Wang Ryu, seorang pria modern, tiba-tiba menemukan dirinya terlempar ke masa lampau, lengkap dengan status setengah dewa yang misterius.
Di dunia yang asing ini, di mana kelangsungan hidup adalah prioritas utama, Wang Ryu memutuskan untuk menggunakan pengetahuannya dari masa depan untuk membangun sebuah bisnis.
Dengan kecerdikan dan sedikit sentuhan magisnya sebagai setengah dewa, dia berusaha keras untuk tidak hanya bertahan hidup, tetapi juga menciptakan jejaknya sendiri di zaman kuno.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mooi Xyujin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Cincin
"Ada apa....?" Tanya Menteri Yun melihat pada Cincin ditangan Kaisar Ning,pria itu memberikan cincin itu pada pamannya dan pria itu juga terkejut.
"Siapa sebenarnya anda ....?" tanyanya dengan wajah serius. Apa dia mata-mata musuh,tapi Jenderal tua bukan orang yang mudah tertipu.
"Saya bukan penipu atau mata-mata..." Pemuda itu meliriknya dengan malas, dengan mudah dia bisa membaca isi pikirannya.
"Kamu membaca isi pikiranku!" Ekspresi wajah Kaisar Ning tak lagi bisa tenang.
Wang Ryu tak ingin perduli padanya lagi.
"Pria tua aku tak bisa berjanji untuk menjaga bajingan ini,kamu bisa mencari orang lain...." Dia melambaikan tangan agak kesal.
"B.. bajingan...?!" Wajah Kaisar Ning dan Menteri Yun memucat. Baru kali ini Dia dimaki didepan wajahnya sendiri.
"Lancang!kamu- hmp!" Teriaknya Menteri berdiri dari kursi dengan marah ,namun suaranya tiba-tiba hilang,dia menyentuh tengorokan nya dengan wajah pucat."..hmp!"
"Paman !ada apa dengan mu....!"Kaisar Ning berdiri untuk membantu nya dengan wajah cemas, namun Mentri Yun membuka mulutnya membabi buta tapi tak ada suara yg keluar.
"Sungguh berisik...." Suara malas itu membuat tubuh ke dua pria yg panik itu memegang.
Mereka menoleh pada Wang Ryu yg masih duduk santai ditempat nya. Apa mungkin pemuda ini seorang master!
"Kalian duduklah jangan berisik....." Jenderal Tua tak begitu panik saat melihatnya karena dia tau Wang Ryu tak akan menyakiti siapapun tanpa alasan.
Menteri Yun berwajah pucat dia duduk dengan punggung kaku,dia berusaha sekuat tenaga berteriak hingga wajahnya memerah namun dia tak bisa mengeluarkan suara apapun.
Kaisar Ning melihatnya dengan sedikit gemeter,Dia seharusnya tak berbicara begitu sembrono.
Jelas Jendral tua tak akan mengenalkan mereka pada orang sembarang,mereka seharusnya lebih berhati-hati.
Jelas sekali Pria muda ini pasti master.
"Dia akan baik-baik saja saat kembali nanti...." Jawab Wang Ryu dengan ringan,dia mengambil cemilan dimeja dan melemparkannya kedalam mulutnya.
Mengunyahnya dengan santai.".... Jangan lupa soal Cincin itu, mungkin hal ini bisa membantu mu sadar sebelum kamu benar-benar menghancurkan hidupmu ...."
"Kami... mengerti...." Jawab Kaisar Ning mengertakan giginya. Jenderal Tua berharap anak ini akan berubah entah apapun ahirnya.
Mereka segera pergi dari kediaman Wang pukul 10 malam. Seperti perkataan Wang Ryu suara Menteri Yun kembali saat dia sudah sampai Dikediaman Zhang.
Hal ini semakin menguatkan bahwa Tuan Muda Wang adalah seorang master.
Cincin itu berada ditangan Kaisar Ning saat dia sampai dia berharap bisa langsung menemui istrinya namun Jendral Tua menghentikannya.
"Ning Yao, Cincin itu sangat istimewa,saat kamu memakainya kamu tak akan pernah bisa melepaskannya lagi....."
Keduanya semakin dibuat terkejut."Apa...?"
Jenderal Tua tak menjelaskan lebih jauh,tapi mengangkatnya tangannya yg memiliki cincin giok pada keduanya."....Kalian bisa mencobanya..."
Keduanya saling memandang,lalu Mentri Yu datang lebih dulu,jika dilihat Cincin ini seperti cincin biasa saja,juga saat dia menyentuh nya itu cukup longgar dicari pria tua itu.
Namun saat dia mencoba menariknya keluar,dia merasakan penghalang diujung jari,tapi saat Mentri Yun memeriksanya lagi tak ada apapun.
cincin itu masih bergerak longgar dijari Jenderal tua anehnya dia tak bisa menariknya keluar. Menteri Yun menoleh pada Kaisar Ning."Ini...tak bisa dilepaskan....."
