NovelToon NovelToon
Universe Network

Universe Network

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Zombie / Fantasi
Popularitas:999
Nilai: 5
Nama Author: Candra S

Beberapa bulan setelah Leon lulus dari SMA, gurunya menawarkan Leon untuk bekerja di villa sang guru. Setahun setelah itu, Leon berhasil menembus tahap pemurnian qi level satu, dan secara resmi dijadikan murid oleh sang guru. Pada malam peresmian murid, gurunya memberikan sebuah bola hitam misterius kepada Leon. Keesokan harinya, kehidupan Leon mulai berubah secara drastis!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Candra S, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pelelangan Besar 3

"Leon, kamu benar-benar membuatku terkesan."

Robenyo mengacungkan jempol terhadap kemurahan hati Leon. Sebagai salah satu pengusaha besar di Indonesia, dia memiliki total kekayaan puluhan triliun. Namun itu adalah total keseluruhan aset miliknya, tidak dengan dana cair yang tersedia.

Tentu itu hanyalah angka yang tercatat untuk mengurangi pajak. Jika tidak, tidak mungkin Robenyo dapat membayar lebih dari 20 triliun kepada Leon hanya dalam beberapa hari setelah Leon menyerahkan emas.

"Seperti yang kukatakan sebelumnya, untuk seseorang sepertiku, uang hanyalah alat untuk meningkatkan kekuatan. Itu sangat melegakan ketika memikirkan uang yang kuberikan dapat membantu banyak orang. Aku yakin perasaan lega itu juga dapat membantuku dalam pelatihan dan meningkatkan kekuatanku."

Leon mengambil bebek goreng dengan tangan dan mulai merobek dagingnya.

Keduanya saat ini sedang menikmati hidangan di salah satu restoran di gedung yang sama dengan tempat pelelangan berlangsung. Terdapat selisih waktu dua jam antara akhir sesi pertama dan sesi kedua. Karena itu, para peserta dapat beristirahat di sela-sela waktu tersebut.

"Bagaimana dengan lukisan terkutuk?"

"Aku sudah menyimpannya dengan kekuatan yang kutunjukkan padamu waktu itu."

Setelah akhir sesi pertama, Leon langsung menuju tempat pengambilan barang. Setelah mentransfer total 2 triliun, dengan rincian 1 triliun untuk lukisan terkutuk, dan 1 triliun untuk donasi, dia membawanya ke dalam mobil di basement, sebelum menyimpannya ke dalam inventory.

"Haha, kekuatan itu sangat berguna untuk situasi seperti ini. Dengan begitu, kamu tidak perlu khawatir akan kehilangan barangnya."

Waktu mulai bergerak mendekati jam tujuh malam, dan para peserta mulai kembali ke aula.

"Para tamu yang terhormat, kembali lagi bersama saya Ron, yang juga akan membawakan acara pada sesi kedua malam ini."

Pembawa acara mulai berbicara selagi petugas membawa item pertama yang akan dilelang.

"Ohhh, itu adalah ramuan pemulihan milikmu."

Robenyo mendekatkan wajahnya dan berbisik kepada Leon, yang dibalas dengan anggukan. Sebenarnya Leon dapat menyediakan banyak ramuan pemulihan kecil. Namun karena dua minggu lalu dia memberi tahu Robenyo hanya memiliki empat yang tersisa, dia hanya bisa menunjukkan empat di pelelangan.

Jika itu baru dua minggu, dan dia sudah memiliki lebih banyak, maka mungkin Robenyo akan meragukan kata-kata Leon selanjutnya. Dia tidak ingin hal itu terjadi.

"Untuk item pertama pada sesi kedua malam ini, apakah kalian melihat empat tabung kaca ini? Empat tabung kaca ini berisi cairan magis yang dinamakan ramuan pemulihan. Lalu apa efeknya? Ramuan pemulihan dapat menyembuhkan luka hanya dalam waktu singkat. Selain itu, ramuan pemulihan juga dapat meminimalisir efek racun mematikan yang dapat membunuh seseorang dalam waktu singkat. Atau begitulah yang dijelaskan oleh orang yang memberikan ramuan ini kepada kami. Lalu, bagaimana cara membuktikan bahwa hal itu benar-benar bekerja?"

Melihat orang-orang mengangguk, pembawa acara itu mulai menjadi gugup.

"Yah... Sebenarnya, kami sudah membuat surat perjanjian dengan sang penjual. Dan yang menjadi korban percobaannya adalah aku sendiri."

Pembawa acara itu tertawa kering.

"Perjanjian itu menyebutkan bahwa jika ramuan pemulihan ini tidak bekerja, sang penjual akan memberikan ganti rugi sebesar 100 miliar, dan juga menanggung segala bentuk biaya pengobatan yang akan aku jalani. Oleh karena itu, aku akan menyerahkan mikrofon ini kepada yang lain untuk sementara."

Pembawa acara itu menyerahkan mikrofon kepada asisten cantik di samping.

"Saya, Vior, akan mengambil alih untuk sementara waktu. Sebelumnya, untuk mengurangi rasa sakit, bapak Ron sudah meminum obat pereda nyeri untuk mengurangi rasa sakit. Karena sang penjual tidak mempermasalahkan hal tersebut....."

