NovelToon NovelToon
I Love You, Miss!!!

I Love You, Miss!!!

Status: sedang berlangsung
Genre:Berondong / Beda Usia / Teen School/College
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: Purnamanisa

Dawai Asmara, seorang fresh graduate sekaligus guru Bahasa Inggris baru di SMA Bina Bangsa, sekolah menengah atas yang terkenal elite.

Perawakan Dawai yang imut membuatnya menjadi target sasaran permainan dari Rendra, siswa kelas dua belas, ketua dari geng the Fantastic Four, geng yang terdiri dari siswa-siswa paling keren di sekolah, yang merupakan putra dari dewan komite sekolah.

Suatu ketika, Rendra mengatakan "I love you, Miss," pada Dawai. Dawai yang sering menjadi sasaran keanehan sikap Rendra, tak menghiraukan pernyataan cinta Rendra.

Apakah Rendra hanya becanda mengatakan itu? Atau serius? Temukan jawabannya hanya di I Love You, Miss!!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Purnamanisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sekilas Tentang Rendra

"Woy! Ren! Parah lo!" teriak Rafa saat menyusul ke kantin setelah selesai ulangan. Ryan dan Reno terlihat berjalan di belakang Rafa.

"Main cabut aja pas udah selesai," kata Rafa sambil duduk di samping Rendra tanpa menyadari ada Dawai di hadapannya.

"Ganggu lo," kata Rendra. Rafa menoleh ke arah Dawai. Seketika Rafa terkejut.

"Eh, maaf Miss, ganggu," kata Rafa sungkan.

"Nggak apa-apa. Tambah rame tambah seru," kata Dawai sambil mengunyah nasgor di mulutnya.

"Lunch bareng nih ceritanya? Ehem," goda Rafa.

"Apaan?" kata Rendra sok cool. Ryan dan Reno terlihat duduk di meja sebelah sambil sibuk memesan minuman pada Buk Kantin.

"Eh. Lo jangan kejem ke gue. Gila. Jawaban gue jadi random semua tadi," kata Rafa membahas ulangan Fisika yang telah lalu.

"Raf, lo tu cuma nggak sadar diri aja kalo sebenernya lo tu cerdas," sahut Reno.

"Hah?!"

"Tuh Reno aja paham. Masa' lo nggak paham sama diri lo sendiri?" tanya Rendra sambil mengunyah nasgornya. Dawai hanya makan sambil menyimak obrolan murid-murid di hadapannya.

"Miss, kita balik kelas dulu. See you tomorrow," kata Randy diikuti anggukan rombongannya yang tadi sibuk nugas di kantin.

"See ya!" balas Dawai ramah. Rendra melirik ke arah Dawai dan Randy bergantian. Rafa menahan senyum melihat kelakuan Rendra.

"Miss ngajar kelas mereka?" tanya Rafa kemudian, beralih topik.

"Eh? Iya," jawab Dawai singkat.

"Akrab sama mereka?" tanya Rafa sambil melirik Rendra, yang ternyata sedang menatap Rafa tajam.

"Mmm... Biasa sih," jawab Dawai santai. Ryan tersenyum melihat ekspresi Rendra.

"Dari mereka nggak ada yang suka jahil sama Miss?" tanya Rafa lagi.

"Nggak ada sih. Anak-anak kelas sepuluh sebelas aman terkendali," kata Dawai lalu memasukkan suapan terakhir ke mulutnya.

"Mmm... Yang nggak terkendali cuma satu ya, Miss?" tanya Rafa dengan nada menggoda sambil melirik ke arah Rendra.

"Lo bisa diem nggak, Raf?" kata Rendra sambil sibuk menyelesaikan makannya.

Dawai tersenyum. Rendra and the gank seperti terhipnotis oleh senyuman Dawai. Untuk pertama kalinya Rendra melihat senyuman Dawai. Ada perasaan hangat yang menyeruak saat Dawai tersenyum.

"Pantesan aja anak-anak kelas sepuluh sebelas aman terkendali," komentar Rafa. Dawai menaikkan kedua alisnya.

"Ya?" tanya Dawai bingung.

"Eheee~ engga, Miss," kata Rafa sambil meringis. Ryan tersenyum.

"Emang bener-bener sesuatu Miss Dawai ini," bisik Reno pada Ryan.

"Kriiiiing..."

"Biar saya yang bayar, Miss," kata Rendra sambil berdiri menuju Buk Kantin.

"Eh? Nggak usah. Saya bayar sendiri aja," kata Dawai merasa tak enak.

