NovelToon NovelToon
Say, Love You Too

Say, Love You Too

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Ketos / Perjodohan
Popularitas:161.1k
Nilai: 5
Nama Author: sinta amalia

Dijodohkan dan bertunangan sejak putih abu membuat Naka dan Shanum menyembunyikan hubungan keduanya dari orang lain termasuk teman-temannya. Terlebih, baik Naka ataupun Shanum tak pernah ada di daftar putih masing-masing.

Tapi siapa menyangka, diantara usaha keduanya, perasaan cinta justru hadir mengisi setiap ruang hati satu sama lain. Siapakah yang akan duluan menyatakan cintanya?

Say, love you too....
Katakan, aku juga cinta kamu...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sinta amalia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5 Makan malam

Sejak pulang sekolah tadi, bunda begitu cerewet mengingatkan Shanum tentang acara malam ini, yang jelas...Jangan sampai lupa, berangkat bareng Naka! Begitu jampi-jampinya.

Oke, dulu....sewaktu ia dan Naka baru saja mengetahui akan dijodohkan, keduanya sempat menolak dengan terang-terangan, tapi kemudian baik Naka ataupun Shanum tak bisa untuk melakukan hal ekstrem nan bodoh sampai mengancam bu nuh diri atau mogok sekolah dan mogok makan segala.

Tidak jarang hubungan mereka memanas sebab Shanum dan Naka yang sering bertengkar tapi ujung-ujungnya mereka juga yang merasakan capeknya karena orangtua masing-masing tak goyah dengan memutus pertunangan.

Sebab bagi orangtua Shanum, hanya Mainaka lah pemuda tulen dan manusia seutuhnya untuk Shanum, sementara cowok lain hanya siluman kera, begitupun sebaliknya. Setidaknya hal itu yang sering digemakan untuk meracuni otak kedua remaja itu.

Hingga akhirnya kini mereka ada di titik----menerima kenyataan, membiarkan tangan Tuhan bekerja saja, mengikuti alurnya, hanya....baik Naka ataupun Shanum tak pernah melabelkan diri sebagai tunangan satu sama lain sehingga harus membatasi pergaulan masing-masing

Shanum sering melihat Naka berjalan dengan gadis lain seperti Airani sang sekertaris, ataupun Rea si calon none ngga jadi itu. Begitupun Naka...

Pertemanan kedua orangtua mereka sudah terjalin lama, sejak bunda dan mama Anye menjalin kerjasama usaha florist dan ayah Septahadi yang merupakan teman semasa kuliah orangtua Naka menjalin bekerja sama dengan Jilo corp, dimana ayah Septahadi adalah junior om Ganesha di keorganisasian.

Shanum memencet--mengotak-atik AC mobil Naka, duduk nyaman dan mulai menyalakan pemutar musik juga.

"Sha," panggil Naka melirik gadis yang lebih memilih sibuk mencari lagu favoritnya sambil bersenandung percaya diri, *hm*...begitu saja gumamnya demi menjawab meski ia tak mengalihkan pandangannya dari layar dashboard.

"Ntar bisa ijin dulu sebentar ngga waktu makan. Gue ada janji ketemu Airani jam delapan."

Shanum tak bisa untuk tak menoleh sekarang, matanya memandang sorot ilfeel pada Naka, "ngapain sih Lo, Ka ahh! Males banget..."

"Udah keburu di iyain tadi Sha, bentar doang ambil data yang mesti gue cek, soalnya besok pagi mesti udah sampe di tangan pak Bowo."

Entahlah, suasana yang semula baik-baik saja, adem, sedikit membuat Shanum malas....membuat moodnya jadi turun untuk mendengar musik, padahal lagu yang tengah diputar itu cukup manis dengan tempo beat.

*Dari matamu, matamu ku mulai jatuh cinta, ku melihat---melihat ada bayangnya. Dari mata, kau buatku jatuh, jatuh terus, jatuh ke hati*...

