NovelToon NovelToon
Jebakan Sang CEO Wanita

Jebakan Sang CEO Wanita

Status: sedang berlangsung
Genre:Pelakor / CEO / Penyesalan Suami / Selingkuh / Cinta Terlarang / Balas Dendam
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Miss Ra

Hidup Arga yang sempurna bersama istrinya, Nabila, hancur seketika saat mantan kekasihnya, Siska, kembali sebagai istri pemilik perusahaannya.

Siska yang ambisius menawarkan satu syarat gila. "Jadilah pemuas nafsuku, atau kariermu tamat!"

​Arga menolak mentah-mentah demi kesetiaannya. Namun, murka sang Nyonya Besar tak terbendung. Dalam semalam, Siska memutarbalikkan fakta dan memfitnah Arga atas tuduhan pelecehan seksual.

​Di bawah bayang-bayang penjara dan cemoohan publik, mampukah Arga bertahan? Ataukah Nabila, sang istri sah, sanggup membongkar kelicikan Siska dan menyelamatkan suaminya dari kehancuran?

Kita simak kisah kelanjutannya di Novel => Jebakan Sang CEO Wanita.
By: Miss Ra

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss Ra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 20

Gedung Airborne Group tampak seperti menara kaca yang dingin di bawah langit Jakarta yang mendung. Di lantai 25, suasana hening menyelimuti koridor eksekutif. Setelah drama kiriman bunga dan telepon misterius di rumah, Arga berangkat ke kantor dengan kepala yang terasa seperti mau pecah. Nabila tidak menyapanya pagi itu, istrinya hanya memberikan tatapan tajam yang penuh dengan pertanyaan tak terjawab sebelum pergi ke firma hukumnya.

Baru saja Arga meletakkan tasnya, sebuah pesan singkat masuk ke ponsel kantornya.

"Ruang Rapat Merapi. Sekarang. Ada revisi krusial untuk struktur pembiayaan Sudirman. Jangan membuat investor menunggu." - Siska Roy.

Arga menghela napas panjang. Ia tahu ini mungkin jebakan lain, tetapi mengabaikan instruksi Direktur Eksekutif dalam masalah proyek sensitif bisa menjadi bumerang baginya. Dengan langkah berat, ia menuju Ruang Merapi, sebuah ruang rapat kedap suara dengan dinding kaca satu arah yang menghadap langsung ke arah langit kota.

Saat Arga melangkah masuk, ia mendapati Siska sudah duduk di kursi kebesaran di ujung meja oval panjang. Ruangan itu terasa ganjil. Tidak ada staf lain, tidak ada asisten, bahkan lampu utama sengaja dimatikan, menyisakan lampu pendant yang menggantung rendah di atas meja, menciptakan suasana remang yang intim sekaligus menekan.

"Di mana tim keuangan?" tanya Arga, tetap berdiri di dekat pintu.

"Aku memulangkan mereka. Aku ingin kita meninjau ini berdua saja," jawab Siska tanpa menoleh, matanya terpaku pada layar tablet.

Arga merasa ada yang tidak beres. Ia berbalik untuk keluar, namun tepat saat tangannya menyentuh gagang pintu, terdengar suara klik elektrik yang tajam. Siska telah menekan tombol kunci otomatis dari panel kontrol di mejanya.

"Buka pintunya, Siska," suara Arga rendah, mengandung ancaman yang tertahan.

Siska berdiri perlahan, memutari meja dengan gerakan anggun namun predatoris. "Kenapa terburu-buru, Arga? Kita punya banyak hal untuk didiskusikan. Proyek, masa depan, dan... kebohongan-kebohongan kecil yang kau ceritakan pada istrimu semalam."

Arga berbalik, punggungnya bersandar pada pintu yang terkunci. "Jangan bawa-bawa keluargaku ke dalam urusan kantor."

"Keluarga?" Siska tertawa, suara tawa yang bergema di ruangan kedap suara itu. "Kau menyebut hidupmu dengan Nabila sebagai keluarga? Itu bukan keluarga, Arga. Itu adalah penjara yang kau bangun karena rasa bersalahmu padaku di masa lalu."

Siska melangkah mendekat hingga jarak mereka hanya tersisa satu meter. Ia menatap Arga dengan tatapan yang seolah-olah bisa menembus jantung pria itu.

"Lihat dirimu sekarang," ucap Siska, tangannya terangkat seolah hendak menyentuh kerah kemeja Arga, namun ia membiarkannya menggantung di udara. "Kau sukses. Kau manajer operasional terbaik. Tapi kau tahu siapa yang membuatmu sampai di sini? Bukan Nabila. Bukan cinta picisan kalian."

"Aku bekerja keras untuk posisi ini!" bentak Arga.

