Mahasiswa magang dari universitas A, dan mereka semua kembar berjumlah 6 orang. Tentunya hal itu sering membuat siswa dan guru salah mengenali mereka. saksikan kisah mereka
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadiya Nafras, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Aku percaya
" Aku sangat tidak menyangka kalau mereka bandal loh, tapi kalian tenang aja ya. Aku baik-baik saja dan mereka tidak ada yang menyakiti aku." jelasnya untuk menenangkan semuanya.
" Syukur alhamdulillah kalau tidak ada yang menyakitimu di dalam kelas tersebut, tetapi untuk antisipasi kau harus berkata dipikir-pikir dulu ya takutnya mereka ada yang sakit hati." ucap Intan mengingatkan.
" Iya aku akan mengingat pesan kalian semua, Dan semoga saja apa yang kalian takutkan itu tidak akan terjadi kepadaku ataupun kepada kalian."
" Amin..." ucap mereka secara serentak.
" Kalian sedang ngobrolin apa sih, kenapa obrolan kalian tampak sangat serius?" tanya Jessica yang baru saja tiba di meja piker dan tentunya sangat penasaran dengan apa yang dibicarakan oleh mereka.
" Dari ekspresinya, pasti ini berkaitan denga Grace." ucap Jovita.
" Kalian ini ya selalu saja begitu, jangan asal menebak apapun itu. lebih baik tanyakan dulu kepada orangnya secara baik-baik, dan kemudian tunggu jawaban dari mereka." ucap Khalid mengingatkan teman-temannya itu.
" Kau tidak perlu marah kepada teman-temanmu itu Khalid, lagian apa yang dikatakan oleh teman-temanmu itu memang benar. Kami memang sedang membahas mengenai Grace, jadi tidak ada yang salah." jelas Ira.
" Apa yang dikatakan oleh teman-temanku memang tidak salah, tetapi tetap saja tidak baik jika harus menebak-nebak seperti itu. Bagaimana jika tebakan Mereka salah dan hal itu justru membuat kalian merasa tidak nyaman." jelas Kenan
" Hal itu sangat masuk akal sih, tetapi aku sangat berharap tidak ada perdebatan antara kita mahasiswa dari dua kampus ini. Sudah cukup perdebatan di masa lalu yang mengakibatkan kita renggang, dan sekarang kita harus memperbaiki hubungan antara dua kampus tersebut." jelas Irma yang memang sangat ingin hubungan antara kedua kampus itu berjalan dengan baik.
" Mungkin pada awalnya niat menebak itu bukanlah niat yang buruk, tapi bisa saja hal itu berubah menjadi niat yang buruk dalam pemikiran seseorang. Karena itu kita tidak boleh mengambil kesimpulan dari apa yang baru saja kita lihat, tetapi kita harus menanyakan kejelasan keseluruhan cerita. Agar perdebatan tidak terjadi dan hubungan antara dua kampus kita tidak akan terpecah lagi, Ya seperti yang tadi kita bahas sangat melelahkan jika harus terpecah." jelas Kurniawan dan mereka semua pun mengangguk.
" Sudahlah kita hentikan saja percakapan kita ini, lagian aku baik-baik saja. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan mengenai aku, dan jangan sampai karena pemicu hal kecil ini justru merusak semuanya." jelas Grace yang memang tidak ingin terjadi permasalahan di antara mereka karena pada dasarnya ini hanya membahas dirinya saja.
" Tidak bisa seperti itu Grace, kami juga sangat penasaran dengan apa yang terjadi denganmu di kelas tadi. Sebenarnya sejak tadi kami juga mengkhawatirkan mu, tapi kami tidak bisa berkata apa-apa." jelas Jenny.
" Tidak terjadi apa-apa denganku di dalam ruangan kelas tersebut, aku rasa anaknya juga baik-baik." jawabnya yang tentu saja mengagetkan mereka semua karena sebenarnya mereka telah mengetahui bagaimana sifat dan karakter anak-anak di kelas tersebut.
" Kami tidak sering salah dengarkan Grace, bagaimana mungkin anak kelas itu baik-baik." ucap Jessica yang mulai memikirkan keadaan kelas tersebut ketika ia masuk ke dalam kelas itu.
" Tetapi itulah yang aku alami, mereka semua baik dan tidak banyak bercerita selain itu mereka juga mengerjakan tugas dengan baik."
