI_syi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Penghakiman Terakhir

"Isaac, mereka sudah di atas kita!" teriak Luna sembari menekan laptop ke dadanya, seolah-olah detak jantungnya bisa mempercepat proses unggahan.

[PROSES PENGIRIMAN DATA: 45%]

Cahaya lampu sorot raksasa dari helikopter menyapu jendela vila, mengubah ruangan yang tadinya remang-remang menjadi terang benderang secara bergantian. Isaac berdiri di depan pintu utama, menggenggam besi perapian dengan tangan yang bersimbah keringat dingin. Ia tahu, ia bukan tandingan pasukan bersenjata, namun ia adalah satu-satunya perisai bagi Luna.

"Tetap di posisimu, Luna! Jangan lepaskan koneksinya!" seru Isaac.

BRAKK!

Pintu depan tidak hanya diketuk; pintu itu diledakkan dengan muatan kecil hingga engselnya terlepas. Tiga pria berpakaian taktis dengan masker hitam menyerbu masuk. Isaac tidak menunggu mereka mendekat. Ia mengayunkan besi perapian itu ke arah pria pertama, mengenai senjatanya hingga terpental. Namun, pria kedua dengan cepat menghantamkan popor senjata ke perut Isaac.

"Isaac!" Luna menjerit, namun ia teringat pesan Isaac: jangan hentikan prosesnya.

[PROSES PENGIRIMAN DATA: 60%]

"Berikan flashdisk itu, Nyonya Waren," salah satu pria itu mendekati Luna dengan langkah tenang namun mematikan. "Atau suamimu tidak akan pernah melihat matahari terbit lagi."

Isaac terbatuk, darah merembes dari bibirnya, namun ia berhasil mencengkeram kaki pria yang memukulnya, menariknya hingga jatuh tersungkur. "Jangan... Luna... teruskan..."

Tepat saat pria itu mengarahkan laras senjatanya ke arah kepala Isaac, sebuah suara tembakan terdengar dari luar. Namun, bukan ke arah Isaac atau Luna, melainkan ke arah ban helikopter yang mencoba mendarat di halaman.

Sesosok pria dengan luka di bahunya muncul dari balik kegelapan pintu yang hancur. Tuan Aris. Ia belum mati. Ia datang dengan beberapa pria berseragam yang berbeda—unit khusus yang tidak berada di bawah kendali konsorsium.

"Letakkan senjata kalian!" teriak Tuan Aris. "Gedung ini sudah dikepung oleh polisi federal!"

Pertempuran singkat pecah di dalam ruang tamu. Tuan Aris dan timnya bergerak dengan presisi, melumpuhkan para pengejar konsorsium satu per satu. Sementara itu, Luna menatap layar laptopnya dengan mata yang tak berkedip.

[PROSES PENGIRIMAN DATA: 98%... 99%...]

[DATA BERHASIL TERKIRIM. PROTOKOL PUBLIKASI ANONIM DIAKTIFKAN.]

Luna segera membanting laptopnya tertutup dan berlari menghampiri Isaac yang tergeletak di lantai. Ia memeluk kepala Isaac, air matanya jatuh membasahi wajah suaminya. "Sudah selesai, Isaac. Datanya sudah terkirim. Semuanya sudah keluar."

Isaac tersenyum lemah, meski napasnya tersengal. "Bagus... sekarang mereka tidak bisa menyembunyikan apa pun lagi."

Tuan Aris mendekat, menyimpan senjatanya dan berlutut di samping mereka. "Kalian melakukannya. Dalam hitungan menit, seluruh media nasional dan internasional akan menerima paket data itu. Ayahmu, Tuan Waren, dan seluruh anggota konsorsium sedang dijemput paksa di kediaman masing-masing saat ini juga."

Luna menatap Tuan Aris dengan penuh haru. "Terima kasih... karena telah menjaga janji Ayah."

"Aku hanya menjalankan tugasku sebagai 'Penjaga Gerbang'," jawab Tuan Aris dengan senyum tipis yang penuh kelegaan. "Tapi sekarang, gerbangnya sudah hancur. Kalian bebas."

Di luar, cahaya biru dan merah dari mobil polisi mulai memenuhi hutan pinus. Kerajaan pasir yang dibangun di atas darah ayah Luna akhirnya runtuh secara total. Namun, bagi Luna dan Isaac, ini bukanlah akhir yang tenang, melainkan awal dari proses panjang untuk menyembuhkan luka yang telah menganga selama bertahun-tahun.

