yaseer, seorang anak yang hidup di negara konflik. keluarga petani zaitun, namun dia bermimpi untuk mengembangkan usaha orangtuanya dewasa kelak. Namun, karena konflik semakin parah, semua usahanya perlahan runtuh. hingga ketika konflik berhenti, yaseer berusaha sekuat tenaga nya beserta keluarga nya untuk membangun kembali. tapi tiba-tiba hantaman rudal dari penjajah meluluh lantakkan bahan utama usahanya. hingga akhirnya menghancurkan usahanya tak bersisa. akan kah yaseer bangkit kembali atau tamat dengan keadaan fustasi berat? yuk kita simak
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ummi Adzkia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 18. Pengungsi(an)
Hari berlalu dengan sangat cepat. Semua disibukkan dengan tugas masing-masing. Dua tenda baru bagi laki-laki sudah terpasang. Mungkin nanti akan bergiliran untuk siapa yang akan tidur di dalamnya.
Hari kedua di pengungsian sudah mulai terasa rindu akan rumah. Namun masih bisa dihalau dengan kegiatan yang menguras waktu dan tenaga.
Memasak untuk 400an orang bukanlah perkara mudah. Seringkali terjadi kericuhan saat pembagian makanan. Suhu yang dingin seolah menjadi kan perut mereka terus terasa lapar.
Malam ke tiga di pengungsian, cuaca terasa lebih berangin. Tenda-tenda bergoyang terhempas angin. Semoga saja tenda mereka aman tidak akan terbang terbawa angin.
Tiga tenda untuk wanita terpaksa di kosongkan untuk menampung pengungsi laki-laki. Walau berdesakan, tapi lebih baik daripada tidur di luar tenda dengan angin yang terus berhembus.
Stok makanan sudah habis. Namun belum ada tanda-tanda akan datang bantuan pangan untuk mereka. Mereka sendiri akhirnya mengeluarkan apa yang mereka miliki. Tak banyak karena mereka pergi dari rumah tak membawa persediaan makan yang banyak ya karena dirumah mereka pun hanya itu yang ada.
Makan yang ada diolah sedemikian rupa supaya cukup untuk semua. pembagian pun benar-benar dijatah. Tak sampai kenyang, tapi cukup mengganjal perut mereka dari lapar dan dingin.
" Ummi Ade lemes..."Lirih Abia tidur dipangkuan ummi nya setelah membereskan tempat tidur nya.
Laila pun seketika mengecek kening Abia. Hangat ..
" Ade pusing..?" Tanya ummi.
Abia hanya mengangguk pelan dengan mata terpejam. Rasanya tulang belulang nya pun ikut terasa ngilu. Tidak tau efek dingin atau efek cape' atau lainnya.
Laila segera memanggil Hania yang sedang mengasuh bayi di sudut tenda.
" Akak... Bisa tolong ummi sebentar?" Pinta nya.
" Iya ummi sebentar..."
"Dede sama Kaka dulu ya, onti di panggil ummi dulu sebentar ok...hmm..." Ujarnya pada bayi mungil lucu itu dan menitipkan pada kakak di bayi.
" Ada apa ummi, Ade kenapa, kok lemes gitu?" tanya Hania beruntun di depan umminya.
"Ade demam, akak bisa minta tolong ambilkan obat demam di tas kecil ummi.. Dan juga air minumnya..?" Pinta umminya.
"Tas kecilnya ada di dalam tas pakaian ummi." Lanjutnya. Hania mengangguk dan mencari tas yang dimaksud di dekat tempat tidur mereka.
"Iya disitu. Obatnya yang sirup ya... " Tunjuk umminya. Karena posisi yang dekat namun ummi tidak bisa bergerak karena ada Abia di pangkuannya.
Hania mengambil obat sirup itu juga air minumnya. Dan menyerahkan pada ummi nya.
"Ayo Ade bangun dulu ya, diminum dulu obatnya.. semoga Allah beri kesembuhan.. Aaa..." Bujuk ummi pada Abia.
"Bismillah...." Tuntun ummi.
Abis bangun dengan mata setengah terpejam. Dia pun menelan obat sirup kesukaannya jika demam.
" Besok-besok minumnya yang pil saja ya jika ini habis, karena kita tidak punya lagi.." Kata ummi setelah Abia menelan air minumnya.
Abia mengangguk pasrah saja. Kepalanya sudah sangat pusing. Ummi pun mulai memijat - mijat kepala Abia untuk mengurangi rasa pusing nya.
"Semoga Ade cepat sehat ya. Allahummasyfii Abia syifaan laa yughodiru saqoman". Doa Hania untuk Abia sambil ikut memijat kakinya yang terasa lebih hangat.
( Ya Allah.. Berilah kesembuha
pada Abia dengan kesembuhan yang tidak ada lagi rasa sakit)
" Apa kita perlu kasih tau Yaseer mi, kalo Ade lagi sakit?" Tanya Haniya meminta persetujuan.
" Tidak usah kak. Biar saja. Insyaallah ini masih bisa kita atasi." Jawab umminya menolak.
" Biarkan dia sedang belajar dengan yang lain. Ummi lihat dia sibuk membantu bapak-bapak di ujung sana. Ntah sedang membuat apa." Terang ummi.