Shanum cemberut, ia memandang pemuda yang ada di sampingnya itu, "maksudnya gue nungguin Lo sama Airani di mobil kaya stella gitu?" tunjuknya ke arah parfum yang tergantung di atas rear vision.

Naka mengangguk, *betul*. Shanum langsung sewot, "ogah ah! Mending gue makan sama orangtua!" ia melipat kedua tangannya di dada.

"Ya sama aja boong dong, ntar yang ada gue ngga bisa keluar." Ujar Naka.

"Ya bagus. Daripada nanti gue jadi obat nyamuknya Lo sama Airani."

*Ck*...Naka berdecak, "abis itu gue traktir deh. Atau Lo mau apa?"

Shanum diam dengan air muka keruh, bahkan sampai di restoran, sebab---bagaimanapun ia menolak, Naka akan tetap melakukannya.

Gadis itu sudah melihat meja para orangtuanya duduk, bahkan di parkiran tadi...ia sempat melihat mobil milik om Ganesha dan mobil kedua orangtuanya.

"Itu disana..." Shanum menunjuk ke arah meja dekat jendela agak sedikit pojok kanan diantara ramainya restoran.

Namun baru saja langkah lebarnya bersiap diayunkan, gerakannya itu tertahan oleh tangan Naka yang meraih tangannya. Tanpa berkata apapun, pemuda itu menggenggam tangannya, mengisi setiap sela jemari tangan kanan Shanum yang seketika membuat pipinya memanas. Begitupun desiran hangat yang mengisi setiap rongga jantungnya.

"Lo apa-apaan sih, Ka?" semburnya sudah mengeratkan cengkraman di sling tas selempangnya oleh sebelah tangan yang bebas.

Namun belum menjawab pertanyaan itu, Naka justru melambaikan tangannya ke arah para orangtua membuat Shanum turut melihat kesana, "smile." Pinta Naka yang kemudian tangan itu terlepas, jangan harap Naka memberinya nafas sejenak karena selanjutnya tangan Naka justru merambat di luar sweater belakangnya demi merangkul pinggangnya longgar.

Percayalah, langkahnya itu tak akan bergerak jika bukan karena digiring Naka.

Ada senyum hangat nan lebar dari kedua ibu dan ayah Septahadi, dan anggukan ramah Ganesha menyambut kedua putra-putri mereka.

"Hay, Ka...macet?" itu bunda yang bertanya pada Naka, dan siapapun tak akan menyangka jika sosok tegas nan sadis di sekolah ini akan begitu hangat pada ayah dan bunda Shanum, "alhamdulilah engga terlalu sih tante, tadi cuma kesini agak santai aja..." jawabnya menyalami satu persatu orangtua termasuk mama dan papanya, disusul Shanum.

"Maaf ya om, Naka ngga bisa jemput Shanum tadi...soalnya ada tugas yang mesti dikerjain sama temen-temen."

"Hhmmm, workaholic like father like son, jangan gitu deh Ka...mama jadi makin percaya kalo mama cuma kebagian hamil sama lahirin kamu doang!" kini mama Anye mencebik menghempas tangan Naka yang baru saja Salim takzim.

Ada tawa renyah ayah dan bunda, yang kemudian obrolan santai kembali terjadi dengan tema masa-masa kehamilan kedua ibu.

Shanum masih diam, entahlah sejak Naka memintanya menemani menemui Airani di tengah acara makan malam bersama kedua orangtuanya ini, ia merasa malas, dan bad mood.

"Sakit Sha?" Tante Anye notice dengan diamnya Shanum.

"Lah, tadi ngga apa-apa kok..." bunda langsung mendaratkan punggung tangannya di kening Shanum, begitupun Naka yang menoleh heran.

"Engga, Tante. Ngga Bun..." senyumnya ia urai kaku.

Ada om Ganesha dan Tante Anye di sebrangnya lalu satu tempat paling ujung ada ayah, sampingnya bunda, Shanum kemudian Naka yang ada di sebrang ayah serta sampingnya.

