Janu Manggala adalah seorang pemuda polos yang tak menyadari bahwa dirinya memiliki kesaktian Tiada Tanding... Segala jenis pusaka tunduk di hadapannya, ucapannya langsung menjadi kenyataan, dan orang orang yang menunjukan kesaktiannya di mata Janu mereka hanyalah orang gila...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Abdul Rizqi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Cek 500 juta!
Melihat hal itu sontak semua orang yang ada di tempat ini tercengang, mata mereka terbelalak dengan mulut terbuka lebar..
Mata mereka langsung terpaku dengan wanita muda itu, beberapa dari mereka bahkan ada yang mengucek matanya.
"Nona Alyssa!" Semua orang yang ada di tempat ini langsung mengenali wanita yang sangat cantik ini.
Wajah Alyssa begitu cantik, terlebih lagi dengan riasan tipis dan gaun yang dia kenakan. Kecantikan Alyssa langsung memucatkan kecantikan semua wanita yang ada di tempat ini termasuk Frida dan Fiona.
Telebih lagi tampilan Alyssa tampak seperti bangsawan. Menjadikan semua perempuan di sini merasa insecure.
Yang paling kaget di antara mereka adalah Adijaya.
Ia buru buru langsung membungkuk di hadapan mereka, "sungguh kehormatan bagi saya bertemu dengan Nona Alyssa Kartawiraharja."
Fion yang mendengar hal ini langsung tersentak, "ini benar benar putri Keluarga Kartawiraharja?"
Semua orang mengenal Alyssa karena wajahnya sering terlihat di media sosial, namun tidak banyak dati mereka yang tahu bahwa Alyssa adalah putri keluarga Kartawiraharja yang merupakan keluarga konglomerat tingkat tinggi.
Dan Fiona adalah yang termasuk mengetahui fakta ini, oleh karena itu ia kaget melihat seorang wanita berstatus tinggi berada di tempat ini.
"Sayang apa yang kamu lakukan?" Tanya Frida yang bingung melihat pacarnya membungkuk dengan ketakutan.
Alyssa dan Janu memandangi Adijaya dengan pandangan mendalam. Namun seberapa kuat Alyssa mengingat orang ini dia sama sekali tidak mengingat pernah bertemu dengannya.
"Maafkan kelancangan saya, saya adalah Adijaya, manager baru yang menjabat di PT. Mekar Selalu Sejati. Sungguh kehormatan bagi saya bisa bertemu dengan Nona Alyssa Kartawiraharja." Ucap Adijaya kemudian membenarkan posenya.
"Oh kamu manajer baru yang di tunjuk itu, selamat bekerja." Ucap Alyssa.
"Nona, apakah anda kenal dia?" Tanya Janu.
Alyssa menjawab, "mas PT Mekar Selalu Sejati adalah salah satu pabrik kecil yang berada di bawah keluarga kita, ah maksudnya keluargaku, dan pria ini adalah manajer barunya. Sangat wajar apabila kamu tidak mengenalnya Mas."
Mendengar hal ini Adijaya sama sekali tak tersinggung, namun ia merasa aneh mengapa Nona Alyssa mau berbicara dengab kuli pelabuhan rendahan ini?
Adijaya sendiri juga tidak berani macam macam saat ini, dia bisa melihat ada puluhan kendaraan yang berhenti di pinggir jalan mengawasi situasi di sini. Sebagai seseorang yang bekerja di bawah keluarga Kartawiraharja Adijaya tahu bahwa mereka semua adalah pengawal bayangan Nona Alyssa.
Di sebrang jalan tampak mobil sedang berhenti dengan di dalamnya terdapat, Tuan Seu dengan wolkitoki di tangannya.
"Hmm di mana Tuan yang membunuh Eyang Sugiono?" Tanyanya dalam hati. Tuan Seu sendiri melihat semua orang yang ada di sana hanyalah orang biasa.
"Mas apakah orang orang ini adalah temanmu?" Tanya Alyssa.
Janu menggelengkan kepalanya secara perlahan sambil berucap, "bukan."
Alyssa menyipitkan matanya memandangi mereka.
Fion memberanikan diri untuk bertanya, "Nona Alyssa perkenalkan saya adalah Fiona, senang bertemu dengan anda."
Alyssa menganggukan kepalanya secara perlahan.
"Kalau boleh tahu anda mencari siapa?"
"Mencari Mas Janu."