"Nggak apa-apa, Miss. Sebagai permintaan maaf saya. Berapa, Buk, semua? Sekalian punya Miss Dawai," kata Rendra.

"Eh, beneran, nggak..."

"Biarin aja, Miss. Nggak masalah segitu," kata Rafa.

"Rendra juga udah kerja, jadi biarin aja, Miss," sahut Ryan.

"Eh?"

"Balik, Ren?" tanya Ryan pada Rendra yang sudah selesai membayar.

"Gue balik ntar. Tolong bilangin ke Pak Iman di depan, satu jam lagi balik ke sekolah. Bilang aja gue ada urusan," kata Rendra. Ryan mengangguk lalu berlalu diikuti Reno dan Rafa.

"Mari, Miss," pamit Reno.

"See ya, Miss," kata Rafa sambil meringis. Dawai hanya tersenyum sambil mengangguk.

"Makasih ya, udah dibayarin," kata Dawai, menoleh ke arah Rendra yang berdiri di belakangnya.

"Sama-sama, Miss," jawab Rendra santai.

"Duluan ya," kata Dawai lalu melangkah pergi.

Rendra menatap punggung Dawai yang semakin menjauh. Sesekali Dawai terlihat membalas sapaan siswa-siswa yang berpapasan dengannya. Rendra tersenyum.

'Bener kata Ryan. Gue nggak bisa pake cara yang biasanya buat deketin dia,'

***

Dawai cukup gugup saat mengisi kegiatan ekstra. Anak-anak yang mengikuti kegiatan ini ternyata sangat kritis dan berwawasan luas. Untung saja Dawai dapat mengimbangi sehingga kegiatan ekstra berjala lancar.

"Capek banget keliatannya, Miss," kata Rendra yang ternyata duduk di koridor depan ruang ekstra.

"Eh? Ngapain kamu disini?" tanya Dawai terkejut.

"Nungguin Miss selesai," kata Rendra sambil menyunggingkan senyumannya. Tiba-tiba jantung Dawai berdegup kencang.

'Eh?'

"Ehem... Cieee~ Miss Dawai... Ntar aku bilangin cowok Miss lho kalo ketemu di depan," goda Sandra yang kebetulan mengikuti kegiatan ekstra.

"Sekalian tanyain, kapan putus, udah ada yang antri," kata Rendra pada Sandra.

"Eh? Oh! Siap, Kak. Aku dukung Kak Rendra seratus lima puluh persen," kata Sandra antusias. Dawai tersenyum sambil mengerutkan kedua alisnya.

"Kan kalo Miss Dawai putus, aku bisa ada peluang deketin cowoknya Miss Dawai," kata Sandra sambil menaik-turunkan alisnya. Rendra tersenyum melihat tingkah Sandra.

"Ya udah. Duluan ya, Miss. Tenang Kak Rendra, misi mu akan segera ku laksanakan," kata Sandra lalu berlari kecil meninggalkan Dawai dan Rendra.

"Ada-ada aja," kata Dawai sambil melangkah menuju ruang guru.

"Kamu ngapain nungguin saya?" tanya Dawai pada Rendra.

"Mmm... Nggak apa-apa. Gimana ekstranya, Miss?" tanya Rendra basa-basi, sambil berjalan di samping Dawai.

"Keren, keren. Emang pas kalo Miss Irene yang jadi pembimbingnya," kata Dawai.

"Emang kenapa, Miss?" tanya Rendra.

"Kritis-kritis anaknya. Kalo saya nggak menguasai materi bisa dibabat habis sama mereka," kata Dawai sambil tersenyum. Rendra tertegun.

"Kenapa?" tanya Dawai, bingung, melihat Rendra yang tiba-tiba berhenti berjalan.

"Miss selalu senyum seperti itu kalo ngajar?" tanya Rendra sambil menundukkan kepalanya.

"Eh? Tentu saja. Memangnya kenapa? Ada yang salah dengan senyuman saya?" tanya Dawai bingung. Rendra mengangkat kepalanya, lalu menggeleng. Dia berjalan mendekati Dawai.

"Bukan. Senyuman kamu nggak salah. Yang salah adalah Tuhan, karena menciptakan senyuman seindah itu di wajah mu," bisik Rendra lalu berlalu meninggalkan Dawai yang membatu, mencerna apa yang Rendra katakan.

Rendra menoleh ke belakang, tersenyum. Dia merasa puas sudah membuat Dawai tertegun dengan kata-katanya. Perlahan, Rendra mulai paham maksud perkataan Ryan dan ayahnya.

"Miss?" panggil Rendra.

"Eh? Iya," Dawai segera tersadar dari lamunannya dan berjalan menuju ruang guru.

