NovelToon NovelToon
Kami Yang Kau Buang

Kami Yang Kau Buang

Status: tamat
Genre:Anak Yatim Piatu / Single Mom / Wanita Karir / Nikahmuda / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:1.5M
Nilai: 5
Nama Author: Ummu Umar

Maya memiliki 3 orang anak saat dirinya diusir oleh suaminya karena pengaruh dari keluarganya, dia berjuang untuk membesarkan ketiga anaknya yang masih kecil hingga tumbuh menjadi anak-anak yang hebat dan berprestasi

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ummu Umar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tidak Mudah Memaafkan

Perasaan Benci yang dulu tertanam di hatinya sejak malam itu hingga kini tak pernah memudar, melihatnya bahagia ditengah penderitaan kami dahulu membuatku semakin membencinya. Lelaki yang harusnya menjadi cinta pertama seorang anak perempuan tapi menjadi luka utama bagi anak perempuannya.

"Sialan, mereka bisa hidup bahagia setelah membuat aku dan ibuku menderita". Umpatnya dengan kasar.

Sampai melupakan sang sopir yang menunggunya sejak tadi bahkan dia juga meninggalkan teman-teman nya saking kesalnya.

" Nona kenapa?? ". Tanya sang Sopir yang telah menemaninya sejak 5 tahun lalu itu.

" Tidak apa-apa pak, jalan saja, kita langsung pulang kerumah saja". Dengan nada lembut

Sangat berbeda dengan tadi dia berbicara bahkan dia mengumpat tidak jelas.

"Baik nona, jika bisa jangan mengumpat seperti itu nona, itu tidak baik". Tegur sang sopir dengan lembut.

Lelaki paru baya yang menjadi sopir pribadi keluarga Maya sejak 5 tahun lalu itu, sangat menyayangi anak-anak majikannya seperti cucunya sendiri karena dirinya dan sang istri tidak memiliki anak jadilah dia menganggap Maya dan juga anaknya adalah anak dan cucunya sendiri.

"Iya pak, maafin saya, saya hanya sedang marah dan kesal pada seseorang, jadi kelepasan". Ucapnya dengan sendu memandang pak Sopir dengan senyuman lembut.

" Iya nona, mari kita pulang". Ucapnya menjalankan mobil itu menuju rumah sang majikannya.

"Menurut bapak, apakah kita harus memaafkan seseorang jika dia telah menyakiti kita dan keluarga?? Tanya dengan sopan.

Keluarga Sonya sudah menganggap pak asep dan istrinya sebagai keluarga mereka karena keduanya tidak memiliki keluarga lain selain mereka berdua. Apalagi keduanya sangat baik kepada mereka dan menganggap mereka sebagai keluarganya sendiri.

"Yang seperti apa dulu nona??, memaafkan orang tidak semudah yang dilihat apalagi jika itu membuat kita menderita dan terluka".

" Ya yang seperti maksud saya pak ".

" Jika itu saya saya tidak bisa memaafkannya, saya memang tidak akan membalas tapi jika harus berurusan dengan orang itu lagi lebih baik tidak usah. Ngapain, bikin hati tambah sakit saja ". Ucap Mang Asep kepada Sonya.

" Begitu yah pak??

"Kita tidak perlu membalasnya nona, karena seperti itu hanya menguras tenaga dan emosi saja tapi tidak menghasilkan apapun. Cukup dia tahu kita siapa dan anggap saja dia patung atau orang yang tak kasat mata. Pembalasan yang paling sakit itu bukan pembalasan fisik nona, tapi pembalasan diam seribu bahasa dan tidak menganggap keberadaan mereka".

Sonya merenungi apa yang dikatakan pak Asep kepadanya barusan. Orang itu tidak mengenalnya jadi hanya diam saja ketika dia membully dan tidak bereaksi apapun

"Terus bagaimana cara saya membalas kelakuan mereka pak kira-kira??

" Saat mereka sudah tahu siapa nona dan mereka bertanya kepada anda anggap saja mereka patung terutama saat keadaan ramai, aku yakin mereka akan malu sendiri tanpa nona sentuh mereka".

"Iya sih, bunda selalu bilang kita tidak perlu membalas perbuatan orang lain kepada kita, cukup tunjukkan kepada orang itu jika kita akan jauh lebih sukses dari yang mereka kira".

" Iya nona seperti itu, hanya kadang kita harus memiliki pertahanan diri sendiri untuk bisa melindungi diri kita karena tidak ada yang tahu orang seperti itu".

"Terima kasih pak Asep atas nasehatnya". Ucap Sonya dengan tulus.

" Sama-sama nona, jangan terlalu pendam masalah nona, kadang kita membutuhkan orang lain untuk berbagi cerita walau tak semua orang bisa kita percaya".

"Iya pak Asep terima kasih. Tolong tidak usah beritahukan hal tadi kepada bunda dan kedua kakakku, takutnya mereka khawatir".

" Maaf nona jika beliau bertanya akan saya jawab tapi jika beliau tidak menanyakannya saya akan diam saja".

"Baiklah pak, terima kasih yah".

Kini keduanya tengah melaju kerumah besar mereka hasil karya Sonya yang dituangkan menjadi rumah mereka itu.

Sonya mengamati sekelilingnya, dia masih bisa merasakan bagaimana perjuangan sang Bunda membesarkan dia dan saudaranya dengan sangat gigih dan tahan banting.

"Assalamualaikum". Sonya mengucapkan salam begitu dirinya masuk kedalam rumah.

" Waalaikum salam nak". Maya membalas salam sang anak kemudian memeluknya dengan sayang.

