NovelToon NovelToon
The Crimson Legacy

The Crimson Legacy

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Penyeberangan Dunia Lain / Sistem
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: BlueFlame

‎Thomas Watson—Presiden Amerika Serikat termuda yang pernah menjabat, dengan approval rating 91% dan dijuluki "The People's President" ia meninggal dalam serangan jantung mendadak di usia 52 tahun. Namun kematiannya bukanlah akhir.

‎Ia terbangun dalam tubuh Arthurian Vancroft, satu-satunya Archduke di Kekaisaran Valcrest—seorang legenda hidup yang dijuluki "The Crimson Aegis" karena kehebatannya yang mampu memusnahkan pasukan iblis sendirian. Tapi ada masalah besar: tubuh ini sekarat.

‎Dua bulan lalu, Arthur bertarung melawan Demon god Zarathos dan menang—tetapi dengan harga mengerikan. Dia kehilangan 92% kekuatannya.

‎Lebih buruk lagi? Apapun yang terjadi tidak ada yang boleh tahu.

‎Jika musuh-musuh politiknya—para Duke serakah, bangsawan korup, dan faksi-faksi yang iri dengan kekuasaannya yang hampir setara Kaisar—mengetahui kelemahannya, mereka pasti tidak akan tinggal diam.

bagaimana kisah selanjutnya? Ayo kita lihat bersama.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BlueFlame, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 20. Jarak

Kamar Archduke — Tengah Malam

Arthur berbaring di ranjang besar itu, menatap kanopi sutra di atasnya. Tubuhnya terasa sangat berat. Hari ini ia telah meminum Energy Restoration Pill dua kali.

Tok. Tok.

Ketukan pelan terdengar di pintu.

Arthur tersentak dan duduk terlalu cepat hingga pandangannya berkunang sejenak. “Siapa?” tanyanya waspada.

Tidak ada jawaban.

Namun pintu perlahan terbuka.

Valerine melangkah masuk.

Arthur membeku.

Valerine mengenakan gaun tidur sutra biru muda—sederhana, tanpa ornamen, tetapi entah mengapa justru terasa jauh lebih… intim dibandingkan gaun formal kebesarannya.

Sial. Kenapa dia memakai pakaian setipis itu…

Valerine menutup pintu dengan bunyi klik pelan, lalu berbalik menatapnya.

“Valerine?”

Arthur turun dari tempat tidur dan berdiri, meskipun tubuhnya jelas menolak. “Ada apa? Kenapa kau—”

“Aku membaca surat dari Kaisar,” potong Valerine datar. “Sebastian mengirimkan salinannya seperti biasa.”

Ia melangkah mendekat, setiap langkahnya tenang dan terukur.

“Pertarunganmu dengan Jenderal Stormbreaker tinggal tiga hari lagi.”

Valerine berhenti beberapa langkah darinya, menatap tanpa ekspresi.

“Kau yakin akan baik-baik saja?” tanyanya. Suaranya lebih lembut dari biasanya. “Jangan sampai kau mati sebelum waktunya.”

Ada nada tajam di kalimat terakhir, seolah ia ingin terdengar sinis. Namun kekhawatiran yang tulus tetap lolos melalui celah nada itu.

Arthur menatapnya lama.

Lalu ia tersenyum tipis—senyum lelah, tetapi tulus.

“Kalau begitu, bantu aku.”

Keheningan turun di antara mereka.

Valerine menyipitkan mata. “Mengapa aku harus membantumu?”

Arthur melangkah mendekat. Gerakannya lambat, disengaja.

“Karena jika aku jatuh,” ucapnya dengan suara sangat serius, mata merahnya menatap lurus ke mata perak Valerine, “kau akan jatuh bersamaku.”

Ia tersenyum tipis.

“Duke Torrhen menyimpan dendam lama terhadap keluarga Silvaine karena insiden perbatasan lima tahun lalu. Marquis Blackwell masih memendam kebencian karena ayahmu menghancurkan monopoli gandumnya dua puluh tahun lalu. Count Ashford selalu melihat keluarga Silvaine sebagai rival politik yang harus dieliminasi.”

