NovelToon NovelToon
Pewaris Terahir Murim

Pewaris Terahir Murim

Status: tamat
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Spiritual / Sistem / Cintapertama / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:990
Nilai: 5
Nama Author: PENALIAR

Berikut sinopsis singkat yang cocok untuk sampul belakang novel atau deskripsi di platform seperti Webnovel/KakaoPage:

**Murim's Last Heir**
**Q Zlatan Ibrahim**

Di puncak kejayaan Klan Pedang Kang, Kang Ha-neul pernah menjadi jenius termuda yang ditakdirkan mengubah sejarah Murim. Namun, satu malam tragis merenggut segalanya: keluarganya dibantai, meridiannya disegel oleh kekuatan misterius, dan ia jatuh menjadi sampah yang diejek bahkan oleh saudara klannya sendiri.

Hingga darahnya menetes ke cincin pusaka ayahnya—dan dari kegelapan muncul Hyeol-geon, Iblis Pedang Berdarah, arwah legendaris yang dikhianati muridnya sendiri ratusan tahun lalu.

Dengan dendam yang membara dan satu-satunya keluarga yang tersisa—adik perempuannya Soo-ah—Ha-neul memulai perjalanan balas dendam yang akan mengguncang seluruh Murim. Dari reruntuhan menjadi pewaris sejati, ia harus membuka segel meridiannya, menguasai jurus-jurus terlarang, dan menghadapi musuh terbesar: Penguasa Sekte Iblis

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon PENALIAR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 27: TIGA IBLIS

Tiga hari telah berlalu sejak kesepakatan dengan Jang Cheon-soo.

Iblis Bayangan itu kini mendirikan kemah di tepi lembah, tepat di luar area yang dianggap sebagai wilayah pribadi Ha-neul. Sebuah tenda hitam dengan ornamen perak, dijaga dua muridnya secara bergantian. Setiap pagi, ia datang ke paviliun tepi danau untuk pertemuan singkat—membawa gulungan informasi, peta, atau kadang hanya duduk diam minum teh buatan Soo-ah.

Hyeol-geon tidak pernah muncul saat Jang Cheon-soo ada. Ia memilih bersembunyi di dalam cincin, hanya sesekali berbisik pada Ha-neul. Ketegangan di antara dua iblis tua itu nyata, bahkan tanpa kehadiran fisik salah satunya.

Pagi ini, Jang Cheon-soo datang lebih awal. Di tangannya, sebuah gulungan besar.

"Aku punya sesuatu untukmu," katanya sambil membentangkan gulungan di atas meja paviliun. "Peta markas utama Sekte Iblis."

Ha-neul menunduk, mengamati. Peta itu detail—setiap bangunan, setiap pos penjagaan, bahkan ruang bawah tanah yang tersembunyi. Ada catatan-catatan kecil di pinggirnya: "Jumlah pengawal: 200", "Lokasi sel tahanan", "Kantor Pemimpin Sekte di lantai 3".

"Kau dapat ini dari mana?"

"Informan. Aku punya beberapa orang di dalam." Jang Cheon-soo tersenyum tipis. "Mereka bekerja untukku, bukan untuk Penguasa Sekte."

Ha-neul mengamati peta itu lebih lama. "Ruang bawah tanah ini... untuk apa?"

"Tahanan. Dan juga... laboratorium. Penguasa Sekte dikenal suka melakukan eksperimen pada tahanan untuk menciptakan senjata manusia."

Ha-neul merasakan jantungnya berdetak lebih cepat. Ia teringat ayahnya, yang mati misterius. Mungkin ada hubungannya?

"Tanya dia tentang ayahmu," bisik Hyeol-geon.

Ha-neul menarik napas. "Jang Cheon-soo, aku ingin tanya sesuatu."

"Silakan."

"Ayahku, Kang Jin-ho. Apakah kau tahu sesuatu tentang kematiannya?"

Jang Cheon-soo mengangkat alis. Lalu perlahan, ia mengangguk. "Aku tahu sedikit. Tapi mungkin lebih dari yang kau tahu."

Ia duduk, mengambil cangkir teh yang disodorkan Soo-ah. Gadis itu diam-diam mendengarkan dari samping.

"Ayahmu adalah pemimpin Klan Pedang Kang yang dihormati. Tiga tahun lalu, ia tewas dalam serangan mendadak oleh sekelompok pembunuh bayaran. Itu versi resmi." Jang Cheon-soo menyeruput tehnya. "Versi tidak resminya: pembunuh itu dikirim oleh seseorang. Dan seseorang itu punya koneksi dengan Sekte Iblis."

Ha-neul menegang. "Siapa?"

"Aku tidak tahu persis. Tapi aku punya petunjuk. Di tubuh ayahmu, setelah kematiannya, ditemukan luka aneh—bukan luka pedang biasa, tapi luka akibat teknik terlarang yang hanya diajarkan di Sekte Iblis."

Dunia Ha-neul seperti berhenti. Ayahnya dibunuh oleh Sekte Iblis. Dan selama ini, ia tidak tahu.

"Kau yakin?"

"Cukup yakin." Jang Cheon-soo menatapnya. "Itu sebabnya aku yakin kau akan bergabung denganku melawan mereka. Kita punya dendam yang sama, Kang Ha-neul."

Ha-neul diam. Tangannya mengepal di bawah meja.

---

Sore harinya, Ha-neul berlatih lebih keras dari biasanya.