Kaisar Ning juga datang dan mencoba melepaskan nya,tapi tetap tidak Berhasil,jelas Itu longgar tapi kenapa saat Cincin berada di ruas jari ke dua dia tak mau bergerak bagaimanapun caranya.
"......Ada 2 hal yg membuat cincin ini lepas dengan sendirinya, pertama jika perasaan satu sama lain tidak lagi saling mencintai...Seperti katanya,cincin itu akan hancur...."Jenderal Tua mengambil tangannya kembali.
"Yg kedua Cincin itu akan lepas jika pasangan dipisahkan oleh kematian...." Keduanya melihat pria itu itu dengan Terkejut.
Jenderal Tua tersenyum,dan berkata."....Cincin ini memiliki berkah dari Tuan muda,jika ternoda dan tak dibutuhkan Cincin itu akan pergi dengan sendirinya....."
Kaisar Ning dan Menteri Yun melihat pada Cincin itu dan merasa pandangan dunia mereka telah hancur.
Dia bertanya dengan suara serka."...Guru siapa sebenarnya Tuan muda Wang ini?"
"Kalian akan tau,jika dia mengijinkan Kalian tau......sekarang kembali'lah istirahat...." Setelah mengatakan hal ini,pria tua itu pergi dengan tangan dibelakang punggungnya.
Kaisar Ning dan Menteri Yun perpisah,mereka pergi ke kamar Mereka masing-masing. Saat sampai kamar Kaisar Ning terkejut melihat bahwa Ratu Ning masih menunggunya.
Walaupun terlihat bahwa dia mengantuk. Mendengar suara pintu terbuka, wanita muda itu menoleh, melihat itu suaminya dia segera tersenyum lembut."...kamu kembali?"
Jantung Kaisar Ning berdegup kencang.
Kata-kata Nyonya Tua kembali terngiang dikepalanya Disetiap saat,disetiap waktu ,disaat hal baik atau buruk dilakukan mereka harus mengingat bahwa istri mu akan selalu menunggu mu pulang.
Kaisar Ning menutup pintu dibelakang nya,dia menundukkan kepalanya, telinganya memerah.
"Aku kembali..." Ucapnya dengan suara serak.
Ratu Ning tak melihat ada yg aneh dengan nya dan meminta Kaisar Ning untuk mandi lebih dulu sebelum istirahat.
Dikamar Menteri Yun, juga sama Istri Mentri masih sadar dan sedang membacakan buku dimeja teh dengan lentera menerangi wajahnya.
Menteri Yun menurup pintu dan mendekati nya,namun langkah nya tiba-tiba berhenti saat mengingat soal Cincin pasang itu.
Istri menteri menoleh saat melihat bayangan yg menutupi bukunya,dan agak terkejut.pria ini berjalan tanpa suara membuatnya hampir mati jantungan.
"Kamu kembali...."
"Ya kenapa kamu tidak istirahat....?" Tanyanya sambil duduk di bangku didepan istrinya.Wanita itu menaruh bukunya dan berdiri."...istirahat lah saya akan pergi ke samping..."
Menteri Yun tertegun akan sikapnya,dia segera meraih tangan dan bertanya dengan terkejut."...ada apa dengan mu?"
"Tuan saya sangat lelah..." Istri menteri melepaskan tangannya, melihatnya dengan mata sedikit sayu di penuhi emosi yg rumit."....selamat malam..."
Menteri Yun membeku ditempat dengan tangan masih terulur ke udara.
Ke esoknya harinya seluruh keluarga Zhang berkumpul diaula untuk mengantarkan kepergian Kaisar Ning berserta rombongan.
"Saudari jika kamu lelah datang lah kemari...." Ibu xixi memegang tangan Ratu Ning dengan lembut. Dia mengatakan hal ini karena merasakan kesedihan yg dirasakan wanita ini.
Ratu Ning yg selalu mendapat permusuhan dari selir-selir raja merasa beruntung bertemu dengan kedua menantu Jenderal tua.
"Baiklah......."jawabannya dengan senyum lembut,Istri Mentri juga berpisah dari Ibu Fei , keduanya juga akrab,mereka saling berbicara dengan baik.
Kaisar Ning melihat sendiri tulus istrinya untuk orang lain merasakan pengap didada nya. Menteri Yun bahkan lebih buruk lagi.
Mereka pergi dari kota Wu dengan kereta kuda, dalam kereta pun tak ada satupun yg berbicara, suasana benar' -benar canggung.
Kaisar Ning menarik nafas dalam sebelum memberanikan diri bertanya." Istirku...."
" Ya....?"jawabnya melihatnya dengan bingung,Kaisar Ning mengulurkan tangannya,lalu membukanya, ditanganya ada Cincin dari Wang Ryu.
Ratu Ning menunduk dan melihat cincin yg mirip dengan yg dipakai oleh Jendral tua dan Istrinya, bedanya hanya satu putih satu hijau.
