NovelToon NovelToon
Obsesi Sang Wali : Jatuh Dalam Jerat Gairah

Obsesi Sang Wali : Jatuh Dalam Jerat Gairah

Status: tamat
Genre:CEO / Cinta Terlarang / Anak Yatim Piatu / Beda Usia / Cinta Seiring Waktu / Pengasuh / Tamat
Popularitas:76.3k
Nilai: 5
Nama Author: Mul_yaa

Dia amanah yang harus dijaga, sekaligus godaan neraka!.

12 tahun yang lalu sebuah insiden kecelakaan yang merenggut nyawa sepasang suami istri , namun sebelum kepergian nya presiden direktur menitipkan putrinya sekaligus semua harta warisan untuk nya pada Hans yang berstatus sebagai asisten pribadi .

Sebagai balas budi Hans menerima tanggungjawab itu mengingat jasa Pak Bobby yang sudah membesarkan dan menyekolahkan nya hingga bisa seperti sekarang.

" Iya Pak, Saya akan menjaga dan Melindungi Ayra seperti bapak menjaga nya " ucap Hans ketika Pak Bobby menggenggam tangan nya dengan nafas tersengal.

" Sa, sayangi , dia , " pesan terakhirnya presiden direktur mengelus kepala putri kecilnya yang sudah menangis sesenggukan memeluk nya sementara sang ibu sudah pergi lebih dulu .

" Papa" teriak Ayra ketika Papa nya juga pergi meninggalkan nya .

" Tenang kamu masih punya Om " ucap Hans memeluk gadis kecil itu.

Tapi bagaimana jika gairah Hans muncul disaat gadis itu menginjak dewasa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mul_yaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 26 Om sakit!

baca episode sebelumnya dulu

..........

" Om itu gaya apa?" tanya Ayra lagi memperhatikan sampai matanya tidak berkedip .

" Ya mana Om tau belum pernah nyoba" jawab Hans juga menikmati tontonan nya .

" Ihhhhh, kasihan ceweknya" kata Ayra setelah beberapa saat .

" Kasihan buat apa? Nggak lihat kamu dia keenakan " ketus Hans menatap Ayra dengan heran .

" Dijambak lo Om, ditampar lagi " kata Ayra yang tidak pernah nonton film seperti ini.

" Itu menambahkan sensasi " jawab Hans tersenyum lebar melirik Ayra yang perlahan meremas ujung bajunya .

Semakin keras teriakan wanita itu semakin tegang pula Ayra melihatnya, seperti sesuatu yang aneh dan pikiran liar yang terus terbayang dalam ingatan Ayra ketika menonton film seperti ini untuk pertama kalinya.

" Kamu harus melihatnya sayang agar mengerti ketika kita melakukan nya untuk pertama kalinya nanti " batin Hans mengelus kepala Ayra .

" Ahhhk, Om " Ayra tidak tau harus apa tapi setiap melihat adegan itu badan nya keringat dingin .

" Lihat saja " kata Hans menautkan jari-jari mereka.

" Dulu Om selalu larang aku lihat hal begituan tapi kenapa sekarang disuruh tonton ?" pertanyaan Ayra menatap Hans dan sedari kecil dia sangat mematuhi ucapan Hans .

" Karena sekarang kamu udah dewasa , dulu Om larang karena masih kecil " kata Hans dengan santai seolah-olah tidak mengerti apa yang sedang Ayra rasakan setelah melihat adegan seperti itu.

" Mmmh, tapi," Ayra benar-benar merasakan sesuatu yang aneh dalam dirinya, Ayra merasa basah .

" Om tapi kok ceweknya ditinggal?" tanya Ayra kembali menonton.

" Tidak, nanti bakalan dirawat sama cowok nya sebelum perpisahan mereka " jelas Hans .

" Tapi mengapa berpisah Om?" tanya Ayra menatap dengan sendu TV dihadapan nya ketika adegan film yang sebelumnya panas kini berubah sedih ketika mereka dipisahkan oleh keadaan.

