NovelToon NovelToon
Antagonis Pria Itu Milikku!

Antagonis Pria Itu Milikku!

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi ke Dalam Novel / Identitas Tersembunyi / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Seiring Waktu / Balas dendam pengganti / Mengubah Takdir
Popularitas:11.1k
Nilai: 5
Nama Author: Aplolyn

Fasha mengamuk setelah membaca sebuah novel, bukan karena ceritanya buruk, tapi karena tokoh antagonis pria yang ia sukai, mati mengenaskan tanpa keadilan.

Tak disangka, Fasha malah mendapati dirinya telah bertransmigrasi ke dalam novel itu, tepat di tubuh gadis yang akan segera kehilangan suara… dan dijual sebagai istri pada pria yang sama.
Untuk mengubah takdir, Fasha hanya punya satu tujuan yaitu menyelamatkan Sander dari kematian tragisnya—meski itu berarti harus menikah dengannya terlebih dulu.

Karena kali ini, penjahat itu… adalah suaminya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aplolyn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ep 20 - Kamu Tidak Kotor

“Fasha, kenapa kamu tidak masuk?”

Sander menatapnya dengan curiga. Pandangannya tertuju pada leher Fasha yang putih. Ujung jarinya terasa gatal, menahan keinginan untuk menyentuhnya, sebelum akhirnya ia mengalihkan pandangan.

“Aku kotor, Sander. Aku takut akan mengotorimu kalau mendekat.”

Dokter Liam yang berjalan di belakang mereka berseru kaget dalam hati.

'Siapa bilang Fasha benar-benar cacat intelektual? Dia jauh lebih baik daripada sebagian orang normal di keluarga Carter. Bahkan ayah Sander sendiri, yang menghabiskan hari-harinya bersama putranya, sengaja menutup mata terhadap kelainan Sander dan sama sekali tidak menyadarinya.'

Lengan baju Fasha tertutup debu, dan hoodie putih bersihnya dipenuhi beberapa bekas sidik jari.

Ia berdiri canggung di dekat pintu mobil, menyekanya berulang kali hingga justru terlihat semakin kotor.

“Sander, apa yang harus kulakukan? Aku tidak bisa menghapusnya.”

“Masuk saja ke mobil. Kamu tidak kotor.”

Dokter Liam hampir bertepuk tangan setuju. Berpura-pura tidak melihat kerutan halus di wajah Sander, ia menimpali, “Karena Tuan Sander sudah berkata begitu, Fasha, cepat masuk. Waktu yang dimiliki Tuan Sander sangat berharga.”

“Oh, baiklah..”

Dokter Liam duduk di kursi penumpang depan, pikirannya sudah dipenuhi berbagai rencana perawatan yang ingin ia uji.

“Fasha, bersihkan dirimu.”

Ada tisu basah di dalam mobil. Sander menyerahkan beberapa lembar padanya, lalu duduk kaku sambil memalingkan wajah.

Fasha sengaja memperlihatkan wajah murung saat menyeka tangannya. Matanya yang perih berkedip-kedip, seperti ada pasir di dalamnya akibat terlalu banyak menangis.

Pemandangan itu, di mata Sander, jelas merupakan kesedihan mendalam.

Siapa pun pasti tidak akan bahagia jika mengetahui kamarnya di bongkar hanya setelah beberapaa hari ia pergi.

“Kamu mau permen?”

Fasha menatap permen yang ditawarkan. Ia membuang tisu ke tempat sampah, lalu tersenyum dengan alis terangkat.

“Sander, kamu baik sekali.”

Baru saja kalimat itu keluar, mobil mendadak mengerem. Permen yang sudah dibuka terlempar ke depan. Fasha refleks mencoba meraihnya, namun kehilangan keseimbangan dan jatuh ke pangkuan Sander.

Tangan Sander langsung melingkari pinggang Fasha. Panas tubuh wanita itu terasa jelas. Ia menariknya kembali dengan lembut, hampir tanpa sadar.

Fasha masih terlihat linglung.

'Sial, mengapa tubuh ini lemah sekali, padahal aku hanya memberikan beberapa pukulan pada keluarganya Fasha'

Ia memegangi kepalanya dan merasa pandangannya mulai berputar.

“Sander… aku pusing sekali.”

“Hm? Kenapa kamu terlihat menjadi dua?”

Dengan terkejut, Fasha mengulurkan tangan. Ujung jarinya menyentuh daun telinga Sander dengan sangat ringan.

Dalam sekejap, telinga Sander memerah, warnanya menjalar hingga ke leher. Fasha membelalakkan mata, menatapnya dengan penuh rasa ingin tahu.

Setelah beberapa detik bergulat dengan dirinya sendiri—sambil mempertaruhkan kemungkinan dimarahi—Fasha kembali menyentuh telinga pria itu dengan cepat.

“Sander, kamu panas.”

Wajah Sander ikut memerah. Ia menatapnya dingin dan berkata datar, “Permennya sudah jatuh.”

“Iya… sayang sekali. Kalau jatuh di mobil, tidak bisa dimakan lagi. Nanti sakit perut.”

Seperti biasa, ucapan Fasha tidak masuk akal. Sander mengusap pelipisnya tanpa daya dan memalingkan wajahnya, tak lagi menatap Fasha.

Pengendalian diri adalah hal yang paling ia banggakan, namun entah mengapa hal itu selalu runtuh jika Sander sedang menghadapi tingkah Fasha yang lebih seperti sebuah godaan baginya.

Untungnya, mobil segera berhenti. Begitu turun, Sander menghela napas lega, seolah baru saja lolos dari ruang sempit yang menyesakkan.

1
hile sivra
pantes pas liat riwayat bacaan ada yang update tapi kok asing, ternyata ganti gambar sampul toh /Facepalm/
Lynn_: Iya ka.. makasih🙏 Dukung terus ya😇🙏
total 3 replies
hile sivra
haduuh tanggal 2 maret up nya, bisa 2 hari lagi ga sih thoorr/Scowl/
Lynn_: Makasih udah baca dan komen ya kak🙏
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!