NovelToon NovelToon
Cinta Yang Tak Pernah Hilang

Cinta Yang Tak Pernah Hilang

Status: tamat
Genre:Anak Kembar / Berbaikan / Ibu Pengganti / Tamat
Popularitas:535
Nilai: 5
Nama Author: Gretha

Novel "Cinta yang Tak Pernah Hilang" mengisahkan perjalanan Lia, seorang ibu tunggal yang mencari anak laki-laki nya Rio yang hilang karena diperdaya lembaga adopsi yang tidak resmi, hingga akhirnya menemukan dia tinggal bersama keluarga angkat Herman dan Nina di Langkat, dimana Rio membangun hubungan hangat dengan kedua keluarga, menjalani kehidupan dengan dukungan bersama, belajar serta berkembang menjadi anak yang cerdas dan penuh cinta, membuktikan bahwa keluarga tidak hanya terbatas pada darah namun pada kasih sayang yang menyatukan semua pihak dalam suka dan duka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gretha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 3 : PERTEMUAN PERTAMA

Ketika sinar matahari mulai bergeser ke arah barat, menandakan bahwa hari kerja pagi sudah berakhir, Lia menyelesaikan cucian terakhir dari ruangan dokter yang telah disiapkan Pak Joko. Udara mulai terasa lebih hangat dengan adanya asap dari kendaraan yang berlalu-lalang di jalan raya dekat rumah sakit. Dia menyimpan alat-alat cuci yang sudah tidak terpakai ke dalam lemari kayu yang terletak di sudut ruangan cuci, kemudian mengambil tas kecil berisi barang-barang pribadinya yang selalu dia bawa kemana-mana. Di dalam tas itu ada beberapa baju bekas yang masih bisa digunakan, sebuah botol parfum bekas yang dia isi dengan air wangi dari bunga kamboja yang dia kumpulkan dari taman rumah sakit, serta buku catatan kecil yang dia gunakan untuk mencatat nama dan alamat pasien yang pernah dia rawat.

“Sudah waktunya kamu pulang, Lia. Anak-anak pasti sudah menunggumu di rumah,” ucap Pak Joko dengan suara yang penuh perhatian, sambil memberikan kain lap kecil untuk membersihkan tangan Lia yang masih penuh dengan buih deterjen. “Kamu sudah bekerja cukup keras hari ini, pulanglah dan istirahat sebentar sebelum malam tiba. Besok pagi kamu harus mulai bekerja lebih awal lagi – ada pesanan cuci dari ruangan administrasi yang harus diselesaikan sebelum jam delapan pagi.”

Lia mengangguk dengan senyum lembut, menerima sapuan tangan dari Pak Joko yang selalu menjadi tempat berlindung baginya selama ini. Dia mengambil tas plastik berisi pakaian yang sudah dicuci bersih, kemudian menyimpan buku catatan kecil yang selalu dia bawa kemana-mana ke dalam tas kerja yang sudah aus akibat sering digunakan. Di halaman terakhir buku itu, terdapat catatan kecil tentang setiap pasien yang pernah dia rawat – mulai dari nama, jenis kelamin, hingga kondisi kesehatan mereka saat itu. Namun satu catatan khusus selalu menarik perhatiannya: sebuah nama yang dia tulis dengan huruf yang sedikit miring ke kanan – Adit Supriyanto – dengan tanggal lahir yang sama persis dengan hari kelahirannya, serta catatan kecil tentang bintik merah berbentuk hati di bagian punggung kanannya.

Setelah mengunci lemari cuci dengan hati-hati, Lia berjalan keluar dari halaman belakang rumah sakit menuju jalan raya yang sudah mulai ramai dengan kendaraan yang berlalu-lalang. Udara sore sudah mulai terasa lebih panas dengan campuran asap kendaraan dan bau makanan dari warung-warung yang mulai membuka. Dia menyapa setiap rekan kerja yang sedang memasuki rumah sakit, termasuk Bu Siti dari bagian makanan yang selalu memberikan makanan hangat bagi mereka yang bekerja di bagian cuci.

“Siang sudah, Lia. Kamu pulang dulu ya, besok kita punya banyak pekerjaan lagi,” ucap Bu Siti dengan senyum hangat, sambil memberikan mangkuk berisi bubur ayam yang masih hangat. “Anak-anak di rumah sudah menunggumu ya, jangan sampai mereka khawatir.”

Lia mengangguk dengan senyum lembut, menerima mangkuk makanan dengan rasa terima kasih yang mendalam. Dia berjalan melalui lorong belakang rumah sakit menuju jalan raya yang lebih ramai, menyapa setiap orang yang mengenalnya dengan senyum hangat. Di sudut jalan dekat gerbang rumah sakit, dia melihat sebuah spanduk besar yang baru saja dipasang – tulisan putih pada kain merah menyatakan “Pusat Pelayanan Terpadu – Bantu Kami Temukan Keluarga Anda”. Di bawahnya terdapat nomor telepon yang bisa dihubungi untuk informasi lebih lanjut.