Arthur kembali melangkah lebih dekat.

“Jika mereka berhasil menghancurkanku—menguasai wilayahku, menghapus keluarga Vancroft dari peta politik—mereka tidak akan berhenti.”

Suaranya menurun, tetapi intensitasnya justru semakin tajam.

“Mereka akan datang untuk Keluarga Silvaine berikutnya. Untuk ayahmu. Untuk wilayah keluargamu.”

Valerine terdiam.

Wajahnya tetap tanpa ekspresi. Namun Arthur dapat melihat sesuatu di kedalaman matanya itu—pengakuan sunyi bahwa ia memahami kebenaran di balik kata-katanya. Ia tidak bisa menyangkalnya.

Valerine menarik napas panjang, memejamkan mata sejenak, lalu membukanya kembali.

“…Baiklah,” ucapnya pelan. “Aku akan membantumu.”

Rasa lega menyapu dada Arthur. Namun Valerine segera mengangkat satu jari sebagai peringatan.

“Jangan berharap lebih dari ini. Ini murni transaksi. Aku membantu karena aku harus, bukan karena aku ingin.”

Arthur tersenyum kecil—senyum yang entah bagaimana terasa hangat.

“Aku tidak mengharapkan lebih dari itu. Terima kasih, Valerine.”

Ia mengulurkan tangan, sebuah gestur formal untuk menjabat tangan dan menyegel kesepakatan layaknya dua pebisnis.

Namun saat ia melangkah maju untuk menjangkaunya—

Valerine refleks mundur.

Arthur mengernyit, bingung, dan tanpa sadar melangkah lagi.

Valerine kembali mundur—hingga punggungnya menabrak meja rias dengan bunyi keras.

Thud.

Ia terjebak antara meja rias di belakangnya dan Arthur berdiri di depannya.

Dan jarak di antara mereka tiba-tiba menjadi sangat dekat.

Arthur menatapnya dengan kening berkerut. “Mengapa kau menghindar sampai seperti itu?” tanyanya, benar-benar bingung. “Aku tidak akan melakukan sesuatu yang buruk padamu.”

Valerine menatapnya dengan mata sedikit melebar. Wajahnya memerah—bukan karena rasa malu yang manis, melainkan campuran antara canggung dan panik.

“Kau—”

Ia mengangkat tangannya dan meletakkannya di dada Arthur, mendorong pelan. Bukan dorongan yang benar-benar kuat—lebih seperti usaha menjaga jarak yang tersisa di antara mereka.

“Kau yang terus mendekat!” Suaranya naik sedikit, terdengar defensif. “Kau tidak sadar posisimu sudah sangat dekat? Kau membuatku teringat sesuatu!”

Arthur terdiam, benar-benar memproses situasi.

Lalu ia menyadari.

Jarak mereka sekarang mungkin hanya setengah meter dan tangan Valerine masih menempel di dadanya. Punggung Valerine bersandar pada meja rias.

Posisi ini…

Oh.

Oh, sial.

Ia menggaruk belakang kepalanya dengan canggung dan buru-buru melangkah mundur.

“Maaf, maaf! Aku—aku terus maju karena kau terus mundur, jadi aku refleks ikut maju dan—”

Kata-katanya berantakan, tidak jelas arahnya.

‎Bagus sekali, Arthur. Sungguh elegan.

Valerine merapikan gaun tidurnya dengan gerakan kaku. Wajahnya masih memerah, dan ia menghindari tatapan Arthur.

“Bodoh,” gumamnya pelan—tidak jelas ditujukan pada siapa.

Keheningan canggung memenuhi ruangan.

Arthur berdiri dengan tangan masih di belakang kepala, tidak tahu harus bersikap bagaimana. Valerine berdiri di depan meja rias, menatap lantai, jemarinya mencengkeram kain gaunnya erat-erat.