" Ayra , baik dalam film ataupun dunia nyata setiap pertemuan pasti ada perpisahan" ucap Hans .

" Tapi aku nggak mau pisah sama Om " pernyataan Ayra menggeleng .

" Om bakalan tetap pergi besok jika kamu masih tidak mau mengatakan permasalahan nya dengan jujur " ucap Hans yang membuat Ayra tertegun .

" Aku nggak ada masalah apa-apa Om, kemarin karena sedang haid saja jadi aku tidak mood " alasan Ayra .

" Oooooh masih beralasan ya, benar-benar ingin Om pergi sekarang " Hans akan berdiri dari duduknya .

" Tidak, tidak Om, iya aku cerita " kata Ayra yang tidak akan pernah bisa berbohong pada Hans dalam waktu yang lama .

" Katakan" ucap Hans .

" Iya, habis film ini " kata Ayra merebahkan tubuhnya dan meletakkan kepalanya di salah satu paha Hans .

" Ayra ceritakan sekarang, ini cuma akal-akalan kamu aja buat selesaikan film lalu kamu tidur di pangkuan Om " ucap Hans menarik tangan Ayra sampai duduk kembali .

" Katakan pada Om " ucap Hans .

" Aku , jaga jarak karena ingin membiasakan diri" jujur Ayra yang membuat Hans langsung menarik nafas panjang, bahkan tanpa bercerita lebih lanjut pun Hans sudah tau apa yang ada dipikiran Ayra .

" Lalu, terbiasa? bisa tanpa Om?" pertanyaan Hans yang dibalas gelengan oleh Ayra .

" Kamu itu sok-sokan mau jauhin Om tapi tatapan rindu sama manja kamu ada dimata ini, jadi nggak usah bohong sama Om " ucap Hans menunjuk mata Ayra yang seperti kaca selalu memantulkan apa yang Ayra rasakan .

" Hiks, aku cuma sedih aja bayangin Om udah nikah dan tinggal sama istri Om " jujur Ayra yang selalu sedih setiap kali mengingat hal itu.

" Udah jangan mikir macem-macem Om bakalan selalu bersama kamu " ucap Hans memeluk Ayra dan mereka terdiam untuk beberapa saat saling berpelukan.

Muachhh

" Ahhhh"

Suara-suara itu membuat mereka tiba-tiba menjadi canggung " Dengar Om baik-baik, berapa kali harus Om bilang bahwa Om akan selalu menyayangi kamu dan tidak akan pernah berubah " ucap Hans mencoba fokus walaupun suara-suara itu membuatnya ikutan tegang .

" Iya " jawab Ayra mengeratkan pelukannya dan membenamkan wajahnya di dada Hans agar tidak melihat adegan itu lagi .

" Sebentar Ay , Om merasa sangat gerah " ucap Hans melepas kaos oblong yang dipakai nya .

" Akkkh , Om" teriak Ayra menutup matanya ketika melihat Hans bertelanjang dada dihadapan nya .

Biasanya Hans sangat menutupi semua hal vulgar dari Ayra namun sekarang dia seperti memperlihatkan semua nya pada Ayra secara detail .

" Udah nggak perlu malu, biasanya kamu juga mandi sama Om " ucap Hans mengelus-elus kepala Ayra .

" Itukan waktu kecil " suara kecil Ayra dengan wajah merah tomat .

" Iya. Waktu kecil kamu selalu saja merengek ingin ikut kemanapun Om dan yang paling gong nya , kamu tidak mau mandi jika tidak dengan Om " ucap Hans membayangkan Ayra kecil yang sangat manja dan nakal .

" Ya tapikan sekarang udah dewasa Om " kata Ayra menunduk dalam .

" Yaudah Om tidur dulu, udah malam , besok Om ingin kamu yang membuat sarapan " ucap Hans berjalan pergi .

" Baik Om " jawab Ayra dan bernafas berat begitu Hans keluar menutup pintu kembali .

