NovelToon NovelToon
London’S Heart Surgeon

London’S Heart Surgeon

Status: sedang berlangsung
Genre:Dokter / Pernikahan rahasia / Kehidupan alternatif
Popularitas:6.9k
Nilai: 5
Nama Author: AEERA-ALEA

novel dengan universe berbeda dari novel
"hazel lyra raven", dimana pharma dan Lyra bisa bersama tanpa ada ledakan

Dokter Lyra (27), spesialis anak, dipindahtugaskan ke Rumah Sakit Delphi di London. Di sana, ia harus berhadapan dengan Pharma Andrien, kepala rumah sakit sekaligus spesialis saraf yang dijuluki "Ice King" karena sifatnya yang sangat cuek, dingin, dan perfeksionis di depan staf medis.
​Namun, segalanya berubah saat mereka sedang berduaan. Di balik pintu tertutup, Pharma berubah drastis menjadi sosok yang sangat clingy dan manja hanya kepada Lyra. Kini, Lyra harus berjuang menjaga profesionalitas di rumah sakit sambil menghadapi tingkah "muka dua" atasannya yang tidak bisa jauh darinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AEERA-ALEA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

20=cheating

Leon terdiam mematung di meja kerja Pharma. Di tangannya, terselip sebuah map kulit berwarna biru tua yang awalnya ia kira berisi laporan perkembangan Lord Sterling. Namun, isinya jauh lebih mengejutkan: sebuah salinan sertifikat pernikahan resmi.

​Di sana tertera dengan jelas: Pharma Andriend dan Lyra Raven.

​"Jadi... ini alasannya?" gumam Leon tak percaya. "Suami istri?"

​Pharma yang baru saja selesai memakai sarung tangan bedah, masuk kembali ke ruangan itu untuk mengambil kacamata pelindungnya. Ia melihat Leon memegang map itu dan seketika atmosfer di ruangan itu membeku.

​Pharma merebut map itu dengan gerakan kilat. Matanya menatap Leon dengan peringatan yang sangat nyata. "Kamu tidak seharusnya melihat itu, Leon."

​"Kenapa kalian pura-pura tidak kenal, Sir?" Leon bertanya dengan nada serius, hilangnya semua nada bercanda yang tadi ia pakai. "Kalian berdua sepakat untuk jadi orang asing setelah kamu pindah ke London? Itu gila. Lyra bahkan terlihat seperti orang asing sungguhan di depanmu."

​Pharma menghela napas panjang, ia bersandar di meja, menatap sertifikat itu dengan tatapan yang sulit diartikan. "Kami sepakat, Leon. Lyra ingin membangun kariernya sendiri tanpa embel-embel nama 'Istri Pharma Andriend'. Dia tidak mau orang-orang melihatnya hebat karena saya suaminya. Dia ingin membuktikan kemampuannya dari nol di Delphi."

​"Tapi cara Anda memperlakukannya tadi... itu bukan cara memperlakukan asisten, Pharma. Itu cara seorang suami yang sedang cemburu buta," balas Leon pelan. "Anda memaksa dia pura-pura tidak kenal, tapi Anda sendiri tidak tahan saat pria lain mendekatinya."

​Pharma terdiam. Rahangnya mengeras. "Saya pindah ke London untuk mencari posisi CMO ini agar masa depan kami terjamin. Tapi saya tidak menyangka melihatnya lagi di sini sebagai asisten saya sendiri akan sesulit ini. Menahan diri untuk tidak memeluknya di depan semua orang... itu jauh lebih sulit daripada operasi jantung paling rumit sekalipun."

​Tepat saat itu, terdengar suara langkah kaki mendekat ke arah pintu. Lyra berjalan masuk, masih sibuk merapikan masker bedahnya tanpa menyadari situasi tegang di dalam ruangan.

​"Oke, saya siap! Maaf agak lama, talinya agak susah diikat," ucap Lyra ceria, menatap Pharma dan Leon bergantian. "Lho? Kok kalian berdua malah diam-diaman begini? Ada masalah sama berkasnya?"

​Pharma langsung menyembunyikan map itu di laci meja yang terkunci. Ia menatap Lyra dengan tatapan yang kini lebih melunak, namun tetap berusaha menjaga jarak profesionalnya sesuai kesepakatan mereka.

​"Tidak ada masalah," sahut Pharma dingin, meski tangannya sedikit gemetar saat mengunci laci. "Ayo ke ruang operasi. Kita sudah terlambat lima menit."

​Leon menatap Lyra, lalu menatap Pharma. Ia kini paham kenapa Pharma begitu "caper" dan protektif. Itu bukan sekadar bos yang menyukai asistennya, tapi seorang suami yang sedang merindukan istrinya namun terikat janji untuk tetap menjadi orang asing.

​"Dokter Lyra," panggil Leon saat Lyra hendak menyusul Pharma.

​"Ya, Dokter Leon?"

​Leon tersenyum penuh arti. "Semangat untuk operasinya. Dan... kancing belakang baju scrub kamu sedikit terbuka. Mungkin Dokter Pharma mau membantu membetulkannya? Sebagai 'rekan kerja' yang baik?"