Beberapa detik berlalu terasa seperti menit yang panjang.

Akhirnya, Valerine menarik napas dalam, jelas berusaha menenangkan diri, lalu menatap Arthur kembali.

“Jadi, apa yang bisa kubantu?” tanyanya dengan nada profesional, seolah momen canggung tadi tidak pernah terjadi.

Arthur mengangguk cepat, bersyukur atas perubahan topik itu.

“Ini saran dari Sebastian. Ia menyebut ritual Nexus Aeternum Vinculum. Katanya akan lebih baik jika kita melakukannya. Jadi aku membutuhkan penyihir dengan kontrol mana sempurna. Dan menurutnya… kau mungkin satu-satunya yang bisa.”

Valerine mengangguk pelan. Ia berjalan ke sisi lain ruangan—menjaga jarak yang jelas—lalu duduk di kursi dekat perapian.

“Aku mengenal ritual itu,” ujarnya tenang. “Sangat berbahaya. Tingkat kematian untuk eksekusi yang gagal sekitar tujuh puluh persen.”

“Terdengar menyenangkan,” gumam Arthur kering.

Valerine mengabaikan sarkasmenya.

“Aku pernah melakukan stabilisasi mana padamu sebelumnya. Aku cukup familiar dengan sistem sihirmu.”

Ia mengangkat tangannya.

Cahaya biru tipis mulai menari di ujung jarinya, lembut namun stabil, berdenyut dengan ritme yang presisi.

“Dan kontrol manaku…” ujarnya pelan, tatapannya fokus pada aliran cahaya itu, “…cukup untuk mempertahankan aliran konstan tanpa fluktuasi.”

Arthur berjalan mendekat—kali ini dengan hati-hati, menjaga jarak yang pantas—lalu duduk di kursi di seberang Valerine.

“Berapa lama ritual itu bisa bertahan?” tanyanya.

“Dengan kondisimu?” Valerine berpikir sejenak, menghitung dalam benaknya. “Maksimal empat jam. Setelah itu, tekanan pada tubuhmu—dan tubuhku—akan terlalu besar.”

“Empat jam sudah cukup,” jawab Arthur. “Pertarunganku dengan Stormbreaker seharusnya tidak lebih dari satu jam. Setelah itu aku harus mengikuti rapat Dewan Kekaisaran selama tiga sampai empat jam.”

“Itu sangat mepet.”

“Aku tahu.” Arthur tersenyum pahit. “Tapi apa pilihan kita?”

Valerine terdiam sesaat, lalu mengangguk perlahan. “Baik. Kita lakukan ritualnya besok pagi. Aku perlu menyiapkan material—kristal fokus, rune penstabil, dan beberapa herba untuk meminimalkan risiko.”

“Apa yang perlu kulakukan?”

“Jangan mati sebelum besok pagi,” jawab Valerine datar. “Dan beristirahatlah sebanyak mungkin. Tubuhmu harus berada dalam kondisi terbaik. Yah, mungkin ‘terbaik’ untuk situasimu masih tergolong buruk.”

Arthur tertawa pelan—tawa yang kali ini terdengar tulus.

“Aku akan mencoba.”

Valerine berdiri dan melangkah menuju pintu. Namun sebelum keluar, ia berhenti. Tangannya menggenggam gagang pintu, punggungnya masih menghadap Arthur.

“Arthur,” panggilnya.

Itu pertama kalinya malam ini ia menyebut namanya tanpa nada tajam.

“Ya?”

“Jangan mati.”

Suaranya pelan, hampir tak terdengar.

“Aku sudah berinvestasi terlalu banyak untuk membiarkanmu mati konyol di arena.”

Sebelum Arthur sempat menjawab, Valerine membuka pintu dan keluar, menutupnya dengan lembut.

Arthur tetap duduk di sana, menatap pintu yang kini tertutup rapat.

Perlahan, senyum kecil muncul di wajahnya—hangat, tanpa ia sadari sejak kapan senyum itu mulai hadir setiap kali ia memikirkan Valerine.

