NovelToon NovelToon
Dari Pria Miskin Menjadi Penguasa Dunia

Dari Pria Miskin Menjadi Penguasa Dunia

Status: sedang berlangsung
Genre:Time Travel / Fantasi Isekai / Fantasi
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Wedanta

Arka adalah pria biasa yang hidupnya selalu penuh kegagalan. Dipecat dari pekerjaan, ditinggalkan pacar, dan hampir kehilangan harapan hidup.
Namun setelah kecelakaan misterius, hidupnya berubah total ketika sebuah Sistem Harem Legendaris muncul di dalam pikirannya.
Sistem itu memberinya misi aneh: bertemu wanita-wanita luar biasa yang akan mengubah takdirnya.
Dari CEO cantik yang dingin, idol terkenal, hacker jenius, hingga pembunuh bayaran misterius—setiap wanita yang mendekatinya membuka kekuatan baru bagi Arka.
Namun semakin banyak wanita yang masuk dalam hidupnya, semakin berbahaya dunia yang harus ia hadapi.
Akankah Arka mampu mengendalikan kekuatan sistem itu… atau justru tenggelam dalam permainan takdir yang lebih besar?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wedanta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 1 – Kesempatan Kedua

Hujan turun deras di kota malam itu. Lampu-lampu jalan memantulkan cahaya kuning pucat di atas aspal yang basah, menciptakan bayangan panjang yang bergoyang setiap kali kendaraan melintas. Orang-orang berlari kecil mencari tempat berteduh, sebagian menutupi kepala dengan tas atau jaket, sementara yang lain berdesakan di bawah halte bus yang sempit. Namun di antara semua orang yang terburu-buru itu, ada satu pria yang berjalan pelan tanpa tujuan, seolah hujan yang mengguyur tubuhnya tidak memiliki arti apa pun. Namanya Arka. Jaket tipis yang ia kenakan sudah basah kuyup, rambut hitamnya menempel di dahinya, dan sepatu yang ia pakai mengeluarkan suara kecil setiap kali menginjak genangan air. Tetapi Arka tidak peduli. Tatapannya kosong, seolah pikirannya sedang berada jauh dari tempat itu.

Di tangannya, sebuah ponsel masih menyala. Layar kecil itu menampilkan pesan terakhir yang baru saja ia terima beberapa menit yang lalu. Pesan itu pendek, tetapi rasanya seperti pisau yang menusuk langsung ke dadanya. “Kita selesai. Aku tidak bisa terus bersama seseorang yang tidak punya masa depan.” Arka menatap kalimat itu lama sekali tanpa berkedip. Ia membacanya berulang kali, mungkin berharap kata-katanya berubah jika ia melihat cukup lama. Namun tentu saja tidak ada yang berubah. Pesan itu tetap sama. Perlahan, Arka tertawa kecil. Tawa itu terdengar pelan di tengah hujan, tetapi jelas dipenuhi rasa pahit. Hari ini benar-benar hari yang buruk. Pagi tadi ia kehilangan pekerjaannya. Bosnya memanggilnya ke ruang kantor tanpa ekspresi apa pun di wajahnya dan langsung mengatakan keputusan perusahaan. Tidak ada peringatan. Tidak ada kesempatan memperbaiki kesalahan. Hanya satu kalimat singkat yang menghancurkan segalanya. “Kami tidak membutuhkan orang yang tidak bisa memberikan hasil.”

Kalimat itu terus terngiang di kepala Arka bahkan sampai sekarang. Ia sudah bekerja di perusahaan itu hampir tiga tahun. Mungkin ia bukan karyawan paling berbakat, tetapi ia selalu datang tepat waktu dan berusaha menyelesaikan pekerjaannya sebaik mungkin. Namun rupanya usaha saja tidak cukup di dunia ini. Dunia hanya peduli pada hasil. Dan Arka tidak punya hasil apa pun yang bisa dibanggakan. Sekarang bahkan wanita yang ia cintai pun memutuskan pergi darinya. Ia menatap langit malam yang gelap. Hujan terus turun tanpa henti, seolah langit sedang menertawakan kehidupannya yang menyedihkan. Arka menghela napas panjang sebelum memasukkan ponselnya ke dalam saku jaket. “Kenapa hidupku selalu seperti ini?” gumamnya pelan.

Tidak ada yang menjawab. Arka mulai berjalan menuju jalan raya tanpa benar-benar memperhatikan sekelilingnya. Pikirannya terlalu penuh oleh rasa lelah dan putus asa. Lampu lalu lintas berubah hijau dan mobil-mobil mulai bergerak, tetapi Arka tetap melangkah menyeberangi jalan. Ia bahkan tidak menyadari bahwa dirinya sudah berada di tengah jalan yang cukup ramai. Tiba-tiba suara klakson keras memecah suasana malam. Arka menoleh secara refleks. Cahaya putih menyilaukan datang dari arah kanan. Sebuah mobil melaju dengan kecepatan tinggi langsung ke arahnya. Mata Arka melebar ketika ia menyadari apa yang akan terjadi. Namun semuanya sudah terlambat. Tubuhnya membeku di tempat. Ia tidak sempat bergerak. Tidak sempat berpikir. Suara benturan keras menggema di jalan yang basah ketika mobil itu menabraknya. Tubuh Arka terpental beberapa meter sebelum akhirnya jatuh di atas aspal yang dingin. Hujan terus turun tanpa peduli pada apa yang baru saja terjadi.

