NovelToon NovelToon
Miss Magang Menyebalkan

Miss Magang Menyebalkan

Status: sedang berlangsung
Genre:Dosen / Idola sekolah / Diam-Diam Cinta
Popularitas:640
Nilai: 5
Nama Author: Nadiya Nafras

Mahasiswa magang dari universitas A, dan mereka semua kembar berjumlah 6 orang. Tentunya hal itu sering membuat siswa dan guru salah mengenali mereka. saksikan kisah mereka

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadiya Nafras, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Magang

Hari ini semua mahasiswa dan mahasiswa sedang berkumpul di aula, adanya mereka sedang menunggu pelepasan. Sebelumnya mereka semua telah memilih tempat magang yang telah mereka selidiki terlebih dahulu, dan hari ini bosan penyanyi akan mengantar mereka ke sekolah tujuan mereka. Tentunya mereka tidak hanya terdiri dari satu prodi saja, tetapi mereka terdiri dari gabungan prodi dan maksimal 8 orang.

Satu demi satu dekan mengumumkan siapa saja dosen pembimbing para mahasiswa tersebut, dan setelah upacara selesai menetapkan segera mencari dosen pembimbing mereka masing-masing. Agar mereka semua bisa diantar ke sekolahnya masing-masing, dan segera melakukan serah terima sebagai mahasiswa magang di sekolah tersebut. Dan tentunya mereka akan menghadapi banyak rintangan di sekolah tersebut, karena mereka akan memulai Rana baru di sekolah tersebut.

" Kau sudah menemui dosen pembimbing kita?" tanya Grace.

" Aku belum menemuinya, siapa sih dosen pembimbingnya. hanya diberitahu inisial saja, landasan pembimbing kita ada berapa orang sih?" jawab Gina yang justru tambah memberi pertanyaan.

" Kalian belum menemui dosen pembimbing kita?" tanya Indah dan keduanya pun menjalankan kepalanya. " Ya sudah kalau begitu kalian di sini saja, biar aku saja yang menemui dosen pemimpin kita agar kita bisa segera diantarkan ke sekolah."

" Aku temani ya indah, biarkan saja mereka menunggu di sini." ucap intan dan keduanya pun segera pergi meninggalkan teman-temannya itu di lobby fakultas.

Keduanya aku langsung mencari dosen yang telah diutus untuk menjadi pemimpin mereka, dan mereka pun menghampiri landasan karena sejak tadi tidak menemukan dosen tersebut. Dan sesuai dengan tebakan Mereka ternyata dosen itu memang sering berada di ruang dosen, dan tampak sepertinya dosen tersebut sedang mengobrol dengan mahasiswa bimbingan yang lainnya. Mereka pun perlahan-lahan menghampiri dosen tersebut, karena mereka juga ingin diantar ke sekolah tempat mereka magang.

" Dari SMP 1 mana, kemudian SMP 5, SMP 7, dan SMP 12?" ucap dosen tersebut dan mereka semua untuk mengangkat tangannya pertanda kalau mereka perwakilan dari mahasiswa yang akan diantar ke sekolah tujuan. " Sekarang kalian diskusikan terlebih dahulu sekolah mana yang akan diantar terlebih dahulu, kalau bisa yang satu arah lewat jalur kampus ya jadi saya mengantarnya tidak perlu bolak-balik." ucapkan tersebut dan mereka pun mulai memperindingkan SMP mana duluan yang akan diantar oleh dosen pemimpin tersebut.

Mereka terus saja berunding, akhirnya setelah 15 menit Mereka pun menemukan jawaban. Yang diantar terlebih dahulu adalah SMP 7, kemudian SMP 5, setelah itu SMP 1 dan yang terakhir adalah SMP 12. Mereka pun menyampaikan hal itu kepada dosen pembimbingnya, dan dosen pembimbing itu pun setuju.

" Baiklah kalau begitu saya akan ke SMP 7 terlebih dahulu, untuk yang di SMP 5, SMP 1 dan SMP 12 silakan menunggu di dekat gerbang sekolah ya. Nanti setelah selesai saya akan langsung menghubungi perwakilan dari kalian, tetapi sebelumnya tolong perwakilan dari setiap SMP untuk ngecek nomor saya agar saya mengetahui siapa kalian." ucap dosen itu dan mereka semua pun mengangguk.