“Aku juga tidak akan membiarkan diriku mati,” bisiknya pada ruangan yang sunyi.

 DING

╔══════════════════════════════════╗

║ PEMBERITAHUAN SISTEM ║

╚══════════════════════════════════╝

Hubungan dengan Valerine: 0% → +8%

Status: “Netral” → “Sekutu yang Enggan”

Kemajuan:

Valerine menyetujui ritual berisiko tinggi

Kekhawatiran tulus terhadap keselamatan Arthur terdeteksi

Momen canggung/intim pertama tercatat

Penggunaan nama pertama tanpa nada permusuhan

╔══════════════════════════════════╗

║ PENCARIAN UTAMA DIPERBARUI ║

╚══════════════════════════════════╝

Pencarian: Bertahan di Panggilan Kekaisaran

Tujuan Baru:

► Lakukan ritual Nexus Aeternum Vinculum bersama Valerine

► Bertarung melawan Jenderal Stormbreaker tanpa menunjukkan kelemahan

► Bertahan dalam sidang Dewan Kekaisaran selama 3–4 jam

► Jangan mati

Waktu Tersisa: 2 Hari

Tingkat Kesulitan: EKSTREM

Hadiah Jika Berhasil:

+150 Poin Reputasi

+10% Kekuatan Fisik (permanen)

+10% Kekuatan Sihir (permanen)

Kemampuan Pasif Terbuka: Kehadiran Penguasa

+15% Hubungan dengan Valerine

Kegagalan:

Kematian (kemungkinan tinggi)

Kehilangan wilayah

Catatan: Seluruh hadiah dari misi sebelumnya akan diberikan setelah misi ini berhasil diselesaikan.

...----------------...

...***...

Catatan:

Setengah meter \= 50 cm

1
Xiao Ling Yi
Imutnya~
Xiao Ling Yi
Kurangg/Frown/
Xiao Ling Yi
Semangat updatenya Thor~/Smile/
Fel N: Makasih banyak, kak.🥰🥰🥰
total 1 replies
Xiao Ling Yi
Kawaii😍
Fel N: 🤭🤭🤭😅😅
total 1 replies
Khns_
setting yang detail, penjelasan yang rinci di setiap kejadian, bahasa yang enak dibaca, dan penggambaran karakternya yang joss bgt sih yg bikin betah baca 1 bab lagi, lagi, dan lagi.
Fel N: Makasih banyak, kak.😭😭😭🥰🥰🥰
total 1 replies
Khns_
kakak author update tiap kapan ya?
Fel N: Tiap hari, kak.🥰🥰🥰
total 1 replies
blueberry
lucu bgt pasangan ini🤭
Fel N: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Xiao Ling Yi
Satu banget nih Thor?/Grievance/
blueberry
semangat thor up nya
Fel N: makasih kak 🥰🥰☺️☺️☺️
total 1 replies
Xiao Ling Yi
Suka banget sama ceritanya, semangat!!/Smile/
Fel N: makasih kak 🥰🥰🥰
total 1 replies
Xiao Ling Yi
Lanjut Kak Othor~!💪💪
Fel N: siap🥰🥰🥰☺️
total 1 replies
Jack Strom
Mantap... 😁
anak panda
🔥🔥🔥
Jack Strom
Keren... 😁
anak panda
gasss up 2-3 bab🔥🔥🔥
🤭🤭
Fel N: Semoga bisa yah kak🥰
total 1 replies
anak panda
lanjutt
Jack Strom
Wow... Keren... 😁😁😛😛😛
Jack Strom
Bikin Penasaran... 😁😛😛😛
Fel N: makacih 🥰
total 1 replies
Jack Strom
Mantap!!! 😁😛😛😛
Jack Strom
Eh... Tubuh Arturian itu biologis apa cyborg kah... 🤔🤔🤔...😛😛😛😛
Fel N: biologis kak😭. Nanti bakal ada penjelasan tentang world building nya. jadi bersabarlah kak Jack .🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!