Selagi Vior berbicara, para staf menutup mata pembawa acara, Ron, dengan kain hitam, kemudian kedua tangan Ron diarahkan ke atas meja, dan diikat dengan semacam borgol yang menyerupai ikat pinggang. Ron kini tidak bisa memindahkan tangannya dari atas meja.

"Cara menggunakan ramuan pemulihan sangat sederhana. Yaitu dengan meminumnya, atau menyiramkan cairan langsung di atas luka. Lalu apa yang akan kita lakukan pada Ron?"

Semua orang merasa ngeri ketika melihat seorang staf mengeluarkan pisau tajam di samping Vior. Vior kemudian mengarahkan jarinya ke mulut untuk meredakan gumaman dari para peserta.

Slab!!!

"Ahhh...."

Tangan kanan Ron ditembus oleh pisau tajam itu. Semua yang terjadi disiarkan langsung pada layar. Mereka bahkan dapat melihat apa yang terjadi di atas panggung secara langsung!

"Berikan ramuannya, cepat!"

Vior langsung memerintahkan staf yang memegang ramuan untuk menuangkan isinya ke dalam mulut Ron. Kemudian dia berbicara kepada Ron.

"Bapak Ron, tolong tenang sejenak dan minum ramuannya."

Setelah Ron meminum ramuan pemulihan, tubuhnya sedikit memancarkan pendaran biru, kemudian luka pada tangan kanannya pulih secara perlahan. Semua itu tampak sangat jelas pada layar besar.

"Berikan tepuk tangan kepada bapak Ron!"

Plak. Plak. Plak. Plak....

Ketika Ron mengambil alih, dia menyeka keringat di dahinya.

"Hahahaha, itu sungguh mengerikan. Tapi tidak masalah, lihatlah keadaan tanganku sekarang."

Layar memperbesar gambar dan memproyeksikan keadaan tangan Ron yang dia balik perlahan-lahan. Karena percikan darah sudah dibersihkan dari kulit tangannya, penampilan bersih tanpa bekas luka menunjukkan bahwa ramuan pemulihan itu benar-benar bekerja!

"Meskipun saya tidak jadi menerima ganti rugi sebesar seratus miliar, tapi jangan khawatir, saya tetap menerima biaya penampilan dari sang penjual. Tapi seratus miliar ya, yah.... Sayang sekali."

Semua orang tertawa mendengar candaan Ron.

"Tidak diragukan lagi bahwa ramuan pemulihan merupakan item magis yang sangat bagus untuk dimiliki. Pikirkan saja ini, bagaimana jika kamu memiliki musuh yang ingin meracunimu. Tidak perlu berbicara musuh, bagaimana jika itu orang yang iri terhadap dirimu, atau menginginkan kehancuranmu dan...."

Leon benar-benar terkesan dengan kesediaan Ron untuk membantunya menaikkan harga ramuan. Mungkin itu merupakan balasan Ron untuk 1 miliar yang dia berikan sebagai biaya pertunjukannya.

"Karena kita memiliki tiga ramuan pemulihan, kita akan melelangnya tiga kali berturut-turut. Ramuan pemulihan pertama akan dimulai dengan harga 200 miliar, dengan minimum kelipatan harga 1 miliar."

Pada akhirnya, ramuan pemulihan pertama jatuh kepada nomor 566, yaitu Robenyo, dengan harga 480 miliar, ramuan kedua kepada nomor 100 dengan harga 470 miliar, dan ramuan ketiga kepada nomor 22 dengan harga yang melonjak drastis, yaitu 632 miliar!

Hingga sesi kedua berakhir, tidak ada item yang menarik minat Leon, termasuk item-item magis yang ada. Ketika keduanya hendak turun ke parkiran di basement, Leon menyuruh Robenyo untuk beristirahat sejenak dan mencari tempat duduk.

"Pak Robenyo, bertindaklah biasa sambil melihat-lihat ponselmu. Ada beberapa orang yang mengikuti kita sejak tadi."

Sambil menggeser-geser layar ponsel, Leon mengeluarkan suara pelan dan memberi tahu Robenyo.

"Apa yang akan kita lakukan?"

"Berapa banyak yang menjemput kita?"

"Sama seperti tadi siang."

Karena Robenyo tidak bepergian jauh, dia hanya membawa dua pengawalnya, yaitu Joe, dan satu lagi yang bertugas menyopiri mobil. Robenyo memiliki rumah di Bali, dan ini merupakan salah satu tempat tinggal utamanya.

"Namun mobilku itu dapat menahan peluru."

Leon terdiam. Kemudian dia membuka suara setelah berpikir untuk sementara waktu.

"Jika kita benar-benar diikuti nanti, apakah aku dapat menghilangkan mereka?"

"Tapi kita kekurangan personil!"

"Aku akan melakukannya sendiri, tidak perlu membahayakan yang lain."

"Apakah kamu sungguh dapat melakukannya? Bagaimana jika mereka bersenjata?"

Melihat kekhawatiran Robenyo, Leon terkekeh pelan dan memberitahunya dengan tenang.

"Kamu tidak perlu khawatir, tubuhku kebal terhadap peluru."

Setidaknya jika dia memakai teknik full body armor, dia tidak perlu khawatir dengan senjata api!

1
Jujun Adnin
ok
Jujun Adnin
yang banyak
Jujun Adnin
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!