" Ahhhk" erang Ayra segera mematikan TV agar tidak melihat film yang banyak adegan dewasa nya .

Setelah Tv mati Ayra mengusap keringat di dahinya yang bercucuran, Ayra merasa tegang dan bergairah setiap kali terbayang hal itu .

Ayra merasa dirinya basah !.

" Akkkh" Ayra berlari kedalam kamar mandi dan menyiram seluruh tubuhnya dengan Air dingin dari shower.

" Aku sudah dewasa , tapi tidak pernah membayangkan orang bercinta akan senikmat itu " kata Ayra yang tidak pernah melihatnya secara langsung selama ini sekedar mengetahui .

Ketika Hans membolehkan dia melihatnya maka disitu Ayra juga tau alasan kuat mengapa selama ini Hans melarangnya.

Tok

Tok

" Ay" panggil Hans mengetuk pintu kamar mandi

" I, iya Om " teriak Ayra dari dalam dengan sengaja dan menyalakan semua kram air .

" Apa yang kamu lakukan didalam jangan mandi ini sudah malam " kata Hans yang datang mengambil ponselnya yang ketinggalan dikamar Ayra namun mendengar air kran berbunyi cukup lama .

" Enggak Om, aku cuci muka " teriak Ayra lagi .

" Segera tidur ya, ini sudah malam " ucap Hans lalu segera pergi .

" Iya" jawab Ayra .

...........

Ayra berdiri didepan wastafel dan segera melepas pakaian nya yang sudah basah kuyup.

" Ihhhhh" Ayra langsung bergegas keluar tidak mau menatap dirinya di pantulan cermin kamar mandi karena jadi teringat adegan film itu di kamar mandi.

Ayra berlari keluar kamar mandi hanya memakai handuk kecil namun karena tidak hati-hati dia terpeleset karena kaki licin tidak pakai sandal .

" Astaga jadi kamu beneran mandi " ucap Hans yang sedang memakai baju disofa bergegas menghampiri Ayra yang sudah jatuh tengkurap di lantai .

" Ohhhh tuhan , ujian apa lagi ini " batin Hans langsung memalingkan wajahnya ketika melihat Ayra yang jatuh tengkurap dilantai namun hanya memakai handuk kecil saja.

Posisi seperti itu membuat Hans melihat sesuatu yang tidak seharusnya hingga mengundang gairah nya menggebu-gebu.

" Om sakit " rengek Ayra meminta Hans segera membantunya.

" Sakit Om, cepetan "

1
namia khira
ceritanya keren /Good/
Nia Nara
Dibuat terbiasa ya 🤣
Nia Nara
Kok jadi ngeri yaaa 😄
Nia Nara
Ambigu yaa 🤣
Widia Aldiev
so sweet 😍😍😍 terimakasih Thor ceritanya bagus banget dan Happy ending ❤️❤️❤️
Nasyya
akhir yang bahagia 🥰🥰
Nasyya
serasa ciptain saingan sendiri ya wkwk🤣
Nasyya
bisa2 ny cemburu pada anak sendiri 🤣🤣
Nasyya
astagoeeeh makin berani y kamu ayra goda baba hans 🤣🤣🤣🤣
Nasyya
nah lohh marah kan istrinya mkaknya cepat di resmikan 🤣🤣🤣
Nasyya
menang banyak baba ni mah 🤣🤣🤣🤣
Nasyya
ahh baba 🤣🤣🤣
Nasyya
🤣🤣🤣🤣
Nasyya
hamil juga gpp kalo di kasih anak cewek mah senang bgt om hans dapat sepasang 🤣
Nasyya
sampai kencanduam ya om hans, otw bucin ayra
Nasyya
akhirnyooooo kalian bergulat lagi 🤣🤣🤣
Nasyya
kamu berhasil om hans 😂😂😂
Nasyya
dasar ayra mau kamu apa sihhh
Nasyya
hedeuhhh 😂😂😂😂
Nasyya
🤣🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!