Setelah kekacauan mereda, fajar mulai menyingsing di lereng gunung. Cahaya oranye pucat menembus kabut, menyinari sisa-sisa pertempuran di vila tua itu. Isaac dibawa ke ambulans untuk mengobati luka-lukanya, sementara Luna menolak untuk beranjak dari sisinya.

Namun, ada satu urusan terakhir yang harus diselesaikan sebelum mereka benar-benar bisa bernapas lega.

Dua hari kemudian, di pusat penahanan federal yang dijaga ketat, Isaac berdiri di depan sebuah bilik kaca. Di seberangnya duduk seorang pria yang tampak hancur. Tidak ada lagi setelan jas mewah seharga ribuan dolar; yang ada hanyalah seragam tahanan berwarna oranye. Tuan Waren menatap putranya dengan mata yang cekung dan redup.

Luna berdiri di samping Isaac, menggenggam tangan suaminya dengan erat. Ia ingin menjadi saksi bisu runtuhnya pria yang pernah mencoba mengatur hidupnya seperti bidak catur.

"Kau menghancurkan segalanya, Isaac," suara Tuan Waren terdengar serak melalui interkom. "Kau menghancurkan warisan yang kubangun selama tiga puluh tahun demi seorang wanita yang keluarganya memang sudah ditakdirkan untuk runtuh."

Isaac menggeleng pelan, rahangnya mengeras. "Bukan aku yang menghancurkannya, Ayah. Kau sendiri yang membakarnya saat kau memutuskan untuk mengkhianati sahabatmu dan membiarkan pembunuhan terjadi. Warisan yang kau banggakan itu hanyalah tumpukan abu yang berlumuran darah."

Tuan Waren tertawa sinis, sebuah tawa yang terdengar hampa. "Kau pikir kau menang? Konsorsium itu besar, Isaac. Kau dan Luna akan selalu menjadi target."

"Tidak lagi," potong Luna dengan suara yang tenang namun tajam. "Tuan Aris telah menyerahkan daftar nama itu ke pengadilan internasional. Pagi ini, keluarga Clara dan seluruh pejabat yang terlibat ditangkap di berbagai negara. Kau sendirian sekarang, Tuan Waren. Tidak ada lagi konsorsium, tidak ada lagi kekuatan uangmu."

Tuan Waren terdiam. Ia menatap Luna, lalu beralih ke Isaac. Untuk pertama kalinya, ia melihat binar di mata putranya yang tidak pernah ia lihat sebelumnya—sebuah binar kebebasan.

"Aku datang ke sini bukan untuk menghujatmu, Ayah," ujar Isaac pelan. "Aku datang untuk memberitahumu bahwa namaku bukan lagi Waren. Aku telah mengajukan penghapusan namamu dari identitasku secara legal. Mulai hari ini, aku akan membangun hidupku sendiri, dengan tanganku sendiri, dan dengan wanita yang hampir kau hancurkan ini."

Isaac meletakkan gagang telepon interkom itu. Ia tidak menunggu balasan ayahnya. Ia berbalik dan merangkul bahu Luna, menuntunnya keluar dari ruangan gelap itu menuju lorong yang terang benderang.

Di luar gedung pengadilan, kerumunan wartawan mencoba mengejar mereka. Namun Isaac dan Luna terus berjalan menuju mobil mereka tanpa sepatah kata pun. Mereka tidak butuh pengakuan publik; mereka hanya butuh satu sama lain.

"Ke mana kita sekarang?" tanya Luna saat mereka sudah berada di dalam mobil, menjauh dari hiruk-pikuk kota.

Isaac tersenyum, kali ini senyumnya sampai ke matanya. "Ke tempat di mana tidak ada kontrak, tidak ada rahasia, dan tidak ada arsitektur yang dibangun di atas kebohongan. Bagaimana kalau kita benar-benar berkencan ke tempat yang kau inginkan dulu? Tanpa pengawal, tanpa gangguan."

Luna menyandarkan kepalanya di bahu Isaac, menatap cincin di jarinya yang kini terasa jauh lebih ringan. "Aku hanya ingin pergi ke tempat di mana aku bisa melihat bintang tanpa merasa takut akan kegelapan."

Mobil itu melaju menuju kaki langit, meninggalkan masa lalu yang kelam di belakang mereka. Perang telah usai, dan bagi Luna serta Isaac, hidup yang sesungguhnya baru saja dimulai.

1
Nhi Nguyễn
😄
anggita
ikut dukung like👍, iklan☝aja.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!