Hati Lia terasa sedikit bergetar melihat spanduk itu. Dia cepat-cepat mencatat nomor telepon tersebut di bagian akhir buku catatannya, menuliskannya dengan hati-hati agar tidak salah satu huruf. Setelah itu, dia melanjutkan perjalanannya menuju kontrakan kecil yang terletak tidak jauh dari rumah sakit, menyapa setiap tetangga yang sedang memasak makanan untuk malam hari. Di depan kontrakan milik Bu Warsih, dia melihat Mal dan Rini sedang bermain dengan teman-teman sebaya dari sekitar kontrakan, suara tawa mereka memenuhi gang kecil yang biasanya sunyi pada sore hari.

“Bu sudah datang, Kak Lia!” teriak Mal dengan suara ceria saat melihat ibunya datang membawa tas berisi makanan. Rambutnya yang panjang sedikit kusut akibat bermain, namun wajahnya bersinar bahagia seperti biasa. “Kita sudah mandi dan siap makan ya Bu!”

Lia tersenyum melihat kedua anak perempuannya yang selalu membuat hari-harinya lebih berwarna. Dia membuka tas plastik berisi makanan yang dibawa dari rumah sakit, membagikannya kepada kedua anaknya dan beberapa teman bermain mereka. “Sekarang kamu semua makan dulu ya, besok kamu harus pergi ke sekolah lebih awal – ada ujian bahasa Indonesia yang harus kamu kerjakan dengan baik,” ucap Lia dengan suara lembut, sambil melihat kedua anaknya yang sedang menikmati makanan dengan senyum bahagia.

Setelah anak-anak selesai makan, Lia membersihkan mejanya dengan kain lap kecil yang dia gunakan untuk membersihkan setiap kotoran yang menempel. Dia mengambil foto kecil itu dari bawah tumpukan buku tulis yang masih bisa digunakan, menatapnya dengan mata yang penuh dengan harapan dan rasa rindu yang mendalam. Di lemari kayu yang terletak di sudut kamar tidur, terdapat sebuah kotak kecil berisi surat-surat lama dari orang tuanya yang sudah tidak bisa dia hubungi lagi, serta surat dari teman kerja suaminya yang memberitahu kabar baik tentang kelahiran anak-anaknya.

Namun satu hal yang selalu mengganggunya adalah ketika dia harus menjawab pertanyaan dari anak-anaknya tentang Adit. Mal yang sudah mulai mengerti akan keadaan keluarga mereka sering bertanya mengapa kakaknya hanya ada di foto, sementara teman-temannya di sekolah memiliki saudara yang bisa mereka ajak bermain dan belajar bersama. Rini yang lebih pendiam sering hanya diam mendengarkan, namun matanya selalu penuh dengan rasa ingin tahu yang sama dengan kakaknya.

“Sekarang kamu dan Rini mandi dulu ya, besok kamu harus belajar lebih giat lagi – nanti kita akan pergi ke taman bersama ya,” ucap Lia dengan senyum lembut, mencoba menyembunyikan rasa sakit yang selalu muncul setiap kali membayangkan wajah anaknya yang hilang. Dia mengambil ember plastik berisi baju bekas yang masih bisa digunakan, kemudian membersihkan mejanya dari sisa makanan yang tersisa. Di sudut kamar kecil itu, sebuah bingkai foto kecil masih terpampang di atas lemari kayu yang sudah mulai lapuk akibat usia.

Di dinding kamar tidur yang terletak di lantai dua rumah sakit, sebuah plakat kayu kecil berbentuk hati masih terpampang – tulisan di atasnya sudah mulai memudar namun masih terbaca jelas: “Untuk Anak-anakku yang Tercinta – Mal, Rini, Adit”. Di bawahnya terdapat tanggal lahir mereka yang sama persis dengan hari yang Lia tidak akan pernah lupakan – tanggal 22 November tahun lalu, hari di mana hidupnya berubah selamanya setelah kehilangan orang yang dicintainya paling dalam dalam sekejap.

Setiap malam Lia selalu berdoa agar suatu hari nanti dia bisa menemukan jejak anaknya yang hilang, bahwa cinta yang diberikan tidak akan pernah sirna meskipun waktu terus berlalu dan hidup harus terus berjalan dengan segala kesulitan yang harus dia hadapi sendirian. Dia berjanji pada dirinya sendiri bahwa suatu hari nanti dia akan menemukan anaknya lagi, bahwa cinta yang diberikan tidak akan pernah padam meskipun jarak dan waktu memisahkan mereka dalam waktu yang sangat lama.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!