​Lyra langsung menoleh ke arah Pharma dengan wajah merah padam, sementara Pharma menatap Leon dengan tatapan ingin memecat asistennya itu saat itu juga.Pharma mendelik tajam ke arah Leon, memberikan tatapan "diam-atau-kamu-mati" yang paling mematikan. Namun, karena tidak mau rahasia mereka terbongkar di depan Lyra, Pharma terpaksa bergerak.

​Ia melangkah mendekat ke arah Lyra. Tangannya yang biasanya sangat stabil saat memegang pisau bedah, kini terasa sedikit kaku saat harus menyentuh bagian belakang leher Lyra untuk membetulkan kancing scrub-nya.

​"Sini. Kamu itu ceroboh sekali," gerutu Pharma, mencoba kembali ke mode "Bos Galak".

​Lyra mematung. Sentuhan jari Pharma di tengkuknya terasa sangat familiar, mengingatkannya pada memori-memori sebelum mereka memutuskan untuk "berpisah" sementara demi karier. Jantungnya berdegup kencang, takut kalau Pharma malah bertindak terlalu jauh di depan Leon.

​"Makasih, Sir," bisik Lyra pelan, sengaja menekankan kata 'Sir' untuk mengingatkan Pharma pada kesepakatan mereka.

​Pharma mendengus pelan tepat di telinga Lyra. "Sama-sama, Dokter Lyra. Pastikan setelah ini tidak ada lagi yang 'terbuka'."

​Di Ruang Operasi: Ketegangan Tiga Arah

​Operasi pertama dimulai. Suasana di ruang operasi jauh lebih dingin dari biasanya. Leon, yang sekarang sudah tahu rahasianya, malah asyik menonton interaksi "suami-istri pura-pura asing" ini dari posisi asisten kedua.

​"Dokter Lyra, klem arteri itu. Sekarang," perintah Pharma.

​Lyra bergerak cepat, namun karena kurang tidur, ujung jarinya sempat bersenggolan dengan jari Pharma di dalam rongga dada pasien. Keduanya tersentak kecil, seolah ada sengatan listrik.

​"Fokus, Dokter Lyra. Jangan biarkan sentuhan kecil mengganggu konsentrasimu," sindir Pharma, padahal dia sendiri yang sempat kehilangan ritme selama satu detik.

​Leon yang melihat itu hanya bisa menahan tawa di balik maskernya. "Wah, koordinasi tangan kalian hebat ya. Sepertinya sudah sangat terbiasa bekerja bersama... atau mungkin sudah sangat terbiasa saling bersentuhan?"

​Pharma langsung menatap Leon dengan mata menyipit dari balik kacamata bedahnya. "Leon, kalau kamu tidak bisa menjaga mulutmu tetap steril, silakan keluar dari ruangan ini."

​"Maaf, Sir. Hanya observasi medis," sahut Leon santai.

​Momen di Ruang Istirahat

​Setelah operasi pertama selesai, Lyra pergi ke ruang istirahat untuk minum. Ruangan itu sepi sampai Pharma masuk dan langsung mengunci pintu dari dalam.

​"Pharma! Apa-apaan sih?! Kalau ada yang lihat gimana?" Lyra panik, menaruh gelasnya dengan kasar.

​Pharma tidak peduli. Ia berjalan mendekat, menyudutkan Lyra ke tembok dan menaruh kedua tangannya di sisi kepala Lyra. "Leon tahu, Lyra."

​Lyra melotot. "Apa?! Kok bisa?!"

​"Dia menemukan berkas pernikahan kita di meja kerja saya. Maaf, saya ceroboh," Pharma menundukkan kepalanya, menyandarkannya di bahu Lyra. Suaranya yang tadi sombong kini terdengar sangat lelah dan rindu. "Sulit sekali, Lyra. Melihatmu setiap hari, menyuruhmu ini-itu sebagai asisten, padahal yang ingin saya lakukan cuma mau pulang bareng kamu ke apartemen."

​Lyra menghela napas, tangannya perlahan terangkat untuk mengelus rambut pirang Pharma yang berantakan. "Kita kan udah sepakat, Pharma. Cuma satu tahun. Gue mau orang London kenal gue sebagai dokter hebat, bukan cuma 'istri simpanan' CMO Delphi."

​"Tapi Leon bakal terus ngeledekin kita," keluh Pharma sambil mendongak, menatap mata istrinya itu. "Dan saya benci melihat dia berusaha caper ke kamu tadi pagi."

​"Dih, kamu juga caper ke aku di depan wartawan kemarin!" balas Lyra sambil mencubit hidung Pharma.

​Pharma tersenyum tipis, lalu dengan cepat mengecup dahi Lyra sebelum ada yang mengetuk pintu. "Cepat balik ke ruang operasi. Operasi kedua dimulai sepuluh menit lagi, Wife."

​"Iya, Boss!" Lyra menjulurkan lidahnya lalu buru-buru keluar sebelum ketahuan staf lain.

1
Cici Winar86
di sinopsis nya pharma dokter jantung..tapi ini di bilangnya di sini dokter saraf...
AEERA♤
bacaa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!