Seorang gadis yang cerewet dan suka emosian itu bekerja sebagai CEO di perusahaan kosmetik terbesar di indonesia namun sialnya gadis itu malah bertemu dengan seorang chef yang sangat jutek awalnya mereka saling benci namun lama kelamaan di antara mereka ada rasa sayang yang mulai tumbuh bagaimana kisah kelanjutan nya silahkan kalian baca saja novel nya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kriwil86, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ep. 20
Seseorang itu, Nabila, adik Toni tersenyum dengan puas. "Langkah pertama berhasil," dia berbisik kepada dirinya sendiri. "Sekarang, saatnya untuk langkah kedua."
Nabila tahu bahwa Clarissa memiliki hati yang lembut, dan dia akan menggunakan itu untuk menghancurkan ketua gengster itu. Dia akan membuat Clarissa merasa bahwa dia telah gagal melindungi orang-orang yang dia cintai.
Tiba-tiba, ponsel Nabila berdering. Dia menjawabnya dan mendengarkan dengan ekspresi yang serius.
"Baik, saya akan lakukan," dia berkata sebelum mengakhiri panggilan.
Clarissa duduk di ruang kantornya yang elegan, dengan ekspresi yang sedikit tegang. Dia sedang berbicara dengan asistennya tentang pernikahannya yang akan berlangsung 3 bulan lagi.
"Jadi, kita sudah memastikan bahwa semua tamu undangan sudah dikirimkan?" dia bertanya kepada asistennya.
"Sudah, Bu Clarissa Semua tamu undangan sudah dikirimkan dan kami sudah menerima konfirmasi dari sebagian besar tamu."
Clarissa mengembuskan napas lega. "Baik, apa lagi yang harus kita lakukan?"
Dinda memeriksa catatan di ponselnya. "Kami masih perlu memastikan menu makanan, dekorasi, dan..."
Tiba-tiba, Clarissa menerima panggilan dari calon suaminya, Kelvin. "Maaf, saya harus menjawab panggilan ini," katanya kepada asistennya.
Clarissa menjawab panggilan. "Hmm ada apa lagi?"
Kelvin seorang pengusaha sukses, terdengar sedikit tegang. "Clarissa kita perlu bicara tentang pernikahan kita."
Clarissa mengangkat alis. "Apa yang salah?"
Kelvin mengambil napas dalam-dalam. "Aku tidak tahu, Clarissa Aku merasa kita terburu-buru. Apa kita sudah siap untuk ini?"
Clarissa merasa sedikit mengejutkan, tapi dia mencoba untuk tetap tenang. "Kita sudah membahas ini,Kelvin. Kita sudah siap."
Kelvin terdengar sedikit lebih tenang. " Clarissa Aku cinta kamu."
"Baik, kita akan membicarakan ini nanti. Aku harus pergi" ucap Clarissa sembari mengakhiri panggilan itu.
Clarissa kembali ke pertemuan dengan asistennya. "Maaf, ada apa lagi yang harus kita bahas?" dia bertanya.
Dinda memeriksa catatan lagi. "Kami masih perlu memastikan menu makanan dan dekorasi. Apakah Anda sudah memutuskan tema pernikahan?"
Clarissa berpikir sejenak. "Aku ingin tema yang elegan dan sederhana. Apa yang kamu sarankan?"
Dinda tersenyum. "Bagaimana dengan tema 'Garden Party' yang kita bahas sebelumnya?"
Clarissa mengangguk. "Ya, itu bagus. Lakukan itu."
Tiba-tiba, pintu kantornya terbuka dan seorang wanita masuk tanpa mengetuk. "Clarissa, aku perlu bicara denganmu tentang sesuatu yang penting," katanya dengan ekspresi yang serius.
Clarissa mengangkat alis, penasaran dengan siapa wanita itu dan apa yang dia inginkan.
Wanita itu adalah Serly seorang CEO Sparkle Beauty dan juga saingan Clarissa di industri kecantikan. Dia memiliki reputasi sebagai orang yang licik dan tidak segan-segan melakukan apa saja untuk mencapai tujuannya.
"Apa yang kamu inginkan, Serly?" Clarissa bertanya dengan nada yang dingin.
Serly tersenyum manis. "Aku hanya ingin mengucapkan selamat atas pernikahanmu, Clarissa Aku yakin itu akan menjadi acara yang sangat... menarik."
Clarissa tidak percaya dengan nada Serly "Terima kasih, Serly.Aku yakin kamu tidak datang ke sini hanya untuk itu."