Haniya mengangguk setuju, supaya ada manfaat nya dia berada di sini, pikirnya.
****
Menjelang sore, para pengungsi masih menunggu bilamana ada bantuan tiba. Saat pagi tadi salah seorang yang memiliki saudara di pemerintahan, mengirimkan pesan meminta bantuan.
Mereka berharap banyak pada bantuan yang datang. Karena jarak mereka untuk mencari pun lumayan jauh. Dan tidak ada kendaraan yang bisa di gunakan.
Sore pun tiba. Masih belum ada kabar. Hingga malam pun bantuan masih belum tiba. Mereka mulai gelisah. Perut yang siang tadi hanya di isi air minum, sudah terasa perih.
Laila yang mengkhawatirkan keadaan Abia pun mulai mencari cara. Karena Abia dalam keadaan sakit dan harus minum obat. Tapi tanpa adanya makanan apakah tidak berbahaya? pikirnya.
Laila pun mulai bertanya pada ibu-ibu di tendanya. Barangkali ada sedikit makanan atau madu sebagai makanan untuk Abia.
Di tendanya tak di dapatnya. Ia pun mencari ke tenda-tenda lain. Dari sekian tenda, akhirnya di dapatnya dua sendok madu yang sangat kental. Madu itu diperoleh dari seorang ibu yang mempunyai riwayat sakit magh kronis. Jadi beliau selalu menyetok madu sebagai pereda rasa perih nya.
" Alhamdulillah... " Lirihnya sambil menatapi secawan kecil berisi madu.
Ia pun berterima kasih sekali. Dan kembali ke tendanya. Diminumkannya madu itu pada Abia. Di iringi dengan berbagai doa-doa dan ayat-ayat Alquran meminta kesembuhan pada Allah.
Malam ini mereka hanya minum air. Ada yang membuat air hangat, air teh, air madu atau air tawar biasa. Intinya hanya air tanpa ada makanan di dalamnya.
***
Waktu shubuh, setelah sholat berjamaah, doa-doa panjang bersahutan. Seorang imam sholat yang membacakan doa, makmum mengaminkan. Semoga bantuan segera tiba. Atau berilah jalan keluar lainnya tanpa mengandalkan pemberian orang lain .
Pagi hari menyapa, hingga matahari sedikit naik. Mereka tetap hanya bisa menunggu. Ada yang nekad berusaha mencari keluar. Namun karena dalam keadaan lapar, mereka kembali lagi belum sempat menemukan apapun.
" Ya Allah ... Jika ini ujian untuk menghapuskan dosa-dosa kami, kami ridho ya Allah..." Lirih salah satu pengungsi laki-laki tua di selah Yaseer duduk.
Yaseer pun seketika melirik ke arah nya. Ya kondisi mereka cukup memprihatinkan. Suhu dingin, perut lapar, dan tidak tau harus berbuat apa. Hanya doa meminta pada Sang Maha Pemberi Rezeki.
'Ya Allah... Jika Yaseer nanti menjadi orang sukses, tak akan Yaseer biarkan keluarga Yaseer kelaparan. Dan sebisa mungkin desa Yaseer semua mempunyai penghasilan.' Tekad batin Yaseer.
Tak ada yang tak mungkin bukan, jika Allah sudah berkehendak. Begitu pikirnya. Makanya ia ingin banyak berkarya. Ia banyak belajar dari orang-orang sekitarnya. Walaupun terlihat sepele tapi jika ada ilmu nya maka akan berbeda hasilnya.
*****
Brumm...brumm...
Sebuah truk datang dari arah jalan utama. Truk berhenti berdekatan dengan tenda paling ujung dekat dengan dapur umum. Sopir pun turun dari truk nya dan menyapa pengungsi yang memperhatikan nya.
" Assalamualaikum warahmatullah..." sapa nya di depan para pengungsi.
Pengungsi yang tadi nya diam memperhatikan begitu mendengar salam, mereka seketika tersenyum lega
" Kami dari pemerintahan Gaza, kami diperintahkan mengirimkan bantuan logistik kesini." Terangnya dengan senyuman.
Para pengungsi pun tersenyum lega dan bersahutan menyebut Hamdallah.
" Alhamdulillah.. Kita ada makanan lagi.... Yey.. !" Seru seorang anak di tengah-tengah mereka.
"Iya Alhamdulillah... "
" Ayo kita turunkan bersama..!" ajak salah satu yang lain.
Sopir pun mengangguk bahagia, karena respon yang baik. Dan mereka saling bekerja sama menurunkan bantuan itu.
Setelah semua bantuan logistik di turunkan, para pengungsi itu mengucapkan banyak-banyak terima kasih dan rasa syukur yang amat sangat atas rezeki yang mereka dapat.
Hingga saat sopir itu akan pamit pergi, sebuah mobil jib patroli datang dengan tergesa. Dan keluarlah dua orang tentara bersenjata menghampiri mereka.
" SIAPA YANG MENGIZINKAN KALIAN DATANG KE SINI!!! Bentak salah satu tentara kepada sopir truk.
" Ya Allah...." Gumam sebagian.para pengungsi.
happy reading 💪
happy Ied Mubarak
komen baik nya ditunggu ya.