Ia mengeluarkan sepuluh pedang energi sekaligus—kemajuan luar biasa dari lima pedang seminggu lalu. Pedang-pedang itu melesat ke segala arah, menebas pohon, memecah batu, membelah udara. Tapi ia tidak puas. Ia ingin lebih.

Jang Cheon-soo mengamati dari tepi danau, ditemani Soo-ah.

"Bakatnya luar biasa," gumamnya. "Hyeol-geon benar-benar menemukan berlian."

Soo-ah menatapnya curiga. "Kakek, Kakek benar-benar mau membantu Oppa?"

Jang Cheon-soo menoleh, tersenyum. "Kau tidak percaya padaku?"

"Tidak." Jawab Soo-ah jujur. "Tapi Oppa bilang kita harus terima bantuan Kakek. Jadi Soo-ah nurut. Tapi Soo-ah tetap awasin Kakek."

Jang Cheon-soo tertawa. "Kau anak yang pintar. Dan setia. Langka di dunia ini."

Ia menatap Ha-neul yang masih berlatih. "Aku tahu kalian tidak percaya padaku. Dan kalian benar untuk tidak percaya. Tapi dalam satu hal, kalian bisa percaya: aku benar-benar ingin melihat Penguasa Sekte Iblis mati. Karena itu, untuk sementara, kepentingan kita sejalan."

Soo-ah tidak menjawab. Ia hanya terus mengawasi.

---

Malam harinya, Hyeol-geon akhirnya keluar.

Ia melayang di samping Ha-neul yang duduk di tepi danau, kelelahan setelah latihan brutal.

"Kau dengar sendiri," katanya. "Ayahmu dibunuh Sekte Iblis."

"Iya."

"Sekarang kau punya alasan lebih untuk memburu mereka."

Ha-neul mengangguk. "Tapi Guru, aku juga berpikir... mungkin ini jebakan Jang Cheon-soo. Mungkin ia ingin kita fokus pada Sekte Iblis, lalu saat kita lemah, ia serang."

"Itu mungkin. Tapi informasinya tentang ayahmu... aku bisa merasakan kebenarannya."

Ha-neul menatap gurunya. "Guru percaya dia?"

"Tidak. Tapi aku percaya pada fakta. Dan fakta menunjukkan, Sekte Iblis memang punya motif membunuh ayahmu."

Ha-neul diam. Pikirannya kacau. Dendam, ambisi, ketidakpercayaan—semua bercampur jadi satu.

"Saran saya: manfaatkan dia. Ambil semua informasi, semua pelatihan yang bisa kau dapat. Tapi jangan pernah lengah. Dan jangan pernah bergantung padanya."

"Seperti kata Soo-ah."

"Adikmu memang pintar."

Ha-neul tersenyum tipis. Ia menatap bulan yang bersinar terang.

"Ayah, ibu... aku akan cari kebenaran. Dan mereka yang membunuh kalian akan kubuat menyesal."

---

Keesokan harinya, Jang Cheon-soo membawa kabar baru.

"Penguasa Sekte Iblis akan mengadakan pertemuan besar sebulan lagi. Semua pemimpin cabang akan berkumpul di markas utama. Ini kesempatan."

"Kesempatan apa?"

"Jika kita bisa menyusup saat itu, kita bisa menangkap banyak informan. Atau bahkan..." Ia tersenyum misterius. "...menanam bom."

Ha-neul mengerutkan kening. "Kau punya orang dalam?"

"Sudah puluhan tahun. Tapi mereka butuh bantuan dari luar. Dan kau, Kang Ha-neul, adalah orang yang tepat."

"Kenapa aku?"

"Karena kau tidak dikenal. Wajahmu baru. Tidak ada yang akan curiga pada petarung muda yang ikut turnamen internal Sekte Iblis."

Ha-neul terkejut. "Turnamen?"

"Iya. Setiap tahun, Sekte Iblis mengadakan turnamen internal untuk merekrut bakat-bakat baru. Tahun ini, mereka membuka pendaftaran untuk umum—katanya untuk memperkuat barisan. Tapi sebenarnya, mereka mencari orang-orang berbakat untuk dijadikan eksperimen."

Ha-neul merenung. Ini kesempatan untuk masuk langsung ke sarang musuh. Tapi juga sangat berbahaya.

"Kau mau?"

Ha-neul menatap Jang Cheon-soo lama. Lalu ia mengangguk.

"Aku mau."

---

Dua minggu kemudian, Ha-neul pamit pada Soo-ah.

Adiknya menangis, tapi tidak melarang. Ia hanya memeluk kakaknya erat.

"Oppa janji pulang."

"Janji."

Soo-ah menyodorkan bungkusan kecil—ramuan-ramuan darurat, penawar racun, dan beberapa jimat pelindung buatannya sendiri.

"Ini buat Oppa. Soo-ah doain Oppa sukses."

Ha-neul tersenyum, mengusap kepala adiknya. Lalu ia berbalik dan pergi, ditemani Jang Cheon-soo dan dua muridnya.

Hyeol-geon diam di dalam cincin, tapi Ha-neul bisa merasakan kewaspadaannya.

Perjalanan ke markas Sekte Iblis telah dimulai.

1
Riska Purwati
👍👍👍👍👍👍
maklie_
aku mampir 💪
Asepsolih Sutarman
ceritanya seru, suka banget.....top markotop
Asepsolih Sutarman
makin seru ceritanya...👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!