"Kamu...." Dia melihatnya terkejut.perlahan matanya memerah.Kaisar Ning menelan ludah."...apa kamu mau memakainya?"
".....Yang mulia apa anda tau arti Cincin ini...?"potong Istri menteri melihat pada dua cincin itu dan merasa sedikit lucu. Mata Ratu Ning perlahan meredup.
"Ya..."Jawabannya dengan wajah kaku. Menjawab dengan nada ragu-ragu." Cinta... yg abadi dan kesetiaan...."
"Benar cinta dan kesetiaan...." Ucapnya mengulangi kata-katanya,namun nadanya jelas meremehkannya,
Ratu Ning mengigit bibirnya.
Menteri Yun yg duduk didepan istrinya merasa wajahnya memburuk." ...jaga kata-katamu mu ,dia masih seorang Kaisar...."
"Benar...dan aku masih seorang Istri Mentri,tapi mungkin suatu hari aku bisa saja hanya menjadi orang buangan...." Senyum nya dengan wajah lebih buruk dari pada menangis.
Wajah Menteri Yun berubah menjadi kaku." Apa... yg kamu katakan? Kenapa kamu berfikir begitu?"
Istri menteri tak ingin melihat wajah bajingan suaminya jadi dia menoleh pada Ratu Ning yg tampak lebih menyedihkan darinya.".... Yang.er cobalah, dengan begitu kamu akan tau jawabannya...."
"Saudari....." Dia menoleh padanya,Istri Mentri mengangguk meyakinkan nya."Cincin ini tak akan lepas jika sudah dipakai' bukan..lalu ayo cobalah...."
Kaisar dan Menteri Yun terkejut karena para istrinya tau soal Cincin ini.
Ratu Ning menarik nafas, mengambil cincin Putih yg terdapat namanya,lalu memasangnya dijari pria itu,lalu dibawah pengawasan semua orang.
Cincin yg nampak agak besar itu menciut menyesuaikan ukuran jari manis Kaisar Ning.
Semua orang membeku.
Kaisar Ning yg paling merasakan perubahan pada cincin itu saat dia mengecil,namun sama sekali tak menjerat jari-jarinya.
Mereka menunggu beberapa saat dan tak terjadi pada cincin yg dipakai Kaisar Ning,Kedua wanita itu menghela nafas lega.
bahakan Kaisar Ning juga lega, artinya istrinya masih mencintainya.
"Sekarang giliran anda......." Istri menteri menoleh pada Kaisar Ning dengan mata menyipit.Menteri Yun yg melihat keajaiban Cincin itu tak lagi menegur sikap sembrono istrinya.
Karena dia juga ingin tau apa yg akan terjadi ahirnya.
Apa ramalan Tuan muda Wang benar,apa Cincin milik ratu akan hancur karena Kaisar Ning yg sama sekali tak mencintainya.
Dan apa posisi Kaisar akan goyah.....
Ratu Ning mendongak melihat pria Didepan nya,dia sudah mencintai Ning Yao selama dia masih berusia 14 tahun, sekarang hampir belasan tahun mereka bersama.
Semua orang mengatakan bahwa dia beruntung bisa menikmati posisi menjadi Ratu , nyata kehidupannya lebih buruk dari seorang gadis desa yg jatuh cinta dengan bajingan.
Pria ini selalu lembut padanya yg kadang membuat Ratu Ning lupa, seperti apa dia menyakiti hatinya. Kaisar Ning mengambil banyak selir,ada 2 putra yg lahir dari selirnya.
Dia bahkan tak tau jika ada 1 selir yg hamil.
Dia yg tak memiliki putra menjadi bahan hinaan bagi semua orang, bahan dia direndahkan oleh selir suaminya,disaat seperti itu apa yg dilakukan Kaisar Ning.
Dia hanya berkata untuk mengabaikan mereka, memintanya untuk tetap rendah hati,tapi para selirnya menginjak-injak status istri sahnya!
"Ada apa....?" Melihat istrinya diam Kaisar Ning bertanya padanya dengan cemas.
Wanita itu menggelengkan kepalanya,lalu mengangkat tangannya padanya.
Jika ini berakhir dengan buruk,makan ayo lepaskan saja.
Kaisar Ning mengambil tangan nya,lalu memakaikan cincin giok hijau itu pada jari manis Ratu Ning, awalnya nampak baik-baik saja.
" Sudah ku bilang Cincin ini bukan apa-apa....." Kaisar Ning bahkan tersenyum cerah,namun saat cincin sudah berada ditengah jari cincin giok hijau itu mulai retak.
Senyumnya membeku.
Waktu seakan berhenti.
Mata Kaisar Ning menciut dia bisa merasakan sakit diujung jarinya sat pecahan giok itu menusuknya.
Cincin itu hancur.
Lalu Air mata Ratu Ning jatuh.