Inilah yang paling dia suka dari bundanya, kelembutan dan kebaikan yang tidak bisa dibandingkan apapun. Pelukan terhangat dirinya dan saudaranya ketika telah lelah beraktivitas menjadi obat mujarab untuk mereka mengembalikan tenaga mereka.

"Bagaimana jalan-jalan nya tadi bunda??, seru ga??, kok akunya ga diajak?? Tanya Sonya beruntun seperti kereta api.

" Kakak masuk kamar aja dulu, bersih-bersih setelah itu makan, nanti kakak kamu jelasin agar kamu lebih enakan". Ucap Maya tanpa menjawab pertanyaan sang anak.

"Memang ada apa bunda??, kelihatannya penting sekali?? Tanya Sonya dengan penasaran.

Maya tersenyum lembut kepada sang anak

" Turuti saja apa yang bunda katakan anak cantik, kita akan bicara nanti sama kakak-kakak kamu bersama setelah kamu bersih-bersih dan lebih segar agar tidak kusut seperti cucian nanti".

"Baiklah bunda, aku ke kamar dulu untuk bersih-bersih kemudian makan sesuai perkataan bunda, aku naik yah!! ". Sonya mencium pipi sang bunda kemudian berlalu menuju kamarnya di lantai atas.

" Aku hanya bisa berdoa, semoga anak-anak tidak semakin membenci ayahnya karena masa lalu karena biar bagaimanapun Rasya adalah ayahnya dan akan menjadi wali nikah mereka nantinya". Monolognya dalam hati memandang nanar kepergian sang anak ke kamarnya.

Sampai diatas rumah di lantai dua, Sonya berpapasan dengan sang kakak sulung tapi melihat wajah yang tidak bersahabat itu, dia jadi mengurungkan niatnya untuk bertanya. Mungkin ini yang menjadi penyebab bunda mengatakan untuk tidak bertanya macam-macam.

"Kamu baru pulang dek??". Ucap Sang kakak tertua ketika melihatnya.

" Iya kak, tadi singgah untuk mengerjakan tugas, aku sudah izin sama bunda tadi". Sonya memandang sendu sang kakak terlihat berantakan.

"Ya sudah, kamu bersih-bersih dek, kemudian makan karena nanti sore kita akan mengobrol bersama seperti biasanya". Sasya memandang sang adik dengan senyuman paksa.

Dia sangat tahu adiknya pasti curiga kepadanya tapi tak ingin bertanya banyak kepadanya karena adiknya itu memang mengetahui bagaimana keadaan yang bisa untuk bertanya.

"Yah sudah kak, aku masuk yah, nanti kita ngobrol nya". Sonya tersenyum lembut kemudian masuk ke kamarnya meninggalkan sang kakak yang masih termenung di pintu kamar nya.

"Seperti nya aku tahu apa yang menjadi penyebab mereka semua seperti itu, mereka pasti bertemu dengan lelaki sialan itu". Monolog Sonya dalam hati.

"Apakah adikku akan baik-baik saja ketika mengetahui jika kami bertemu dengan lelaki sialan itu dan mengganggu kami serta ingin mengetahui keadaan kami?? ". Monolognya memandang pintu kamar sang adik.

1
Hasanah
manusia tidak tau diri pdahal Klian yg tidak tau diri
LING
setan pake translate aja sombong babi
Zanahhan226
‎Halo, Kak..

‎Datang dan dukung karyaku yang berjudul "TRUST ME", yuk!

‎Kritik dan saran dari kakak akan memberi dukungan tersendiri untukku..

‎Ditunggu ya, kak..
‎Terima kasih..
‎🥰🥰🥰
guntur 1609
ceritamu sangat bagus Thor. didlamnya diajari rasa kebersamaan, keharmonisan, dan saling menerima kelemahan org lain tampan menghakimi org trsbt. trims ceritanya
guntur 1609
wahh sdh nampak kan hasil didikan si garis. tu lah anak yg kau banggakan
guntur 1609
rasya kedua..
guntur 1609
pakai alasan tua lagi. seharusnya kau punya otak. sdh tahu tua. tapi tingkah sprti anak muda saja... eh salah sprti binatang maksudnya
guntur 1609
rasakan kalian. dasar keluarga toxic
guntur 1609
semua dibalukusibah pasti akan ada hal yang baik yg akan datang. keluarga yg hangat
guntur 1609
loh bukanya Sasha pernah dekat waktu SMA dan dia pernah menolong org yg disukai. dan juga kan orangbtuanlaki2 yg diselamatkan ya pun suka juga dengan saya. lah ni siapa Vino? apa dia laki2 tu ya
guntur 1609
loh sonya sdh sadar???
guntur 1609
baru tahu rasa kau kan
guntur 1609
kasihan sonya. ni lah yang menjadi pelajaran bagi kitaborangbtua. jangan sampai memberikan trauma bagi anak kita
guntur 1609
kalau sdh begini pun aku jadi sedih. mngkn ni sdh jalanya tk saling mengikhlaskan biar hati plong
guntur 1609
itu adalah harga yg sangat pantas kau bayar rasya
guntur 1609
rasakan kalian. makin semangat lagi saya sama rar memasukan si sayyan
guntur 1609
lah bukanya 3 tahun yg lalu masih berumur 17 tahun. seharusnya 3 tahun kemudian kan 20 tahun. bukan 21
guntur 1609
bagus tubra
guntur 1609
dasar org gila
gila hormat/Smug//Smug/
guntur 1609
dasar benalu + bunglon
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!