"Bekerja keras?" Siska memotong dengan cepat. "Arga, kau bisa sampai ke Airborne Group karena aku yang merekomendasikan profilmu kepada tim headhunter dua tahun lalu, jauh sebelum aku menikah dengan Roy. Aku yang membukakan jalan untukmu tanpa kau sadari. Tanpa bantuanku, kau hanya akan menjadi pengawas lapangan di proyek-proyek pinggiran, kepanasan, dan miskin."

Arga tertegun. Fakta itu, entah benar atau bohong, menghantam logikanya. Siska melihat keraguan di mata Arga dan segera menekan lebih dalam.

"Nabila hanya ingin kau menjadi pria biasa yang pulang jam lima sore, makan malam sederhana, dan hidup tanpa ambisi. Dia adalah beban bagi kariermu, Arga. Dia tidak mengerti dunia kita. Dia tidak mengerti bagaimana rasanya memiliki kekuasaan. Dia hanya menghambatmu dengan moralitasnya yang membosankan."

"Cukup, Siska! Nabila adalah orang yang menyelamatkanku saat kau menghancurkanku!"

Siska justru tersenyum sinis. "Menyelamatkanmu? Atau hanya memanfaatkan kerapuhanmu agar dia bisa memiliki pria yang mudah dikendalikan? Arga, kau ditakdirkan untuk hal-hal besar. Bersamaku, kau bisa menjadi penguasa Airborne. Roy sudah tua, dia akan segera menyerahkan segalanya padaku. Dan aku... aku ingin membaginya denganmu."

Siska maju selangkah lagi, aromanya kembali menyerang Arga. "Coba pikirkan. Kenapa kau berbohong padanya soal parfum? Soal makan malam? Soal bunga? Kau berbohong karena kau tahu di dalam hatimu, Nabila tidak akan pernah bisa menerima siapa kau sebenarnya. Kau berbohong karena kau merindukan sensasi bersamaku. Kau merindukan api yang tidak bisa diberikan oleh air tawar seperti Nabila."

Arga merasakan darahnya mendidih. Setiap kata yang keluar dari mulut Siska terasa seperti racun yang mencoba masuk ke aliran darahnya. Siska sedang mencoba mengacaukan persepsinya tentang kenyataan, mencoba membuatnya meragukan cintanya sendiri, meragukan integritasnya, dan meragukan istrinya.

"Kau pikir aku akan percaya?" suara Arga bergetar karena menahan amarah yang luar biasa. "Kau menghapus file-ku, kau meneror rumahku, kau membohongi suamimu sendiri, dan sekarang kau mencoba meyakinkanku bahwa Nabila adalah musuhku? Kau gila, Siska. Kau benar-benar sudah kehilangan kewarasanmu!"

Siska tidak marah. Ia justru mengelus pipi Arga dengan jemarinya yang dingin. "Kewarasan adalah milik orang-orang kalah, Arga. Orang-orang menang membuat aturan mereka sendiri. Kau mencintaiku sepuluh tahun lalu, dan getaran itu masih ada setiap kali aku menyentuhmu seperti ini. Mengakuilah."

Arga menepis tangan Siska dengan kasar. "Aku tidak pernah mencintaimu. Aku mencintai gadis yang kupikir adalah kau sepuluh tahun lalu. Tapi wanita di depanku ini? Kau hanyalah orang asing yang menggunakan wajahnya. Kau adalah parasit yang menempel pada Pak Roy untuk mendapatkan kekuasaan!"

Mata Siska berkilat tajam. "Parasit? Beraninya kau..."

"Ya, parasit!" Arga maju mendekat, kini ia yang mendominasi ruang. "Kau bicara soal kesuksesan, tapi kau tidak pernah benar-benar membangun apa pun. Kau hanya menghancurkan. Kau menghancurkan anak kita, kau menghancurkan mimpiku, dan sekarang kau mencoba menghancurkan pernikahanku. Tapi dengar ini, Siska. Nabila adalah hal terbaik dalam hidupku. Dia tidak butuh kekuasaan untuk mencintaiku. Dan aku lebih baik menjadi pengawas lapangan miskin daripada menjadi raja di samping monster sepertimu!"

Siska terdiam. Wajahnya mengeras, topeng ramahnya retak. Selama beberapa detik, hanya terdengar suara napas mereka yang memburu di ruangan itu.

"Begitu?" suara Siska kini sedingin es. "Kau memilih wanita pengacara kecil itu daripada masa depan yang kutawarkan?"

"Aku memilih kehormatanku," jawab Arga tegas. "Sekarang, buka pintunya, atau aku akan menghancurkan kaca ini dan membiarkan seluruh kantor tahu apa yang kau lakukan di sini."

Siska menatap Arga cukup lama, seolah sedang menimbang-nimbang apakah akan meledak saat itu juga atau menyusun rencana baru. Akhirnya, ia mendengus dan menekan sebuah tombol di meja.

Klik.

Pintu terbuka.