Dawai dan Rendra berjalan beriringan dalam diam. Hening. Entah mengapa Dawai merasa tak nyaman dengan keheningan itu.

"Jadi, kamu ini beneran pinter?" tanya Dawai mencoba membuat obrolan.

"Maksud, Miss?" tanya Rendra.

"Yaaa... I didn't expect you're good at physics," kata Dawai. Rendra tersenyum.

"Miss pikir saya masuk IPA karena ayah saya ketua komite?" tanya Rendra.

"Well, orang kaya terkadang punya previlliage," kata Dawai.

"Not for me," kata Rendra. Dawai menoleh menatap Rendra. Demikian halnya dengan Rendra. Keduanya saling menatap.

"How come?" tanya Dawai.

"Saya kira Miss udah kenal ayah saya. Dia tidak pernah memanjakan saya sedari kecil," kata Rendra.

"Sejak kepergian mama, ayah saya benar-benar mendidik saya soal tanggung jawab dan disiplin. Meskipun waktu itu saya masih anak-anak," lanjut Rendra.

"Makanya, meskipun banyak orang meremehkan saya dengan mengatakan 'Pasti karena ayahnya kaya,' saya nggak merasa tersinggung. Saya cukup buktikan saja pada mereka, seperti apa saya," kata Rendra.

"Jadi, sebenarnya saya bersyukur memiliki ayah yang benar-benar menyiapkan diri saya untuk menghadapi kerasnya hidup. Meski terkadang menjengkelkan," tutup Rendra. Dawai tertegun dengan kisah singkat Rendra.

Dawai jadi teringat perkataan Pak Raharja soal tidak ingin memanjakan Rendra dan itu benar. Mungkin, selama ini, Dawai sudah salah menilai Rendra sebagai anak kaya manja yang bisa mendapatkan segala yang dia mau.

'Mungkin, aku terlalu banyak nonton drama,'

***

1
Nur Halida
kok aku malah ngarepnya dawai ama si disa aja ya. .😄
Purnamanisa: yuuuk dukung pasangan impian kalian 🤭🤭
total 1 replies
falea sezi
disini peran utama siapa. Thor dawai sama Rendra kah
Purnamanisa: karena judulnya I Love You, Miss!!! udah pasti tokoh utamanya Dawai sama Rendra😊😊
total 1 replies
falea sezi
moga bagus ampe ending di sini belom keliatan ya hilal nya yg dawai suka siapa temen nya si berondong Rendra apa Ryan apa si pak guru adit/Scream/
falea sezi
aneh dateng2 gt dihh siapa elo rendra/Drowsy/
falea sezi
lanjut
Siti Nina
Syuka pake banget sama ceritanya thor 👍 Lanjut thor jgn lama" double up nya dong 🙏
Purnamanisa: terimakasih pengemangatnya 🙏🙏 cerita ini update dua hari sekali satu episode 🙏🙏 mungkin besok kalo Married by Accident? udah rampung bisa update dua atau tiga episode 😊😊 mohon bersabar 🙏🙏
total 1 replies
Siti Nina
Makin seru aja nih ceritanya 👍👍👍
Siti Nina
Oke ceritanya 👍👍👍
Purnamanisa: terimakasih kak 😊😊
total 1 replies
Hana Agustina
manis banget sihhhh..
Siti Nina
Thor bahasa inggris nya di terjemahin dong soal nya ga ngerti 😄
Purnamanisa: 😅😅 duuuh... maaf, author kelupaan 😅😅
total 1 replies
Siti Nina
Oke ceritanya thor 👍
Siti Nina
Mampir thor kaya nya seru
Hana Agustina
thor.. please up lagi yaa.. selesain ya cerita ini.. sy sangat mengapresiasi karya ini.. 🙏
Hana Agustina: ahhh terbaikkkkkk😍
total 2 replies
Hana Agustina
hhmmm.. sukaaaa 😍😍
Hana Agustina
gemes banget sm rendra.. gemes pen getok palanya.. 🤣
Hana Agustina
i give you my vote, my thumbs n also a rose... smp habis smp selesai ya thor.. ceritany menarik sekali n gereget.. 😍🙏
Purnamanisa: makasih kak... auto tambah semangat 😊😊
total 3 replies
senjaku
keren sih thooor..suka Hera deh cerita kalau bagus alurnya,tanda baca,bahasanya semua bagus kok sepiiii
semngaatt ya thorrr
Purnamanisa: tenggelam sama cerita yang judulnya mengandung klik bait kak 🤭🤭

btw, makasih sudah mampir😊😊
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!