NovelToon NovelToon
Siapa Ayah Anakku???

Siapa Ayah Anakku???

Status: sedang berlangsung
Genre:Single Mom / Hamil di luar nikah
Popularitas:13.6k
Nilai: 5
Nama Author: S.A.Hanifa

Syela tak ingat apapun yang terjadi malam itu, berawal dari pesta di sebuah klub membuatnya harus kehilangan kegadisannya.

Apa yang harus dilakukannya pun ia tak tahu...

Apakah harus????.....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon S.A.Hanifa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

33

Seminggu dari hari pernikahan Catherine dan Miko mereka akhirnya memilih tinggal di kediaman Handoko. Itupun keputusan hasil paksaan dari Catherine yang tak betah tinggal dirumah Miko, karena sang mertua yang bersikap dingin padanya.

Awalnya Miko berusaha membujuknya untuk tinggal dirumahnya saja dengan alasan lebih dekat kantor, padahal karena tak tahan dengan sikap pilih kasih mertuanya dan enggan bertemu Syela. Setelah dirinya menikah Miko gencar menghindar dari Syela, mungkin karena rasa bersalah yang terus menghantuinya.

Namun karena Catherine selalu mengancam ingin bunuh diri lah, menggugurkan kandungannya lah atau tiba tiba berteriak histeris membuat Miko menuruti kemauan istri gilanya itu. Takut kedamaian kedua orang tuanya terganggu.

Sepertinya Catherine telah memanfaatkan ke tidak stabilan emosinya untuk menekan Miko agar menuruti semua kemauannya. Dan Miko sendiri selalu kalah dengan ancamannya hingga Catherine lebih leluasa mengaturnya. Jadi setiap ada perbedaan pendapat dari keduanya Catherine selalu mengancam yang mengorbankan nyawa.

Miko pun sampai heran sang istri yang baru seminggu dia nikahi sudah menunjukkan mood swing yang tidak normal, terkadang dia baik, kadang emosian kadang juga melow. Suasana hatinya terus berubah karena itu Miko selalu mengalah, dipikir nya mungkin karena mental dan tengah hamil jadi sikap Catherine bisa berubah ubah dalam sekejap saja.

"Mama...... Papa...... " teriak Catherine saat baru memasuki rumah membuat Syela yang membukakan pintu jadi menggeleng karenanya.

Iya, Syela masih menjalankan status pembantu dirumahnya walau Catherine tak ada disana dan penderitaan dirinya karena istri Miko itu telah terbuka semua. Syela masih tetap menjalankan pekerjaan nya tanpa bujuk rayu kembali dari kedua orang tuanya. Handoko dan Susi diam saja menerima keputusan Syela yang tak mau kembali jadi anak mereka dan malah memilih jadi pembantu.

"Sayang..... " jawab Susi bahagia melihat putri kesayangannya itu datang dengan wajah berbinar gembira, bahkan senyum tak lepas dari wajahnya. Mereka pun saling berpelukan.

"Mama Catherine kangennnnnn" ujar Catherine manja yang dibalas tawa oleh sang Mama. "Baru juga berapa hari tinggal dirumah Miko udah kangen Mama aja" jawab Susi lucu.

"Gimana keadaanmu sehat?" tanya Handoko yang ikut turun melihat anak dan menantunya datang.

"Sehat dong, Papa gimana nggak pernah kambuh lagi kan darah tingginya?" balas Catherine bertanya yang dijawab celengan kepala oleh sang Papa.

"Emmmmmmm aku kangen kalian" ucap Catherine memeluk kedua orang tuanya. Handoko dan Susi saling pandang kemudian tersenyum bahagia melihat putri SEMATA WAYANG nya itu kembali ceria.

Mungkin untuk orang lain pertemuan ketiga orang itu terlihat mengharukan tapi tidak dimata Syela dan Miko sendiri selaku suami Catherine, keduanya terlihat memutar bola mata malas.

