Dia amanah yang harus dijaga, sekaligus godaan neraka!.
12 tahun yang lalu sebuah insiden kecelakaan yang merenggut nyawa sepasang suami istri , namun sebelum kepergian nya presiden direktur menitipkan putrinya sekaligus semua harta warisan untuk nya pada Hans yang berstatus sebagai asisten pribadi .
Sebagai balas budi Hans menerima tanggungjawab itu mengingat jasa Pak Bobby yang sudah membesarkan dan menyekolahkan nya hingga bisa seperti sekarang.
" Iya Pak, Saya akan menjaga dan Melindungi Ayra seperti bapak menjaga nya " ucap Hans ketika Pak Bobby menggenggam tangan nya dengan nafas tersengal.
" Sa, sayangi , dia , " pesan terakhirnya presiden direktur mengelus kepala putri kecilnya yang sudah menangis sesenggukan memeluk nya sementara sang ibu sudah pergi lebih dulu .
" Papa" teriak Ayra ketika Papa nya juga pergi meninggalkan nya .
" Tenang kamu masih punya Om " ucap Hans memeluk gadis kecil itu.
Tapi bagaimana jika gairah Hans muncul disaat gadis itu menginjak dewasa.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mul_yaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 14 Pijitan penghilang sakit
" Kaki aku sakit Om" rengek Ayra .
" Dave tolong pijit kaki Ayra " ucap Hans mengangkat Ayra dan mendudukkan di pangkuan nya.
" Om pangku aku?" pertanyaan Ayra tersenyum setelah 5 tahun terakhir kali ini adalah kali pertama dia duduk di pangkuan Hans setelah menginjak usia remaja .
" Ya terus kalau nggak di pangku bagaimana? Sendirian kamu histeris dan merengek sampai orang-orang berpikir kemana-mana." ucap Hans .
" Sekarang benamkan kepala kamu di dada Om , cepat Dave " ucap Hans mengelus kepala bagian belakang Ayra dan meminta Dave segera memijitnya .
" Aaakkkh, Om " pekik Ayra meremas punggung Hans ketika Dave mulai memijit kaki nya .
" Ayra tahanlah sebentar , nanti makin sakit kalau tidak dipijit " ucap Hans mengelus-elus kepala Ayra dengan sayang .
" Sakit Om " kata Ayra mengadu .
" Yaudah , pegang tangan Om , bagi rasa sakitnya sama Om " ucap Hans memegang kedua tangan Ayra yang meremas tangan Hans semakin kuat sambil berteriak.
" Udah " ucap Dave yang sudah selesai .
" Wahhhh, Om Dave hebat kaki aku udah nggak sakit lagi " ucap Ayra menggerakkan kakinya yang tadinya begitu sakit sampai ke tulang .
" Terimakasih Om " ucap Ayra menatap Hans dan Dave bergantian.
" Turun lah duduk , disofa " ucap Hans yang merasa tegang sendiri jika Ayra lama-lama duduk di pangkuan nya.
" Pangku aja Om, enak " kata Ayra menyandarkan kepalanya ke dada Hans , ini adalah posisi yang sejak kecil sangat Ayra sukai .
Namun setelah Ayra beranjak dewasa Hans sudah tidak membiarkan Ayra duduk di pangkuan nya walaupun sebentar .
" Hehhhh, turun dan duduk disebelah kami , kamu itu sudah dewasa " tegur Dave menarik Ayra sampai duduk ditengah mereka.
" Ya apa salahnya, lagian kan Om Hans itu Om aku" ucap Ayra yang yakin walaupun Hans pria dewasa tapi dia tidak akan berkeinginan juga pada Ayra yang sudah dia sayangi layaknya keluarga sendiri .
" Lalu kalau Om kamu kenapa? Apa kamu akan duduk dipangkuan nya sepanjang waktu?" pertanyaan Dave memarahi Ayra .
" Kamu itu seorang wanita akan sangat ganjal di lihat orang apabila duduk di pangkuan pria dewasa " nasehat Dave .
" Tapikan kami nggak ada perasaan begitu Om, sejak kecil aku juga sudah sering duduk dipangkuan Om Hans " ucap Ayra memahami apa yang Dave jelaskan.
" Sekarang kamu udah besar , apa yang akan dipikirkan calon suami kamu begitupun calon istri Hans jika kalian duduk dalam posisi begitu " ucap Dave yang membuat Ayra terdiam .
" Iya, aku salah, maaf Om " ucap Ayra setelah beberapa saat merasa apa yang disampaikan Dave memang ada benarnya.
" Udah nggak apa-apa, kamu boleh manja sama Om " ucap Hans mengelus kepala Ayra dengan sayang .
Muachhh
Dave sampai melek melihat Hans yang mengecup kening Ayra , perlahan Hans mulai terbuai dan dikendalikan oleh gairah nya .
Hans seperti tidak ingin menjaga jarak dari Ayra!.
" Aku ke toilet sebentar, nanti kita karoke ya Om " kata Ayra yang diangguki Dave .
Plakkkkkk.
" Seperti itu kasih sayang mu padanya?" begitu Ayra masuk ke toilet Dave langsung menampar lengan nya .
" Gairah telah membuatmu mulai berani mengecup nya " ucap Dave memperingatkan Hans yang awalnya punya pendirian namun kini seperti goyah .
" Apa lagi yang bisa aku lakukan, jika kau terus memprovokasi Ayra dia akan menjauh dariku dan aku tidak mau " ucap Hans yang sangat mencemaskan hal itu .
" Hans sadarlah, jika kau tau ini salah maka untuk menghindari itu kalian memang harus menjaga jarak " ucap Dave mengingatkan .
" Masalahnya aku tidak bisa , aku mencobanya berkali-kali bahkan menghadirkan wanita lain tapi apa aku tidak pernah bisa mencintai wanita lain selain Ay,,,," ucapan Hans terhenti karena ternyata Ayra sudah berdiri didekat mereka.
Ayra sempat mendengar sedikit ucapan Hans .
" Sebenarnya Om suka siapa sih ?" tanya Ayra yang sangat penasaran dan duduk disamping Hans .
" Kalau memang suka kenapa Om nggak nikahin aja?" tanya Ayra yang jauh dari lubuk hatinya ingin melihat Hans bahagia .
" Aku tidak bisa menikahi nya" jawab Hans singkat.
" Kenapa? Dia istri orang?" tanya Ayra yang sangat kepo hingga menebak .
Dave yang tadinya dalam mode serius langsung ngakak mendengar pertanyaan Ayra.
" Mulut kamu ini, kamu pikir dari ribuan wanita didunia ini Om hanya mencintai istri orang?" ucap Hans mencubit pipi Ayra.
" Terus siapa? Mengapa tidak bisa Om nikahi?" pertanyaan Ayra
yg dijodohkan dgn Ayra dah nongol, gmn tuh tindakan Hans selanjutnya ya
Ayra gak sengaja dengerin gak ya saat Hans ngomong mencintainya, mungkin dengerin dan sikapnya berubah 🤔