Mereka semua pun segera membubarkan barisan dan pergi menuju sekolahnya masing-masing, pintunya dosen akan mendampingi yang pergi ke SMP 7 terlebih dahulu. Dan mereka semua yang lainnya akan menunggu di dekat gerbang sekolah tempat mereka magang, karena mereka memang tidak mungkin masuk ke sekolah tanpa pengantar. Atau bisa dikatakan mereka tidak akan mungkin bisa masuk ke sekolah tanpa dosen pembimbingnya, sebagai sang pembimbingnya juga harus berbicara dengan kepala sekolah dan wakilnya terlebih dahulu.

Indah dan juga Intan akhirnya kembali ke teman-temannya yang berada di lobby fakultas, Mereka pun menyampaikan informasi yang sudah diberitahukan oleh dosen pembimbing mereka. Dan kemudian mereka langsung pergi ke sekolah tempat mereka magang menggunakan sepeda motor, dan mereka mencari tempat untuk duduk terlebih dahulu. Karena mereka tidak mungkin masuk ke sekolah tersebut tanpa dosen pembimbingnya, sebab hal itu pastinya akan menjadi pertanyaan besar bagi pihak sekolah.

Saat ini mereka berenang sudah berada di warung dekat gerbang sekolah, atau bisa dikatakan tepat di depan sekolah. Seorang kakak yang sedang lapar bertemu dengan mereka di warung tersebut, tentunya satpam itu menanyakan mengapa mereka tidak langsung masuk ke sekolah.

" Kalian berenam kan mahasiswa yang kemarin sempat izin untuk magang di sekolah kan?" tanyanya dan mereka pun mengangguk. " Lalu mengapa kalian berada di warung bukannya masuk ke dalam sekolah?" tanyanya lagi yang merasa penasaran.

" Kami sedang menunggu dosen pembimbing kami terlebih dahulu pak, rasanya kurang pantas jika kami masuk ke sekolah tanpa ditemani oleh dosen pembimbing kami."

" Oh ternyata kalian sedang menunggu dosen pembimbing kalian, memangnya saat ini dosen pemimpin kalian ada di mana dan mengapa kalian harus menunggunya terlebih dahulu?"

" Dosen pembimbing kami sedang mengantar mahasiswa bimbingannya di sekolah lain, karena memang bukan hanya kami saja yang mendapatkan dosen pembimbing tersebut. Jadi dosen pembimbingnya mengantar secara bergantian Pak, dan kebetulan kami mendapatkan giliran paling terakhir."

" Kasihan banget kalian berenang mendapatkan giliran pengantaran paling terakhir, tetapi Ya sudahlah. Nanti kalau udah sini sudah datang kalian berdua langsung masuk saja ya, saya akan sampaikan kepada wakil kepala sekolah kalau kalian sudah berada di depan sekolah. Nanti salah satu dari kalian langsung lapor saja kepada wakil kepala sekolah, agar beliau bisa mengatur waktu untuk bertemu dengan kepala sekolah."

" Baik Pak satpam, sebelumnya terima kasih karena telah mau mendengarkan perkataan kami dan mau menyampaikan hal tersebut kepada wakil kepala sekolah tanpa kami meminta pertolongan terlebih dahulu pak."

" Kalian berenang tidak perlu sungkan kepada saya, apalagi kita akan saling bertemu selama beberapa bulan ke depan. Saya harap kalian bisa melakukan semuanya dengan sebaik-baik mungkin ya, dan pastinya kalian akan mendapatkan perbandingan antara universitas kalian dan juga universitas sebelah. Seperti yang kalian tahu di dalam sekolah masih ada mahasiswa dari universitas sebelah, karena memang masa magang kalian yang memiliki waktu berbeda."

" Kami mengerti dengan apa yang bapak katakan, dan kami akan menyimpan semuanya dengan sebaik-baik mungkin. Kami paham kalau kami pasti akan menjadi perbandingan antara pihak yang mahasiswa kampus a dan juga kampus b, dan menurut saya itu memang wajar sih terjadi apalagi kami magang di tempat yang sama." jelasnya.

" Ya sudah kalau begitu siapkan telinga kalian saja ya, semoga saja kalian tidak akan mendapatkan perkataan yang menyakitkan dari para guru-guru di sini. Dan siapakah yang akan menjadi ketua Di Antara kalian berenam?" tanya satpam itu yang memang belum mengetahui siapakah di antara mereka yang akan menjadi perwakilan atau menjadi ketua kelompok magang.

1
mond ☘︎☘︎
boleh kasih saran?
etto... sampulnya kurang menarik perhatian (sorry kalau menyinggung☹️)
Nadiya Nafras
oke kak, terimakasih
mond ☘︎☘︎: sama sama ^^
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!