Miko tak berniat mengganggu pertemuan penuh haru itu dia lebih memilih naik kekamar Catherine sambil menarik koper yang dipegangnya, menjauh lebih baik pikirnya. Sekaligus menghindari Syela yang tak sedikitpun meliriknya.

Sedangkan Syela sendiri pergi kedapur melanjutkan pekerjaannya, untuk kali ini tak ada air mata iri darinya bahkan tersentuh sedikit pun tidak melihat keadaan Catherine kembali seperti semula. Toh ketiga orang itu juga tak ada yang menghargai kehadirannya atau segan sedikit saja.

Sejam kemudian Syela yang ingin kembali kekamarnya dipanggil oleh sang Nyonya. "Syela tolong kamu belikan bahan makanan di supermarket ya, sayur, lauk dan bahan lainnya sudah pada habis, Mama mau masak untuk Catherine soalnya" perintah Susi tanpa enggan sedikitpun.

"Iya" jawab Syela seadanya lalu mengambil uang yang diberikan sang Nyonya. "Tapi Ansel bagaimana, dia nggak bisa kubawa" ucap Syela bingung jika sang Putra ia tinggal untuk beberapa jam lamanya.

"Biar Mama yang jaga" usul Susi yang tak disangka Syela. Dia terdiam meneliti ekpresi sang Nyonya. "Kamu nggak percaya sama Mama, sudah sana Ansel biar Mama yang urus" tambahnya lagi yang mau tak mau Syela angguki.

Usai beberapa menit bersiap Syela memberikan putranya pada Susi lalu pergi berbelanja walau hatinya terasa gundah meninggalkan Ansel dengan wanita yang pernah jadi Mamanya itu.

Sesampainya di sebuah supermarket yang tak begitu jauh dari komplek perumahannya, Syela mulai mendorong troli memilih beberapa barang untuk dia beli. Sampai hampir penuh keranjang dorong itu, Syela pun menyudahi kemudian pergi kekasir untuk membayar belanjaannya.

Saat sedang antri Syela mengedarkan pandang lalu tanpa sengaja dia melihat seorang wanita paruh baya tak jauh darinya. Sepertinya seumuran dengan Susi tapi kelihatan lebih awet muda, penampilannya pun seperti ibu ibu pada umumnya. Sederhana namun elegan dan entah kenapa dimata Syela Ibu itu enak dipandang, aura keibuan terlihat menguar darinya. Syela terpana.

"Mba mba maju dong". Teguran seseorang menyadarkan Syela dari kekagumannya.

"Ehhhh iya maaf, melamun saya" jawabnya tak enak hati karena memang didepannya sudah tak ada orang lagi dan dia belum bergerak juga.

Setelahnya Syela pun membayar belanjaannya yang sudah dihitung totalnya oleh kasir. Masih menggunakan troli tadi dia membawa barang yang memang cukup banyak itu sambil menunggu taxi, akan dikembalikannya nanti.

Saat sedang menunggu taxi itu tiba tiba ada suara teriakan seseorang yang meminta tolong dari kejauhan, Syela yang baru ingin memasukan barang kebagasi taxi pun kembali mengedar pandang dan sadar jika tak jauh darinya Ibu yang dilihatnya tadi berteriak panik. Tasnya dijambret.

Kejadiannya amat cepat kebetulan jambret itu berlari kearahnya dan akan melewatinya, berbekal ilmu taekwondo yang pernah dia pelajari saat sekolah dulu dengan sekali tendangan Syela menjatuhkan jambret tersebut lalu menguncinya tubuhnya dibawah agar tak bisa bergerak lagi.

"Kembalikan tas itu" gertak Syela berani.

Jambret itu masih berusaha melepaskan diri dari Syela tapi kunciannya tak berhasil dia lepas, jambret itu kesulitan hingga menyerah. Sedangkan beberapa orang yang melihat kejadian itu hanya berseru agar Syela tak melepaskan jambret tersebut, tanpa ada yang berniat membantu.