Perlahan dunia menjadi gelap. Suara hujan menghilang. Suara kendaraan menghilang. Bahkan rasa sakit pun tidak terasa lagi. Yang tersisa hanyalah kegelapan yang sangat dalam. Arka tidak tahu berapa lama ia berada dalam keadaan itu. Mungkin hanya beberapa detik, mungkin juga lebih lama. Ketika ia akhirnya membuka matanya lagi, ia menemukan dirinya berdiri di sebuah tempat yang sangat aneh. Sebuah ruangan luas tanpa batas. Semua dindingnya berwarna putih. Lantai di bawah kakinya juga putih. Tidak ada pintu, tidak ada jendela, dan tidak ada benda apa pun selain ruang kosong yang seolah tidak memiliki ujung. Arka menatap sekelilingnya dengan kebingungan. Ia mencoba berjalan beberapa langkah, tetapi ruangan itu tetap terlihat sama ke mana pun ia pergi. “Apa aku… mati?” gumamnya.

Saat itulah sebuah suara terdengar di dalam kepalanya. Suara seorang wanita yang terdengar dingin dan mekanis, seperti suara komputer. “Sistem Harem Legendaris berhasil diaktifkan.” Arka membeku di tempat. Ia menoleh ke kanan dan kiri, tetapi tidak ada siapa pun di sana. Beberapa detik kemudian sebuah layar transparan muncul di depan matanya seperti hologram dari film fiksi ilmiah. Tulisan perlahan muncul di atas layar itu. Host: Arka. Level: 1. Charm: 0. Harem Member: 0. Arka mengedipkan mata beberapa kali, mencoba memastikan bahwa ia tidak sedang berhalusinasi. “Aku pasti sedang bermimpi,” gumamnya. Namun layar itu tidak menghilang. Sebaliknya, suara wanita itu kembali berbicara. “Selamat datang, Host. Anda telah dipilih oleh Sistem Harem Legendaris.”

Arka menatap layar itu dengan ekspresi aneh. Ia bahkan tidak tahu harus tertawa atau merasa takut. Kata-kata yang baru saja ia dengar terdengar seperti sesuatu dari game atau novel fantasi. Namun sebelum ia sempat mengatakan apa pun, layar itu tiba-tiba berubah. Tulisan baru muncul di tengah layar. Misi pertama tersedia. Arka mengangkat alisnya ketika membaca tulisan itu. Beberapa detik kemudian informasi baru muncul di layar. Misi 1: Temui target pertama. Nama: Livia. Status: Pewaris keluarga konglomerat. Lokasi: Hotel Grand Aurora. Hadiah: satu skill acak dan sepuluh charm point.

Arka membaca semua itu dengan perlahan. Setelah selesai, ia menghela napas panjang. “Jadi aku harus menemui seorang wanita kaya di hotel mewah?” katanya. Suara sistem langsung menjawab. “Benar.” Arka menyilangkan tangan dan menatap layar itu. “Dan kalau aku tidak melakukannya?” Layar sistem tiba-tiba berkedip merah. Tulisan baru muncul di tengah layar. Peringatan. Jika host menolak misi, sistem akan dihapus. Arka mengangkat bahu. “Baik. Hapus saja.” Namun kalimat berikutnya membuat ekspresinya berubah. Bersama nyawa host. Arka terdiam beberapa detik sebelum akhirnya menghela napas panjang. “Jadi aku tidak punya pilihan.” “Benar,” jawab sistem dengan suara datar.

Arka menatap layar itu lama sekali. Hidupnya sudah hancur sebelum kecelakaan tadi. Ia kehilangan pekerjaan, kehilangan hubungan, dan hampir kehilangan nyawanya. Namun sekarang tiba-tiba ia diberi sesuatu yang disebut kesempatan kedua. Mungkin ini gila. Mungkin ini hanya mimpi aneh sebelum kematian. Tetapi jika ada sedikit saja kemungkinan bahwa semua ini nyata, ia tidak ingin melewatkannya. Perlahan sebuah senyum kecil muncul di wajahnya. “Baiklah,” katanya akhirnya. “Aku akan mencoba permainan ini.” Begitu ia mengucapkan kata-kata itu, layar sistem bersinar terang. Cahaya putih menyelimuti seluruh tubuhnya dan dunia di sekelilingnya kembali menghilang.

Beberapa detik kemudian Arka tiba-tiba membuka matanya. Ia kembali berada di pinggir jalan yang sama. Hujan masih turun seperti sebelumnya dan lampu-lampu jalan masih menyala. Arka segera duduk dan menatap tubuhnya sendiri. Tidak ada luka. Tidak ada darah. Seolah kecelakaan tadi tidak pernah terjadi. Namun satu hal masih ada. Layar sistem itu kembali muncul di depan matanya. Misi pertama masih sama: temui Livia di Hotel Grand Aurora. Arka menatap layar itu lama sebelum akhirnya tersenyum kecil. Untuk pertama kalinya setelah sekian lama, ia merasa hidupnya mungkin akan berubah. Tanpa menyadari apa yang menantinya, ia berdiri dan mulai berjalan menuju jalan utama. Di suatu tempat di kota ini, seorang wanita bernama Livia sedang menunggunya. Dan pertemuan malam itu akan menjadi awal dari kisah yang akan mengubah hidup Arka selamanya.

1
Apin Zen
Gk pakai paragraf, sulit dibaca percakapannya
Wedanta 05: makasi Saranya yaaa☺️
total 1 replies
3RSEL
apa ini..... bingung
3RSEL
gasss
3RSEL
masih nyimak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!