Fiona bingung, "Janu? Sepertinya anda salah orang Janu yang ada di sini hanyalah orang biasa yang bekerja sebagai kuli pelabuhan."
Alyssa sedikit terkejut mendengar lontaran kata kata penghinaan dari Fiona, seketika itu juga Ia memahami situasi di antara mereka.
"Orang biasa? Kuli pelabuhan?" Tanya Alyssa.
"Benar, orang yang ada di dekat anda itu cuma kuli pelabuhan biasa yang sudah tidak memiliki siapa siapa lagi. Tidak mungkin anda mencari seorang kuli pelabuhan bukan?" Ujar Fiona.
Alyssa kaget bukan kepalang mendengar ini, ia sendiri tahu betul Janu adalah orang yang membunuh Eyang Sugiono seorang pemuja ilmu hitam yang cukup terkenal di dunia hitam atau dunia bawah tanah, siapa sangka orang ini berani menghina Janu tepat di depan wajahnya.
"Kamu berani menghina mas Janu, dan mengatakan dia hanya bekerja sebagai kuli pelabuhan? Memangnya setinggi apa status sosial kamu?" Alyssa meninggikan suaranya.
"Siapapun yang menghina Mas Janu akan menjadi musuhku!" Tegas Alyssa.
Adijaya semakin gemetar ketika melihat satu persatu pria berbadan kekar mulai keluar dari mobil yang terparkir di pinggir jalan.
"Eh lihat itu?!"
"Astaga bukankah itu Nona Alyssa?"
"Nona Alyssa ada di sini! Cepat kesana minta tanda tangan."
Teriakan teriakan para pengunjung restoran mulai terdengar ketika melihat Alyssa di halaman parkir.
Janu tersenyum kecut saat ini, ia sama sekali tidak menyangka Nona Alyssa ini sangat terkenal di Jakarta. Janu sendtia adalah seorang perantauan terlebih dia jarang bermain sosmed, waktunya di habiskan untuk menulis novel sangat wajar apabila dia tidak mengetahui Alyssa seterkenal ini.
Buru buru Janu berucap namun secara tidak sengaja lidahnya terpeleset, "Dek, Ayo pergi!"
Ekspresi Alyssa yang awalnya marah kini langsung memerah dan tampak kaget, "dek? Aduh mleyot hatiku mas. Mas Janu pegangi aku cepat."
Janu mengedutkan matanya, ia segera memegangi Alyssa yang lemas namun tampak bahagia itu.
Janu kemudian menuntut Alyssa masuk ke dalam restoran.
Sementara itu Frida, Fiona, Adijaya dan yang lainnya tampak pucat pasi sebagian ada yang iri melihat kedekatan antara Janu dengan Alyssa. Mereka kira Janu hanyalah kuli pelabuhan biasa, namunnsiapa sangka seorang nona keluarga konglomerat kini tampak sangat dekat dengan dirinya.
Yang paling takut adalah Adijaya, dia teringat tadi sempat menolak jabatan tangan Janu. Ia berfikir bagaimana nasibnya apabila Janu mengadukan itu kepada Alyssa..
Di dalam restoran steak itu Janu dan Alysaa duduk di salah satu meja yang berisi banyak sekali hidangan steak, mulai dari wagyu hingga tomahawk.
di sekelilingnya tampak para pria berbadan kekar sibuk menghalangi setiap orang yang hendak meminta tanda tangan.
Janu tampak sangat lahap memakan steak di piringnya, bagaimana pun juga baru kali ini Janu memakan steak.
"Pelan pelan makannya mas, jadi belepotan begitu." Ucap Alyssa yang mengelap noda saus di sekitar bibir Janu menggunakan tisu, ia sendiri tampak tidak menyentuh makananya dan sibuk memandangi Janu.
"Aku sama sekali tidak menyangka ada seorang manusa sakti yang berakting senatural ini. Dia pasti sedang menjalani kehidupan sebagai manusia biasa..." batin Alyssa penuh takjub memandangi Janu.
"Ada apa Nona? Sedari tadi kamu memperhatikanku?" Tanya Janu.
Alyssa langsung menggelembungkan pipinya ketika mendengar panggilan Nona.
"Tidak papa, sesuai janjiku padamu Mas. Aku berikan cek 500 juta ini karena telah menolongku dari Eyang Su--- maksudku dari penculik cabul itu." Ucap Alyssa sembari menyerahkan cek.
Mata Janu langsung melebar, "serius?'