"Balikin nggak?!!" ancam Syela lagi sembari menguatkan kunciannya.

"Iya iya neng, saya nyerah" ujar jambret itu menyerah pada akhirnya.

Syela perlahan melepaskannya lalu mengambil paksa tas berwarna krem itu dari tangan jambretnya, bersamaan dengan security yang datang untuk mengamankan si jambret.

"Ini tas Ibu" ujar Syela pada Ibu yang dikaguminya tersebut sambil menyerahkan tas nya.

"Terima kasih Nak sudah berani melawan jambret tadi, Ibu sampai ketakutan melihatmu menghentikannya tadi, soalnya kamu perempuan Ibu takut kamu kenapa napa" ucap Ibu itu lebih takut dengan keselamatan Syela dibanding tasnya yang nyaris lenyap.

Syela tersenyum lembut. "Sama sama Ibu, kebetulan saya bisa bela diri sedikit" jawabnya sopan.

"Siapa namamu Nak?" tanya Ibu itu lembut.

"Nama saya Syela bu" jawab Syela sama lembutnya dan senyum manisnya, si Ibu sampai terdiam untuk beberapa detik karena senyuman itu.

"Nama yang cantik, nama Ibu Sintia salam kenal ya Nak" ujar Ibu itu memperkenalkan dirinya.

"Iya Ibu juga cantik" jawab Syela kemudian keduanya tertawa kecil. "Oh iya bu, Ibu baik baik aja kan kalau gitu saya permisi pulang dulu Bu ya, buru buru soalnya" pamit Syela.

"Ehh iya hati hati ya Nak" jawab Ibu itu dan Syela pun berlalu, "Oia Nak, ini ada uang terima kasih untukmu" seru Ibu itu lupa memberi tanda terima kasih, tapi Syela berkata. "Tidak usah Bu, saya ikhlas, Ibu jaga diri baik baik saja" serunya juga lalu menaiki taxi yang sebelumnya tadi.

Ibu Sintia pun membalas lambaian tangan Syela yang berlalu dengan taxi itu. "Gadis yang baik cantik lagi, semoga hidupnya dilimpahkan kebahagiaan" do'anya tulus.

1
Deliz Diaz Dla FM B
Semangat ya
Deliz Diaz Dla FM B
SEMANGAT YA
Nifatul Masruro Hikari Masaru
iya bertemu bertiga dengan anak maksudnya
Nifatul Masruro Hikari Masaru
ungkapan dengan paksaan
Deliz Diaz Dla FM B
semangat ya
Nifatul Masruro Hikari Masaru
ganteng banget 😍😍😍
Hanifa
cepat tamat dong ya😁
Deliz Diaz Dla FM B
cepat mengakui masalah one night terus punya anak kandung itu
Marifah
wow wow wow
Uyen Uyen
wah PD banget Arjuna
Deliz Diaz Dla FM B
Wow
Deliz Diaz Dla FM B
Wow. Ternyata Arjuna itu papa kandung
Hanifa
Yang bener bagas yah, Andre itu nama tokoh karyaku yang lain, salah ketik cenah🙏🙏
𝐈𝐬𝐭𝐲
lanjuut thor...
𝐈𝐬𝐭𝐲
kenapa syela gak pergi saja dari rumah sih, mending cari kerjaan di luar hidup juga jadi tenang, biarkan orang tuanya dan Catherine suatu saat hidup dlm penyesalan...
𝐈𝐬𝐭𝐲
kadang om Bagas kadang om Andre yg bener yg mana thor🤔
𝐈𝐬𝐭𝐲
kayaknya di bab atas namanya Bagas kenapa dibab ini namanya Andre thor 🤔 apa beda orang ya🤔
Hanifa
bisa jadi
Deliz Diaz Dla FM B
Wow, Arjuna itu papa kandung ansel. Kapan ketemuan anak kandung ?
Nifatul Masruro Hikari Masaru
cakep kok visualnya
Hanifa: Terima kasih
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!