"Pergilah, Arga," ucap Siska tanpa menoleh lagi, ia kembali duduk di kursinya dengan ketenangan yang mengerikan. "Tapi ingat pembicaraan kita hari ini. Setiap kali kau menatap Nabila, kau akan teringat bahwa kau sedang berbohong padanya. Kau akan teringat bahwa kau berada di sini karena 'rekomendasiku'. Kebenaran itu akan menggerogotimu dari dalam, sampai kau sendiri yang akan datang memohon padaku untuk membebaskanmu."

Arga tidak menjawab. Ia melangkah keluar dari ruangan itu dengan langkah cepat, tidak menoleh sedikit pun.

Saat ia berjalan melewati kubikel staf yang mulai ramai, Arga merasa semua orang sedang memperhatikannya. Apakah mereka tahu? Apakah Siska sudah menyebarkan rumor? Ia merasa seolah-olah seluruh gedung ini telah terkontaminasi oleh keberadaan Siska.

Ia masuk ke dalam lift dan menekan tombol lobi. Ia butuh keluar dari gedung ini. Ia butuh mendengar suara Nabila.

Arga mengeluarkan ponselnya dan mencoba menelepon Nabila.

Tuuut... tuuut...

Panggilan dialihkan ke pesan suara. Arga mencoba lagi, namun hasilnya sama.

Ia tidak tahu bahwa di saat yang sama, Nabila sedang berdiri di depan sebuah kantor notaris tua di sudut kota, memegang sebuah map berisi dokumen rahasia perusahaan Airborne Group yang ia dapatkan dari informannya. Wajah Nabila tampak pucat, tangannya gemetar.

Di dalam map itu, terdapat catatan transaksi gelap yang menunjukkan bahwa Siska Roy telah memanipulasi beberapa aset perusahaan untuk kepentingan pribadi, dan yang lebih mengejutkan, nama Arga Mandala tercatat sebagai 'penerima manfaat' dari salah satu transaksi tersebut, sebuah fitnah yang sudah disiapkan Siska jauh-jauh hari.

Arga mengira ia baru saja memenangkan pertempuran di ruang rapat dengan menahan diri dari amarah. Namun ia tidak sadar, Siska sudah memindahkan medan perangnya ke tempat yang paling tidak ia duga, ke dalam sistem hukum yang sangat dipercayai oleh istrinya.

...----------------...

Next Episode...

1
Eva Karmita
alur ceritanya bagus bikin nano" ...
semoga Arga bisa melawan dan menghadapi Siska si wanita gatal demi rumah tangga nya dgn Nabila 🥰
Eva Karmita: sama" semangat 🔥💪🥰
total 2 replies
Eva Karmita
Arga ingat kalau sikap mu masih lembek kayak jelly harusnya kamu pikir dia kali menghadapi Siska tidak semudah dan segampang yang kamu bayangkan satu kali saja kamu buat kesalahan maka hancurlah rumah tangga yang kamu bangun dgn susah payah.... Nabila akan benar" pergi dari hidupmu dan kamu akan hidup dlm penyesalan seumur hidup
Eva Karmita
semoga Arga bisa melawan Mak lampir
Isee
semoga arga juga bisa menjalankan misi yg direncanakan nabila & jgn sampe ada jebakan tidur bareng siska.
Eva Karmita
lanjut otor semangat 🔥💪🥰
👀 calon mayit 👀
💪
Eva Karmita
lanjut otor semangat 🔥💪🥰
Eva Karmita
Siska otakmu konslet ya...kamu sendiri yang sudah menciptakan luka tapi anehnya malah menyalahkan orang lain 😤
Eva Karmita
😭😭 semangat Arga ingat ada wanita kuat dan tangguh dissimu
Eva Karmita
masa lalu yang menyakitkan 🥺
Eva Karmita
,dasar wanita iblis
Eva Karmita
Arga kenapa harus berbohong dengan istri mu sendiri 🥺😤
Isee
Nabila kenapa kamu ksh tau clue clue itu ke siska 😭😭😭 semoga nabila bisa membela arga & melawan siska sampai dpt hukuman
Eva Karmita
Arga jadilah laki" yg kuat jangan lemah dong.... masalalu harus di kubur untuk apa digali lagi tetaplah masa depan jangan menoleh kebelakang lagi
Isee
bener2 SAKIT si siksa, elu yg buat ulah, nyalahin orang lain.😡😡😡
👀 calon mayit 👀
nyeesek😭
Isee
semangat nabila 💪💪💪 lanjut kak
Miss Ra: siaaaap💪
total 1 replies
Isee
SARAP si siska😡😡😡😡
Isee
jika akhirnya agra gak berterus terang ke nabila, maka lepaskan agra tapi sebelumnya dampingi agra melawan siska sampai siska jatuh karna ulahnya sendiri & diceraikan sama pak roy.
Isee
wah DAEBAK 👍 nabila,,, dampingi selalu arga buat siska KEOK😡
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!