Shanum bisa berbaur dengan obrolan para ibu, tapi kemudian ia merasa kakinya di senggol-senggol dari samping dimana Naka berada membuat ia menoleh, *apa*?

Ada anggukan atas pertanyaan Shanum yang kemudian dipahami olehnya meski merotasi mata.

"Pa, ma...om, tante maaf...sebenernya Naka sama Shanum ada rencana mau keluar berdua."

Shanum sudah membuat gestur muntah mencibir disana, *kita...lo kalii* *sama si kacang! Gue mah cuma temennya Stella jeruk*!

"Oh!" angguk ayah, dimana para orangtua mendadak speechless dan saling lirik.

"Kemana?" tanya papa Ganesha.

"Nonton." Lirihnya dengan wajah setenang air, *bisa-bisanya* ! Shanum melirik Naka jutek.

"Oh, ya udah ngga apa-apa. Udah selesai kan makannya, Sha?" kini mama Anye yang melirik Shanum dan piringnya.

"Udah tante."

"Di daerah mana, Ka? Jangan kemaleman bawa Shanum pulang..." kembali mama Anye yang bicara.

"Di Taman Anggrek ma."

Bunda mengiyakan tanda ijinnya, sementara papa Ganesha melirik arlojinya, "bisa bawa Shanum pulang jam 11?"

Naka mengangguk, "langsung ke rumahnya."

"Oke. Jangan bikin kecewa.." jawab Ganesha cukup mendikte.

Lalu Naka beranjak setelah Shanum sempat pamit. Ada gestur yang sama yang dilakukan Naka saat berjalan dengan Shanum keluar resto.

"Beliin gue cemilan lah, siapa tau ntar Lo malah ninggalin gue di mobil sendirian lama!" semprotnya lagi pada Naka yang justru diokei cowok itu.

Shanum melihat Naka dengan sorot nyalang, sebegitunya Naka demi bisa bertemu Airani, apakah benar yang digosipkan teman-temannya tadi siang? Ahhh ribettt!

.

.

.

.

1
bunga citra
darah muda😍😍
Septi
wkwkwkwkwk nggak ada yang percaya 🤣
Septi
wooowww 😅
Septi
bisa aja 🤣🤣🤣🤣
Bulan-⁶
berdua dengan posisi begitu ya bahaya lah ka
El aisya
apa shanum semacam banteng? bisa nyruduk ternyata 😅😆
El aisya
ampun dah num, semvak gak tuhhh🤣
El aisya
ealah bocil mau pangkuan juga
mommyanis
pokok e seru....best lah teh Shin 👍👍👍👍👍🤭
Elmaz
🤣🤣🤣🤣
mommyanis
apakah penampakkannya Naka sama dg penampakkan yg sekarang Num 🤔🤔🤔🤭🤭🤭
El aisya
wes pokoknya shanum kalo beli coklat fix ingatnya langsung sosoran Naka🤣🤣
mommyanis
nah kannnnn setannya ternyata ngumpet di dalam kolornya Naka 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Elmaz
iya ya apa kabar desti tuh.... bikinin crita dong teh ttg dia atau kita jodohin aja sama yahya.. 🤣🤣🤣
El aisya
eh eh eh ehhhh,,,, udah mulai nakal ya
mommyanis
kita bacain ayat kursi ato apa nich,takut setannya pada ngintip 😱😁
mommyanis
diarak pake sound horeg aja lah y,biar sampai pojokan dunia tau juga 😂😂😂
mommyanis
entah mengapa klo nyuci pake mesin cuci malah lebih lama selesainya dibandingkan dg nyuci manual alias ngucek pake tangan 🤔😁
deeRa
Astogeh, jujur sekali🤣🤣🤣🤣🤣
Anis Jmb
senyam senyum baca kisah mereka,,,🤭sweet ny naka😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!