Serly mengangkat alis. "Aku juga ingin tahu, Clarissa, apakah kamu sudah siap untuk menghadapi tantangan baru di industri kecantikan?"
Clarissa mengerti bahwa Serly sedang mengancamnya. "Aku selalu siap, Serly. Aku tidak takut denganmu."
Serly tersenyum lagi. "Aku tunggu, Clarissa"
'Aish sial. Masalah yang satu belum kelar ada masalah baru lagi yang datang haduh resiko jadi orang keren begini terlalu banyak musuh' ucap Clarissa dalam hati.
"DINDA" teriak Clarissa.
"iya ada bu Clarissa" tanya Dinda.
"belikan mie samyang yang pedes banget saya lapar" ucap Clarissa.
"Baiklah,uang nya mana" tanya Dinda.
"Cepat pergi,nanti saya transfer ke rekening kamu. Jangan lama" kata Clarissa yang sedikit emosi.
"ish,mulai kumat kan tantrumnya. Alamak gue harus waspada ini" ucap Dinda setelah keluar dari ruangan Clarissa.
"huft harus lembur ini banyak banget kerjaan gue,pulang malem besoknya masuk pagi. Punya badan kokoh banget kayak Gapura kabupaten" ucap Clarissa berbicara pada diri sendiri.
Queen...
Dunia emang keras. Makannya jadi perempuan yang tahan banting. Bukan yang gampang runtuh cuma karena keadaan. Kalau bisa yang tahan banting dan Anti air kayak ponsel keluaran terbaru. Arghh pusing dah.
15 menit kemudian...
Dinda kembali membawa semangkok mie samyang yang sangat pedas.
"ini Bu Boss Mie samyangnya" kata Dinda.
"Hmm simpan di atas meja" ucap Clarissa.
Clarissa selalu melampiaskan amarahnya lewat makanan pedas atau marah marah sama orang terdekatnya.
Setelah makan Clarissa kembali fokus dalam laptopnya.
Clarissa, masih duduk di kantornya, bekerja lembur meskipun sudah malam. Asistennya, Dinda masih duduk di sebelahnya, membantu Clarissa menyelesaikan beberapa tugas.
"Dinda, aku tidak tahu apa yang akan aku lakukan tanpa kamu," Clarissa berkata, sambil mengurutkan dahinya yang terasa tegang.
Dinda tersenyum. "Aku ada di sini untuk membantu, Bu Clarissa, Aku tidak akan pergi ke mana-mana."
Clarissa tersenyum kembali. "Kamu tahu, aku sangat beruntung memiliki kamu sebagai asistenku."
Dinda menundukkan kepala,. "Terima kasih, Bu Clarissa"
Tiba-tiba, Clarissa menerima panggilan dari Kelvin calon suaminya. "Maaf, Dinda, aku harus menjawab ini."
Dinda mengangguk dan terus bekerja, sementara Clarissa menjawab panggilan.
"Hmmm ada apa lagi?" Rachel bertanya.
Kelvin terdengar lelah. "Aku baru saja selesai kelas memasak. Aku akan pulang malam ini."
Clarissa merasa sedikit khawatir. "Aku juga masih lembur. Aku tidak tahu kapan aku akan pulang."
Kelvin tersenyum. "Tidak apa-apa, aku akan tunggu kamu di rumah."
"Tidak usah repot repot kau pulanglah ke rumahmu tidak usah menungguku."
Tiba-tiba, Dinda berbicara. "Bu Clarissa aku sudah selesai dengan laporan itu."
Clarissa mengangguk. "Baik, Dinda. Aku akan lihat."
Setelah semua pekerjaanya selesai mereka berdua langsung pulang ke rumahnya masing masing.
Di rumah Clarissa...
Sudah ada Kelvin yang menunggu di depan pintu.
'eh dasar kutu kupret di suruh jangan nunggu malah beneran nunggu di rumah' ujar Clarissa dalam hati.
Clarissa langsung masuk ke dalam pintu. Tapi sebelum masuk tangannya dicegah oleh Kelvin.
"eits mau kemana bentar dulu dong,ini aku bawa makanan kesukaanmu" ucap Kelvin
"iya terimakasih,kamu boleh pulang sekarang udah malam. Ngantuk mau tidur bye" ucap Clarissa langsung masuk ke dalam rumah tanpa basa basi lagi dengan Kelvin.
"sepertinya dia sangat lelah,tapi gak papa yang penting makanannya di terima. Jadi gak sabar nikah sama dia" ucap Kelvin sembari tersenyum lebar.
#Bersambung...
"Selamat membaca para readers...