" Ini semua sangat di luar Nurul, bagaimana bisa mereka bersikap seperti itu kepadamu. Apa yang kau lakukan di kelas sehingga mereka bisa patuh kepadamu Grace?" ucap Jovita yang sangat penasaran dengan apa yang telah dilakukan oleh Grace.
" Aku tidak melakukan apa-apa, aku hanya melakukan perkenalan diri kemudian aku langsung memberi mereka tugas sesuai dengan apa yang diperintahkan oleh Bu Ika."
" Itu sangat tidak mungkin, masak dengan begitu saja mereka bisa begitu baik padamu. sudah banyak loh kasus di sekolah ini mengenai guru magang yang dibully oleh kelas tersebut." jelas Khalid yang kini menambah.
" Tapi itulah yang terjadi bersamaku, Aku sama sekali tidak mengetahui mengapa mereka bisa begitu. Jadi mungkin lebih baik kalian tanyakan saja langsung kepada mereka ya, karena di sini aku juga tidak mengetahui apa-apa." jelasnya yang memang tidak mengerti dengan situasi sebenarnya dan menurutnya itulah situasi yang terjadi.
Karena mahasiswa itu tentu saja berpikir, mereka sudah beberapa bulan di sekolah tersebut. Dan mereka masih mengingat awal pertama kali mereka masuk ke dalam kelas tersebut, dan hal tersebut sangat jauh berbeda dengan Apa yang dirasakan oleh Grace. Mereka sangat yakin pasti ada sesuatu yang telah dilakukan oleh gadis tersebut, tetapi Grace tidak mau menceritakannya kepada mereka.
Mereka pun mulai berpikir mencari cara, agar mereka bisa mendapatkan perlakuan yang sama seperti Grace di kelas itu. Tetapi mereka tidak tahu bagaimana caranya agar Grace mau mengatakannya, karena sebelumnya Grace tidak mau mengatakan kepada mereka. dan Grace mengatakan kalau dia tidak melakukan apa-apa, tetapi menurut mereka itu adalah hal yang sangat janggal.
...----------------...
Saat ini Bu Ika dan juga Bu mutiara sedang berada di perpustakaan sekolah, tentunya mereka menceritakan hal tersebut kepada penjaga perpustakaan. Penjaga perpustakaan juga sangat terkejut ketika mengetahui hal tersebut, Iya sangat tidak menyangka kalau ada yang bisa menguasai teknik tersebut. Menurutnya sudah sangat jarang para mahasiswa yang menguasai teknik tersebut, Dan biasanya para mahasiswa justru menjadi korban membully para siswa.
" Kalau begitu mahasiswa bernama Grace itu hebat juga ya."
" Ya begitulah Bu, saya dan juga Pak Kevin yang menyaksikannya saja sangat terkejut tadi." jelas Bu Ika
" Kalau begitu hidupmu akan semakin tenang Ika, karena mahasiswa bimbinganmu ternyata memiliki potensi yang cukup tinggi." jelas bu mutiara.
" Sayangnya di sekolah kita ini kuota untuk guru bahasa Indonesia telah terpenuhi, jika masih ada kuota kosong tapi kita bisa langsung menariknya untuk mengajar di sini."
" Sepertinya kau sudah sangat hancur dengannya ketika melihatnya secara langsung ya Ika, hingga kau bisa merekomendasikan dia untuk masuk ke sekolah kita."
" Dia memiliki potensi yang sangat tinggi, Aku yakin dia pasti akan sukses dalam jenjang karirnya. Jika kita yang mengenalnya duluan maka mengapa tidak kita saja yang menariknya, dengan begitu dia akan membanggakan sekolah kita bukan sekolah lain."
" Yang kau katakan itu sangat masuk akal Ika, tapi nggak ada kuota kosong. jadi kita doakan saja agar dia segera mendapatkan sekolah yang terbaik untuk dia nantinya, pengen begitu jenjang karirnya akan bagus. Semoga saja dia tidak melupakan kita di sekolah ini, dan masih mengingat kita ketika karirnya sudah melambung di atas nantinya ya walaupun kemungkinannya sangat kecil dia masih mengingat kita."
etto... sampulnya kurang menarik perhatian (sorry kalau menyinggung☹️)